Nama Raden Mas Hario Paiman memang cukup di kenal sebagai sosok orang yang cukup intelek di sebuah Kampung Blagu ,sedangakan kampung blagu tersebut memang memiliki berbagai dusun yang terbagi di beberapa wilayah berdasar letak dan pengelompokan
Di sebuah Dusun Krajan lah Raden Mas Paiman tinggal bersama keluarga nya ,Dusun krajan memang lah sebuah daerah dimana banyak tinggal para pejabat kampung Blagu ini , dusun krajan memang terlihat lebih maju ketimbang daerah lain yang terletak agak jauh dari sarana sarana penunjang pembangunan .
Dalam kurun waktu tertentu di kampung blagu biasanya menggelar acara adat blagu yang akan mengumpulkan seluruh warga kampung blagu dari berbagai dusun yang mengumpul menjadi satu di salah satu dusun untuk saling menyombongkan dusun mereka masing masing .
Perbedaan yang ada dari berbagai dusun tersebut sebenarnya merupakan sebuah keindahan yang tertata untuk saling kita nikmati bersama memajukan kampung blagu ,sementara ini kehebatan masing masing dusun di kampung blagu memang merupakan aset kekayaan adat kampung blagu yang indah .
Di tahun ini akan di gelar juga pesta adat kampung blagu yang akan mengumpulkan warga kampung blagu yang berasal dari berbagai dusun yang memiliki keunikan adat sendiri sendiri .
Tahun ini Paiman lah yang di gembor gemborkan akan menjadi tokoh adat pesta blagu , tentu menilik dari beberapa kepiawaian paiman dalam berbagai hal termasuk kepandaian Paiman sebagai Dalang Wayang Kulit pun menjadikan rujukan untuk menjadikan Paiman sebagai tokoh pesta adat kampung blagu, dari beberapa kalangan petani, kyai dan mantankyai sampai tukang ngajar dan tukang foto semua sangat mendukung pada Paiman bin Paijo untuk jadi pemegang kuasa dan pemangku pesta adat blagu.
Memang pada awalnya semua tokoh dari berbagai dusun mengagumi Paiman yang berwajah suci tanpa dosa ,yang tentu juga memandang ketampanan Paiman yang lebih lumayan ketimbang ketua Pesta adat yang sebelumnya .
Tentu berbagai cara kampanye atau menebar simpati dilakukan juga oleh Paiman untuk semakin mengukuhkan ketokohan dirinya di berbagai dusun yang ada di kampung Blagu . Paiman memang di dukung penuh oleh tetua adat yang lama serta dukungan di peroleh juga oleh sebagian masyarakat dusun krajan yang memang tiap hari bergaul dengan Paiman,
Seperti layaknya para caleg DPR mencari suara untuk menebar simpati , Paiman pun selalu hadir dalam setiap acara yang di gelar oleh para warga kampung blagu dari dusun manapun , entah itu acara melayat , acara kerja bakti,acara rapat rapat dusun bahkan acara tahlilan pun ia kunjungi dengan tujuan agar dia mendapat simpati dari seluruh warga kampung Blagu.
Bukan Paiman jika tak mampu menghebohkan setiap warga kampung Blagu , akhirnya membuat geger seluruh warga kampung Blagu .
Paiman yang mendatangi sebuah acara silaturahmi antar warga dusun yang terbelakang akhirnya di elu elukan bak dewa agung datang ke warga jelata dengan gaya selebritasnya ,dan sudah barang tentu acara tersekat dengan cium tangan pada tokoh dalang kenamaan Paiman ini,
Bukan namanya Paiman sebagai dalang kondang jika tidak mampu memainkan wayang kulit dan kalimat kalimatnya memelintir keadaan mengukuhkan dirinya sebagai selebritis tinggkat wahid ,kesombongan dan ke narsisannya membuat ia lupa diri dan membual ketika ia kembali pulang di ke dusun krajan lantas dengan pongahnya ia memproklamirkan dirinya sebagai Pemimpin intelektual baru yang mampu membodohi beberapa dusun termasuk dusun Jlatak ,dusun Pulir dan beberapa dusun lainya .
