Satu kata yang lumayan sulit untuk dilakukan yaitu ikhlas , dalam beberapa pandangan Ikhlas bisa di bagi atas beberapa kategori , namun saya tidak akan mengulas Keikhlasan dengan berbagai kategori tersebut.
Saya hanya menggambarkan sebuah keikhlasan yang pernah saya paksakan , hingga akhirnya berbuah kebahagiaan .
Dalam suatu ketika saya menerima sebuah pekerjaan dengan terpaksa saya harus melewati tantangan yang lumayan berat ,dari sisi finansial saya sudah merasa di rugikan , bagaimana tidak …? penawaran dan estimasi harga dari pekerjaan tersebut bukan saya yang membuatnya , yang setelah di teliti ternyata semua harga yang di tawarkan di bawah harga standart pasar, bahkan beberapa bahan dasar atau material tidak cukup terbeli dengan harga yang ditawarkan tersebut ,
Tentu jika kita berhitung secara matematika jelas pekerjaan pekerjaan itu merugi , apalagi kendala kendala yang dihadapi dilapangan sangat jauh dari prediksi saya , karena memang bukan saya yang melakukan survai lapangan sendiri, tentu hal ini akan menambah atau menyokong kesulitan dalam pekerjaan yang berujung pada kerugian.
Namun karena kita telah menetapkan diri kita sebagai pengusaha bukan pekerja tentu kita harus berani mengambil resiko untuk merugi dan mengambil sebuah komitmen untuk menjalani pekerjaan tersebut walau awalnya aku berfikir sangatlah konyol, karena di atas kertas jelas sekali merugi.
Memang wajar sekali jika setiap pengusaha selalu berorientasi pada sebuah kalimat atau kata untung , namun saya kali itu harus merelakan dan mengikhlaskan kalimat itu setelah berhitung di atas kertas, kemudian saya kembali menukarnya dengan kalimat yang lain sebagai penghibur diri, ” minimal anak anak bisa bekerja dan menambah pengalaman buat saya dan kawan kawan”.
Sangat di paksa sekali memang untuk menerima kerugian yang jelas menantang di depan mata tapi sekali lagi hitungan logika matematika saya di patahkan oleh hitungan Allah SWT , kenapa bisa begitu
Ternyata karena saya Ikhlas dan kebersamaan saya dengan anak anak akhirnya saya menerima pekerjaan itu dengan bersandar pada kebersamaan , dalam hitungan normalnya pekerjan tersebut biasanya menelan waktu kurang lebih 60 hari kerja dengan tenaga pekerja skill 15 orang dan helper sekitar 6 orang ( dalam hitungan wajarnya )
Karena awalnya saya berhitung dengan kerugian maka anak anak sepakat untuk mengerjakan hanya dengan 10 orang sudah termasuk skill dan helper , setelah pekerjaan di mulai awalnya saya memiliki keraguan yang teramat sangat ketakutan kadang menghantui saya ketika melihati scedule pekerjaan yang mepet.
Kita berhitung Allah SWT lah yang lebih menentukan , pekerjaan tersebut akhirnya selesai dalam waktu separoh dari hitungan saya yaitu hanya dalam waktu 32 hari semuanya finis , dan Allah SWT menambah kebahagian saya dengan hadiah pekerjaan tambah ( addwork ) yang di kesempatan ini saya tidak perlu menambah modal material , setelah tuntas semua pekerjaan termasuk kerja tambahnya ternyata setelah melalui perhitungan kali bagi yang di selingi tambah kurang masih memiliki sisa yang cukup lumayan hampir mendekati target rata rata 20 % keuntungan layaknya.
Begitulah kiranya tiada sebuah kebahagian tanpa melewati proses yang mengharuskan kita ikhlas dalam menerima keadaan seperti apapun, hal hal tersebut yang membuat saya akhirnya cenderung untuk tidak maruk dan merasa hebat karena sehebat hebat apapun kemampuan kita dalam berhitung namun Faktor Illahiah lah yang akan muncul sebagai penentu semuanya.
Jika di runut dalam proses panjang saya dalam meniti sebuah pekerjaan memanglah tidak jarang saya harus iklas menerima gaji kecil semasa kerja dulu, harus ikhlas menahan banyak keinginan yang bersifat instant dan sekarang saya akhirnya mengenyam sebuah kesyukuran atas beberapahal yang di raih , walau di banding di atas saya memang banyak yang lebih baik namun minimalnya dengan sebaya dan seangkatan saya.
