Pengakhir Buku Menulis Tanpa berguru
Oleh Sugiharto
BAGI saya, yang berlatar belakang pendidikan tidak berhubungan dengan kepenulisan, menulis bukanlah perkara mudah. Menulis dengan hati dan pikiran, mengalir menjadi rendaan kata-kata dalam kalimat, pilihan alami saja. Merangkai makna, memanajemen kenakalan diri, memanfaatkan fungsi otak, mensyukuri akal pikiran serta merawat jiwa.
Menulis dimaknai sebagai pencarian, proses membaca, melatih akal dan pikiran agar lebih cerdas, dan peka. Menulis menjadi pengingat setia agar tidak terbelenggu oleh ingatan sendiri.
Ruang ingatan menampung semua yang kita ketahui, dan jika hanya mengingatnya tanpa menuliskan kita bisa terjebak dalam ingatan yang kumuh, yang membuat kita tertawa dan menangis sendiri.
Bisa-bisa menjadi gila.
Menulis Tanpa Berguru berarti menulis dengan kejujuran tanpa polesan, mengalirkan isi benak, meredakan amarah, mencegah dari kebebalan akibat kungkungan rutinitas serta kebosanan.
Pada awalnya mungkin susah, enggan, atau malas bergabung. Alhamdulillah, berawal power kalimat EWA, ”Menulis Tanpa Berguru” saya memiliki keberanian menulis yang diposting pada www.Gunungkelir.com
Jujur saja, saya memulai menulis dengan menuliskan pikiran, mengalirkan beban emosi, mencari makna dari proses membaca, dan dari kehidupan yang dilewati untuk dipahat dalam tulisan.
Menulis Tanpa Berguru, kekuatan sangat dasyat sebagai pemicunya.
Mengapa mesti repot dan terjebak teori muluk-muluk kalau tidak melahirkan tulisan sama sekali, hingga tidak bisa menikmati luasnya keindahan menulis. Menulis sembari membelajarkan diri, tanpa berguru.
Menulis Tanpa Berguru adalah motivasi yang kuat dan mudah dimengerti oleh orang yang sangat awam sekalipun dalam menulis. Lalu, lahirlah tulisan-tulisan. Mana tahu menjadi “Penulis Tanpa Berguru“.
Mari kita menulis untuk memaknai Hidup.
Gunung Kelir, 25 Januari 2009.
Sugiharto
Popularity: 3% [?]
Tags: belajar, berguru, blogger, menulis, tanpa, teladan, terima kasih

Januari 28th, 2009 at 09:32
pakde..kapan-kapan saia diajak kenalan ama beliau, tulisannya sangat bagus tapi saia tidak berani komentar disanan, hiks…
Reply
genthokelir Reply:
Februari 3rd, 2009 at 23:56
hahaha ayo kita maen kesana maen
Reply
Januari 28th, 2009 at 09:36
hueheuheuheuehu…pertamax to tibaknya…
Reply
genthokelir Reply:
Februari 3rd, 2009 at 23:57
trus hahaha
Reply
Januari 28th, 2009 at 09:38
heterik mesisan ah… gak ngurus seng due blog ben misuh-misuh
Reply
Januari 28th, 2009 at 11:01
Niat saya buka internet hari ini mau cari tahu tentang gunung kemukus di Sumber lawang – Sragen eh malah kesasar ke gunung kelir. Tetapi setelah istirahat melihat pemandangan alam yang di suguhkan di gunung kelir yang indah aku jadi ingin kenal sama yang punya gunung kelir.
Walaupun aku udah tahu makna dari kata SUGIH = kaya, ARTHO = uang.
