Pada suatu malam saya terjebak dalam satu forum yang membahas tentang polemik aliran agama islam yang terjadi di desaku ( salah satunya dianggap meresahkan caranya serta dianggap sesat ) ,awalnya saya di undang untuk mendengar dan memberikan pendapat dalam masalah yang ditimbulkan antara pro dan kontra masalah agama yang muncul di desa saya.
Di malam itu datang beberapa tokoh pemuka masyarakat yang hadir banyak,ada beberapa kalangan ada tokoh agama ada tokoh budaya ,dan tokoh pemerintahan,kepemudaan dll komplit .(saya sendiri termasuk tokoh ngawurnya hahahaha).
Pembicaraan di mulai dengan membahas aliran yang berkembang di masyarakat desa saya ,pada awalnya semua dialogis dan kondusif ,beberapa orang saling mengemukakan argument dan mengemukakan pandangan nya masing masing dalam beberapa bahasan perkembangan Agama di Desaku,hingga menemukan beberapa solusi untuk mengatasi masalah masalah kecil yang terjadi.
Namun ketika merambah kesuatu bahasan mengenai desas desus aliran yang baru dan masuk ke desa saya, disinilah mulai agak merumit dan masing masing bersikukuh ,dengan bersuara agak keras meyakini eksistensi masing masing,saling tuding dan saling memojokkan,saling menjelekan dan saling mencaci.
Saat saling membahas tatanan serta syariat kemudian sang ustad A ( sebut untuk kubu A ) berkata:
“itu jelas sesat dalam Al Quran dan Hadist yang saya kaji tidak ada jadi jelas itu sesat……,” saya yang mulai ngantuk mendadak sontak kaget mendengar suara yang keras.
Kemudian ustad B ( untuk kubu yang B ) : ” maaf pak kyai anda tidak mempelajari semua , jelas bahwa yang masuk dalam golongan tertentu inilah yang bla bla “( saya ringkas)
Pokoknya perdebatan akhirnya menjadi seru dan hampir saling berdiri mengeluarkan seruan masing masing kayak kampanye.
Nah ketika semua saling kukuh dengan pendapatnya masing masing saya jadi terpancing untuk ikut bicara karena lama lama juga semakin tidak dialogis .
Saya bersuara dengan mengawali berbagi salam:” Assalamualaikum Wr Wb” semua menjawab dan memperhatikan ke arah saya,(dalam hati ku bilang ” Hai ini gentho mau bicara awas!!!! )
“semua yang saya hormati tanpa saya sebutkan satu persatu kenankan saya berbicara memberikan penyela,
“Setelah dari tadi saya mendengar dan mengamati pembicaraan bapak bapak Kyai yang terhormat ….!!”,sesaat saya memandang berkeliling seraya menunggu respon diam kepada yang hadir di situ kemudian saya melanjutkan berbicara.
“Bapak bapak yang saya hormati untuk mensikapi masalah ini perkenankan saya untuk kembali menanyakan sebenarnya siapa yang sesat itu …?,” sejenak saya memberikan kesempatan untuk respon
“jika tidak ada yang menjawab saya akan menjawabnya yang sesat itu saya….!!!!”,
Kenapa saya …?,karena saya masih menuduh orang lain sesat,kemudian saya sesat kenapa karena saya menuding aliran tertentu ,sebut saja ahmadiah ,kejawen dll aliran yang gak termasuk dalam golongan saya itu sesat,Egois sekali dan ortodok bukan…. dan betapa dangkalnya saya kan…? ” saya kemudian menatapi beberapa orang di depan saya dengan pandangan yang tajam ( Gentho…gitu hahah) kemudian saya melanjutkan berbicara lagi
“lha bapak 2 kyai yang menurut saya mbahayani jangan saling tuding siapa yang sesat karena udah ketahuan disini yang sesat adalah saya bukan siapa siapa,karena menurut saya apapun dalihnya ,kitab dan ilmu yang anda pelajari menurut saya tidak ada artinya,” saya memperjelas dan mengeraskan suara saya
“Kitab suci macam apa sekalipun seperti Injil ,Taurot,bahkan Al Quran ,atau Kitab apapun menurut saya tidak ada artinya apabila kita tidak mengguanakan akal fikiran kita,sebab itu hanya tulisan yang tak berarti tanpa kita maknai dan kita gunakan akal kita untuk memikirkannya.”
“Jadi siapa yang sebenarnya sesat dan menyesatkan ?” ( saya kembali bertanya pada semua yang hadir namun tak ada jawaban sekelumit pun ( apa kelihatan gentho galak yah hahaha )
Sekarang kita kembali saling menyalahkan, saya bertanya pada coba mbah kyai A ( sebut A ) saya menatap pada kyai A tersebut kemudian saya melanjutkan pertanyaan
Tolong seperti apa syahadat yang anda ucapkan ?. saya bertanya pada ustad A
Kemudian dia seraya mengucap kalimah syahadat ,Ustad A berkata : “itu sahadatnya mas,” jawab kyai A setelah selesai mengucap syahadat
Selanjutnya saya menyuruh untuk ustad B untuk menucap syahadat juga dan kemudian dengan lantang dia juga mengucapkan kalimah yang sama .
Berikutnya saya kembali bertanya kepada keduanya apakah syahadat mereka sama ?,mereka bilang ya sama ,
Kitab nya sama ? ya sama Al Quran ( serempak mereka saling mendahului menjawab )
Kemudian saya lanjutkan berbicara sambil bertanya :” lantas kenapa kita saling meributkan hal yang sama , padahal jelas yang beda kan akal serta pemahaman masing masing yang akhirnya timbul saling menuduh dan saling menyesatkan satu sama lain , coba kita cermin kita sendiri…….?” .
