Mendengar cerita keperihan pengalaman seorang sahabat baik saya ,saya jadi haru becampur di dalam rongga pikiran saya .
Tidak jarang saya juga mengalami hal yang serupa , ketika suatu hari mendapat pengalaman yang pahit kadang pikiran saya jadi terbelenggu dengan kejadian kejadian pahit tersebut.
Memang tidaklah mudah kita melupakan kejadian maupun pengalaman yang pahit dalam hidup kita ,bahkan kadang kadang melarutkan kita dalam penyesalan yang panjang, tanpa kita sadari luapan emosi yang berlarut tersebut tentu bakal merugikan kita sendiri, yah memang tak mudah menyakini hal hal tersebut adalah pilihan Tuhan sebagai yang terbaik.
Ketika kita larut dalam rasa penyesalan yang dalam akhirnya tumbuh rasa jera untuk bangkit menjadi yang lebih baik atau mencari sesuatu untuk sebagai obat atas sakit hati kepada pengalaman berikut orang yang masuk dalam lingkaran kepahitan pengalaman tersebut,kalo diruntut menjadi panjang , yah dari “emosi menjadi sakit hati kemudian sakit jatung ,liver, darah tinggi,kemudian jadi Impotensi ( untuk laki laki ) jika sudah impotensi jelas nggak bisa menghamili,dan seterusnya seperti peringatan rokok itu ,dan berakhir menjadi gila ( sakit jiwa ).“
Tuliskan saja kawan apa yang menjadi beban dan kekeruhan pikiranmu hingga puas ,tanpa di sengaja tulisan tentang luapan pikiran dan luapan kemarahan tersebut akhirnya juga menjadi manfaat bagi sesama .
Merujuk tulisan sahabat yang ini , saya pun seperti mendapat manfaat dari tulisan tersebut, memang dalam bekerja sama tidak semudah seperti bermain kartu , saya juga menerawang kembali pengalaman pengalaman hidup yang susah dan pahit dimasa yang silam , tak sedikit sebuah pertemanan yang indah akhirnya ternodai ketika sudah berhubungan dengan uang,jabatan,status sosial,extrima eksistensi diri .
Saya melihat ada dua kategori dalam pertemanan dan kerjasama ketika kita menghormati atau menghargai kepada teman kita akan terbagi sebagai berikut :
Kategori pertama : orang tersebut menjadi lebih hati hati dan lebih menghargai terhadap kita ,dalam artian luasnya semakin kita baik semakin baik pula orang lain,semakin kita hargai semakin memperhitungkan kita juga , ketegori ini biasanya akan berlanjut kenyamanan dalam bekerjasama .analoginya kita sebagai cermin jika orang lain berbaik kepada kita maka akan berbuah baik pula orang tersebut ( toh cermin selalu memantulkan apapun yang didepan cermin )
Kategori kedua : orang yang kita hargai ataupun kita hormati akan berbalik melecehkan atau semakin ngelunjak terhadap kita , tidak sedikit orang yang kita hormati justru malah menganggap kita menjadi rendah, kedekatan yang kita buat akhirnya di salah artikan dengan mengambil keberanian tanpa mempertimbangkan ( dugo roso ) perasaan kawan, sebuah kedekatan yang disalah artikan dengan mengesampingkan perasaan sahabat atau orang lain .
Kategori ini biasanya dapat di ukur dalam perkara yang dangkal sekali dan pasti akan nampak tingkat kedewasaan seseorang disini ( menjadi tua itu sudah biasa namun menjadi dewasa itu adalah pilihan )
Dalam beberapa hal mengenai persahabatan dan pertemanan yang berujung pada kerjasama biasanya saya memiliki beberapa cara yang unik dalam menjajaki sejauh mana dan sedalam mana mereka dekat dengan kita , biasanya saya suka menyanjung dan lebih banyak merendahkan dirisaya sendiri, disitu akan mulai nampak kriteria orang yang berteman dengan kita ( biasanya ada yang mereka tambah merendah juga namun ada yang malah menatap keatas atau ngelunjak ),ini hanyalah tolo ukur yang sederhana mengenai beberpa kriteria teman .
