“Jangan pernah menilai durian dari kulitnya namun rasakan isinya ”
Jangan Membaca judul tanpa membacanya ini mungkin kalimat yang paling cocok untuk mengawali tulisan ini .
Jika kita mengamati perucapan ,percakapan dan tampang para siluman yang ada di dalam pikiran dasar paling awal adalah kesan urakan ,tidak terpelajar ,arogan dan terbelakang .
Latar belakang daerah tempat tinggal memang sering sekali mendasari seseorang untuk menilai orang di daerah tersebut ,boleh di perumpamakan daerah pesisir rata rata memiliki penduduk yang pandai berenang , daerah pegunungan rata rata memiliki penduduk yang kuat berjalan jauh ,dan lain sebagainya.
Daerah dimana bertempat kadang memang mempengaruhi pola hidup keseharian kita ,salah satu contoh adalah Jakarta , karena daerah ini banyak memiliki kesibukan yang cukup tinggi sebagai pusat banyak kegiatan maka daerah ini mendidik kita menjadi pekerja keras dan kebanyakan menciptakan kita menjadi pekerja keras ,
walau itu semua tidak bisa menjadi acuan baku dan mutlak lantas bisa menjadi sebuah kepastian seperti kalo orang yang tinggal di Jogjakarta lantas terpelajar sopan dan tidak urakan karena jogja adalah kota Pelajar yang mestinya lebih terpelajar ,
Pernah di suatu acara tertentu saya melihat justru pemandangan yang sangat berbeda , di sebuah acara tersebut di datangi dari berbagai kelompok yang mewakili dari berbagai daerah daerah yang ada indonesia walau tidak semua ada di sana , saya justru merasa geli dan haru melihat tingkah polah rombongan yang berasal dari daerah yang mestinya memiliki Budaya yang Adiluhung , apalagi yang datang adalah orang orang yang terdidik, pemandangan yang cukup aneh ketika saya melihat betapa ironis sekali ketika tuan rumah ( kebetulan Pejabat ) yang mengundang sedang berbicara ,rombongan ini justru hingar bingar dengan ramai dan ribut teriak teriak seperti layaknya penduduk gunungkelir jika kelaparan , tidak peduli dan tidak bisa menghargai siapa yang berbicaradan sepertinya memang tidak bisa melihat orang lain berbicara ,sangat ironis sekali bukan karena hal itu sama sekali tidak mencerminkan dedikasi sebagai orang yang memiliki ilmu atau terpelajar ,
Tapi memang orang boleh memiliki percaya diri yang tinggi terhadap kemampuan kita masing masing namun mestinya jika terlalu berlebihan justru membuat kita seperti katak dalam tempurung atau seperti kuda delman yang memakai kacamata dan di paksa tidak bisa melihat kiri kanan ,menyumpal telinga mereka dengan eklusifitas hingga tidak mampu mendengar banyak hal yang lebih ber irama.
Pemandangan yang berbeda saya jumpai ketika saya dalam suatu kesempatan saya bersilaturahmi ke surabaya walau ini tidak ada hubungan dengan daerah tempat tinggal namun pada awalnya saya dan sebagian orang mungkin akan menilai keliru ,jika berdasar pada ucapan serta plakat yang tidak resmi ,
Bahasa sapaan mereka kadang terasa asing ,kasar,tabu,dan saru namun itu ternyata mengaburkan pandangan saya terhadap prilaku mereka yang lebih sopan lebih bisa menghargai orang lain dengan tanpa basa basi , rupanya kelugasan mereka adalah cerminan kejujuran yang tidak di tutup tutupi .
Siluman yang sebagai judul diatas adalah sebuah sebutan bagi sahabat sahabat yang merasa dirinya adalah menusia yang tidak seutuhnya ,betapa uniknya namun yang saya tangkap disini justru kerendahan hati mereka yang sangat sadar betul bahwa kita tidaklah sempurna ,pemandangan yang mencengangkan sekali tentunya apalagi jika di tilik cara cara mereka untuk menggali sahabat atau mengikat pertemanan adalah dengan istilah meNISTAKAN diri rela menyambangi daerah lain ,saya sendiri sebenarnya dalam hati kecil merasa malu dengan itikad baik mereka dalam menjalin persahabatan karena saya selalu menyadari apa dan siapa saya yang hanya tinggal di suatu daerah terpencil yang terbelakang (cedak watu adoh ratu ,cedak celeng adoh lonceng) ternyata cara mereka lebih manusiawi dan membumi.
Pertemuan saya dengan segerombolan sahabat yang menamakan dirinya sebagai siluman memberikan pelajaran yang berarti dalam hidup saya.
Jangan Pernah Merendahkan orang lain yang belum tentu orang lain lebih rendah dari kita, Kenyataan penilaian dalam keseharian setelah mengamati akan menunjukkan fakta yang berbeda jika kita tidak memandang dengan sebelah mata.