Selanjutnya saya bertanya kembali kepada umum : “apakah kalimah syahadat yang kita ucapkan sama dengan Yang Nabi Ucapkan ?” serentak mereka menjawab sama,
Lha disini saya mulai kelupas :“nah kata anda syahadatnya sama menurut saya coba bayangkan kalo Nabi itu jawa atau anda yang jadi nabi apakah akan mengucapkan seperti yang termakna ” saya bersaksi bahwa tidak ada tuhan selain Allah dan saya bersaksi bahwa saya nabi utusan Allah”,
tapi maaf intinya bukan disitu jadi sesuatu yang kita dapat kita pelajari kita baca harus kita kembalikan pada kelengkapan akal fikiran kita yang berarti kita juga mensyukuri kemuliaan yang Allah berikan.kalo kita memahami sesuatu tanpa kita analisa kembali kitapun akan terjebak dalam kesesatan itu sendiri karena kita salah menafsirkan sesuatu,disini saya ambil contoh” ( semua masih diam mendengar Kan gentho yang ngomong hahah)
“Semua yang hadir disini pernah mendengar bahwa daging sapi itu halalkan….?” saya kembali mengajukan pertanyaan kepada yang hadir
“ya jelas mas itu halal ,….! itu sih jelas sekali mas “ada beberapa orang yang mengimbuh dan memperjelas jawabanya
“jadi kalo bakso daging sapi halal…..?” saya kembali bertanya
“ya halal” .kemabali serentak menjawab pertanyaan saya
“kalo sop kaki sapi atau buntut sapi juga halal pak kyai ……?’ saya mengajukan pertanyaan ke pak kyai
“ya halal to mas daginnya kan sapi”, jawab pak kyai dengan jelas
“sekarang begini pak kyai…karena saya pengen makan sop kaki sapi atau sop buntut sapi ,saya punya sapi kemudian saya memotong buntutnya saja trus selanjutnya saya masak gimana pak kyai halal kan ….?” saya mengajukan pertanyaan lagi ke pak Kyai
“hwayah hayo haram mas lha wong gak disembelih dulu“. jawab tegas pak Kyai
“nah disini bapak 2 yang bijak dan poro mbah kyai ,apapun sesuatu itu tanpa kita fahami secara menyeluruh yang benar jadi bisa salah kan…..jadi yang benar belum tentu benarkan, yang sesat belum tentu sesat to”. saya mengajak semua untuk menganalisa .
Mereka lantas terdiam dan saling menunduk saya akhirnya melanjutkan lagi berbicara :
Intinya kenapa saya berbicara dengan penggambaran yang muter itu karena pengembaliannya sama pada penggunaan kaidah akal fikiran yang benar jangan saling melakukan pembenaran yang jelas tidak didasarkan kebenaran milik Tuhan,
Kembali lagi buat apa kita saling menuding kelompok tertentu sebagai aliran yang sesat,menyesatkan sebenarnya barometer kesesatan itu sendiri sampai pada mana atau dimana .
Kita masing masing bersandar pada sistem nilai yang akan dikembangkan berdasar cara pandang masing masing orang yang tentu tidak akan sama lha mbok dari pada saling menuding dan memojok kan kita hiaskan saja untuk saling melengkapi dan tidak saling menyalahkan dan tidak saling menyesatkan.
Agama itu hampir seperti dengan Ageman ( pakaian/ jawa ) ageman itu kan pakean kalo pakean itu kan sistem nilai jadi kalo tidak berageman sama dengan tidak memakai pakean ,kalo tidak memakai ageman berarti tidak memiliki sistem nilai ( kayak orang gila ).
Tapi harus kita sadari pakaian orang masing masing akan dibedakan dalam ukuran besar kecilnya warna pakaiannya keselarasan dan keluwesan masing masing jadi pakaian saya juga belum tentu sama dengan pak kyai karena badan saya besar pake punya mbah kyai ya gak muat sedang mbah kyai pake baju saya kedodoran .
Jadi kita kembalikan masing masing pada inti kita bersatu disini untuk saling menghargai dan saling menghormati hak dan kebebasan orang lain.
Untuk menjadi orang islam kan gampang sekedar rajin jamah di masjid,berhaji,sodakoh,tadarus dan pengajian disana sini ,tapi untuk beriman atau menjadi iman itu yang susah karena hanya Transaksi kita dengan Allah SWT.
Nabi saja dalam sejarahnya tidak menjatuhkan atau mencela masing masing sahabatnya dalam cara melakukan ibadah ,lha kita yang sudah jauh dari nabi kok malah berani saling mecerca.
“Jadi masihkah akan mencari siapa yang sesat…..yang sesat itu kan saya “ saya kemudian mengakhiri pembicaraan dan mengucap salam
tak baberapa lama kemudian acara forum komunikasi tersebut bubar dengan tak lagi mempermasalahkan Islam sesat
Postingan saya ambil dari kejadian yang ada di desa saya dan saya tujukan kepada orang orang yang masih pandai mecaci dan mencerca orang lain dan yang mengharamkan aliran tertentu yang bukan golongannya .
Saya tidak setuju terhadap segala kegiatan ,ucapan yang mengkhafirkan atau menganggap sesat orang lain,dengan tanpa mengambil pengamatan yang cukup panjang . ( Mendiskripsikan sesuatu dengan tanpa mengkaji lebih dalam )
Mari kita mengimplimentasikan apa yang kita pelajari dan jangan biarkan menjadi aplikasi saja ,
Jadikan sesuatu yang kita pelajari itu berati dengan mengamalkannya bukan sekedar menghafal,dan melafalkan.
Bukankah Perbedaan itu Indah kenapa mesti di permasalahkan
Popularity: 12% [?]
Februari 3rd, 2009 at 01:51
hanya satu kata “DAHSYAT”
Reply
genthokelir Reply:
Februari 10th, 2009 at 19:26
wah apanya yang dasyat mas surya hahaha
Reply
Februari 3rd, 2009 at 02:21
ternyata benar yang om suryaden bilang, benar-benar “DAHSYAT”.saya salut sama om ini.
Reply
genthokelir Reply:
Februari 10th, 2009 at 19:26
walah di mana mas Dasyatnya hahahaha
Reply
Februari 3rd, 2009 at 02:54
Setuju sekali mas dengan pandangan sampean. Kebanyakan lebih memikirkan golongan sendiri, malah keadaan sekitar yang butuh lebih dari sekedar uluran nafas kiai yang cuma bisa membuat kenyang kuping.
OK, kita memang perlu pengajian tapi apakah cuma dengan pengajian bisa buat perut kenyang, buat rumah, buat lapangan kerja baru. Akan lebih bermanfaat kalo pengajian juga membahas permasalahan ekonomi yang ada aksi mengikuti.
Reply
Dony Alfan Reply:
Februari 3rd, 2009 at 03:32
Tumben cerdas (keplok-keplok)
Reply
genthokelir Reply:
Februari 10th, 2009 at 19:27
saya juga setuju dengan pendapat mas Hasssan
Reply
Februari 3rd, 2009 at 03:33
Bertanya-tanya, apakah duo kyai di alam blog itu juga sesat?
Reply
genthokelir Reply:
Februari 10th, 2009 at 19:27
kalo yang itu tersesat mas alias kesasar
Reply
Februari 3rd, 2009 at 03:40
Manstab..!!
