merapi5Anda mungkin tahu atau pernah tahu tentang nama nama pemimpin tanah jawa atau nama raja raja jawa yang di hubungkan dengan tanah atau bumi ,seperti Mangkubumi (Memangku Bumi) , Pakubuono ( Paku atau Pusat Alam Semesta ) , Paku Alam ( Pusat Alam semesta ) sampai Hamengku buono (Memangku Alam Semesta) , yang semua nya dimaknakan sebagai pengelola bukan penguasa.

Makna yang disiratkan dari nama nama pare pemimpin Jawa tersebut bukan sebagai pemimpin yang menguasai namun lebih pada pengelolaan atas tanggung jawab nya sebagai pemimpin, jadi sebagai pemimpin bukan lantas seenaknya sendiri memerintah dan memaksakan kehendak Otoritasnya

Masih  lekat dalam ingatan kita tentang siapa Mbah Maridjan ?
Kemudian kira kira seperti apa makna yang tertangkap ketika mendengar cerita tentang Mbah Maridjan
yah mesti sangat lah santer mengalir cerita cerita yang heroik ,perkasa ( Roso rosa),berani, sedikit campur nekad, serta di anggap membangkang terhadap perintah penuasa serta para ilmuwan pada saat merapi mengeluarkan lahar panas dan bahkan menurut analisa para ahli dan ilmuwan bahwa waktu itu Gunung Merapi akan meletus serta dalam keadaan yang membahayakan .
Lantas apa yang kita herankan…..?
Namun kita perlu tahu bahwa ketika Mbah Maridjan berjalan dia tidak mengenakan atau memakai alas kaki ( Ber telanjang kaki ).

merapi-3-copyKemudian apa hebatnya orang yang tidak memakai alas kaki ( bertelanjang kaki )…..?.
Mbah Marijan tidak memakai alas kaki disini adalah dimaksudkan agar menjadi lebih membumi , lebih merasai bumi .

Dan itu mungkin yang merupakan salah satu sebab dia berani untuk naik ke puncak Gunung Merapi,  yang justru pada saat orang lain pada lari kebingungan untuk mengungsi,mencari tempat untuk berlindung dengan ketakutan.

Sebenarnya bukan berarti Mbah Maridjan melawan atau membangkang bahkan bukan pula sok berani namun lebih pada keteguhan serta keyakinanya yang iklas untuk memohon pada Allah SWT , berdoa untuk keselamatan masyarakat di sekitar Gunung Merapi.
Satu hal yang dapat kita ambil percontohan ketika Mbah Marijan yang tak memakai alaskaki tersebut menjadi seorang pemimpin sebuah Negara, maka dia tidak akan mengungsi dan lari menyingkir ketika akan terjadi ledakan  ( ibarat marahnya rakyat kepada pemerintah karena gejolak ketidakpastian nasib bangsa ) ,tapi malahan Mbah Maridjan mendatangi sumber lahar tersebut dan kemudian meminta kepada Allah SWT untuk meredakan kemarahan rakyatnya serta berdoa memohon agar rakyatnya terhindar dari bencana,dengan tanpa mengenakan alaskaki (alasan yang membatasi antara pemimpin dengan rakyatnya)
Dalam wacana tertentu ketika kita tidak mengenakan alas kaki kita menjadi lebih merasai bumi tempat kita berpijak,lebih memahami bumi yang kita jadikan tempat ataupun media apapun dalam hidup kita.
Bagian tubuh seperti tangan dan kaki dari mbah Marijan selalu langsung melekat serta menyentuh langsung kebumi sementara kaki kita terhalang oleh alaskaki yang membatasi bagian tubuh kita dengan bumi.

merapi22Kaki tangan kita para orang yang mengaku terdidik dan modern dengan segala kelengkapan ilmu logika serta mengacu pada rasionalitas ini hampir selalu bersih, dan hampir tak pernah bersentuhan dengan bumi yang kita pijak , dengan sungguh-sungguh menyentuh bumi,baik dalam pemaknaan yang sesungguhnya maupun makna kiasanya kiasan..
Yah memang sekarang banyak sekali dari sebagian orang menghubung hubungkan dengan beberapa kesenangan melakukan gaya gaya Tarsan menjadi pecinta alam ,naik gunung,sepeda santai dan lain sebagainya dengan tujuan agar lebih merasakan kesejukan alam ,

Namun cara cara yang di tempuhnya sangat berbeda tetap saja kelihatan ‘palsunya’, bagaimana tidak sebab seluruh tubuh, kaki, tangan terbungkus rapi, dengan berbagai busana serta peralatan yang mahal harganya.
Gaya hidup serta cara pandang orang yang seolah pandai serta rasionalis ini  memang beda dengan gaya Wong nDeso atau Wong Nggunung,yang tidak mengenakan alaskaki kerena sebuah kebiasaan dan keterbatasan.