Paiman yang Intelektual,terpelajar ,Mriyayeni tersebut akhirnya mengumbar kepongahannya di Dusun Krajan yang memang rata rata warganya juga terpandang sebagai kumpulan orang yang mengaku dirinya juga terpelajar dan Tokoh Eklusif di kampung Blagu .
Walhasil para warga dusun lain yang pun juga mampu ia Kelabuhi dengan ke tokohan Paiman hingga beberapa saat semua warga kampung Blagu terkesiap dan terkelabuhi oleh licinya lidah si Paiman , terbukti untuk mengukuhkan ke Hebatan dirinya iapun bisa saja mengaku bahwa Paiman Di TELPON berkali kali untuk menghadiri salah satu acara silaturahmi antar dusun .
Paiman benar benar lupa diri sebagai manusia biasa , ia bahkan malah boleh di ibaratkan seperti serigala berbulu domba , sebab di depan para warga dusun Jletak ia bermanis mulut beramah tamah menyentuh tangan minum dan makan di pedalaman dusun Kramat.
Selang waktu tidak terlalu lama warga yang di klaimnya sebagai warga dusun yang terpencil tersebut tahu bahwa dirinya di jadikan bahan tertawaan ,ejekan,gurauan oleh Paiman di dusun Krajan , sebagian warga sempat marah dan merasa terpukul dengan tindakan Paiman sebagai Pencundang yang mengolok olok warga dusun Jletak,Kramat ,dan dusun dusun terbelakang yang lain.
Paiman bahkan tidak berlaku bijaksana layaknya para orang orang terpelajar ,malahan cenderung mendewa dewakan dirinya ,mengukuhkan kecongakan dirinya bersilat lidah memutar balikan fakta ,tapi sebagian warga sebenarnya tahu dan tidak sebodoh yang Paiman kira dalam menyikapi statmen yang di lakukan Paiman , satu contoh ketika ia berkilah mengukuhkan ke Tokohannya dia bilang ” saya di telpon berkali kali …dan mereka mengemis pada saya untuk datang ke Dusun itu mengikuti acara silaturahmi tersebut ” sebagian warga malah tersenyum sebab kebodohan para wargapun mampu menangkap “BAGAIMANA caranya orang terpencil kok bisa mendapat nomor Telpon Tokoh Paiman ” lantas mendapat nyali dari mana salah satu warga di kampung terpencil hingga berani nelpon sang Paiman dan mengundang Tokoh Papan atas Kampung Blagu tersebut untuk datang ke acara yang bakal dinilai nggak mutu oleh Paiman.
Warga berbagai Dusun di hampir seluruh Kampung Blagu akhirnya mengetahui Kemahiran Paiman dalam mendalangkan beberapa Pentas Wayangnya hanyalah bentuk penghinaan terhadap sesama warga kampung Blagu yang lain, bahkan sempat terisik kabar bahwa Paiman diduga menjadi pemicu kecemburuan warga terhadap istrinya yang sekedar bertemu dengan sang tokoh Paiman bin Paijo itu.
Yah sudah barang tentu akhirnya sebagian warga dusun dusun yang terpencil menyimpan dendam yang mendalam dan sangat terpukul dengan kelakuan Paiman sebagai Pecundang dan Pengecut .
Sebagian warga pun akhirnya sadar bahwa Paiman bukanlah calon pemimpin yang baik yang hanya layak sebagai Pemimpin Pecundang yang terperangkap dalam ketakutan ketakutan untuk mengakui kehebatan orang lain , Paiman hanya sosok yang lebih kerdil dari pada orang yang di kerdilkan olehnya .