Kasih absolut, eh applouse untuk kang Gentho.
Mang, semakin hari semakin banyak aja aliran2 sungai, eh ajaran Islam.
Ini semua butuh kedewasaan dan kewaspadaan.
Kedewasaan dalam menghadapi ini smua dan Kewaspadaan dengan semua ajaran ini.
Kalo mang kita Islam. Yakin. Mungkin itu yg bisa jadi kunci kita bisa bertahan dengan smua yang macem2 kayak bgini. Lha, Islam yg bagaimana? Yo, kita harus banyak belajar. Makane cari ilmu, ilmu dan ilmu.
Reply
genthokelir Reply:
Februari 10th, 2009 at 19:28
hehehe setuju mas hidayat
Reply
Februari 3rd, 2009 at 04:37
Kalau semua orang muslim seperti Anda, Mas..
Wah, saya bahagia
Reply
genthokelir Reply:
Februari 10th, 2009 at 19:29
ha ha saya kan cuma melogikakan saja dan menggunakan akal saya untuk sekedar mensyukuri pikiran piye kabare mas
Reply
Februari 3rd, 2009 at 05:00
sek sek sek. terus hubungane sesat karo baju2 iku opo mas? lha opo sg nggawe klambi garis2 kuwi mesti sesat? (doh)
Reply
suryaden Reply:
Februari 4th, 2009 at 05:16
maksude sesak mas…
[sok tahu aku]
Reply
genthokelir Reply:
Februari 10th, 2009 at 19:29
pakaian kan sistem nilai yang bergaris tuh nilainya hahaha
Reply
Februari 3rd, 2009 at 05:25
iki podo karo ; sing kyai endi, sing gentho endhi…(wakakakahahaha)
Reply
genthokelir Reply:
Februari 10th, 2009 at 19:31
hahaha kyai gentho nggak ada tuh hehehe salam
Reply
Februari 3rd, 2009 at 06:20
ternyata anal-isis nya mantab dan kuereeen poll…
Reply
mantan kyai Reply:
Februari 6th, 2009 at 07:28
opomaneh anal-ogi mas .. huahaha
Reply
genthokelir Reply:
Februari 10th, 2009 at 19:31
akali wae mas hahaha
Reply
Februari 3rd, 2009 at 06:29
makasih mas ini sangat berarti buanget buat diri ini yng masih bayi dalam mempelajari agama isalam salut buat mas gento
Reply
genthokelir Reply:
Februari 10th, 2009 at 19:32
wah sama sama mas saya juga sekedar memberanikan dan nekad aja kok
Reply
Februari 3rd, 2009 at 06:36
saya lebih kasihan kepada generai selanjutnya
akan seperti apa nantinya Islam yang akan datang..?
mudah-mudahan kita diberi bimbingan oleh Allah Swt
Reply
genthokelir Reply:
Februari 10th, 2009 at 19:33
lha iya mas kita masih selalu butuh hal ini kadang cuman heran melihat keadaan yang heboh gitu saling tuding kan nggak etis ya mas
Reply
Februari 3rd, 2009 at 07:27
oouw….. jadi kang gantho teh sesat gituH?
Eling kang..
eling..
(fast read. mode on)
hehe,,
manstab kang..
Reply
genthokelir Reply:
Februari 10th, 2009 at 19:34
lupa nggak bawa peta kang jadi tersesat hahahaha
Reply
Februari 3rd, 2009 at 07:49
jangan-jangan orang yang mencap dirinya mantan justru kyai yang sesungguhnya, sebaliknya orang yang mencap dirinya cah sholeh justru malah pura-pura??? (doh)
*segera tobat*
Reply
mantan kyai Reply:
Februari 6th, 2009 at 07:29
lha sampean kan mantan cah sholeh … bhuahahaha
Reply
genthokelir Reply:
Februari 10th, 2009 at 19:35
jiakakakaaaa cah soleh atau mantan cah soleh masih mending lha kalo mantan kyai….?
Reply
Februari 3rd, 2009 at 07:56
vote untuk kang gentho
*haishah koyok opo ae,..
manteb kang
Reply
genthokelir Reply:
Februari 10th, 2009 at 19:35
hahaha piye mas kabare
Reply
Februari 3rd, 2009 at 08:34
saya merasa tersindir dengan tulisan ini. dan saya yakin harusnya juga ada yang lain yang tersindir.
manstabbb….
[kyai slathem dan mantankyai langsung tiarap]
Reply
mantan kyai Reply:
Februari 6th, 2009 at 07:22
wooo … wedhoss!!! aku ra tersindir tulisane. tapi foto klambine kae lho (doh)
Reply
genthokelir Reply:
Februari 10th, 2009 at 19:36
hahaha sengaja kok klarifikasi nek klambi kui akeh hahahaha
Reply
Februari 3rd, 2009 at 09:10
Sesat kui opo to?
Terkadang saia masih bertanya kepada salah satu kaum, mereka tidak pernah sholat, tidak puasa yang mereka tau hanya hari raya, pasti dapat sumbangan dari kaum yang di atasnya.. Cuma itu tok patokannya..
*berharap sering hari raya buat kaum tertentu*
Reply
genthokelir Reply:
Februari 10th, 2009 at 19:36
hem
sampean sampai ke gunugkelir itu tersesat mas
Reply
Februari 3rd, 2009 at 10:27
keren mas. aku juga tak berani menilai seseorang itu sesat… gile.. emangnya aku keponakan Tuhan yang dibocorin apa itu kebenaran
Reply
genthokelir Reply:
Februari 10th, 2009 at 19:37
hahaha sama mas lha wong kita sama sama manusia biasa kok yo mas hahahaha
Reply
Februari 3rd, 2009 at 12:11
Sebuah posting yang sangat mantab dan mengena, Mas…
Tapi beneran Mas, bakso itu haram…
bak=babi, menurut bahasa China. bener atau tidaknya, saya juga tidak tahu, lha wong saya juga belum tahu negeri China apalagi bahasanya…
Reply
genthokelir Reply:
Februari 10th, 2009 at 19:37
hahaha iya juga yo kang hahaha ayo kapan kesana hahaha
Reply
Februari 3rd, 2009 at 14:10
“Saya tidak setuju terhadap segala kegiatan ,ucapan yang mengkhafirkan atau menganggap sesat orang lain,dengan tanpa mengambil pengamatan yang cukup panjang . ( Mendiskripsikan sesuatu dengan tanpa mengkaji lebih dalam )”
Saya setuju dengan paragraf ini dan saya kira orang lain pun akan demikian. “Untuk mengatakan subuah agama yang sesat, tentu kita harus pakai barometer dari agama itu sendiri (kitap sucinya) kalau Islam ya tentunya Al quran dan hadist.