Cakarmin
Reply
genthokelir Reply:
Februari 3rd, 2009 at 23:58
yup mudah mudahan ada yang tersesat lagi hahahaha
sugiharto = banyak uang hahahah
Reply
Januari 28th, 2009 at 12:38
menulis juga menggambar dengan kata-kata namun tidak masuk seni grafis…
setuju aku dengan kebanyakan teori tapi nggak jadi tulisan…
wah… mari menggambar dengan tulisan juga
Reply
genthokelir Reply:
Februari 3rd, 2009 at 23:59
ayo menulis mas hahaha aku nggak kenal sampean kalo nggak dari menulis
Reply
Januari 28th, 2009 at 13:53
kalo saya senengnya menulis tanpa pulpen dan kertas
Reply
genthokelir Reply:
Februari 4th, 2009 at 00:20
sama mas hahahah
Reply
Januari 28th, 2009 at 20:17
Menulis dengan mengetik di kibot emang asik…
Reply
genthokelir Reply:
Februari 4th, 2009 at 00:21
ja h betul sekali mas
Reply
Januari 28th, 2009 at 22:02
pak ersis memang layak dinobatkan sebagai motivator kepenulisan, mas totok. semoga buku menulis tanpa bergurunya sukses menghipnotis pembaca dan sekaligus menyebarkan virus menulis di setiap ruang dan waktu.
Reply
genthokelir Reply:
Februari 4th, 2009 at 00:22
sip setuju kan pak Sawali mudah mudahan semakin bermanfaat dan semakin memotivasi
Reply
Januari 28th, 2009 at 23:42
Makasih ya atas epilognya … salam
Reply
masarif Reply:
Februari 2nd, 2009 at 18:20
salam kenal P Ersis.
Reply
Januari 29th, 2009 at 00:21
tanpo guru sugih ilmu….mantab mas
Reply
genthokelir Reply:
Februari 4th, 2009 at 00:22
sugih duit mbarang mas hahahaha salam kenal mas Yen
Reply
Januari 29th, 2009 at 03:23
Kalau kaya tanpa bekerja bisa gak Kang? Ngepet mungkin ya (idiot)
Reply
genthokelir Reply:
Februari 17th, 2009 at 20:42
hehehe po iyo mas nak ngepet marake sugih mbok aku tak melu ngepet hahaha
Reply
Januari 29th, 2009 at 09:43
waduh, yang ngajarin saya menulis dulu waktu SD adalah guru saya je
Reply
genthokelir Reply:
Februari 17th, 2009 at 20:43
hahaha itu ngajarin mengeja aksara kali mas hahaha dan mengajari merangkai hurup hahaha
Reply
Januari 29th, 2009 at 10:20
saya kuotasi paragraf keren ini:
tulisan ini merupakan resume dari ratusan artikel pak ewa soal menulis yang tak perlu berguru, mas totok. tapi saya pikir, dalam menulis kita tak semata-mata “tanpa guru”. paling tidak kita menulis melalui modeling atau meniru (disadari atau tidak) gaya penulis-penulis yang kita kagumi. saya sih seperti itu. di antaranya ya gaya menulis beberapa bloger hebat seperti mas totok dan teman-teman lain.
Reply
genthokelir Reply:
Februari 10th, 2009 at 20:45
itu tulisan pengakhir untuk buku pak ersis kok mbak hahaha
Reply
Januari 29th, 2009 at 10:50
Dengan terus menulis melalui blog, saya juga merasakan banyak manfaat. Selain menjalin pertemanan dan juga persaudaraan, saya juga bisa mengarsipkan banyak pengalaman serta pemikiran yang biasanya menjadi sesuatu yang hanya lewat dan tak meninggalkan bekas…
Reply
genthokelir Reply:
Februari 10th, 2009 at 20:45
setuju mas
Reply
Januari 29th, 2009 at 12:03
saya suka menulis tapi suka bingung menentukan tema mau dikemanain arah penulisannya nanti.
Reply
genthokelir Reply:
Februari 10th, 2009 at 20:46
hahaha sama mas saya malah nggak pake kerangka tulisan sama sekali bahkan kadang nggak ada tema juga masih asal nulis hehehe
Reply
Januari 29th, 2009 at 13:10
kunjungan yang pertamax ga mo komen ah mo kenalan aja dulux yah kang lam hangat dari pantai selatan cilacap
Reply
genthokelir Reply:
Februari 17th, 2009 at 20:39
salam kenal kembali mas nanti aku ganti silahturhmi ke blog sampean
Reply
Januari 29th, 2009 at 16:00
menulis itu… .
berguru
Reply
genthokelir Reply:
Februari 17th, 2009 at 20:40
hahaha berguru pada penulis juga hahahaha piye kabarmu mas
Reply
Januari 29th, 2009 at 20:58
Yupz se7, lebih jujur lebih enak, sambil sedikit mencurahkan beban hati
Tapi kalo pak “Guru Tanpa Menulis” berarti ada apa2 dengan jari tangannya yak? *wkwkwkw………..
