Nah kenapa tidak pak Sawali menggunakan blogg untuk media kampanye……………..
Tentu dengan partai baru yaitu partai guru atau PARTAI BLOGGER
……………………………………………………dari sinilah pikiran saya coba untuk di tuliskan…….
dari tulisan pak Sawali di sini saya menangkap kenyataan kultus bahwa seorang politisi yang di bawah naungan kelompok yang dinamakan Partai, pada kenyataanya sebagian para Politisi,( Elit politik )memang jelas dan nyata kalau banyak sekali yang tidak memikirkan kepentingan Rakyat dan Negara,hanya memperalat Rakyat untuk kepentingan Partainya dan memenuhi Ambisinya sendiri, atau memanfaatkan Rakyat untuk tujuan tujuan tertentu secara tidak meluas, itu mungkin yang mendasari terjadinya pemahaman Bahasa para Politisi menjadi dangkal dan pada kenyataanya para politisi memang tidak memahami benar Bahasa Rakyat ( mesti belajar pada Pak Sawali tentang Bahasa )
Seharusnya para Politisi harusnya tahu dan berangkat dari Bahasa makna dan arti Partai itu sendiri ,sebelum mereka terjun kedalam dunia Politik ,
Sedangkan kata Partai kan bisa di ambil makna dasar dari asal Bahasanya yaitu :
1.PART :
Yang berarti komponen atau bagian
jadi mestinya harus bersama untuk membentuk sesuatu karena tanpa bagian atau komponen tersebut tidak ada wujud sama sekali.
2.PARTISIPASI :
Yang kalau nggak salah dari maknanya adalah kebersamaan, pengertian, tenggang rasa dan mengambil peran. untuk mewujudkan sesuatu,jadi tanpa kebersamaan dan pemaknaan tersebut ibaratnya ada gelas ( rakyat ) diatas meja ( negara ) dan para politisi memegang setiap sisi kaki meja dan pingin membawa atau memindahkan meja tersebut dengan tujuan yang berbeda arahnya dan apa jadinya kalau mengangkatnya tidak bareng, dan atau tujuannya nggak sama tentu mejanya rusak ,dan gelasnya pecah airnya tumpah ( kira kira seperti itu bangsa kita )
sedang sebagian politisi lebih memilih, mengartikan dan memahami kata Partai dari :
PARTY
yang berarti berpesta ,berpesta uang rakyat ,bersenang senang diatas kesengsaraan bangsa,mabok atau lupa diri bahwa mereka mengemban tugas amanat rakyat, bicara orang mabok biasanya ngelantur bicara, diluar kendali kemanusiaan ,menghalalkan segala cara,dan.tidak menyadari nilai bahasa yang mestinya di maknai dengan benar,
Lebih ngeri lagi para Politisi menggunakan bahasa bahasa yang kadang sama sekali tidak disadari dari maknanya atau makna yang tertangkap oleh orang lain salah satu contoh sering saya mendengar para elit politik mengeluarkan atau mengucapkan kata sbb:
“ Kalau Boleh Saya bicara bicara jujur sebenarnya ini adalah Bla Bla……….”
Mungkin maksudnya adalah memperlihatkan bahwa dirinya jujur pada rakyat atau Audiens tapi benarkah bahasa tersebut mendapat repon seperti yang dimaksudkan si pelontar kata kata…? Bukankah jelas tersirat bahwa selama ini dia bicara tidak jujur
( rekayasa pemaknaan tersebut diatas adalah versi Genthokelir lho..yang bukan ahli bahasa sebenarnya )
Lantas kenapa kita milih Partai kalau Politisinya PARTY….
kalau menurut saya ( saat ini ) pilihan terbaik adalah tidak memilih ( kan sekarang belum saatnya milih )tapi bila suatu saat akan datang dimana para blogger menjadi politisi dan memahami bahasa politik seperti pada kebiasaan mempelajari para blogger .
Dan sampai hari ini kenyataanya para Blogger telah mengambil peranan ( Partisipasi )membangun Negara dengan ngeBlog……
memilih para wakil dari bloger,Partai Blogger serta terjadinya ramalan Rongogentho dari Gunung Kelir pada Tulisan Blogger dadi Ratu.:
Tapi saya nggak sadar kok di POLITISIR ya
Bagaimana dengan anda…….?
Popularity: 1% [?]
Tags: bahasa, blogger, gentho, negara, partai, politik, rakyat

September 10th, 2008 at 04:52
wew… demikian cepatnya, mas totok merespon sebuah postingan. saut banget nih. utk istilah partai, saya paling sedih ketika para elit politik justru memaknainya dengan definis ketiga. mereka beramai2 menjadikan partai sbg “parti”, tempat berpesta dan bancakan uang rakyat, juga bagi2 kue, haks…. sungguh menyedihkan nasib negeri ini…
Reply
September 10th, 2008 at 08:48
Ndak usahlah para bloger mendirikan partai. Nuansa keakraban dan diskusi hangat walau kadang asal njeplak seperti saya nanti bisa tergusur oleh kepentingan pemenuhan syahwat kekuasaan. Nanti malah terjadi saling deface antar bloger he..he..he
Reply
September 10th, 2008 at 09:20
Saia ingat ada pemberitaan tentang Enda Nasution yang “diangkat” sebagai Presiden Blogger Indonesia oleh sesama rekan-rekan blogger Indonesia dan yang anehnya, kalangan politik berusaha mengkambinghitamkan blogger tersebut mengingat adanya orang yang akan digunakan sebagai pertanggungan jawab. Nah dari situ, apakah dengan mendirikan partai blogger bukannya akan semakin memperuncing suasana politik Indonesia yang semakin memanas ini? Pilkada aja masih banyak kerusuhan.. Capek Dech…
Reply
September 10th, 2008 at 13:19
saya sepakat dengan yang ke3. bikin partai kan supaya bisa party !!!
Reply
September 10th, 2008 at 18:14
Wew, saya paling tidak suka politik di indonesia. Gak sehat. Partai bloger? Ada-ada saja.
Reply
September 11th, 2008 at 08:48
Bravo…atas idenya mendirikan “Partai Guru” atau “Partai Blogger”. Kalau benar berdiri, maka saya orang terdepan yang akan mendaftarkan diri jadi anggota. Pokoknya saya dukung 150%….karena udah bosan dengan “Partai Konvensional” yang telah ada. Partai Konvensional ini semuanya menganut “UUD” yang sama, yakni “ujung-ujungnya duit”. Dari kampanye yang bagi-bagi duit, bursa caleg yang mirip “dagang sapi”, hingga kerjaan anggota dewan yang membahas RUU sesuai dengan “harga yang ditawarkan” pihak yang berkepentingan.
Reply
September 13th, 2008 at 11:10
nggak ikut ach…
Reply
September 26th, 2008 at 16:45
usul yang bagus, Partai Bloggers…
Reply