Lalu bagaimana dengan “ISLAM AHMADIAH” sebagaimana Paragraf ini
Kenapa saya …?,karena saya masih menuduh orang lain sesat,kemudian saya sesat kenapa karena saya menuding aliran tertentu ,sebut saja ahmadiah ,kejawen dll aliran yang gak termasuk dalam golongan saya itu sesat,
Selama saudara kita AHMADIAH mengaku sebagai orang Muslim / Islam :
dan tetap berpegang teguh dengan Al quran dan hadist tentu saya tidak setuju kalau mereka di bilang sesat.
# Dari Abu Najih al-’Irbadh bin Sariyah RA, katanya: “Rasulullah SAW pernah memberikan wejangan kepada kita semua, yaitu suatu wejangan yang mengesankan sekali, hati dapat menjadi takut karenanya, matapun dapat bercucuran. Kami berkata: “Ya Rasulullah,seolah- olah itu adalah wejangan seseorang yang hendak bermohon diri. Oleh sebab itu, berilah wasiat kepada kita semua!”
Beliau bersabda:
“Saya berwasiat kepadamu semua, hendaklah engkau semua bertaqwa kepada Allah, juga suka mendengarkan dan mentaati -pemerintahan – sekalipun yang memerintah atasmu itu adalah seorang hambasahaya Habsyi. Karena sesungguhnya, barangsiapa yang masih hidup panjang di antara engkau semua itu ia akan melihat berbagai perselisihan yang banyak sekali. Maka dari itu hendaklah engkau semua menetapi sunnahku dan sunnah para Khalifah Arrasyidun yang memperoleh petunjuk – Abu Bakar, Umar, Usman dan Ali radhiallahu ‘annum; gigitlah sunnah-sunnah itu dengan gigi-gigi gerahammu – yakni pegang teguhlah itu sekuat-kuatnya. Jauhilah olehmu semua dari melakukan perkara-perkara yang diada-adakan, karena sesungguhnya segala sesuatu kebid’ahan itu adalah sesat.”
(Diriwayatkan oleh Imam Abu Dawud dan Termidzi dan Termidzi mengatakan bahwa ini adalah Hadis hasan shahih. )
[Dikutip dari Kitab Riyadhush Sholihin bab 16 - hadits ke 156 & 157]
Tetapi apakah benar kalau saudara kita AHMADIAH itu tidak mengakui Nabi Muhammad sebaigaimana nabi terahkir, dan mereka mempercayai si Fulan ” Qulam” sebagai Nabi terahkirnya. Kalau benar adanya apakah saudara AHMADIAH masih bisa di bilang “Tetap berpegang teguh dengan Al Quran dan Hadist ? dan kita tetap biarkan saudara kita tersesat
Kita tentunya mempunyai kewajiban untuk saling ingat mengingatkan
“Watawasaw bialhaqqi watawasaw bialssabri”
Salam
Reply
genthokelir Reply:
Februari 10th, 2009 at 19:38
makasih share nya salam
Reply
pengamat Reply:
Maret 25th, 2010 at 12:21
tanggapannya gitu doang mas gentho?? pendapatnya mas cakar gak ditanggapin nih? padahal mengena sekali loh dan sangat bertentangan dengan pandangan anda.
Reply
edwin Reply:
Juni 19th, 2010 at 21:47
ass…bismillahi.
Februari 3rd, 2009 at 14:35
Eh, aq juga pernah sesat lho mas.. karna gak tau jalan plg, hehehe.. Kita mmg harus brpegang pada Al-Qur’an dan hadist. Kadang bnyak yg berbeda cara penafsiran, tp yg trpenting tdk mngubah aqidah. Salam kenal mas..
Reply
genthokelir Reply:
Februari 10th, 2009 at 19:39
salam kenal kembali saya malah sering tersesat hahaha lupa peta dan salah arah kang
Reply
Februari 3rd, 2009 at 15:12
assalamualaikum kunjungi
Reply
mantan kyai Reply:
Februari 6th, 2009 at 07:30
waalaikum salam… tuan rumahe lagi sibuk ngurusi proyek. dadi saya wakili mas .. hohohoho
Reply
Februari 3rd, 2009 at 15:27
saya mencurigai Njenengan sudah Khatam banget dengan kitab klasik yang menjadi rujukan para ulama salaf yang dibahas sebagai ilmu mantiq. Alur logika penjelasannya sangat cespleng. membuat peserta diskusi kehilangan logika dan dalil untuk memberi stempel “sesat” kepada yang lain. Gak rugi kalau selama ini saya meniatkan diri untuk sowan ke rumah Njenengan. sekalian diskusi soal Sekolah Darurat yang baru kami rintis.
Salam takzim, saking pengasuh pesantren penghafal alqur’an dan sekolah darurat wirausaha “daarul Quran” Tlogosari Kulon, pinggiran Kota Semarang
Reply
mantan kyai Reply:
Februari 6th, 2009 at 07:23
jangan kaget gus. kang gentho ki kyai nyamar… sekaligus gentho nyamar .. bhuahahahahahahahha
Reply
Februari 3rd, 2009 at 16:40
Betapapun beda ubudiyahnya asal aqidahnya sama tidaklah sesat. Allahu Ahad dan Muhammad rasul terakhir. Selebihnya perlu dikaji lebih mendalam seperti yang dikatakan Mas Gentho.
teringat saat (maaf) Cak Nun mengundang jamaah Ahmadiyah disuatu forum di Sby beliau menyaksikan (baca=kecewa) ternyata perwakilan jamaah tersebut tidak mengetahui kalau dalam Tadzkirah, kitab sucinya Ahmadiyah selain Quran yang menjadi nabi terakhir bukanlah Muhammad SAW.
tp koq jadi melebar ke Ahmadiyahh… sekedar menunjukkan bahwa ubudiyah Ahmadiyah spt sholat,puasa, haji, zakat, dll sama spt yg lain. tapi akidahnya beda..
Reply
mantan kyai Reply:
Februari 6th, 2009 at 07:24
*keplok keplok*
Reply
Februari 3rd, 2009 at 17:43
Mari kita kembali ke ajaran yang sesungguhnya yaitu Qur’an dan Sunnah Nabi
Reply
mantan kyai Reply:
Februari 6th, 2009 at 07:31
mari mari ..