Reply
genthokelir Reply:
Februari 17th, 2009 at 20:41
hahaha sampean bener juga mas kalo guru nggak menulis bearti apa tuh hahaha
Reply
Januari 29th, 2009 at 23:24
halah saya yo mung asal nulis wae kok…makanya blog saya yo mung jadi sekelas blog abal2…hiks…pitakonane Dony ndang dijawab, aku yo penasaran soale….hahahaha
Reply
genthokelir Reply:
Februari 17th, 2009 at 20:44
haiyo mas pertanyaannya Dony tuh paling jawabane dadio juragan tower karo juragan wedus penak toh hahaha
Reply
Januari 30th, 2009 at 04:29
Wah, anda menuliskan epilog di bukunya Pak Ersis? Salut!
Pak Ersis memang unik, baru sekali aku tahu ada motivator menulis yang justru melihat menulis itu dari sisi “non-akademik”
Reply
genthokelir Reply:
Februari 17th, 2009 at 20:51
haha itu cuman motivasi beliau saja mas karena kebaikan pak Ersis saja yang berkenan
Reply
Januari 30th, 2009 at 07:25
terkadang kita menulis apa yangg sedang kita rasakan malah di cemooh ma orang banyak ne koyo ngene pie kang?
Reply
genthokelir Reply:
Februari 17th, 2009 at 20:53
heheh yah menulis memang kalo saya butuh rasa cuek dikit yang penting menulis saja perkara nanti di komentari baik atau buruk yah nanti pokoknya apapun respon orang itulah yang bikin perbaikan hahaha tulisan saya juga sering di cemooh tapi ya udah biarin aja mas hehe
Reply
Januari 30th, 2009 at 10:08
wah tanpo guru saja bisa pinter apalagi ada gurnya pasti menjadi orang jenius ya
Reply
genthokelir Reply:
Februari 17th, 2009 at 20:54
hiya mungkin mas ( maksudnya tanpa berguru secara formal di kelas mas )
Reply
Januari 30th, 2009 at 11:36
blogger banget tuh mas menulis tanpa guru, biarkan mengalir begitu saja,hehehe.
btw pada main2 ke gunung kelir ya?wah, saya kok ga diajak ya?
Reply
genthokelir Reply:
Februari 17th, 2009 at 20:55
loh sampean juga saya undang waktu itu pake tautan saya hehehe
Reply
Januari 30th, 2009 at 15:05
Iya, bener. Lhah, menulis kok dibikin pusing. Mau menulis? Ya menulis apa aja, bagaimana aja. Terserah. Apalagi menulis di blog. Gampang dan gak ada yang memarahi. Paling-paling, kalau gak cocok dengan pembaca, pembaca blog ngedumel sendiri. Auauauau… gitu, mas Tok.
Cuma ada dua keheranan saya. Pertama, post tulisan mas Tok di atas kok kayaknya agak “beda” dari biasanya. Saya tidak tahu kenapa. Kedua, kok wajah mas Tok berubah begitu dahsyat setelah dipasang di atas… wkwkwkwkwk….
Reply
genthokelir Reply:
Februari 17th, 2009 at 20:57
heheh itu adalah tulisan saya untuk Pengakhir buku pak ERSIS Warhamsyah Abbas kebetulan beliau berkenan memuatnya mas dan yang saya pasang adalah foto beliau hahaha piye kabare mas
Reply
Januari 30th, 2009 at 16:15
Saya masih pelan2 nih Pak. Latihan dulu dikid2. Sekalian ngelepasin beban di kepala, keinginan2 yang gak terwujud, dan pelampiasan berada di belakang.