Jadi bagaimana hendak memimpin jika kita tidak bisa membumi dan tak menanggalkan ARISTOKRAT ( sok tuan,Ningrat) yang jelas terbatasi untuk besosialisasi.

Popularity: 3% [?]

Tags: Desa, memandang, pemimpin, politik, presiden, teladan

90 Responses to “Pemimpin Yang Membumi”

  1. wih, pertamax

    Reply

    genthokelir Reply:

    sip juara hahahaha

    Reply

  2. keduax yah?
    btw, peluang pemimpin yang memangku buana untuk menjadi presiden RI gimana yah?
    apakah sudah cukup membumi? :)

    Reply

    genthokelir Reply:

    hahaha itu bukan jaminan lho hahah saya nggak kampanye kok hhhhhaaaaa

    Reply

  3. jalan dengan kaki telanjang dan makan dengan tangan tanpa sendok garpu… enaknyaa.

    Reply

    genthokelir Reply:

    yah begitulah kang

    Reply

  4. merindukan pemimpin seperti ahmadinejad..

    Reply

    genthokelir Reply:

    mudah mudahan bakal kita miliki

    Reply

  5. kapan ya..?
    *membayangkan*

    Reply

    genthokelir Reply:

    kapan kapan saja hahaha tunggu sampean ke RI satu

    Reply

  6. wah2 dalem jg makna artikel diatas. (klo sy gk salah tangkep, hehe)

    btw, apa bisa diimplementasikan dengan kehidupan yang tidak berputar melainkan berjalan.?

    Reply

    genthokelir Reply:

    hahaha sekedar analisa saja mas

    Reply

  7. hajar aristokrat.

    Reply

    genthokelir Reply:

    hahaha kok ke aristokrat hahaha

    Reply

  8. saya menunggu pemimpin yang “membumi”

    Reply

    genthokelir Reply:

    sama mas mudah mudahan nanti bakal muncul pemimpin yang seperti harapan kita

    Reply

  9. Doakan mas, pila nanti saya jadi presiden bisa seperti mbah maridjan…

    Reply

    genthokelir Reply:

    hahaha mudah mudahan mas

    Reply

  10. setuju om sama postingannya.mudah-mudahan pemimpin sejati segera muncul ya om

    Reply

    genthokelir Reply:

    kita doa bersama

    Reply

  11. apakah pemimpin negeri ini sudah membumi atau malah sudah layak untuk dikebumikan?

    Reply

    genthokelir Reply:

    kebumikan aja hahaha

    Reply

  12. iso ae mas toto ngubungke nama raja-raja jawa dengan tanah. tp nek dipikir-pikir yo bener. baru kali ini aku tahu

    Reply

    genthokelir Reply:

    hahaha ming analisa ringan kok

    Reply

  13. Setuju dengan mas tok….
    Tp knp byk pemimpin memilih tdk membumi?
    Apa krn pemimpin membumi akan menjatuhkan wibawa dirinya sendiri?

    Reply

    genthokelir Reply:

    sampean ke RI 1 hahaha

    Reply

  14. Jadi inget mbah marijan kang!

    2007 lalu, saya ajak teman satu sekolah mengunjungi mbah marijan dan menyaksikan sendiri profil beliau dari dekat… Benar-benar sosok pemimpin yang membumi. jauh dari kebisingan pamrih dan glamour kekuasaan.

    Sangat berkesan.

    Reply

    genthokelir Reply:

    nah betul kan mas sangat bersahaja sekali kan mas

    Reply

  15. Mas Totok adalah salah satunya, karena telah sukses jadi JURU KUNCI Gunung Kelir, meskipun tampilannya ndak mungkin ala Mbah Maridjan.
    Siapa tau suatu saat Mas Totok dibaptis menjadi “Kelir Bumi” atau “Mangku Kelir”…
    Setuju ndak setuju, kenyataannya Gunung Kelir mulai naik daun dan dikenal sampai ke Barat & Timur, dan harus diakui itu berkat Mbah Kelir Bumi alias Mas Totok Kelir alias Gentho Kelir…

    Reply

    genthokelir Reply:

    hahaha pak dhe Mar bisa aja hahaha

    Reply

  16. Kalau menjelang pemilu biasanya membumi…..ikut2an ke sawah menanam padi…..blusukan keluar masuk pasar….heehehe…rajin berkunjung ke masyarakat…..murah senyum….entah nanti kalau terpilih…

    Reply

    genthokelir Reply:

    betul pemandangan merakyat dan membumi ketika mau pemilu saja hahaha

    Reply

  17. ditunggu mas yang jadi pemimpin “membumi”