Reply
Februari 3rd, 2009 at 20:17
Saya tidak ikut2an diskusi, cumang mau ikut nulis koment ini ajah..
Kapan2 ta bacanya… sekarang nguantuk..
Reply
genthokelir Reply:
Februari 10th, 2009 at 19:40
siang ngantuk malam ngantuk kapan tidurnya dok hahaha
Reply
Februari 3rd, 2009 at 20:29
Sesat menyesatkan telah menyeret energi umat Islam kedalam polemik yang tiada berkesudahan sepanjang masa…
Jelas selalu ada kelompok yang menyesatkan diri, itu fakta…
Namun kebanyakan dari kita malah memperdebatkan sesuatu hal tak perlu antar sesama…
Selama pegangan Qur’an dan Hadist dan syahadat yang sama, lha tak perlu ribut2 to…
Reply
genthokelir Reply:
Februari 10th, 2009 at 19:41
setuju mas lha kita kan harus menghargai perbedaan namun tak boleh mencerca hal yang beda yo kang
Reply
Februari 3rd, 2009 at 22:29
Jadi ingat pelajaran di madrsah dulu :
man kaffaro musliman fahuwa kafirun
barang siapa mengkafirkan orang islam, maka sesungguhnya dia (sendiri) yang kafir.
tapi benar juga saling mengklaim kesesatan kok rasanya malah mengkerdilkan kita. sopo sing bener? sopo sing salah? biarlah tuhan yang menilai. lakum dinukum waliyadin
Reply
genthokelir Reply:
Februari 10th, 2009 at 19:42
lha sepakat mas dari pada mereka saling tuding kan mending saya yang mengakui nya hahahaha
Reply
Februari 3rd, 2009 at 22:42
wah, salut banget dengan penjelasan mas totok. dalam situasi memanas, memang dibutuhkan sikap lapang dada dan sabar dalam menemukan solusi yang bisa diterima oleh kedua belah pihak yang berseberangan. dengan mengaku sesat, mas totok bisa mencairkan suasana bahwa secara tidak langsung sesungguhnya merekalah yang sesat, hehehe … sebuah taktik orasi yang jitu, ms totok. dalam konteks keyakinan dan agama yang sering mengundang sentimen, memang bukan hal yang mudah utk mengakui keberadaan aliran yang dianggap berbeda.
Reply
mantan kyai Reply:
Februari 6th, 2009 at 07:24
bener pak sawali. saya suka membuka-buka dada ….(hahaha)
Reply
genthokelir Reply:
Februari 10th, 2009 at 19:43
hahaha sepakat makasih pak
Reply
Februari 4th, 2009 at 00:21
Dalam kehidupan sehari-hari, perbedaan pendapat merupakan hal yang wajar. Namun bagaimanapun juga menghargai pendapat orang lain itu yang lebih penting.
Reply
genthokelir Reply:
Februari 10th, 2009 at 19:44
berbeda tapi dialogis
Reply
Februari 4th, 2009 at 03:27
oalaahh iki to yang dimaksud mendadak ustad??? hahahaha…
Mesti kabeh trus do manggut2 yo Pak?? nek ora jotosi wae siji2 nganti manggut2..hahahaha
Ning Jare kyai Slamet yang sesat itu nikmat e?? piye ya…hahahaha
Reply
mantan kyai Reply:
Februari 6th, 2009 at 07:32
wooo.. senengane anarki iki. mentang2 mahasiswa (abadi) bhuahahahaha
Reply
genthokelir Reply:
Februari 10th, 2009 at 19:45
ojo nggugu kyai sesat
Reply
Februari 4th, 2009 at 05:41
Masya Allah……………
Preman edian tenan. Mana ada preman nyeramahi kyai kalau bukan mantan preman yang menjadi Wali.
Namun, saya curiga kalau kyai A itu Kyai Slamet dan Kyai B itu Mantan Kyai hehehehehehehehe…
Dengan ini saya nyatakan bahwa kang Genthokelir sebagai WALI. WALI BLOGGER. tentnunya derajat makomnya di atas MANTAN KYAI apalagi KYAI SLAMET. hahahahahahaha
Reply
mantan kyai Reply:
Februari 6th, 2009 at 07:26
wah iki istilah anyar maneh … aku lebih sepakat WALI GENTHO .. bhuahaha
ben komenku membludak ng kene …
Reply
Februari 4th, 2009 at 06:38
Wow … dalam kli nich. Selamat ya. Kagum.
Reply
genthokelir Reply:
Februari 10th, 2009 at 19:45
haha ini karena kepaksa tersesat pak hahah salam
Reply
Februari 4th, 2009 at 07:43
hore… kita mirip, tugasnya kayak semar… lemune yo koyo semar… jiakakakakakaka…
—hubungane foto2 klambi njenengan ki opo?
Reply
mantan kyai Reply:
Februari 6th, 2009 at 07:33
iyoh mas. opo hubungane coba …
Reply
genthokelir Reply:
Februari 10th, 2009 at 19:46
pakaian adalah sistem nilai saya kalo pakean gentho di pake mantan kyai piye jal hahahaha
Reply
Februari 4th, 2009 at 09:55
@gempur
dalam tataran ilmu sufi bahwasanya yang bisa mengetahui (dgn nama bathin) seseorang itu wali adalah wali juga
Reply
genthokelir Reply:
Februari 10th, 2009 at 19:47
mosok to mas
Reply
Februari 4th, 2009 at 09:56
@gempur
dalam tataran ilmu sufi bahwasanya yang bisa mengetahui (dgn mata bathin) seseorang itu wali adalah wali juga
Reply
Februari 4th, 2009 at 10:38
brrti masx sesat yak? Wkwkwkwkwwkwk… Just kdding!
Pnjlsanx mntap kang!
YA itulah trkdang mmprmslahkan ssuatu tpi ydak mlhat dngn pndgn seutuhx, hnya brdsarkan argumen dan emosi pribadi…
Reply
genthokelir Reply:
Februari 10th, 2009 at 19:47
hooh je mas hati hati kenal sama saya lho hahahaha
Reply
Februari 4th, 2009 at 11:12
ternyata…. mas Gentho.. ruaarrr biasssa….
ayo.. nundukkkk!!! dengerin mas Gentho bicara…
hehehe..