Selanjutnya tak lagi besarnya bualan dan besarnya slogan yang fenomental dengan mengangkat kata kata yang keren atau menyadur bahasa orang , namun kita harus ber orientasi pada bukti yang otentik ( fakta ) ,kenapa kita harus jauh jauh bilang peduli terhadap bencana ini atau peduli terhadap kelaparan di suatu tempat sedangkan kita sendiri tidak mampu menciptakan kepedulian terhadap sekitar kita ( saudara kita dilingkungan kita masih banyak yang membutuhkan kepedulian kita walau resikonya nggak bakalan setenar ketika kita membuat slogan peduli bencana aceh, peduli palestina misalnya )
Dalam kerjasama bentuk benalu ( kawan yang mengibaratkan )biasanya memang akan berasa manis di awal tanpa kelugasan dan serasa kaburbur tanpa adanya kesepakatan yang di tuliskan.
Nah bukan berarti kita tidak saling percaya terhadap kawan kita sendiri ,namun justru dengan membuat kesepakatan yang jelas , membuat rumusan bentuk kerjasama yang baik ,kemudian Tuliskan saja semua bentuk kerjasama dan kesepakatan itu agar kita bisa menjaga kerjasama yang baik tersebut.
Sahabat ….. Aku tak berarti menggurui dan tak bermaksud menasehati namun itu hanya berdasar puluhan kegagalan yang saya lampaui , sebagai sahabat dan saudara yang menjunjung tali hikmah persaudaraan saya hanya menuliskan saja apa yang ada dalam pikiran,Jika saya menulis inipun karena saya hanya membebaskan pikiran dari kepenatan yang bergejolak ,
Saya terkadang memang belajar banyak hal dari tulisan seseorang dan akhirnya bisa memetik pelajaran dan kemanfaatan dari tulisan orang, tuliskan saja apa yang menjadi bebanmu maka akan lega ,ibarat orang mau muntah yah muntahkan saja.( dengan harapan setelah kita tuliskan akhirnya kita terhindar dari gila ) gila ….? tentu saja ketika kita berlarut menanggung beban pikiran dan berlarut mengingat sesuatu hal …tanpa sadar kita menangis sendiri ,atau tertawa sendiri, nah Gila kan….!
Emosi yang menganjal akan segera berganti dengan manfaat bagi diri kita maupun orang lain ( kenapa ) jika di tuliskan.
Kenapa …?
Tanpa sadar ketika seseorang menuliskan keluhan maupun curahan perasaan akhirnya saya sebagai orang lain membaca dan kemudian memiliki penggambaran ( jka itu adalah saya ,jika itu menimpa ,jika dan jika ) nah akhirnya menjadi ladang pengalaman dan wacana yang baik bagi saya.
Kemudian kenapa saya menyarankan Tuliskan saja untuk bentuk kerjasama dan membuat kesepakatan agar kita saling dapat menjaga kesepakatan dan menikmati keindahan kerjasama , dengan konsekwensi kita juga jangan pernah melewati batas atas kesepakatan yang kita tuliskan.
Jadi ketika teman teman mengalami perasaan yang susah maupun sedih ,perasaan senang Tuliskan saja .… saya sendiri menikmati tulisan kawan kawan bloger sebagai wawasan dan hiburan yang luar biasa .
Sebagai contoh saya kadang juga terbius berjam jam dengan tulisan kang Daniel Mahendra ,pak Marsudiyanto, mbak Marswalow,kang Dony Verdian ,mas Iman Br, Tengkuputeh, ikkyu san. terhibur sekali dengan ulasan perjalanan,anyaman kata yang mengandung hikmah,pengalaman hidup,serta sejarah peradapan, tentu dengan tulisan tulisan kawan yang terangkum dalam Link(aran) sahabat bloggrol saya.
Popularity: 4% [?]
