suasana perbukitan itu menyepi,sunyi,gersang.penuh ilalang kekeringan,ketika lelaki kecil itu terduduk ,diantara bebatuan dan seonggok ranting ,kering dan meringan.
lelaki kecil yang biasa di panggil “gentho” itu berdiri menatapi luasnya pandangan di sisi barat perbukitan yang menggersang,dengan sendiri mengeluhkan ke adaan,mengingati betapa dulu sangat nyaman terbayang ke ingatanya riuhnya anak anak sebayanya bermain di tepian mata air tempat penduduk mandi dan mengambil air,
atau mengingat asiknya bermain jamuran bersama di purnama yang benderang,begitu nyaman begitu damai bercengkrama antara warga membicarakan ternaknya,angan angan lelaki kecil itu seperti enggan pergi dari lamunan keingatanya,prak…!ranting patah jatuh itu merampas semua keindahan dalam alam lamunan gentho.tersadar dan yang di tinggalkan sejuta nestapa ,sepinya desa setelah ditinggal penduduknya
pergi entah kemana setelah bencana demi bencana memaksa meninggalkan kampung,meninggalkan tanah bukit subur menghijau ,terpaksa…..kembali gentho meratapi mengingati ribuan gagak hitam dengan kesrakahan dan penuh ambisi kelaparan memporak porandakan rumah rumah warga ,yang memaksa dengan ketidak relaan meninggalkan rumahnya sendiri sendiri yang rusak serta terimbun kotoran burung gagak yang menggunung,
rela tak kuasa warga menjauh tak tahan dengan keadaan kampung yang telah di kotori oleh bangkai sebagian gagak yang mati oleh kawanya .bau busuk menyengat menghukum nafas menghela kesegaran bukit kelir itu .
peradapan bukit kelir yang nyaman dan tentram itu musnah .tinggal bukit sepi penuh kegersangan,yang tiap malamnya penuh kesenyapan ,beberapa tahun tragedi itu berlalu namun masih menyisakan kepedihan,lelaki kecil itu satu satunya yang kembali setelah ribuan gagak membawa bencana itu pergi,ketika kembali senyap dan keringnya masih jelas dilihati di setiap sudut sudut kampung ,dengan sendiri lelaki kecil itu mulai menegakkan batang batang pohon ,mengumpulkan ilalang dan mengais sisa sisa kulit kayu untuk tempat berteduh
yang masih miring,dengan penuh pengharapan untuk memulai tinggal dan menghuninya,”bisakah saya kembali membangun peradapan di sini..? “lelaki kecil itu bergumam ,dengan bekal ke inginan yang tinggal pengharapan mulailah lelaki kecil itu menghuni keseharian dengan di sepinya Bukit kelir,ketika ke ingin tahuannya menuntun kepada keinginan belajar peradapan maka suatu hari mulailah ia mengawali perjalanan mengembara ,meninggalkan gubuk sunyi untuk sejenak mencari ilmu ke bebrapa guru,beberapa tempat ia kunjungi ,sampai ketika waktu ia harus kembali ke Bukit Kelir sunyi atas saran salah satu gurunya Yang bermukim dipadepokan grobogan,
“Nak Kamu Harus pulang …ke gubuk mu dan tunggulah akan datang kepadamu perempuan bergaun putih !”kata guru itu penuh bijaksana “perempuan bergaun putih….? Kenapa….?”gentho bertanya pada sang Guru
“Ya Perempuan bergaun putih itulah yang nanti akan mengajarimu pada peradaban kepadamu.”Kembali sang guru menasehati
” Baiklah Guru saya akan kembali hari ini .” jawab gentho maka bergegaslah gentho dengan restu sang guru beranjak meninggalkan padepokan,kembali ke kampung sunyi .waktu berjalan terus tak terasa talah lama gentho bermukim dan mencoba untuk hidup dan tinggal sendirian di Bukit itu mengeja aksara Tuhan sendiri” kapan perempuan bergaun putih datang ” gentho bergumam sendirian” kenapa tak segera datang ..?” ribuan pertanyaan memenuhi isi kepalanya sambil termangu duduk diatas bebatuan kelir ia menatap langit penuh penharapan dan bertanya ” kenapa tak segera datang perempuan bergaun putih seperti yang di janjikan…..?”
Anda bebaik hati tolong beri jawaban heheheh nanti biar saya kasih tahu ke gentho
Popularity: 1% [?]
Tags: bukit, Gunung Kelir, perempuan

September 15th, 2008 at 14:01
ehhmm…..