Reply
genthokelir Reply:
Februari 10th, 2009 at 19:48
hahaha mosok segitunya mbak eh gimana kabarnya nih sukses juga buat sampean
Reply
Februari 4th, 2009 at 18:54
wow… mantap… btw, memang tidak semudah itu menyebut suatu aliran sesat atau enggak… tapi juga, jangan terlalu antipati pada pelabelan “sesat” untuk suatu aliran yang memang bertentangan dengan islam…
Reply
mantan kyai Reply:
Februari 6th, 2009 at 07:26
lha kamu emang bankir sesat chank.. huahahahahahaha
Reply
genthokelir Reply:
Februari 10th, 2009 at 19:48
sepakat mas
Reply
Februari 4th, 2009 at 20:43
tulisan yang top ….. selama perbedaan itu gak pada masalah prinsip sah-sah ajalah.
Reply
genthokelir Reply:
Februari 10th, 2009 at 19:49
haragi perbedaan dengan tanpa kekerasan yo mas hahaha
Reply
Februari 4th, 2009 at 22:52
wah dunia memang dah semakin tua tapi tambah aneh wong tuo lali karo anak ank lali karo wong tuo. agomo akeh sing podo pecah kang cacahe miturut pangendikane pro ngulamak 73 tapi ingkng den ridhoni dening gusti ingkang saged ngecat lombok namung setunggal. monggo kito sami saling mendoakan semoga gusti ingkang saged ngecat lombok maringi dalan ingkng padang tumrap kitosedoyo aminn. .
Reply
genthokelir Reply:
Februari 10th, 2009 at 19:49
makasih mas untuk pencerahanya juga
Reply
Februari 4th, 2009 at 23:41
alhamdulillahirobilalamin…….
Reply
genthokelir Reply:
Februari 10th, 2009 at 19:50
amin mas
Reply
Februari 4th, 2009 at 23:50
Muuuantap, mas. Berbakat jadi orator.
Reply
genthokelir Reply:
Februari 10th, 2009 at 19:50
daripada orator mending jadi provokator mending lagi jadi direktor hahaha
Reply
Februari 5th, 2009 at 00:13
Pas ngendiko rak ora karo ngethuki antem to pakde?
Reply
genthokelir Reply:
Februari 10th, 2009 at 19:51
hahaha enggak cuma sambil pegang batu hahahaha kalo ngeyel lemparkan saja hahaha
Reply
Februari 5th, 2009 at 05:06
sampeyan lebih pates jadi kyai. kayi gentho
Reply
mantan kyai Reply:
Februari 6th, 2009 at 07:34
mantan gentho luwih pantes .. hehehe
Reply
genthokelir Reply:
Februari 10th, 2009 at 19:51
kyai wedus po piye mas
Reply
Februari 5th, 2009 at 08:22
Wah kasian itu yang di foto berbaju biru dan berpeci hitam; sampai tertunduk *entah tidur?* mendengarkan somasi sesat dari sampeyan Kang.
Reply
genthokelir Reply:
Februari 10th, 2009 at 19:52
hahaha itu kekenyangan mas jadi nglenther hahaha
Reply
Februari 5th, 2009 at 15:34
Sep2… Mantab Gus Gentho
Reply
mantan kyai Reply:
Februari 6th, 2009 at 07:36
walah iki komene kyai ngentuutan
Reply
genthokelir Reply:
Februari 10th, 2009 at 19:53
hahaa gus itu untuk putane kyai kalo Dus lebih cocok hahaha ( wedhus hahah)
Reply
Februari 5th, 2009 at 19:36
iyah yah mengapa sekarang orang sudah kagak waras…
banyak yang ngaku nabilah, tuhan lah,,,gila kale yeh…
tapi kagak sedikit juga orang bodoh and gila yang mau ajah ngikut ajarannya
Reply
genthokelir Reply:
Februari 10th, 2009 at 19:53
betul sekali mas Iwan kayaknya umumnya gitu mas
Reply
Februari 5th, 2009 at 20:46
ehm, bneer2 deh… mantab bener…
semua terdiam deh kalo si om lewat, hhhee….
Reply
genthokelir Reply:
Februari 10th, 2009 at 19:54
kalo saya lewat malah pada agresip jeh minta rokok hhahaha
Reply
Februari 5th, 2009 at 23:14
malu bertanya…sesat di jalan
Reply
genthokelir Reply:
Februari 10th, 2009 at 19:54
di jalan tersesat kang hahaha
Reply
Februari 6th, 2009 at 05:10
Ha ha
mahdzab lama dibungkus baru. tapi banyak juga pengikutnya ya.
Semua agama sama… fatwa kyai gentho. hehehe paham anak2. belajar lagi moaas.
Saya dulu juga pernah kayak sampean mas, bak padi.. kopong ndongak… kalau mentes akan lain deh.
Umyek di grassroot… kalau dah dipucuk pohon akan mesam mesem…..klecam klecem……☺
Reply
genthokelir Reply:
Februari 10th, 2009 at 19:56
“Saya dulu juga pernah kayak sampean mas, bak padi.. kopong ndongak… kalau mentes akan lain deh.
Umyek di grassroot… kalau dah dipucuk pohon akan mesam mesem…..klecam klecem…”
belum maksud saya nggak ngerti , madhap lama yang mana mas ra mudheng malahan hahahaha
Reply
Februari 7th, 2009 at 16:35
salam sesat pak kyai
Reply
genthokelir Reply:
Februari 10th, 2009 at 19:57
mari sesat bersama hahaha
Reply
Februari 8th, 2009 at 03:44
Jago argumentasi begini mestinya bukan orang sembarangan. Kendel tenan, Jhe!
Reply
genthokelir Reply:
Februari 10th, 2009 at 19:57
woh mung asal nekad kang mas
Reply
Februari 8th, 2009 at 21:18
wah aku kudu ngomong opo yo?
pokoke hebat tenan kang Gentho.
Reply
genthokelir Reply:
Februari 10th, 2009 at 19:58
hebat apanya …hahahha hebat gentho nya hahaha salam kenal makasih mas
Reply
Februari 8th, 2009 at 22:33
Tulisan yang bagus mas……..!
Nunut baca..
Salam
Reply
genthokelir Reply:
Februari 10th, 2009 at 20:05
salam kenal kembali mas dan makasih
Reply
Februari 10th, 2009 at 15:06
mengenai topik agama memang isu yang sensitif sekali. bahkan perbedaan sedikit mengenai boleh tidaknya perempuan menunggang kuda bisa meruncing menjadi penuduhan aliran sesat. (lagi booming nih mas isu tersebut di pilem terbarunya om hanung.
)
Reply
genthokelir Reply:
Februari 10th, 2009 at 20:06
hahaha betul itu mas hahaha saya juga ngikutin hahaha salam dan sukses untuk sampean mas
Reply
Februari 10th, 2009 at 20:46
wuihhh…. mantap tenan.