Tags: belajar, blogger, guru, menulis, pengalaman, Sudut pandang, teladan
Januari 9th, 2009 at 01:16
orang yang rajin menulis, relatif lebih sehat. secara fisik dan mental
“Quantum Writing”
..quote itu saya temuin di quantum writing… kalo gak salah
Reply
genthokelir Reply:
Januari 12th, 2009 at 23:28
saya juga belajar untuk sehat mas makasih ajaranya
Reply
Januari 9th, 2009 at 01:20
saya tuliskan saja koment ini. meskipun tiada berarti
Reply
genthokelir Reply:
Januari 12th, 2009 at 23:28
hahaha jangan gitu kang tulisan anda berarti bagi saya ” banget “
Reply
Januari 9th, 2009 at 02:06
Jangan salah Mas Totok, dari semua “jalan-jalan” Njenengan itu, lantas terangkum di blog ini, dan aku belajar lebih banyak lagi di gunungkelir.com
Suatu hal yang sungguh membahagiakan…
Reply
genthokelir Reply:
Januari 12th, 2009 at 23:29
waduh gubrak saya jatuh nih mas sampean sih hahaha
malu aku sama sampean mas
Reply
Januari 9th, 2009 at 02:29
hmm postingan nya bagus untuk saya renungkan di malam ini.jadi pengen main ke gunung kelir supaya bisa menimba ilmu dengan om.makasih om untuk renungannya yang bermanfaat.
Reply
genthokelir Reply:
Januari 12th, 2009 at 23:30
wah saya biasa saja mas cap jelata dan tjap kambing
selahkan main kesini dan nikmati alam lingkungan saya
Reply
Januari 9th, 2009 at 02:55
aq mengikuti anjuran sampean untk menuliskan saja uneg2 batinku. dan memang benar, semua terasa lbh plong.
Reply
genthokelir Reply:
Januari 12th, 2009 at 23:31
wah kok di bilang anjuran ” itu rahasia kang ” jangan bilang ada cinta antara kita
Reply
Januari 9th, 2009 at 05:54
Saya setuju dgn Anda tentang bagaimana cara menyelidiki orang baru yaitu dgn cara meninggikan terlebih dulu untuk tahu kayak apa dia sbenernya. Istilah jawane “mangku”. Filosofi huruf jawa, setiap huruf yang “dipangku” akan mati dan tidak berbunyi hehehehe. Kita memang orang2 jawa, sampai kapanpun dan dimanapun…
Reply
genthokelir Reply:
Januari 12th, 2009 at 23:34
wah njenengan detail sekali ya mas .menangkap yang itu
weh jian salut tenan sama njenengan mas jowone masih di pegang sekali
padahal sudah intelek namun masih dilengkapi dengan filosofi
salam untuk keluarga mas
Reply
Januari 9th, 2009 at 08:49
Pokoke “tuliskan caja”, nek ra iso nulis, pokoke dicatet wae… (????? hihihi)…
*oh ya, saya menuju ke sini melewati Sindikat Kecakot…*
Reply
genthokelir Reply:
Januari 12th, 2009 at 23:34
hahahaha nekad
Reply
Januari 9th, 2009 at 08:59
saia gak isa menulis kie pak genthokelir, cuma isa mengetikkan dan ikod memahami perasaan apa yang diketikkan poro sedulur melalui blog..
seperti halnya pak Andy MSE, saia juga melewati Agregatornya gajah_pesing
Reply
Andy MSE Reply:
Januari 10th, 2009 at 06:41
@gajahpesing: guaya.. ngajak saingan
Reply
genthokelir Reply:
Januari 12th, 2009 at 23:34
hahaha setujuh semua ada agregator
Reply
Januari 9th, 2009 at 09:44
saya hanya bisa tulis komentar doang mas….
just blogwalking…
Reply
genthokelir Reply:
Januari 12th, 2009 at 23:35
hahaha sip setuju salam
Reply
Januari 9th, 2009 at 11:55
semoga suatu saat nanti, bro akan terbius pula dengan tulisan2 saya yang super duper keyen..
Saya tau alamat blog bro dari halaman kecakot….
salam kenal doeloe lah….