Reply
genthokelir Reply:
Februari 17th, 2009 at 21:00
heheh sama dengan saya juga masih begitu mari belajar bersama
Reply
Januari 30th, 2009 at 16:59
Mas Totok wis pantes dadi Master Bahasa atau Master Sastra.
Mbiyen sakjane ojo dadi Master Teknik…
Sementara saya masih ajeg, masih Master Wong…
Reply
genthokelir Reply:
Februari 17th, 2009 at 21:01
opo iyo ya Pak Mungkin benar pendapat panjenengan Pak
Reply
Januari 30th, 2009 at 18:51
Njenengan kuwi tibake yo hebat lho…
Reply
genthokelir Reply:
Februari 17th, 2009 at 21:02
sampean sing luwih hebat Mas hahaha
Reply
Januari 30th, 2009 at 19:57
mas totok iso opo-opo wae. sakjane nambah bojo maneh yo iso lo
Reply
genthokelir Reply:
Februari 17th, 2009 at 21:02
nek nambah bojo kayane sampean sing lebih bisa mas hehehe
Reply
Januari 30th, 2009 at 21:48
“menulis tanpa berguru’
Bagaikan menciptakan jurus silat tersendiri, unik dan hanya kita yang tahu lekuk2 keindahan dan kekuatannya….
Reply
genthokelir Reply:
Februari 17th, 2009 at 21:03
yah begitu mas saya meniru sampean hahaha
Reply
Januari 30th, 2009 at 23:23
Keren bgt artikelnya, TOP bgt lah
Reply
genthokelir Reply:
Februari 17th, 2009 at 21:03
halo gimana kabarnya nih Plurk hahaha
Reply
Januari 30th, 2009 at 23:32
coba meluncur kesana ahh
Reply
genthokelir Reply:
Februari 17th, 2009 at 21:04
hahaha silahkan di luncurkan mas
Reply
Januari 31st, 2009 at 13:43
hmm… saya boleh nambahin? kalau emang kesulitan menulis bisa kok menggambar…
Gambar mungkin dapat lebih mudah dipahami daripada tulisan..
jadi bikin blog yang berisi gambar atau foto boleh juga kan
heheh
Reply
genthokelir Reply:
Februari 17th, 2009 at 21:05
betul sekali mas saya juga kadang malah terispirasi dari gambar hahah
Reply
Februari 1st, 2009 at 02:33
setuju.
Tulisan Pak Ersis turut andil mendorong saya untuk tetap lanjut menulis. Melupakan pikiran-pikiran negatif yang menghambat. Meski tetap saya harus berusaha berhati-hati dalam setiap tulisan, supaya tidak kebablasan alias terlalu banyak rekaan.
Reply
genthokelir Reply:
Februari 17th, 2009 at 21:06
heheh betul juga kang mas saya kadang juga bingung ketika kadang lari dari topik awal dan mbruwet
Reply
Februari 1st, 2009 at 10:23
Woke Great…Nulis jangan dibikin pusing, ngalir aja ngaliiiiiiir bagaikan air. apa yang ada di kepala tuangkan lewat keyboard. simple kan….nggak usah mikir,. pakia aturan ini itu. bisa2 jadi kaku. wong blog itu curahan isi hati koq….ndak seperti buat skripsi…..Bikin nyawa, bikin sesuatu yang baru bener benar baru…..
Reply
genthokelir Reply:
Februari 17th, 2009 at 21:09
hahah setuju dengan analisa Pak Dhe makasih pakdhe
Reply
Februari 1st, 2009 at 13:09
Menulis tanpa berfikir caranya gimana ya?
Reply
deden Reply:
Februari 1st, 2009 at 18:45
kekekekek kalau sebaliknya, berfikir tanpa menulis, sama parahnya.
Reply
genthokelir Reply:
Februari 17th, 2009 at 21:09
wah ruwet kali ya mas hehehe
Reply
Februari 1st, 2009 at 18:52
“Mari kita menulis untuk memaknai Hidup”
Saya harus banyak belajar di sini mas ers terutama dalam hal tulis menulis ini, semoga menjadi pembelajaran yang baik bagi saya.