Kesempatan ,Kemampuan , dan Kemauan memang harus selalu di dasari pada KeIkhlasan dalam mencapai sebuah Kebahagian , walau harus selalu di ingat ukuran kebahagiaan juga terletak pada masing masing diri kita bukan berstandart pada orang lain.
Sudahkah Kita kembali menikmati keikhlasan sebagai pedoman kebahagiaan yang kita dapati.
Ikhlas kah anda menghadapi setiap keadaan yang selama ini menimpa …..?
Ikhlaskah kita dalam menjalani proses hidup yang merupakan Rahasia Allah SWT…..?
Iklaskah berteman dengan Genthokelir ……hahahahahaha
Popularity: 4% [?]

Februari 26th, 2009 at 01:15
Inggih, mas. Saestu. Panci mekaten kedah ikhlas nglampahi sedaya ingkang sampun dados niat teng manah. Sy jg ikhlaaas bangggget hari ini mondar mandir di website ini dan 2x kirim komen di sini. Hehehe… Sy jg ikhlaaas banggget kalo mas totok berkenan sering2 mampir ke blog sy yg msh amatiran itu. Hehehe… Sukses selalu!
Reply
Februari 26th, 2009 at 01:24
Ikhlas, tawakal dan sabar adalah kunci sandaran menjalankan kehidupan yang fana ini, karena itulah saia rela dijadikan Blogger Repot..
Reply
Februari 26th, 2009 at 01:36
Meski kayaknya simpel, aplikasinya dalam kehidupan sehari-hari itu lo ga gampang kl buat aq. Ini ilmu tingkat tingkat tinggi.
Sampai pada taraf seikhlas apakah seharusnya kita sebagai seorang manusia biasa?
Reply
Februari 26th, 2009 at 01:38
ikhlas, no hurt feeling, apa adanya…
hidup tidaklah panjang, nggak mau ku isi dengan angkara yang memabukkan dan ketika kembali pada sang khalik dalam keadaan putih dan bercahaya daripada ketika dilahirkan. Keikhlasanlah salah satu kuncinya
Reply
Februari 26th, 2009 at 01:44
“Iklaskah berteman dengan Genthokelir”>>> wes ra sah tak jawab. nek gak trimo telpon ae
)
Reply
Februari 26th, 2009 at 04:29
Semakin kecil harapan (dipandang dari sisi duniawi/itung-itungan)bila ikhlas dan tawakkal menjalaninya, semakin tinggi nilai ketawakkalannya. Allah bernjanji akan menambahkan nikmat bagi orang2 yg ikhlas dan tawakkal padaNya…
Reply
Februari 26th, 2009 at 04:45
Setuju, Mas..
Ikhlas memang jadi kata kunci..
Ikhlas, menurut saya, tumbuh karena kekurangan dan ketidakberdayaan kita dalam hidup…
Postingannya manteup!
Reply
Februari 26th, 2009 at 07:42
Iya benar… terkadang kita mesti memaksakan sesutu dalam menjalankannya, tidak terkecuali ikhlas.. Setuju mas. Semoga aku bisa mengikuti jalan itu.. Terima kasih mas.
Reply
Februari 26th, 2009 at 07:51
Yup, mantap mas, Ikhlas akan berbuah manis
Reply
Februari 26th, 2009 at 08:01
slm knl kang gentho kelir
ikhlas dunk
Reply
Februari 26th, 2009 at 08:31
Saya juga ikhkas membaca blog-e mas totok
Reply
Februari 26th, 2009 at 08:40
manthuk2… Opo maneh moco komentare mantan kyaine…
Reply
Februari 26th, 2009 at 08:46
wow… quote yang bagus ini, mas totok. kalau direnungkan, ini bisa menjadi modal rohaniah utk menggapai kebahagiaan sejati. karena ikhlas, tentu saja rela melakukan proses dari nol dan tidak instan.
Reply
Februari 26th, 2009 at 09:23
Ikhlaskah berteman dengan Genthokelir?
Jane terpaksa, ning keterpaksaan yang menyenangkan. Hehehehe…
Nak ra ikhlas, aku gak rutin mampir kene mas..