Reply
genthokelir Reply:
Januari 12th, 2009 at 23:36
salam kenal kembali makasih kunjungannya segera meluncur balik
Reply
Januari 9th, 2009 at 12:27
Tuliskan saja….
hihihihi…
Menginspirasi Abu utk semakin giat…
Reply
genthokelir Reply:
Januari 12th, 2009 at 23:36
sip lah…..saya yang terinspirasi sampean kok
Reply
Januari 9th, 2009 at 16:20
sayapun akan terus belajar untuk menulis mas Totok dan tulisan2 sampean adalah salah satu inspirasinya
Reply
genthokelir Reply:
Januari 12th, 2009 at 23:37
kang Ahmad jangan gitu dong saya jadi malu ahhh
Reply
Januari 9th, 2009 at 16:21
Menulis apa yang kita lihat dan melihat apa yang kita tulis termasuk tulisan sahabat seperti sampean adalah sesuatu yang membanggakan mas
Reply
genthokelir Reply:
Januari 12th, 2009 at 23:37
saya juga belajar dari sampean kok mas
Reply
Januari 9th, 2009 at 16:36
setuju dengan sampeyan, saya berusaha mencatat quotes yang menarik. tapi, sayangnya saya masih sulit untuk mengekspresikannya.
Reply
genthokelir Reply:
Januari 12th, 2009 at 23:38
hanya agar saya nggak lupa saja
Reply
Januari 9th, 2009 at 19:13
Ya ya tuliskan saja. Kebetulan di http://www.webersis.com ada postingan: Menulis Kesedihan
Reply
genthokelir Reply:
Januari 12th, 2009 at 23:38
menuruti motivasi anda juga pak makasih
Reply
Januari 9th, 2009 at 20:33
Itu foto tulisan yang di goa seplawan itu kan Pak? hehehe..makasih udah mampir ke blog saya..
Reply
genthokelir Reply:
Januari 12th, 2009 at 23:39
maksih juga mbak untuk kedatangannya
Reply
Januari 9th, 2009 at 20:52
Mas Totok, betul kata sampeyan. Kalo segala sesuatu dipikirin dan dijadiin dendam bakal cepat koit dari alam fana ini karena digerogoti sama penyakit yang makin suka berkolaborasi. Saya dipecat aja tak jadiin posting, biar fikiran fresh. Walaupun sekarang jadi orang bebas merdeka alias pengangguran saya positive thingking aja, bismillah.
Reply
genthokelir Reply:
Januari 12th, 2009 at 23:39
nasib kita nggak jauh beda sekarang mandiri lebih berasa mas mari sukses bersama
Reply
Januari 9th, 2009 at 21:22
tak tulis…
Reply
genthokelir Reply:
Januari 12th, 2009 at 23:40
hahaha tulis aja mas
Reply
Januari 9th, 2009 at 21:29
wew…. ini pasti mas totok pernah mengalami masa2 persahabatan yang berending kurang manis, hehehe … tuliskan saja, bisa jadi ini menjadi solusi utk megekspresikan beragam kekecewaan dan emosi yang mengendap. semoga saja jalinan persahabatan tak hanya diukur lewat ungkapan: siapa menguntungkan siapa!
Reply
genthokelir Reply:
Januari 12th, 2009 at 23:41
itu dulu sekali kok pak hahaha sekarang dah nggak peduli untung rugi berteman yah berteman kerja yah kerja hahaha ” proses” kok
Reply
Januari 9th, 2009 at 22:33
kadang klo ga ada teman curhat ya terpaksa disalurin ke tulisan. ngebantu banget tuh.