Salam hormat.
Reply
genthokelir Reply:
Februari 17th, 2009 at 21:11
ha lah mas Deden bisa aja itu cuman merangkai tulisan yang ada di pikiran kok mas
Reply
Februari 1st, 2009 at 21:15
jadi ingat sudah lama gak ngunjungi blog pak ersis
Reply
genthokelir Reply:
Februari 17th, 2009 at 21:12
mari belajar kesana lagi hahaha
Reply
Februari 1st, 2009 at 23:22
berguru waktu SD
Reply
genthokelir Reply:
Februari 17th, 2009 at 21:12
sama kang
Reply
Februari 2nd, 2009 at 02:31
Menulis itu menyehatkan mental dan berguna bagi sesama..
Reply
genthokelir Reply:
Februari 17th, 2009 at 21:13
itu saran yang berguna bagi saya mas ” makasih mas “
Reply
Februari 2nd, 2009 at 08:51
Mantap nih.
Reply
genthokelir Reply:
Februari 17th, 2009 at 21:17
makasih
Reply
Februari 2nd, 2009 at 09:19
jadi ingat quote
aku menulis maka aku ada
Reply
genthokelir Reply:
Februari 17th, 2009 at 21:18
wah betul sekali tuh
Reply
Februari 2nd, 2009 at 09:40
aku lagi belajar Menulis Tanpa Melihat. hehe
Reply
genthokelir Reply:
Februari 17th, 2009 at 21:18
sama mas aku juga nyoba hahaha
Reply
Februari 2nd, 2009 at 14:48
Menulis buat hiburan mas….setidaknya agar lebih banyak warna dalam hidup ini….menulis juga membuat semacam prasasti…nanti sama anak cucu …gak bisa ninggalin harta benda ya ninggalin warisan berupa blog….
Reply
genthokelir Reply:
Februari 17th, 2009 at 21:19
betul sekali nanti biar di baca oleh anak kita yah hahaha
Reply
Februari 2nd, 2009 at 15:32
Bener banget kang… Kayaknya dengan Blog bisa melatih keterampilan menulis. Memang awalnya sedikit belepotan tulisannya. Namun seiring waktu pasti akan menjadi lebih baik.. Bukankah semuanya itu juga perlo Proses??? hehehe…
Reply
genthokelir Reply:
Februari 17th, 2009 at 21:20
setiap apapun yang kita hargai pastilah dari proses lahirnya
Reply
Februari 2nd, 2009 at 18:25
Tulisan awal, memaksa saya untuk merayap habis posting ini. Ingin sekali belajar dan menjadi semakin bisa untuk hal menulis. Hm.. semoga bisa menulis seperti beliau.
Reply
genthokelir Reply:
Februari 17th, 2009 at 21:21
semoga mas dan saya juga terus belajar mas
Reply
Februari 3rd, 2009 at 00:11
kata-katanya bijak…skali…..
apalagi senyumnya…pasti ramah deh orangnya….
Reply
genthokelir Reply:
Februari 17th, 2009 at 21:22
hehehe itu foto pak Ersis Warhamsyah Abbas sang Dosen dan Penulis itu mas
Reply
Februari 3rd, 2009 at 00:45
tulisanya menarik. sebuah motivator yang mantab
Reply
genthokelir Reply:
Februari 17th, 2009 at 21:23
saya memang medapatkan motivasi dari teman blogger kok mas
Reply
Februari 5th, 2009 at 04:00
menulis tanpa berguru… lha kalau udah sering menulis, kita bisa berguru dari tulisan yang lalu kan? katanya pengalaman adalah guru yang sesungguhnya, lewat deh pak marsudiyanto
Reply
genthokelir Reply:
Februari 17th, 2009 at 21:23
lewatin aja tuh pak Marsudiyanto hahaha
Reply
Februari 5th, 2009 at 23:19
dq menulis apa aja yg ada dlm otak dq..ngalir n jgn lupa, nyante aza
Reply
genthokelir Reply:
Februari 17th, 2009 at 21:24
hooh mas saya nggak lupa dan keingetan terus hahah
Reply