Reply
Februari 26th, 2009 at 10:02
Ikhlas foto di depan Menara Kudus Kulon…
Reply
Februari 26th, 2009 at 10:12
rodo ra ikhlas sih mas. Blogku jarang dikunjungi balik sih
Reply
Februari 26th, 2009 at 10:39
wah pengalaman yang menakjubkan. inspiratif. sampean hebat mas…
salut
Reply
Februari 26th, 2009 at 11:10
alhamdulillah, ikhlas memang merupakan salah satu kunci untuk berusaha.bener-bener suatu pelajaran yang berharga yang bisa daku dapatkan setelah membaca posting ini.makasih banyak om.sukses terus om.
Reply
Februari 26th, 2009 at 11:35
Wah mantep postingannya Pak !!!
Semoga sukses terus ya Pak!!!
Reply
Februari 26th, 2009 at 11:57
duit
doa
usaha
IKHLAS
tawakkal
nggih to Pak Totok?
Reply
Februari 26th, 2009 at 12:11
Setuju. Dengan ikhlas, hati kita sudah tidak ada ganjalan lagi.
Reply
Februari 26th, 2009 at 14:55
hu’uh… ikhlas, ikhlas, dan ikhlas…
Reply
Februari 26th, 2009 at 17:22
Ikhlas, semoga kita bisa jadi praktisi ya pakde..
komen ini ikhlas, sungguh
Reply
Februari 26th, 2009 at 17:56
Salam kenal dulu ya kang Gentho..hehe
Ikhlas adalah sebuah keharusan yang amat sangat susah di lakukan,,
Semoga saja saya dapat menjadi seseorang yang ikhlas dalam segala hal..
AMIEN!!!
Reply
Februari 26th, 2009 at 19:11
orang ikhlas tak ada bedanya dengan rasul mas
karena rasul jg selalu ikhlas…
Reply
Februari 26th, 2009 at 19:14
ikhlas…:D
Reply
Februari 26th, 2009 at 22:53
gara² ikhlas akupun gemuk *walaupun sedikit*
untuk menuju ikhlas butuh waktu dan pengalaman spritual yg tak begitu menghebohkan … alah opo ae
Reply
Februari 27th, 2009 at 06:39
kadang2 ikhlas, kadang2 juga gak.
ini juga termasuk saat kenal dan bertemu dengan kang gentho.
)
kadang2 seneng, kadang2 juga nyesel.
Reply
Februari 27th, 2009 at 07:54
alhamdulillah…
kapan2 kita kopdar ya biar gak penasaran sama orangnya hehee
Reply
Februari 27th, 2009 at 08:04
Wa man yattaqillaha yaj’al lau makhraja (Barang siapa yang bertakwa kepada Allah maka Dia akan menjadikan untuknya jalan keluar/solusi/)
Reply
Februari 27th, 2009 at 13:55
Wow, sebuah kisah yang sangat inspiratif dan membuat untuk bisa lebih ikhlas, Kang…
Ini saya juga lagi belajar iklas, setelah kemarin sore pintu mobil saya digaruk oleh atasan saya menggunakan bemper mobilnya, entah sengaja atau tidak, dan sampai saat ini sama sekali tidak ada omongan mengenai kejadian tersebut.
Reply
Februari 27th, 2009 at 15:22
ikhlas dan tawakal
Reply
Februari 27th, 2009 at 16:42
saya sendiri terasa berat banget kalau harus mengerjakan pekerjaan yang kalau diitung secara math merugikan buat saya, yang udah2 saya selalu menolak yg seperti itu, tapi ngebaca cerita mas Gentho saya jadi malu sendiri. Benar sekali Allah SWT memberikan rezeki untuk kita dengan berbagai cara, kadang dengan cara yang tidak diduga sebelumnya.
hmm..maksih mas buat ilmu ikhlasnya,hehehe.
salam hangat.
Reply
Februari 27th, 2009 at 17:18
ikhlas satu kata yang mudah untuk di ucapkan tapi terkadang sangat sulit untuk di lakukan dan di maknai,klo aku masih perlu belajar pada panjenengan ke nya kang
Reply
Februari 28th, 2009 at 04:09
Ikhlas bagi saya merupakan kunci pembuka masalah yang dihadapi.
coba lakukan sesuatu apa saja dengan ikhlas dan mengharap redho dari Allah.S.W.T dijamin semuanya akan terasa ringan dan membuat hati tenang dan nyaman.
