setelah lelah seharian berputar kesana kesini berbaur kambing hahaha sampai bau kambing akhirnya saya menyadari betul bahwa kita harus menghargai kesempatan
Kesempatan apapun itu seperti kesempatan membaca ,kesempatan menulis yang mesti kita harus sadari dan memanfaatkannya dengan baik , memang banyak sekali yang akhir akhir ini membuat saya menyadari akan hal ini seperti dalam menulis pun kadang harus pandai pandai kita memanfaatkan kesempatan seperti yang di tuturkan Pak Ersis
Dalam Hal yang lain pun saya kadang juga sangat teledor dalam membaca kesempatan seperti suatu hari saya pernah di beri pembelajaran yang berarti mengenai hal kesempatan ini
sekilas saya teringat ketika saya masih berkutat di jakarta dan di sudutkan pada masalah kesempatan
suatu hari saya tanpa sengaja bertemu dengan seseorang yang arif dalam agama atau sebut saja seorang kyai ( sekelas kang Mantan kyai atau mbah Kyai Slamet hahaha ) yang memberikan nasihat nasihat mengenai hal kesempatan namun caranya begitu unik
Berikut kutipan beberapa pembicaraan tersebut :
Mbah Kyai : ” Apakah Pak Totok punya Uang 50 ribu rupiah ….?”
Saya : ” Ada Pak emang nya kenapa pak …?”
Mbah Kyai : ” Tolong boleh ditukarkan dengan uang seribuan “
Saya : ” Ya pak “
setelah saya kesana kemari dapatlah saya uang seribuan tersebut sejumlah 50 lembar kemudian saya kembali ke Pak Kyai
saya : ” Ini pak Uangnya 50 lembar seribuan “
Mbah Kyai :” Boleh minta tolong lagi Pak Totok ?”
Saya :” Ya Mbah Kyai kenapa..?”
Mbah Kyai : ” tolong yang enam ribu di masukan ke kotak infak masjid di ujung kampung ini nanti “
Saya : ” Ya Mbah “
Mbah Kyai : ” Pak Totok sering lewat cempaka putih dan perempatan yang di sejalurnya …?
Saya : ” Sering sekali hampir tiap hari melewatinya …emang kenapa Mbah kyai …?”
Mbah Kyai : ” kan disana banyak peminta minta dan uang tadi kan masih sisa 44 lembar “
dan Pak Totok bisa membagikan uang tersebut masing masing seribu rupiah satu orang dalam sehari besok dan tentu gampang kan toh banyak sekali perempatan yang memiliki peminta minta bahkan Pak Totok juga boleh memberikan juga pada peminta minta yang biasanya berjajar di pintu masjid kan kebetulan besok hari jumad “
Saya :” ya itu perkara mudah pak “
Mbah Kyai : ” Tapi pak Totok Iklas ,mampu dan mau kan…………. artinya memiliki kemauan dan kemampuan kan ..?”
Saya :” Ya mbah Insya Allah “
Mbah Kyai : ” Tolong habiskan uang 44 lembar itu ya “
setelah beberapa saat ngobrol sana sini akhirnya saya berpamit dan pulang , sampai saat ke esokan harinya saya meluangkan waktu sebelum jumatan saya mendatangi perempatan cempaka putih dan siap dengan uang yang harus saya bagikan
saya mendatangi perempatan itu sekitar jam 8 pagi karena saya memang memiliki keleluasaan benar hari itu untuk membagikan uang tersebut tapi apa yang terjadi …. jam berlalu bergulir hingga jam 10 saya baru mendapat tiga orang alias baru tiga lembar yang bisa saya bagi . saya begitu heran kenapa tumben hari ini gak ada para bopeng atau sekelasnya yang biasanya banyak di sini …. sepi
setelah beberapa saat saya memutuskan untuk mencari tempat yang lain untuk melanjutkan membagi seribuan tersebut tapi lagi lagi sampai menjelang jumatan saya baru nemu 4 orang lagi sampai setelah jumatan saya baru bisa membagikan 17 lembar , berarti masih harus menlanjutkannya lagi,
sehari penuh saya berkeliling dan berhenti di setiap perempatan hingga sampai jam 11 malam saya baru bisa menghabiskan 25 lembar saja , saya sangat heran padahal biasanya sangat banyak orang meminta minta dengan modal tepuk tangan dan lain sebagainya .