Reply
September 15th, 2008 at 14:01
heheh perempuan yang ditunggu nyasar kali mas nggak tahu alamatnya
heheheh makanya kasih alamat jelas dan peta serta kasih no Hape hahahah
gimana mas kapan maen ke Kantor lama he di tunggu THRnya
Reply
September 15th, 2008 at 14:05
wah yang di tunggu nggak jadi datang wong jalan ke Gunung Kelir Rusak nggak ada angkot ,dan nggak ada bus ke arah sana mas ,jadi di undur ampe di jemput pake mobil ijo heheheheh
Reply
September 15th, 2008 at 16:30
mungkin kurir pengantar sang perempuan cedera dimakan gagak mas gentho
Reply
September 15th, 2008 at 17:05
lhoh gak reti jebul mas totok, perempuanne bergaun putih nyengklak nggonceng aku neng goa kiskendo. gak sido munggah neng kelir … :p
Reply
September 15th, 2008 at 20:27
perempuan yang kemarin itu kan gaunya nggak putih pak bukanya ibu suka pake gaun pink hehehehe maaf lho pak bos saya terharu ama mas gentho penasaran menanti perempuan itu ,,,,,kasih alamat Bapak jelas nggak jangan jangan tersesat,bisa di telpon nggak pak .
hahah THR bos di tunggu ,,, selamat atas suksesya Project Palembang Boss
Salam dari anak anak di bogor
Reply
September 15th, 2008 at 20:51
Waduh, kasihan juga si gentho. menunggu perempuan bergaun putih nggak datang2 juga, haks. padahal, si perempuan itu sdh kutunjukkan ke alamat ini:
Sugiharto.ST
Komp Menara Gunung Kelir
RT 07 RW 01
Tlogosirah,Katerban,Desa Donorejo
Kaligesing 54175
Purworejo.Jawa Tengah
mungkin ada masalah di perjalanan, atau saya salah memberi alamt ke perempuan bergaun putih itu. ada baiknya saya cek ke tempat saya mengirimkan. mudah2an gentho ndak putus asa, haks…
Reply
September 15th, 2008 at 20:56
sebentar, saya cek resinya, wew…. lhadalah, lha kok tertulis purwokerto dg kp 54152, jauh amat, yang kasihan justru si perempuan bergaun putih itu.gimana nasibnya. ndak bisa segera bertemu si gentho. ada baiknya kita tunggu nasibnya. kalau sepekan nggak datang, nanti kukirim ulang aja, mas. yang salah alamat biasanya kan kembali ke alamat pengirim. tapi bener2 dah saya kirim kok. mohon maaf kalau telah terjadi kesalahan, mas. hiks…. waduh ini kesalahan petugas atau kesalahan saya menuliskannya di amplop, yak!
Gentho say : hahahahah nggak gitu pak saya cuman me reka reka menjadi sebuah cerita aja pak
Reply
September 15th, 2008 at 20:59
Tapi cerita di atas bagus nggak pak itu aja hehehe sabar kok menanti
Reply
September 15th, 2008 at 21:00
Saya yakin, perempuan bergaun putih itu akan tiba di gunung kelir. Percayalah, dia datang tak dijemput, pulang tak diantar (*halah! Memangnya jelangkung)
Reply
September 15th, 2008 at 21:37
ehhh hiya Pak Suhadi sabar aja ya heheh lha wong saya cuman juga cuman belajar menuliskan pikiran di buat cerita kok
makasih
Reply
September 16th, 2008 at 03:13
Gurunya bermukim di padepokan Grobogan? Lha saya aseli Grobogan Pak
gentho say: weh berarti tonggone mas sampean tolongin aja perempuan itu anter kesini
Reply
September 16th, 2008 at 12:46
perempuan bergaun putih..???
*kok bulu kuduk saia merinding ya…? lari…*
Reply
September 16th, 2008 at 13:46
Perempuan bergaun putihnya lenyap ditelan bumi bersama lenyapnya peradaban di bukit nan sunyi itu pak.. hehehehe…
menunggunya sama dengan menunggu ratu adilkah?
*melirik komenk gajah pesing*
busyet.. saya jadi merinding juga nih.. keinget sundel bolong dan kuntilanak.. hehehehe..
Reply
September 16th, 2008 at 14:33
dia sudah datang di pabrik brem saya hari jumat lalu, masak ndak mampir di rumah sampeyan sih ?
Reply
September 16th, 2008 at 14:37
Gajah Pesing :
sampean wis di tekani mas yo
Gempur :
Sip mas ehh kayaknya emang gitu ya mas
makasih Doain dapat ratu adil
Adipati :
Weh mampir sampean ……jangan jangan krasan ditempate sampean
Reply
September 16th, 2008 at 21:33
Great theme! Thanks for sharing. I’ve recently implemented Amazing Grace on my
Reply
September 16th, 2008 at 22:21
aku dah rindu sawah , nyari belut
trima kasih dah ngisi guestbook, salam kenal
http://www.blogcatalog.com/user/aminhers
Genthokelir :Terima kasih dan dan salam kenal kembali
Reply
September 17th, 2008 at 09:48
Mungkin memang sengaja “lama-lama” di jalan kang, biar mas totok tambah kangen dan begitu datang. Bisa melepas kerinduan dan melepas….kertas pembungkusnya..