Reply
Februari 28th, 2009 at 10:29
karena saking iklasnya saya tetap jadi pekerja yang iklas menerima gaji bulanan. hehehehe
berteman dengan sampeyan tentu saja saya iklas sekali bahkan senang sekali.
Reply
Februari 28th, 2009 at 11:48
idieh…baru ikhlas satu kali aja ngomong-ngomong….
aku aja yang sering ga ngomong. ups….(lupa)
Reply
Februari 28th, 2009 at 16:42
Kadang2 kedepan selalu ada “hadiah” atas sebuah keikhlasan…
Seperti yang Mas tok alami…
Reply
Februari 28th, 2009 at 23:16
ikhlas pancen angel kerono gusti jaman siki longko
Reply
Maret 1st, 2009 at 01:31
Ngono ya, mas. Saya belajar dari kasus mas Totok. Saya akan lebih banyak ikhlas, semoga….
Reply
Maret 1st, 2009 at 09:09
Sesuatu yang dipaksakan hasilnya nggak bakal bagus. Makanya mending nrimo dengan tulus dan ikhlas…Sabar…tawakal di barengi usaha dan kerja keras….lets do it…
Reply
Maret 1st, 2009 at 11:33
Ikhlas, salah satu kunci utama hidup damai. IKHLAS!
Reply
Maret 1st, 2009 at 23:17
ilmu ikhlas..ilmu yang membuat saya harus mengakui bhwa saya kerap gagal memahaminya…meskipun saya akan belajar terus utk itu..
Reply
Maret 2nd, 2009 at 08:30
yang paling menarik dalam postingan ini adalah tugu di belakang kang gentho…..heeeeeheheheheee
Reply
Maret 2nd, 2009 at 15:50
tenan To… Gus Gentho julukane kuwi
Reply
Maret 3rd, 2009 at 12:49
IKHLAS kuwi pancen susah
nanging mesti luwih susah maneh
yen ora gelem IKHLAS.
bener ora iki bahasane.
Reply
Maret 4th, 2009 at 13:05
yg jelas dq ikhlas berteman sm mas gentho, yg dq gak ikhlas klo mas gentho males maen bkunjung!
Reply
Maret 10th, 2009 at 08:38
iklhas walo ngak dijelasin kerjone mas gentho ngon opo……………..
Reply
Maret 16th, 2009 at 21:31
Iklaskah berteman dengan Genthokelir?
Ikhlas nggak ya…
Duh, gimana ya njawabnya…
Wakakakakkk…!!!
Reply
Maret 20th, 2009 at 05:04
Iklaskah berteman dengan Genthokelir
Yes, I do
(wah kok kayak jawab pertanyaan di upacara perkawinan ya? hihihi)
EM
Reply
April 16th, 2009 at 09:37
ikhlas adalah kunci utama menuju sukses kita jalani hidup bila tidak dilandasi dengan ikhlas maka hidupnya sia-sia dan tidak akan dapat pahala
Reply
Mei 6th, 2009 at 20:02
Aku ikhlas berteman sama GenthoKelir, soale pernah ditraktir, huahaha…
*sedang berhasrat jadi top komentator*
Reply
Juli 20th, 2009 at 19:28
Subhanallah…
Mohon do’a restu saya lagi mencari seorang istri…
Semoga allah ridha pada saya…
Hujan itu anugerah Allah….
Penguasa Alam Semesta…
Salam kenal az….
Semoga kita bisa saling berbagi….
Nerima link aku gak neh….
Kalo berkenan dan ada tempat…
Aku titip link aku…
Reply
amelia Reply:
Juli 25th, 2009 at 18:53
semoga mas dapat istri yang salehah,seorang istri salehah adalah cerminan dari suami yang saleh
Reply
Juli 25th, 2009 at 18:49
ya…..aku yakin keikhlasan akn mendatangkan rezeki yang tak terduga..karena aku yang mengalaminya sendiri, smoga kita semua bisa menjadi orang yang ikhlas
Reply
Desember 21st, 2009 at 12:00
mencoba selalu ikhlas dalam menghadapi semua cobaan yang di berikan oleh ALLAH SWT, ikhlas bgt berteman sama maz Genthokelir, tapi ikhlaskah maz Genthokelir berteman dengan Rara?? hehehhe
thankyu dan sukses slalu iah maz
Reply
Februari 25th, 2010 at 08:07
makasih artikelnya bagus…..
akan aku coba praktekkan dalam kehidupanku
Reply