Sadari betul bahwa kita kadang terjebak oleh trade mark tertentu yang menggiring kita dalam sebuah kebodohan yang nyata ,seperti katak dalam tempurung ,seperti kuda kereta berkacamata,seperti kancil yang sok cerdik padahal licik.
Maafkan saya para Siluman jika pernah di pandang rendah karena daerah.
Hidup yang sesungguhnya memang harus menerima kenyataan dan mampu menghargai orang lain adalah bukan sekedar slogan.
Popularity: 2% [?]
Tags: belajar, blogger, Gunungkelir, guru, memandang, pemimpin, pengalaman, teladan, terima kasih
Maret 2nd, 2009 at 08:50
sejak kapan anang pakai jilbab?
Reply
genthokelir Reply:
Maret 2nd, 2009 at 16:23
sudah lama kok semenjak pisah dari mu katanya
Reply
Maret 2nd, 2009 at 08:51
PERTAMAX
Reply
genthokelir Reply:
Maret 2nd, 2009 at 16:24
lha udah di borong mas
Reply
Maret 2nd, 2009 at 08:53
Jancok, gak pertamax ternyata. Kyai slamet (idiot)
Kyai Slamet kapan?
Reply
genthokelir Reply:
Maret 2nd, 2009 at 16:24
hahaha kalah karo mase
Reply
Maret 2nd, 2009 at 08:54
Ojo Dumeh
Ojo biso rumongso nanging biso’o rumongso
*bangga menjadi siluman*
Reply
genthokelir Reply:
Maret 2nd, 2009 at 16:24
Toss setuju
Reply
Maret 2nd, 2009 at 08:55
salam hangat buat keluarga kelir. dan semua orang, love u all.
Reply
genthokelir Reply:
Maret 2nd, 2009 at 16:25
makasih mas
Reply
Maret 2nd, 2009 at 08:55
terimakasih kang pasedulurannya, semoga hal semacam ini menjadi contoh bagi siapa saja yang merasa dirinya superior dan menganggap yang lain inferior.
sudah terbukti kan siapa yang memiliki selera humor aneh? sudah terbukti pula siapa yang menyembah ratu kidul?
saya hanya tertawa di dalam hati sambil ngelus dodo.
Reply
genthokelir Reply:
Maret 2nd, 2009 at 16:25
terima kasih mas udah nyanyi buat saya hahaha yolanda
Reply
Maret 2nd, 2009 at 08:56
betul kata sampeyan saya mendengarnya aja kagum, betapa siluman-siluman cerdas itu masih bisa tampil apa adanya dan sederhana tanpa sekat dan kalimat-kalimat bersayap…
Reply
genthokelir Reply:
Maret 2nd, 2009 at 16:26
mereka apa adanya kok nyanyi juga apa adanya hahaha
Reply
Maret 2nd, 2009 at 08:58
KALO DI SANA BUTUH WIFI NANTI AKAN SAYA BANTU PROPOSALNYA
jiakakakakaka…..
Reply
genthokelir Reply:
Maret 2nd, 2009 at 16:26
kenapa nggak di bantu WIFI nya sekalian
Reply
Maret 2nd, 2009 at 09:01
aq baca postingan ini malah tersentuh yah … la kyai slamet malah takon anang jilbaban … ancene profesor cabul cuk.
MQ Hidayat: Kyai Slamet sebelum terbukti HOAX to
Reply
genthokelir Reply:
Maret 2nd, 2009 at 16:28
hahaha makasih mas sampean dah panjang bercerita dan itulah indahnya persahabatan tanpa formalitas dan mengesampingkan latarbelakang status
Reply
Maret 2nd, 2009 at 09:06
kelimax..
klimax..
climax ..ahh.. !!!!
nice posting (applause)
Reply
genthokelir Reply:
Maret 2nd, 2009 at 16:28
orgasmus kang hahaha
Reply
Maret 2nd, 2009 at 09:20
AYO KAPAN KANG DOLAN MANEH …
Reply
genthokelir Reply:
Maret 2nd, 2009 at 16:28
ayo budhal mas
Reply
Maret 2nd, 2009 at 09:26
kawan adalah mereka yang menemani saat kita menangis. bukan yang hanya datang saat kita sedang tertawa…
mereka yang katanya siluman itu telah membuktikan kepada saya bahwa teman tidak diukur dari berapa banyak uang dikantongnya, berapa besar pengaruhnya, berapa tinggi level pendidikan formalnya, tetapi lebih pada hasrat untuk berbagi, hasrat untuk saling menguatkan …
mari, mari sebarkan virus persahabatan yang jujur. katakan jancuk dengan lantang didepanku, tak perlu menggunjing di belakangku …
Reply
genthokelir Reply:
Maret 2nd, 2009 at 16:29
disitulah kita temui teman sejati mas
Reply
Maret 2nd, 2009 at 09:48
mengucapkan selamat kepada genthokelir yang telah mengikuti jejak saja mengobrak-abrik sarang siluman…
*sedang nggak yakin sama kyai slamet*… `kecing`…
Reply
genthokelir Reply:
Maret 2nd, 2009 at 11:43
mengikuti Jejak …..?
wah siluman yang satu ini mulai pandai menjadi manusia …
AYO siapa lagi menjadi pengikut nya
Reply
Maret 2nd, 2009 at 09:50
ora gelem ditemoni… (duh). memang mas gentho siluman yang nyata
Reply
genthokelir Reply:
Maret 2nd, 2009 at 16:29
salah jadual mas hahaha
Reply
Maret 2nd, 2009 at 10:03
Wah sing ngarep rupane kok koyo Cliff Sangra yo ?