karena tidak habis maka hari berikutnya saya datang ke tempat pak Kyai , namun alangkah kagetnya karena disekitar kediaman pak Kyai ramai sekali orang berkumpul dan membaca surah yasin dan alangkah kaget lagi ketika saya juga melihat orang melakukan sholat jenasah , dan ternyata yang terbujur itu adalah pak Kyai yang selang sehari kemarin berbicara panjang lebar kepada saya dengan segar bugar walau tubuhnya telah renta dimakan usia
Lantas saya pun juga berduka yang dalam karena saya juga belum sempat melaporkan ketidak berhasilan saya membagi 44 lebar seribuan tersebut
Sepulang dari rumah Almarhum saya jadi berfikir mengenai hal yang beliau mintakan kesaya dan saya mencoba menyimpulkan kehendak beliau
ternyata dalam hal ini beliau menyampaikan tiga hal yang penting dan berpulang pada kesempatan , yaitu masalah Keinginan,Kemampuan,Kesempatan
Jika kita memiliki Kemauan dalam beribadah dan kita memiliki Kemampuan dalam beribadah selanjutnya Kesempatanlah yang harus kita cari
dalam hal diatas saya berusaha membangun kemauan dan memiliki kemampuan namun saya harus tertuduk ketika saya tidak memiliki Kesempatan
Jadi pergunakan Kesempatan sebaik baiknya dalam beribadah dan ber amal karena Kesempatan itulah yang jarang kita miliki
Saya yakin anda memiliki Kemauan Untuk beribadah …..
Saya juga Yakin anda bisa berusaha Untuk memiliki Kemampuan
namun Selanjutnya Kesempatan adalah ketentuan milik Allah SWT
jadi alangkah baiknya jika anda melihat kesempatan bersegeralah kapanpun waktunya untuk berbagi dan beramal
Salam Hormat saya
Popularity: 2% [?]
Tags: agamis, memandang, pengalaman, penulis, pesan
Desember 8th, 2008 at 02:37
wah kok pembicaraan kita diposting disini mas. eh bukan yah .. kekekeke
Reply
Desember 8th, 2008 at 06:46
Nek kirim aku ojo sewu Mas… Daging Etawa wae limang kilo, tapi sing mulus ojo gajih…
Wah…
Baca tulisan Mas Totok saya jadi merinding, meresapi dialog antara mas Totok dengan Pak Yai itu, lalu kejadian berikutnya, ketika mencari pengemis kok susah. Saya juga slalu mengingat kata2 kyai saya, kalau ada pengemis ke rumah, bersyukurlah, karena kita ndak perlu repot2 nyari orang untuk disedekahi, karena sedekah adalah salah satu komponen tiket masuk surga. Sejak saat itu, walau sedikit, saya berusaha tidak pernah nolak, entah pengamen, pengemis atau yang pura2 sekalipun. Ndak banyak sich, seringnya malah separonya yg dibagikan kyainya Mas Totok itu, alias Nggo Pek…
Reply
Desember 8th, 2008 at 12:35
Wah… keren banget nih postingannya. Kadang kali kita terasa takabru bisa menjalankan ibadah kapan-kapan saja. Selagi masih muda kadang menundanya seakan pede bahwa masa tua juga bisa menjalankannya. Padahal kesempatan beribadah itu bukan kita yang mengatur kan?
Reply
Desember 8th, 2008 at 16:19
ada ikatan batin yang kuat antara mas totok dan pak kyainya mas…sehingga sebelum beliau di panggil sang kekasih, bersempat diri melantunkan ajaran yang luar biasa buat mas totok…
mas totok mungkin salah satu yang terpilih oleh beliau.
salam mas.
Reply
Desember 8th, 2008 at 19:17
Luar biasa sekali, Mas, pengalamannya. Nggak banyak orang pernah ngalami seperti itu. Ada hikmah yang bisa petik. Senang karena pada akhirnya dibagikan lewat blog ini. Membuat kita bisa bercermin dari sana.
Reply
Desember 8th, 2008 at 20:25
tulisan yang sangat menginspirasi, mas totok.
pengalaman yang hebat. namun sehebat-hebat pengalaman tidak akan bermakna kecuali kita mengambil iktibar darinya. dan mas totok telah berhasil melakukannya.
saya pun ikut belajar dari membaca pengalaman mas totok nih.
Reply
Desember 9th, 2008 at 14:37
Kadang juga kesempatan tidak terulang untuk yang kedua kali.
Reply
Desember 9th, 2008 at 15:50
golek wong ngemis susah?
hebad hebad
Reply
Desember 9th, 2008 at 16:23
Sampai tidak bisa memberi komentar yang benar nih, karena kesempatan tersebut. Wuuih… pengalaman tak akan terlupakan.
Reply
Desember 9th, 2008 at 16:35
Alahmdulillah dan terima kasih. “Kesempatan’? Ya, harus kita usahakan, kita rebut. keinginan kan kemauannya saja tidak cukup. Makasaih Pak Kiai. Pencerahan luar biasa. Sala,.
Reply
Desember 9th, 2008 at 18:10
Hmmm…
Sebuah pencerahan yang berisi kebenaran tapi sungguh menyayat, Mas…
Iya, terkadang saya masih suka bilang nanti atau besok saja, tetapi ketika semua kesempatan sudah diambil, pasti akan menyesal….