Ngene kie sing tak tunggu2 dari kemarin.
Postingan cerdas yang inspiratif…
Reply
genthokelir Reply:
Februari 17th, 2009 at 21:59
hahaha sampean iso wae kang hahaha piye kabare mas
Reply
Februari 11th, 2009 at 08:12
hahaha! untung saya nggak ada di sana, mas.
kalau ada, mungkin saya udah norak bawa umbul-umbul bertulisan: hidup genthokelir! hidup kyai baru!
mas totok emang top deh!
Reply
genthokelir Reply:
Februari 17th, 2009 at 22:01
hahaha apa nanti kata dunia kalo Gentho jadi Kyai haha bakal jungkir balik trus siapa nanti yang mengisi jabatan Gentho ( preman atau maling ) hahaha
Reply
Februari 11th, 2009 at 18:45
makasih atas tanggapannya mas……….
kok balasnya mas kagak langsung masuk ke blog aq…..
Reply
genthokelir Reply:
Februari 17th, 2009 at 22:01
hooh saya nanti langsung kesana mas haha tunggu
Reply
Februari 13th, 2009 at 11:13
sapa yang sesat???
yang sesat adalah orang yang kehilangan arah, seperti aku ini, mau kediri malah nyasar di tulung agung…., sesat kan itu namanya???
he hehe *kabur…………….
Reply
genthokelir Reply:
Februari 17th, 2009 at 22:02
haha itu tersesat mas
Reply
Februari 19th, 2009 at 16:24
apa bedanya tersesat sama sesat? pada hakikatnya sesat kan disesatkan sama setan,dengan kata lain tersesat berarti juga disesatkan ….ngga paham? sama q juga….
Reply
Februari 20th, 2009 at 23:36
Mampir lagi mas…..
Aq setuju…..sependapat….manut…wae
Reply
Februari 26th, 2009 at 10:21
lho jangan ngaku-ngaku.. yg sesat itu sayaa.. sayaa…
Reply
Maret 7th, 2009 at 12:40
yang sesat siapa yah.. apa ada yang nyasar ke mana gitu
Reply
Maret 26th, 2009 at 15:42
Wah, ini baru Pak Haji yang ngayomi. Salut, deh.
Reply
Agustus 31st, 2009 at 22:59
wah aliran sesat musti di basmi GAN
blackberry
ditunggu kedatangannya
Reply
September 14th, 2009 at 09:26
wah wah wah saya nge-fans banget sama mas hebat “good luck for you” “the best for you”
Reply
Oktober 19th, 2009 at 22:27
wah semakin bijaksana menyikapi masalah serta jln keluarnya……salut mas.
Reply
Oktober 19th, 2009 at 22:30
mas sy blh minta nmr hp mas totok???klo boleh kirim ke no:087839384305 atau bls ke sini aj.trmksh
Reply
Januari 4th, 2010 at 21:34
Mas, Gentho!
Aku iki cahndeso asli. Elek tur bodho. Sesat ga sesat, rasane podho wae. Sing suka nuduh sesat apa brani memberi jaminan bahwa jalan yang dilaluinya adalah jalan kebenaran, dan sebaliknya yang dituduh sesat apa pasti tidak sampai ke tujuan. Perjalanan masih panjang. Belum bisa dibuktikan siapa yang tidak mencapai tujuan akhir alias tersesat.
Tidak eloklah mengatakan bahwa orang lain telah tersesat karena semua masih dalam perjalanan. Mereka yang sudah sampai ke tujuan sajalah yang boleh mengatakan bahwa orang lain telah tersesat. Oleh karena masih dalam perjalanan itu bukan tidak mungkin bahwa dua-duanya telah tersesat. Sesama orang tersesat dilarang saling menghakimi.
Nek boleh tak ibaratke pencuri. Sungguh aneh kalau pencuri bertindak sebagai hakim bagi pencuri lainnya. Hakim ini pasti tidak akan mampu berlaku adil karena si penjahat adalah kawan seprofesinya yang suatu ketika akan menjadi hakim bagi dirinya.
Priben, Mas. Nek ga setuju berarti aku juga sudah tersesat seperti Mas Gentho
Salam,
Cahndeso
Reply
Maret 25th, 2010 at 12:31
komentar2nya gak ada yg bermutu
Reply
Mei 27th, 2010 at 15:44
Reply
Juni 19th, 2010 at 22:22
Ass..bismilahi..
saya menghormati dan mengucapkan bangga dengan seseorang yang coba mengunakan kekuatan pikiranya untuk mengkaji suatu fenomena yang sering terjadi disekitar kita….
namun saya sedikit ingin menambahkan sedikit pandangan saya tentang Aliran2 Islam yang sering bermunculan di Dunia Khususnya Indonesia.
disini saya coba membedakan 2 kelompok aliran yang dikatagorikan menyimpang :
1 ALIRAN BARU dan TETAP MEMAKAI NAMA, KAIDAH DAN SYARIAT AGAMA ISLAM(ex ada sekelompok orang yang berbicara tentang YASINAN bid’ah karena aturan tentang yasinan tidak ada dalam FIRMAN DAN HADIS, ada yang menggabungkan ajaran ISLAM dengan kebudayaan (KEJAWEN, Dll))
2 ALIRAN BARU DILUAR AGAMA ISLAM
3 ALIRAN BARU YANG MEMAKAI AJARAN ISLAM NAMUN KAIDAH SYARIATNYA PERBEDAAN DARI AJARAN ISLAM
sedikit memberikan Fakta dan fenomena :
1. Sejak pemerintah Indonesia memberikan ruang kebebasan beragama dan berkeyakinan, yang dianggap sebagai Hak Asasi Manusia (HAM), sesuai Deklarasi HAM PBB, aliran-aliran sesat dan menyesatkan semakin menjamur di negeri berpenduduk muslim terbesar ini. Menurut hasil penelitian LITBANG Departemen Agama Republik Indonesia, lebih dari 300 aliran kepercayaan yang ‘mengaku’ mempunyai hubungan dengan Islam ada di Indonesia ini. Jumlah ini diyakini bakal terus berkembang dari hari ke hari.