Semula Paiman akan di Adili dengan cara cara dusun namun akhirnya Paiman dibiarkan tetap hidup sebagai contoh prilaku Pecundang ,dan sebagai pedoman warga yang lain sebagai catatan buruk dalam sejarah kampung Blagu yang semarak.
Cerita ini hanya refrensi sebagai catatan dalam hidup saya dan sekaligus menguatkan keyakinan pribadi saya agar tidak menilai seseorang berdasar pakaian kebesaranya ,bukan berdasar pada kemanisan bahasanya,serta sebuah temuan pelajaran bagi kesederhanaan pola hidup .
Tulisan ini hanyalah pengingat pada diri saya untuk tak berlaku seperti Paiman yang dengan mudah mendiskripsikan orang lain dengan hal hal yang negatif ( bodoh,miskin,terbelakang )
Terima kasih buat Paiman bin Paijo yang telah mengorbankan dirimu untuk memberikan pelajaran bagi kami mudah mudahan amal kebaikanmu di terima
FOTO 2 DI ATAS BUKAN PAIMAN HANYA MUNGKIN MENGETAHUI KEBERADAAN PAIMAN
Nama kampung Blagu di pinjam dari Ibu Dokter MARSHMALLOW s
Popularity: 3% [?]
Tags: berburu, blogger, memandang, pedalaman, pedesaan, pemimpi, pemimpin, pengalaman

Maret 7th, 2009 at 00:57
astapilulloooooohhhhh
Reply
Maret 7th, 2009 at 01:00
KEDUAX !!!!
PAIMAN TUH ARTIS YA////
Reply
Maret 7th, 2009 at 01:33
Busyet.. ada orang ganteng pakai kaus merah putih berikat kepala ijo…
E.e.e.e.e…. paiman itu temannya gentho preman kampung kan??? belagu bangets tuh!…
Reply
toserblog.com Reply:
Maret 11th, 2009 at 19:34
(lmao)
Reply
Maret 7th, 2009 at 01:40
Biyaajinguk dowo tenaaaannn, hahahaha… btw Paiman yang dimaksud disini bukan bakul soto sing kondang ngaloka sak Wates kuwi to?? yang kiosnya di deket tukang mbikin pigura2 Karangnongko itu lho… wes pernah nyoba mas?? mak nyuusss lho….
Reply
Maret 7th, 2009 at 02:33
Paiman itu apanya si Paimin?
Reply
Maret 7th, 2009 at 02:42
Wow… dengan cerita yg cukup detail saya yakin akan memberikan pelajaran bagi pembacanya untuk tidak berlaku dengan mudah mendeskripsikan orang lain dengan hal2 yang negatif (bodoh, miskin, terbelakang). Salut euy
Reply
Maret 7th, 2009 at 03:41
Wah, wah…Sudah merambah sekarang ya, mas. Udah masuk ke cerpen, selamat.
Reply
Maret 7th, 2009 at 04:58
Huaaaa nguyu lan ngekek ndelook fotone Anang..:)
Ternyata emang tampan beneran orang itu
Reply
Anang Reply:
Maret 7th, 2009 at 10:04
(lmao)
Reply
Maret 7th, 2009 at 07:00
makanya, jangan mudah terpedaya saya pesona luar seorang pemimpin mas. kalo dikibulin gini baru tahu rasa sampean (masih ngakak inget-inget kekurangajaran mbah gugel semalam) (doh) … lho kok malah aku menasihati diri sendiri ya .. hehehehe
btw … jancuk kok aku gak weruh ono fotoku seng iku. gantheng yo??? terus hubungane aku karo si paiman opo kang (angry) (doh)
Reply
Maret 7th, 2009 at 08:18
paiman sang pemimpin pecundang yg berharap orang2 yg dihadapinya adalah orang bodoh yg gampang dikibuli, dan ternyata paiman salah besar, orang yg dihadapinya adalah orang orang yang pintar yang tau apa maksud dibalik “kemanisanya”
paiman.. dan skrg dirimu hanya pemimpin sampah
@mantan kyai
hubungan mu adalah kamu adalah fans nomor 1 si paiman sampai2 menyimpan poto nya di dompetmu dan kamar mu penuh dengan poto2nya dalam berbagai pose. Gak percaya? google lah saksinya (dancuuuuuukkk jek ngakak aku)
Reply
Anang Reply:
Maret 7th, 2009 at 10:06
wetengku mules.. toilet sebelah mana?