Reply
Desember 10th, 2008 at 09:19
bener bos kesempatan kadang tidak datang dua kali, harus lebih bijaksana kita menyikapinya ;D
Reply
Desember 10th, 2008 at 10:09
he..eh omm, intinya manajemen waktu yahh..Gunakan sehat sebelum sakit, gunakan hidup sebelum mati! mumpung masih idup..bisa dugem terusss???
halaahhh…
Reply
Desember 10th, 2008 at 15:13
Kita akan termasuk orang-orang yang merugi ketika tidak bisa memanfaatkan waktu dan kesempatan dengan sebaik-baiknya dan sesal kemudian apalah artinya
Reply
Desember 10th, 2008 at 15:31
makasih mas udag ngingetin.
sudah sepantasnya kita saling mengingatkan..
Reply
Desember 10th, 2008 at 16:17
Andaikata tidak ada org di dunia yg mau menerima sedekah betapa merananya para orang kaya….
Reply
Desember 10th, 2008 at 20:09
Sedih deh… sering saya ada kemauan, juga banyak kesempatan, tapi seringkali tidak ada kemampuan… memang ujian masing-masing orang berbeda-beda mas Gentho!
Reply
Desember 10th, 2008 at 23:58
Ada perasaan sedikit nggak nyaman di hati bang, apalagi kalo tugas itu diembankan pada saya.
Ada semacam tugas yang diinginkan orang lain saat hidup tapi kita tidak bisa merealisasikannya. Hasilnya mungkin kecewa dalam dirikita ini.
Saya pernah mengalami ini juga, Almarhum kakak saya meminta untuk memindahkan pot kembang, besoknya dia meninggal. Setiap kali inget pot kembang itu saya suka inget juga dengan kakak saya…
Salam
Reply
Desember 11th, 2008 at 00:07
wah, ini tips lagi yang mencerahkan dari mas totok. perjalanan hidup manusia memang serba penuh misteri, mas totok. tak disangka tak diduga, pak kyai yang bijak itu harus dijemput malaikat izrail sebelum mas totok lunas menunaikan amanatnya. tapi, setidaknya mas totok sudah punya Keinginan,Kemampuan,dan Kesempatan!
Reply
Desember 11th, 2008 at 11:39
Jarang-jarang sekali ada orang yang bisa mengalami pengalaman spiritual seperti yang dialami sampeyan itu Pak.
Bicara soal keikhlasan memang gampang-gampang susah, seringkali mulut bicara ikhlas tapi laen dengan hati kecil…tapi Insyaallah kalo ada kemauan, kemampuan, dan kesempatan, semua bisa terlaksana…
Reply
Desember 11th, 2008 at 14:36
Memang bebnar sekali.Gunakan kesempatan yang kita punya sebelum datang kesempitan pada kita
Reply
Desember 11th, 2008 at 16:59
namanya takdir pak
tidak bisa diubah dan dicegah
Reply
Desember 11th, 2008 at 20:49
HHHwwww…. bingung gitu tau kiyainya meninggal, sunhaanallah…
“Kesempatan itu datangnya dari Allah”… Akan di ingat dan dipahami….
semoga saya dapat belajar untuk memanfaatkan setiap kesempatan….
Reply
Desember 11th, 2008 at 23:17
selanjutnya, akan selalu saya ingat apa yang Mas Tok tuliskan disini. bahwa saat ada kesempatan untuk berbuat baik, lakukan dan jangan tunggu. kesempatan mahal harganya.
Reply
Desember 11th, 2008 at 23:22
terima kasih,.. tulisan ini telah mengingatkan untuk lebih giat dalam beribadah.
Reply
Desember 12th, 2008 at 10:13
nderek silturrahmi ugi niki sangking http://www.ziwa.multiply.com pakdhe
Reply
Desember 12th, 2008 at 10:27
Astaga, aga2 terharu Mas. Emang bener kita gak pernah tau apa yang terjadi ke depan, jadi jgn sia2kan kesempatan yang ada.
Reply
Desember 12th, 2008 at 16:31
pantesan aja sampeyan bauk kambing, wong baru berbaur ama kambing..kwak..kwka..kkwa
Reply
Desember 12th, 2008 at 16:54
wah sudah nggak kebagian daging kambingnya…
Reply
Desember 12th, 2008 at 17:11
dimana di beri suatu kesempatan disanalah akan ada hikmah yg begitu sangat dalam.
Reply
Desember 12th, 2008 at 18:16
kesempatan yang sangat langka sekali…
Reply
Desember 13th, 2008 at 15:41
ahhhhhh untung saya masih diberi kesempatan membaca postingan ini.
Semoga saya bisa memaksimalkan setiap kesempatan yang ada.
Terima kasih banyak pak!
EM
Reply
Desember 14th, 2008 at 09:36
Setiap detik, semakin mendekati kematian. Akankan kesempatan itu menjauh dan hilang. Oh dunia….
Reply
Desember 31st, 2008 at 10:04
3K yang bener2 menggugah
Reply
Januari 8th, 2009 at 10:40
sedih..sedih.. terhadap perbuatan yang pernah kulakukan. posting ini bikin kumerenung beberapa lama. rasanya yang ini kyai beneran
Reply