Reply
genthokelir Reply:
Januari 12th, 2009 at 23:41
hahaha daripada saya jadi setres ya pak
Reply
Januari 10th, 2009 at 09:48
banget, mas totok! (lha, apanya yang banget nih? hihi!)
karena manusia itu selalu butuh penyaluran uneg-uneg agar tidak senewen, sebaiknya apa yang dipikirkan itu dituliskan saja. soalnya kalau curhat, belum tentu ada teman yang bersedia minjamin telinganya. kalau dituliskan, siapa yang mau protes toh? komputer komputer sendiri, blog blog sendiri.
dan cerita pertemanan seperti yang mas totok kisahkan itu, memang sayang sekali bahwa hubungan silaturahim rentan kerusakan bila uang sudah urun tempat di dalamnya. uang, bisa jadi berkah, bisa pula kutukan bagi orang yang memilikinya.
Reply
genthokelir Reply:
Januari 12th, 2009 at 23:42
betul sekali bu saya juga seperti itu kok
Reply
Januari 10th, 2009 at 12:03
Mari luapkan semua, jangan pendam di hati. Semoga banyak yang tercerahkan dan terselamatkan dengan tulisan ini. Mari…
Reply
genthokelir Reply:
Januari 12th, 2009 at 23:42
hahaha betul mbah kyai
Reply
Januari 10th, 2009 at 16:07
menulis adalah salah satu cara sehat menguras beban berat di hati…
Reply
Januari 11th, 2009 at 04:42
Ya, bahkan kita cukup menuliskannya via plurk! (dance)
Reply
genthokelir Reply:
Januari 13th, 2009 at 12:16
hahaha maklum Plukers hahaha
Reply
Januari 11th, 2009 at 06:48
yahh memang, dengan sedikit menorehkan uneg2 kita menjadi sebuah tulisan, rasa berkurang beban yang ada. aku pun begitu, semua keluhku, kutulis dalam diary (sebelum pnya blog), kadang tak tahu harus berbagi dengan siapa, tak ada yang sudi mendengar kesahku, hanya diary dan blog serta tentu DIA yang dapat melegakan hati ini.
makasi mas tulisannya, membuatku tergugah kembali dan tersadar,.
oya, salam kenal ya,..
Reply
genthokelir Reply:
Januari 13th, 2009 at 12:17
salam kenal kembali pengalaman anda pastinya sangat bemanfaat jika di bagikan dengan tulisan agar menjadi sebuah wacana bagi orang lain
Reply
Januari 11th, 2009 at 08:34
menulis juga menunjukkan kreatifitas kita tapi kalau ,menulis sesuai dengan tempat nya
Reply
genthokelir Reply:
Januari 13th, 2009 at 12:18
ya betul sekali kalo kita menulis di sembarang tempat jadi menodai keindahan malahan
Reply
Januari 11th, 2009 at 19:28
Namun ada beberapa hal yang memang tak layak kita publikasikan di saat kita gundah gulana, butuh beberapa waktu untuk mengendapkannya untuk akhirnya berbentuk menjadi sebuah tulisan atau bukan.
Beberapa kali setiap kali ada masalah selalu saya utarakan melalui tulisan, tapi ketika saya baca kembali saya merasa malu sendiri membaca tulisan saya tersebut karena rasanya tak pantas untuk dipublikasikan, setidaknya menurut akal pikiran saya di saat tidak sedang gundah gulana. Meski harus diakui, itu adalah ekspresi kejujuran emosional kita yang bisa menjadi cermin diri kita di masa mendatang.
Akhirnya, saya putuskan untuk 3 bulan belakangan ini saya lebih suka memendam permasalahan saya sendiri dalam sepi. Biarkan ia menguap tidak untuk saya kenang ataupun saya abadikan.
Reply
genthokelir Reply:
Januari 13th, 2009 at 12:19
hahaha jadi bikin penasaran aja nih ceritakan dong please … sukur sukur nanti bisa buat pengalaman buat kita kang
Reply
Januari 11th, 2009 at 19:47
mau nulis tapi tulisanke jelek, ntar kebaca nggak yaw???
Reply
genthokelir Reply:
Januari 13th, 2009 at 12:19
di baca kok kang
Reply
Januari 12th, 2009 at 04:10
Menulis ternyata bisa mengurangi stres, bisa menyalurkan ide yang berputar-putar di otak dan butuh penyaluran.