Reply
Maret 7th, 2009 at 08:32
Paiman semoga cepat mengetahui situasi, tapi saya milih Paimen saja, karena dia datang tiap bulan…
wahaha….
Reply
Maret 7th, 2009 at 08:55
… yeyeyeyeyeye….
Reply
Maret 7th, 2009 at 09:29
*wetengku kram*
ojo di tambah-tambahi ta..
Reply
Maret 7th, 2009 at 09:38
saya salut kepada Paiman…..
budaya wayang masih jago dimainkan !!!!
Reply
Maret 7th, 2009 at 09:53
hidup paiman….bin paijo !!!
Reply
Maret 7th, 2009 at 10:33
kok malah paiman bin paijo menjerumuskan diri ke dalam lembah kebodohan dan kecongokan
doh doh doh…
ngarang cerpen yoo
Reply
Maret 7th, 2009 at 11:07
anu …..numpang lewat ….
Reply
Maret 7th, 2009 at 12:39
paimin siapa sie mas
Reply
Maret 7th, 2009 at 12:57
lulusan mana tuw paiman bin paijo kok piawai mendalang?
Reply
Maret 7th, 2009 at 15:51
sangar tenan potone koyo preman hihihihi ampyun omm jangan dihajar yap daku kan cuma becanda
Reply
Maret 7th, 2009 at 15:55
boleh juga Paiman…
poto pertama iku wong ndi yo….???
Reply
Maret 7th, 2009 at 16:46
Seharusnya para pemimpin dan calon pemimpin negeri ini baca postingan ini mas totok
Reply
Maret 7th, 2009 at 17:50
kyai iku dilinkke ke kambingetawa.org (lmao)
Reply
Maret 7th, 2009 at 19:14
paiman bin paijo, srigala berbulu tangkis
)
Reply
Maret 8th, 2009 at 00:30
Wah cerpen yang menarik.. Cukup imajinatif
*menikmati dengan duduk di sofa panjang, minum café latte, makan blueberry cheese cake, dan mendengarkan musik jazz*
Reply
Maret 8th, 2009 at 00:49
terus bagaimana paimin menjadi seorang pemimpin samakah dia
Reply
Maret 8th, 2009 at 01:23
Kok buiman ga di sebut
Reply
Maret 8th, 2009 at 02:23
wah, cerpennya bagus mas, aseli..layak dapat penghargaan dari kelurahan ini..
Reply
Maret 8th, 2009 at 09:03
bukan paimin to
Reply
Maret 8th, 2009 at 14:50
wakakak! mas totok pinter deh membuat tulisan yang lucu, namun satir. dan judulnya itu loh, pemimpin pecundang. karakter paiman memang pecundang banget, narsisistik.
agaknya karakter ini semakin umum dijumpai di zaman sekarang, terlebih menjelang pemilu seperti saat ini. banyak orang yang mengaku baik dan penting dan pantas dijadikan idola di antara banyak kandidat, padahal dialah yang sebenarnya lebih memerlukan orang lain untuk bisa tetap populer dan eksis.
tulisan ini memberi banyak pelajaran, mas. makasih.
(dan terima kasih banyak sudah turut memeriahkan kampung blagu dengan cerita ini. saya senang banget!)
Reply
Maret 8th, 2009 at 20:01
lha Paiman sekarang merantau ke Sumatra mas ikut transmigrasi hahaha
Reply
Maret 8th, 2009 at 20:07
paiman pemimpi(n) pecundang kalo punya sifat kasatria harusnya mundur
Reply
Maret 8th, 2009 at 23:02
komene kok ada yang diedit
Reply
Maret 9th, 2009 at 08:22
weeeh, sepertinya aku termasuk golongan paiman. hiks !