2. Aliran-aliran itu bermunculan dengan nama yang berbeda-beda, meskipun secara substansi sama . Yakni kebanyakan mengaku ISLAM, aliran yang dimana pemimpinnya mengaku mendapatkan wahyu dari Allah diantaranya ciri2nya antara lain:
a) mengaku menjadi nabi (Ahmadiyah, Al-Qiyadah Al-Islamiyah), mengaku menjadi Isa Al-Masih,
b) mengaku mampu berkomunikasi dengan malaikat Jibril (Lia Eden),
c) sunnah Rasul tidak perlu,
d)cukup dengan kitab suci Alquran (ingkar sunnah),
dan hal-hal lain yang bagi umat Islam tidak boleh diperdebatkan dan diikhtilafkan lagi, sudah final dan tetap, karena semuanya sudah dijelaskan secara gamblang, baik dalam Alquran maupun sunnah Nabi, serta kesepakatan mayoritas atau jumhur ulama (ijma ulama).
Bahkan dalam praktik ibadah, aliran-aliran tersebut berani menciptakan aturan dan tata cara tersendiri, yang jelas menyimpang dari aturan Islam yang sebenarnya. Misalnya, ucapan syahadat diubah, bahkan diganti, tidak mewajibkan shalat dan puasa, shalat boleh menghadap ke arah mana saja, ibadah haji tidak perlu ke Makkah, dan cukup di tempatnya berada.
Allah swt. berfirman: “Dan tiadalah yang diucapkan itu (Alquran) menurut kemauan hawa nafsunya. Ucapan itu tiada lain hanyalah wahyu yang diwahyukan (kepadanya).” (QS. An-Najm : 3-4)
Begitu pula dengan agama (Islam) yang telah diwahyukan kepadanya, merupakan ketentuan Allah yang telah sempurna dan tidak ada kekurangan sedikitpun. Tentang itu Allah tegaskan: “Pada hari ini telah Ku sempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku ridhai Islam ini jadi agama bagimu.” (QS. Al-Maidah : 3)
Atas dasar ini, sekecil apapun perubahan dan pembaharuan atas kesucian syariat Islam tidak dapat diterima, baik secara logika maupun syara’.
saya bukan menyalahkan tulisan penulis…..
namun menurut saran saya ada baiknya penulis memberi batasan tentang aturan main mengkatagorikan arti “SESAT”, karena dalam Islampun sudah di tuliskan akan 73 golongan…dan hanya 1 golongan yang akan di terima… Nabi s.a.w. besabda: Ummat yahudi telah pecah menjadi 71 golongan; dan umat Nashrani telah terpecah menjadi 72 golongan. Dan umatku (ISLAM) akan terpecah menjadi 73 golongan. Yang selamat dari ke tujuh puluh tiga golongan itu yang satu golongan, sedang sisanya celaka.” Para sahabat bertanya: Wahai Rasulullah siapa golongan yang selamat itu?” beliau menjawab: “Ahlussunah wal Jama’ah!” Dikatakan : “Apakah Ahlussunah wal Jama’ah itu?” Beliau bersabda: “Apa yang aku berada diatasnya sekarang bersama para sahabatku!” Kemudian ada juga Firman Allah yang menerangkan hal itu, tapi tidak disebutkan apakah hanya golongan dari agama islam atau agama lain juga termasuk : “kemudian mereka menjadikan agama mereka terpecah belah menjadi beberapa pecahan; tiap-tiap golongan merasa bangga dengan apa yang ada pada sisi mereka. maka biarkanlah mereka berada dalam kesesatannya sampai suatu waktu.” (QS. Al-Mu’minun(23): 53-54)
hadis ini jelas coba mengingatkan kita “ISLAM” akan mengalami suatu fenomena dimana akan terjadi polemik dan pandangan yang berbeda dalam memahami ISLAM….namun berita pahitnya adalah, hanya ada 1 golongan yang diterima ALLAH SWT, hal ini lah yang perlu sama2 kita cari apakah kita memang salah satu termaksud dalam golongan yang diterima????
Reply
September 14th, 2010 at 09:40
seandainya umat muslim berpikiran seperti anda, Indonesia pasti dah jadi negeri paling maju di Asia,….sayangnya fakta berbicara lain. Marilah kita berdoa bagi negeri ini agar terhindar dari perpecahan…
Reply
Desember 6th, 2010 at 20:44
Aku bangga dengan pola pandangan seperti kang mas utarakan , klaudi indonesia mempunyai pola pikir yang selalu bermusyawarah harus selesai dan aplikasi nya juga harus di jalankan , jadilah islam yang kuat , berani dan berpandangan dan berpandangan juga sikap hidup dengan aharan allah alqura menurut sunnah rasul nya , supoaya menjadi agung berbeda pangdangan dalam islam seharusnya berlomba untuk kemajuan bangsa dan negara ini apa yang pernah di berikan baik dari agama dan negara terhadap penduduk , umat dan jamaaah islam menjadi maju baik dari ekonomi , sosial , dam bugaya.
Reply
Januari 19th, 2011 at 09:20
Bangga..saya punya temen seperti ini…mungkin 2014 bisa saya calonkan jadi Menteri Agama…biar Rukun Indonesia ku…
Reply
Januari 21st, 2011 at 22:46
bangsat….. lo yg sesat anjing..
islam mah bener
Reply
Februari 2nd, 2011 at 16:55
Lho kok? yang diatas saya mulutnya ancur bangt ya?
Reply
April 13th, 2011 at 09:18
kO pengalamannya sama banget dengan yg saya bulan kemarin, dan yg di tuduh mertua sya sendiri yg dianggap aliran sesat jstru oleh aparat2/keparat2 desa setempat…&saya persis berlaku kaya mas gethok ini, di depan para ulama2 dan tokoh2 yg mnurut saya mreka lah yg sesat krna pake sorban sampe tutupin muka mereka..akhirnya ga bisa leat jalan…wkkkk..mas akur tuh…pokoke aku imamne (imam S aripin) karo mas gethok aja deh…
Reply
Nopember 2nd, 2011 at 18:49
dan celakalah para pencela, dalam diri seseorang adalah diuji dengan kadar ilmunya maka didatangkan seitan hingga masuk dalam rahang yang senantiasa memasukkan kalimat busuk hingga keluar lidah maka ketaqwaan yang menjadi benteng dan sesungguhnya aklak mereka bertanggung jawab atas apa yang terucap dibibir maka katakanlah takutlah kamu akan siksa yang merajam dalam nyala api jahim atas dosa dari perkataan kamu sendiri sesungguhnya api itu padam karna ia mau memperbaiki apa yang telah ia perbuat yaitu membenarkan apa yang telah ia sampaikan pada orang lain. kadar ukuran sesat adalah perintah ALLOH yang terabaikan
Reply