Dalam hubungan pertemanan, jangan sampai dinodai dengan kerjasama bisnis, karena teman yang baik belum tentu cocok sebagai partner bisnis. Jika akan memulai berbisnis, sebaiknya perlakukan hukum bisnis, semua diatur dan ditulis dengan rapih, apa hak dan kewajiban masing-masing, dan dicatatkan di depan notaris atau sekaligus dibuat akte notariil.
Banyak pertemanan yang berantakan dan jadi musuh karena bisnis bersama ini, padahal awalnya sebagai sahabat karib.
Reply
genthokelir Reply:
Januari 13th, 2009 at 12:20
setuju sekali dengan tips ibu memang kita harus pandai dalam memilahnya antara pertemanan dan bekerjasama
salam hormat kami bu
Reply
Januari 12th, 2009 at 05:03
pengin nulis tapi takut kalo dibaca orang jadi ketularan stress,
piye carane nulis sing ora menularkan stress…
Reply
genthokelir Reply:
Januari 13th, 2009 at 12:21
hahaha aneh aneh wae sampean mosok nulari toh hahaha
Reply
Januari 12th, 2009 at 05:19
salam hangat dan kenal bang !!!
Reply
genthokelir Reply:
Januari 13th, 2009 at 12:21
salam kenal kembali hahaha dan sukses utnuk sampean
Reply
Januari 12th, 2009 at 06:21
analisis yang mantap. orang baik/jujur beda sering malah dianggap “bodoh” kadang.
menyedihkan…
Reply
genthokelir Reply:
Januari 13th, 2009 at 12:22
yah itu yang sering saya lihat hahaha
Reply
Januari 12th, 2009 at 07:28
Itu yang sering aku lakukan Pak, menuang isi kepala kedalam tulisan, dengan menulis rasanya sangat lega
Reply
genthokelir Reply:
Januari 13th, 2009 at 12:22
sama terasa lebih plong
Reply
Januari 12th, 2009 at 09:45
berbagi melalui tulisan … apa yang sudah saya rasakan adalah, dengan menulis saya bisa mengurangi beban yang kemudian mengurangi kadar stress dan kemudian lagi bisa sedikit menurunkan tekanan darah.
Tips: Kalau pun menulis artikel / posting / apa pun masih dirasakan sulit dikarenakan sedang mengalami miskin ide … cobalah jalan yang lebih mudah: menulis komentar saat blogwalk.
Kalau pun berkomentar juga masih sulit … segera temui psikiater! Anda sedang mengalami masalah kejiwaan dan jangan dibiarkan ia merusak diri Anda.
Reply
genthokelir Reply:
Januari 13th, 2009 at 12:23
hahaha tipsnya menarik besok saya tak periksa ke psikater hahaha
Reply
Januari 12th, 2009 at 10:03
jujur…dq bharap, kita bisa menjadi orang-orang dengan kategori pertama..
Hormat n salut dq buat mas gunungkelir..
Reply
genthokelir Reply:
Januari 13th, 2009 at 12:24
hahaha amin mudah mudahan kategori pertama di miliki
salam sukses kembali untuk njenengan
Reply
Januari 12th, 2009 at 10:40
bagus nih tulisannya pak..
menambah motivasi menulis
Reply
Januari 12th, 2009 at 11:06
Saya banyak belajar dari tulisan-tulisan yang ada disini, tentang kekerabatan, menghargai orang lain dan juga teknologi…
Penyataan ini, “saudara kita dilingkungan kita masih banyak yang membutuhkan kepedulian kita walau resikonya nggak bakalan setenar ketika kita membuat slogan peduli bencana aceh, peduli palestina misalnya”, sepertinya sangat pas untuk menggambarkan keadaan negeri kita akhir-akhir ini, lha wong yang disekitar kita masih banyak yang membutuhkan kok malah bikin bantuan ke tempat yang jauh.
Sukses selalu untuk Mas Totok. Salam.
Reply
genthokelir Reply:
Januari 13th, 2009 at 12:25
hahaha jeli sekali sampean kang
Reply
Januari 12th, 2009 at 11:58
yup, kita tulis aja apa yang kita mau dan tau….