Reply
Maret 9th, 2009 at 09:53
di kita memang masih seperti itu mas… terutama di bank hahaha
Reply
Maret 9th, 2009 at 13:13
paiman ki opone parmin??!… walahhhh bapakku dhewe :/
Reply
Maret 9th, 2009 at 17:09
nyebut nama PAIMAN, jd inget film SAMSON ‘n DELILAH nya Indonesia. Nama asli si Samson kan PAIMAN…. ‘Paiman alias Samson’ he3x
Reply
Maret 9th, 2009 at 19:19
sapa pemainnya…….
apanya paimin…..
Reply
Maret 9th, 2009 at 20:33
Ternyata Paiman anak teman saya, paijo
Reply
Maret 9th, 2009 at 20:38
PAIMAN kuwi kelompok LAKON, sejenis BATMAN, SUPERMAN, MEGALOMAN, ANOMAN, SPIDERMAN…
Reply
Maret 9th, 2009 at 20:46
mirip2 dikampung yang pernah kusinggahi
jangan2 sama lagi
Reply
Maret 9th, 2009 at 20:50
Ho’o i, komene ada yang di edit..wah pembredelan ini namanya..hahahaha….
Reply
Maret 9th, 2009 at 21:33
nganu, salam buat kang paiman
Reply
Maret 9th, 2009 at 23:47
hwahaaa….ha…
untung Paiman bukan Paamin…..
seru banged mas.
Reply
Maret 10th, 2009 at 00:02
wah, jangan2 paiman sang pecundang itu memang sudah banyak di sekeliling kita, mas totok, hiks, bisa jadi aku atau mereka, hehehe … tulisan ini cukup reflektif utk mengingatkan kesejatian diri kita sebagai makhluk Sang Khalik yang dhaif dan memiliki banyak kekurangan. sepertinya ndak ada gunanya menebarkan kecongkakan, apalagi menilai seseorang hanya berdasarkan tampilan lahiriahnya. *walah*
Reply
Maret 10th, 2009 at 00:55
Waduh, apa saya yang katro ya Mas Totok, selama jadi warga kampung Blagu kok baru tahu sama Paiman sekarang?
Reply
Maret 10th, 2009 at 05:38
Weh .. kalo Paiman yang pengelola Paiman dot com ternyata dari Kampung Afghanistan lho. Lengkapnya Habib Paiman. Beneran wong pinter kelihatannya, nggak percaya? tanya aja mbah gugel
Reply
Maret 10th, 2009 at 06:07
Sepertinya lebih pas kalo judulnya ditambah “seorang/ adalah”!
“”(Paiman “se-orang” Pemimpin Pecundang)”"
karena saya pikir paiman memimpin orang2 pecundang.. hehe
Reply
Maret 10th, 2009 at 06:18
Kayaknya sekarang banyak Paiman-Paiman ya…
Tulisannya lucu, mudah2an yang merasa diri seperti Paiman segera sadar.
Btw, Anang keren pake ikat kepala….
Reply
Maret 10th, 2009 at 07:30
kalo bukan paiman mungkin paimin yah
atau paimun
byme
Reply
Maret 10th, 2009 at 07:36
kapan Indonesia dipimpin tokoh seperti paiman ya? (soewoenge kumat)
Reply
Maret 10th, 2009 at 08:22
Paiman adalah orang yang paling beriman di seluruh jagad.
Reply
Maret 10th, 2009 at 08:33
jadi.. paiman itu apa?
Reply
Maret 10th, 2009 at 11:58
walah walah wakakakakakakaka
Reply
Maret 10th, 2009 at 12:46
ya ampun mas..tak pikir fotonya itu fotonya paiman beneran..