Genthokelir: He he bener juga ya mas bila kangen telah merasuk tentu kupeluk dan kudekap erat heheheh
Reply
September 17th, 2008 at 13:47
Oho… Perempuan Bergaun Putih tersesat karena salah tulis alamat!!!
Genthokelir:oh bener kali ya mas alamatnya keliru heheh tapi pake gps kok jadi ya tetep sampai
Reply
September 17th, 2008 at 15:41
waaddddduh… saya juga ndak tau dimana perempuan itu
genthokelir : kalo yang bergaun putih nggak datang yang berkaos putih juga nggak papa heheh
Reply
September 17th, 2008 at 18:02
Perempuan itu nyasar kemana ya…
Tiga hari saya penataran bareng Pak Sawali, saya juga sempat ngomong2 tentang perempuan itu.
Mungkin Gunung Kelir tidak masuk Atlas ya…
genthokelir: hehehe Pak Mar ada ada aja Gunung Kelir masuk atlas pak mbah google aja tahu kok
kalo ketemu pak Sawali salam penuh hormat dari saya
Reply
September 17th, 2008 at 20:30
hmmm…rumah baru yah mas gentho..happy bloging mas..thx atas kunjunganya…
genthokelir : heheh makasih mas Agung berkenan berkunjung walau masih minim bantulah membangun rumah kecil ini terima kasih mas
Reply
September 18th, 2008 at 00:08
jadi ingat lagu,..
kapan mati, kekasihku, bunuh diri…
Genthokelir : makasih Mas Iman jangan doain mati dulu mas perempuan itu pengharapan heheheh
Reply
September 18th, 2008 at 05:06
ada hubungannya dengan bisnis neh kayaknya….hahaha
Reply
September 18th, 2008 at 05:09
atau dengan sebuah judul buku…?hehee
genthokelir : judul sebuah buku yang dalam penantian heheh mas
gimana kabar semarang nih
Reply
September 18th, 2008 at 09:55
Hehe.. malah kasih pertanyaan.
btw, artikelnya menarik.
Genthokelir Say : makasih mas Benny salam kenal dan terima kasih sekali atas kunjunganya
Reply
September 18th, 2008 at 12:20
hahahhaah… koment nya lucu2… seger deh…
mau tau gak, kenapa perempuan bergaun putih itu belum dateng?
gaun nya kemaren tak pinjem, masih di londri. ntar sore tak balikin, setelah itu, dia langsung dateng kok ntar…
salam
Genthokelir Say : terima kasih mbak sekalian besok bawain baju yang lain hehehe biar disini nggak perlu beliin baju heheheh
kemarin saat chat terputus njemput …….. salam terbaik juga makasih
Reply
September 19th, 2008 at 00:21
Wah… fotonya itu lho!… kalau di desa saya, gak boleh mbawa bedil kang!….
Genthokelir say : heheh mas Andy kok jeli ….
Reply
September 24th, 2008 at 18:28
Barangkali Perempuan Bergaun Putih memang ingin ngetes dulu. Apakah dirinya memang betul diinginkan…
Reply
September 25th, 2008 at 23:11
betul juga ya mas Daniel emang saya harus sabar kali yaaa
Reply
Oktober 13th, 2008 at 08:21
ini toh penunggu gunung kelir yang keramat itu.
hmm… *manggut-manggut*
perempuannya beli rinso dulu, mas gentho.
wong gaunnya setelah sekian lama udah jadi kuning, gak putih lagi.
ceritanya oke, menautkan beberapa pos dari blog lain, sekaligus menyinggung (sepertinya, hehe!) kiriman buku “perempuan bergaun putih” yang tak kunjung tiba.
selamat, mas!
genthokelir:
terima kasih sekali satu kehormatan anda berkunjung kesini
te
Reply
Nopember 16th, 2008 at 10:55
mending jangan cuma menunggu mas tok, kalo nggak datang2 ya cari saja perempuan bergaun putih yang lain, haha….
ngomong2, kenapa selalu deskripsi memedi kok, rambut hitam terurai dan gaun putih menjuntai. kok nggak pernah rambut cepak di highlight plus celana cean dan tingtop
gentho :
eh mas punya setok perempuan yang lain hahahaha
Reply
Desember 29th, 2008 at 13:40
Pak Pos lagi libur panjang!
Reply
Juni 29th, 2009 at 05:04
ass…
ehemmmm…
met kenal aza…
tq…
wassalam…
Reply