    Reply

    genthokelir Reply:

    kita sama sama berharap mudah mudahan negri kita bagai surga amin

    Reply

  18. mungkinkah Saya.. pemimpin yang ditunggu-tungu… :lol:

    salam kenal mas.. :)

    Reply

    genthokelir Reply:

    hahaha sampean kah itu saya tunggu hahah

    Reply

  19. memang para pemimpin yang sudah tidak membumi semakin banyak juga dengan keputusan-keputusannya yang semakin jauh dari akar permasalahan, peraturan paling edan sekarang contone masuk sekolah jam setengah 7 pagi, untuk menghindari kemacetan, walah… anak-anak sekolah yang jadi sasaran…, padahal masalahnyakan orang-orang yang tidak membumi itu, naik mobil dari bogor ke senayan untuk kerja, nggak naik baswe ato ka er el, coba rumah mereka dekat sama tempat kerjanya, kan ngirit dan lebih sehat naik sepeda atau jalan kaki…, untung presiden dapet istana sebagai istana dinas, coba kalo brangkat dari rumahnya… walah…

    Reply

    genthokelir Reply:

    hem betul s ekali kang itu memang yang terjadi mestinya dapat di minimalisir yah

    Reply

  20. Kita Perlu Pemimpin yang membumi sejak dulu….. dan baru akhirakhir ini bisa “sedikit” terlihat… hanya sayangnya membuminya pas mo pemilu…

    Reply

    genthokelir Reply:

    hooh kang membuminya saat mau pemilu dan saat kampanye saja setelahnya nggak tahu tuh sibuk kali hahaha

    Reply

  21. kalo bicara soal pemimpin, susah deh, pasti gak ada sempurnyanya, yang paling sempurnya ya Gusti Allah .. he he he

    Reply

    genthokelir Reply:

    betul juga mas setuju minimal kita mendekati nggak terlalu jahat gitu

    Reply

  22. pemimpin yang membumi? hmmm … ungkapan yang menarik, mas totok. negitulah seharusnya sosok seorang pemimpin, tak berdiri di puncak menara gading, tapi bisa manjing ajur-ajer, menyatu dg kawula alit yang biasa tanpa alas kaki. juga tak memosisikan diri sebagai kaum borjuis dan aristokrat yang minta dilayani *halah* semoga makin banyak lahir pemimpin yang bener2 membumi. salam kreatif!

    Reply

    genthokelir Reply:

    ajur ajer itu mungkin lebih merakyat dan tahu persih yang di butuhkan rakyat kali pak

    Reply

  23. Sek, sek… iki iso dadi semacam preambule (pembukaan) untuk mengantar opini bahwa Ngarso Dalem for President? Hahahahaha… aku melu :)

    Tapi ide bagus itu, aku malah kepikir piye carane ben SBY ndak usah pake sepatu aja biar lebih membumi ? :)

    Nek bojoku senenge nganggo sepatu dhuwur2 ben ora kalah dhuwur karo aku hehehe

    Salam dinggo wong-wong nggunung juragan bandwidth yaaaaa :) )

    Reply

    genthokelir Reply:

    halah sampean pinter wae ngubungke karo ITU hahaha isin aku hahaha
    sajake aku nak jejer sampean ya ketok cendak hahaha

    Reply

  24. sebuah ide yang mungkin sulit realisasinya dimasa sekarang ini bro
    namun memang kita merindukan sosok-sosok seperti itu, seorang pemimpin yang membumi dan punya solusi.
    atau mungkin sebenarnya mereka banyak, namun tidak terekspose ? entah lah ..

    Reply

    genthokelir Reply:

    ah ini hanya analisa ringan saya buat patokan saya hahaha dan sekedar saja buat isi blog hahahaha

    Reply

  25. Itulah bedanya pemimpin dan penguasa mas Totok dan pada saat ini kebanyakan penguasa bukan pemimpin sehingga ya beginilah keadaannya

    Reply

    genthokelir Reply:

    betul mas sangat berbeda sekali antara memimpin dan menguasai hahaha

    Reply

  26. Semoga pemimpin kelak bisa membumi….
    Wah Mas Gentho postingan yang bener-bener membangun.. Sebuah analogi yang bagus dan mudah dipahami…

    Reply

    genthokelir Reply:

    terima kasih kang salam kenal untuk njenengan mas

    Reply

  27. arep komentar wis kedisikan kyai slamet….