Reply
Maret 10th, 2009 at 16:48
fotonya memang luar biasa kang! aku seneng fotone the most blogger kere of the year kuwi.. hehehehe..
Reply
Maret 10th, 2009 at 19:27
Mas Paiman ngaku-ngaku nggak ya…kalau kemajuan kampung blagu itu hasil jerih payah dia….
Reply
Maret 10th, 2009 at 19:35
maaf bingung mau komen apa…
sama aja kayanya ma yang laen…
hehehe….
Reply
Maret 10th, 2009 at 23:17
singgah mas….
nuhun…..
titip salam buat mbak dan si kecil
Reply
Maret 11th, 2009 at 00:27
Hebat juga paiman,.. slam dech wat paiman,.. hehehe,..
Reply
Maret 11th, 2009 at 02:16
tumut wae
Reply
Maret 11th, 2009 at 11:55
Salam kenal aja buat paiman.
Hehehe…
Reply
Maret 11th, 2009 at 13:24
paiman dan paimin hehehe
Reply
Maret 11th, 2009 at 19:40
Onok2 wae si Paiman kie.
Wes ngunu, foto2 seng ditampang yo persis karo seng dicritakne. (lmao)
Reply
Maret 11th, 2009 at 19:50
piye kabare mas paijo? apik2 wae to. salam buat mas paijo
Reply
Maret 11th, 2009 at 19:53
Haiyah bisa aja ngait2in ke caleg DPR. Tapi iya juga sih, tu caleg kalo lagi kampanye, sucinya ngalahin nabi
Reply
Maret 11th, 2009 at 20:11
wekekeke, mesra banget foto kyai berdua ituh
Reply
Maret 11th, 2009 at 22:09
paiman paiman.. wkwkwkwkwk
Reply
Maret 11th, 2009 at 23:32
kenapa ya si paiman itu dimana2 selalu jadi pecundang, baik di plurk, di blog, dan sekarang di sini. entah apa dosanya.
Reply
Maret 12th, 2009 at 01:51
daasarr paiman….!!!
Reply
Maret 12th, 2009 at 18:06
Tokoh Paiman sendiri cukup garang…
maksud Abu bukan karakter tp wajahnya…
Hahahahaha….
Reply
Maret 12th, 2009 at 19:03
Jadi foto diatas bukan Paiman ya?
trus seperti apa Paiman itu? pasti nggak mirip Batman ato Superman.. hehehe…
Mas Totok, saya mampir ini ke Gunung Kelir.. wah.. rame ternyata
Reply
Maret 13th, 2009 at 14:02
waduuuh…gunung kelir hebat….ternyata mas totok banyak fansnya.
btw…lha Paiman sekarang ada dimana mana je…kalau gak seperti paiman ,,katanya gengsi…
Reply
Maret 13th, 2009 at 15:32
wah, saya ndak kenal dengan paiman…
Reply
Maret 16th, 2009 at 21:20
Neo Paiman sedang merajalela. Jangan-jangan sebetulnya ia sungguh dekat dengan nadi kita. Ia bisa bersembunyi di saku celana, di lipatan dompet, atau di kedipan mata. Ha!
Reply
Maret 16th, 2009 at 21:44
eks personil slank kah???
wkkkkkkk…PEACE!!!!!!!
Reply
Maret 27th, 2009 at 08:19
Bukankah Kita Paiman2 dalam wadag yg lain ? ruh dan jiwa kita adalah paiman dg tubuh Goenoeng (sorry mas goen –salahe dewe ngaku paiman),DM,mbak dok marsh dan mungkin eh pasti nya juga saya.
Munafik kata mas DV, juga Naif , seurius ,/rif ,gigi ah itu kan nama2 band hehehe.
Semoga kadar “paiman” kita cukup sedikit agar bisa sedikit lebih jujur.
Reply
Agustus 26th, 2010 at 23:42
ngakak sak ngakak ngae………
Reply