Reply
genthokelir Reply:
Januari 13th, 2009 at 12:29
ayo menulis hahaha
Reply
Januari 12th, 2009 at 12:56
Yuhuu.. Tuliskan saja..
Otak pun semakin kreatif..
Reply
genthokelir Reply:
Januari 13th, 2009 at 12:30
betul memang menulis adalah proses mencerdaskan dan nutrisi untuk otak
Reply
Januari 12th, 2009 at 13:41
menuliskan realita yang ada dan ada dalam pikiran kita membuat cakrawala baru dalam menatap hidup yang ada
Reply
genthokelir Reply:
Januari 13th, 2009 at 12:29
betul sekali Omiyan setuju
Reply
Januari 12th, 2009 at 18:05
Iya betul, mas Totok. Tulis, tulis, dan tulis. Itu menjadi pelajaran baik bagi orang lain maupun untuk diri sendiri. Tapi boleh dong saya menulis ulang pic yang menurut saya amat bagus:
lamun sira pinter, ojo ngguroni
(Jika Anda pintar, jangan menggurui);
lamun sira banter, ojo nglancangi
(Jika Anda bisa cepat, jangan mendahului);
lamun sira landhep, ojo natuni
(Jika Anda tajam,jangan melukai).
Terima kasih mas Totok, piwulangnya ini. Salam hangat
Reply
genthokelir Reply:
Januari 13th, 2009 at 12:28
hahaha Salam untuk kang Hejis kabarnya baik baik saja kan
Reply
Januari 12th, 2009 at 21:07
dalem banget tuh tulisan di papannya… apalagi yang terakhir, intinya ga boleh sombong. gitu kali ya???
Reply
genthokelir Reply:
Januari 13th, 2009 at 12:27
hahaha betul kang piye kabare sampean
Reply
Januari 12th, 2009 at 21:31
Betul mas… Tuliskan saja..!!?
Masalahnya kadang kita ga ngerti mau nulis apa, udah banyak ide yang ada di kepala, namun ketika ingin menuliskannya, malah bingung ga tau mo nulis apa dan mulai dari mana? (saya banget tuu)
Reply
genthokelir Reply:
Januari 13th, 2009 at 12:27
hahaha kok sama ya mas aku juga sering seperti itu juga hahaha
Reply
Januari 12th, 2009 at 22:25
Yup,,, kala sedih, kala kesal, lebih plong kalo dituliskan…
Reply
genthokelir Reply:
Januari 13th, 2009 at 12:26
sip sama
Reply
Januari 13th, 2009 at 08:26
Apakah ini yang disebut ‘kotak kebahagiaan’?
Reply
genthokelir Reply:
Januari 13th, 2009 at 12:26
hahaha KOtak …? saya juga malah nggak dong ..
salam sukses untuk masarif
Reply
Januari 19th, 2009 at 00:18
Bingung mau koment apa. yg penting tuliskan aja dech
Reply
Januari 19th, 2009 at 13:05
iya mas, menulis bukan cuma untuk orang lain tapi juga untuk makanan rohani penulis… thanks ya…
Reply
Februari 4th, 2009 at 08:38
setiap nulis unek unek diriku dicemooh
gimana ya om?
Reply
Februari 28th, 2009 at 09:45
nih gwa tuliskan saja juga dikolom komentar byme
salam kenal dulu
byme
Reply
Juli 1st, 2009 at 22:48
Salam kenal…
Tuliskan saja
Thanks
Reply
Juli 25th, 2009 at 23:34
setujuh… itu membuang beban ganjalan pikiran yang nggak kita sadari
Reply
Agustus 13th, 2009 at 15:53
makasih pencerahanya bos
Reply
Agustus 27th, 2009 at 16:02
aku belajar banyak dari orang2 -terutama- seperti sampean mas. dan tulisan kayak begini ini yang selalu bikin aku kangen ng-blog. semoga aku bisa segera nulis lagi… hiks *njupuk tisyu*
Reply