    Reply

    genthokelir Reply:

    hahaha mosok toh

    Reply

  28. beda baget ya Kang antara mBah maridjan dan mbah Mariyudhoyono…hehehe

    Reply

    genthokelir Reply:

    hahah sampean kok yah aneh aneh mariyudhoyono itu sopo hahaha

    Reply

  29. saya pernah liat profile pemimpin iran saat ini, membumi banget deh mas. :D

    Reply

    genthokelir Reply:

    yah betul kalo pemimpin adat dan pemimpin ke sukuan banyaknya memang membumi mas
    layak untuk belajar mas

    Reply

  30. Kalo pemimpin tidak bisa membumi, sebaiknya kita kebumikan saja ramai2…hahahaha

    Soal aristokrasi, biarlah kaum2 aristokrat yang enggan bersentuhan dengan kaum jelata tetap disinggasana mereka yang empuk dan bergelimang nikmat, toh semua itu hanya duniawi banget dan apapun yang berurusan dengan duniawi bakal tidak abadi, semoga ada yang sepakat dengan guneman saya ini.

    Reply

    tukang nggunem Reply:

    woooo wedhosss…soal membumikan pemimpin wes dienggo komen kyai slamet, wasyuu kedhisikan…siyaall..ngopo mau ra moco komen2 sik aku ya…

    Reply

    genthokelir Reply:

    hahaha betul sekali analisa sampean mas

    Reply

  31. Belum bisa saya lihat pemimpin sekarang yang benar2 bisa membumi kang…

    Reply

    genthokelir Reply:

    saya sendiri hanya mampu melihat untuk pemimpin lingkup kecil saja yang mampu seperti itu hahaha

    Reply

  32. semoga akan ada pemimpin seperti itu di negeri ini.

    Reply

    genthokelir Reply:

    mudah mudahan mari kita berharap

    Reply

  33. amin. saya ikut meng-amin-i sajah…

    Reply

    genthokelir Reply:

    amin juga dan salam untuk kang mas nya hahaha

    Reply

  34. wah..
    ini bukan menunjuk mbah maridjan jadi penguasa indonesia tho mas
    nek ditarik garis lurus antara penguasa merapi dengan penguasa gunung kelir jadi sebuah simbol mistis nggak ya
    hihihi

    Reply

    genthokelir Reply:

    halah sampean ancene pinter nghubungkan merapi dengan kelir hahahaha

    Reply

  35. mari kita tunggu kedatangan pemimpin yang membumi :roll:

    Reply

    genthokelir Reply:

    sip setuju sambil berdoa

    Reply

  36. weleh2
    dalem banged
    hrsnya jadi rujukan syarat2 jadi presiden 2009 nih
    slm kenal

    Reply

    genthokelir Reply:

    hahaha ini sekedar analisa ringan hahaha

    Reply

  37. raja raja fitness di mana ya? kok pada kuat memangku bumi, negoro dll

    Reply

    genthokelir Reply:

    ha raja tukang angkat berat hahahaha

    Reply

  38. semoga bumi masih mau menerima raja2 jaman sekarang..

    semoga bumi mau namanya dijadikan satu sama raja-raja..

    semoga bumi masih menyayangi kita

    Semoga Allah menganugerahi kita “raja yg bener”

    Reply

    genthokelir Reply:

    amin amin ya robal alamin

    Reply

  39. E, lhadalah! Sarat filosofi tenan postingan ini, Mas.
    Tapi zaman sekarang kok yo angel nggolek pemimpin sing koyok ngono yo…

    Reply

    genthokelir Reply:

    hahaha sampean terlalu melebihkan saya cuma menganalisa ringan saja hahaha

    Reply

  40. pemimpine bisa ambles mlebu lemah yo???

    Reply

    genthokelir Reply:

    ontorejo kui mas hahaha

    Reply

  41. Saya baru tahu akan arti nama-nama yang mas sebut diawal posting. Betul tidak ada satupun yang merujuk kepada penguasa, sungguh dalam.

    Reply

    genthokelir Reply:

    hahaha mestinya rujukanya memang bukan penguasa hahaha kenyataan nggak tahu

    Reply

  42. hmm…. mbah maridjan aja deh dijadikan presiden, xiixixix :D

    Reply

    genthokelir Reply:

    halah sampean aja ke RI 1 yah

    Reply

  43. stuju mas..(*sambil nduga2 arah….)

    Reply

    genthokelir Reply:

    halah sampean memang pinter kemana arah saya selalu ketebak hahahaha

    Reply

  44. Jan, benar-benar maknanya dalam!Moga-moga, sebagai rakyat dikaruniai mata yang “awas”, biar ndak salah pilih pemimpin dan sengsara ratusan tahun.

    Reply

  45. mudah2 an mbah Maridjan termasuk orang yang Meninggal dalam khusnul khotimah,ditemia semua amal kebikanya, Dan Semoga contoh yang diberikan oleh Mbah Maridjan ditiru oleh pemimpin kita yang masih pada bego itu,

    Reply

Trackbacks/Pingbacks

  1. Dijengkelkan Oleh Form Komentar Lagi | Edi Psw's Weblog

Leave a Reply

You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>