Reply
genthokelir Reply:
Maret 2nd, 2009 at 16:29
emang suaminya almarhumah hahahaha
Reply
Maret 2nd, 2009 at 10:21
Bangga menjadi siluman yg bisa bersahabat tanpa pamrih, tanpa status, tanpa memandang rendah siapapun dia. Pertemanan yg murni yg kami angkat, pertemanan tanpa ada sebuah pamrih di belakang hari. Kamu datang sebagai sahabat dan saudaraku, dan kami perlakukan juga sebagai sahabat dan saudara.
Kami para siluman bukan mereka-mereka yg wani silit wedi rai
Reply
genthokelir Reply:
Maret 2nd, 2009 at 16:30
suwun suwun kang ….ayo nyanyikan lagu bento
Reply
Maret 2nd, 2009 at 10:26
=======50%
==============80%
======================loading
Reply
genthokelir Reply:
Maret 2nd, 2009 at 16:31
internete krembit men hahaha
Reply
Maret 2nd, 2009 at 11:18
siluman ular putih…
hahahhahahha
Reply
genthokelir Reply:
Maret 2nd, 2009 at 16:31
siluman ular berbisa
Reply
Maret 2nd, 2009 at 11:30
halah, kok ada yang ngupil…
Reply
genthokelir Reply:
Maret 2nd, 2009 at 16:48
hooh mas itu namanya siluman ngupil
Reply
Maret 2nd, 2009 at 12:33
wew hebat ya mereka
Reply
genthokelir Reply:
Maret 2nd, 2009 at 16:49
hiya mas
Reply
Maret 2nd, 2009 at 12:45
Bersahabat dengan siluman manusiawi lebih bermakna daripada bersahabat dengan manusi berwatak siluman….
Mas, kabarnya kulit duren bisa digunakan sebagai cemilan… -kabur-
Reply
genthokelir Reply:
Maret 2nd, 2009 at 16:52
kulit durian cemilan para siluman hahaha
Reply
Maret 2nd, 2009 at 13:38
yess…
budhal maneh kang
Reply
genthokelir Reply:
Maret 2nd, 2009 at 17:23
budhal budhal
Reply
Maret 2nd, 2009 at 16:19
senangnya bisa mengenal engkau wahai para siluman….
Reply
genthokelir Reply:
Maret 2nd, 2009 at 17:24
jiakaaa mari kita nyanyi bersama namaku gentho ….
Reply
Maret 2nd, 2009 at 19:22
Ini yang dibicarakan siluman ular putih kan, kan baik juga kui mencintai si han wen manusia biasa dengan sepenuh hati…, kwekwekwe…
Reply
genthokelir Reply:
Maret 3rd, 2009 at 09:19
iya mas hahaha kemarin nggak kelihatan sampean hahaha
Reply
Maret 2nd, 2009 at 20:15
Hmmm..jadi bagaimana misi mengobrak-abrik markas para siluman itu??? biar mereka tunggu serangan berikutnya dari saya..entah kapan..doakan saja segera..hehehehe….
* Kayake aku wes nate weruh kaos sing dipakai Nopy kuwi (doh)
Reply
genthokelir Reply:
Maret 3rd, 2009 at 09:22
sip mas silahkan menyambangi negri para siluman
kaose clif sangra kui nemu nang bengawan
Reply
Maret 2nd, 2009 at 21:12
siluman keras itu memabukkan (lmao)
Reply
genthokelir Reply:
Maret 3rd, 2009 at 09:28
betul
Reply
Maret 2nd, 2009 at 21:15
Berkunjung ke Syurga Band Witdh … Siluman Harga Mati, pengen mencoba rasa isi duriannya.
Reply
Maret 2nd, 2009 at 21:17
memang yang namanya pandangan pertama bisa menipu kita
Reply
genthokelir Reply:
Maret 3rd, 2009 at 09:29
iya jeh pandangan pertama kerap sekali mengaburkan pandangan kita
Reply
Maret 2nd, 2009 at 21:17
Berkunjung ke Syurga Bandwith berharap diberi Isi Durian dari para Siluman
Reply
Maret 3rd, 2009 at 01:28
setuju wae kang, melihat dari beberapa sisi sudut itu ada 360 derajat jangan menyimpulkan sesuatu ketika hanya berhenti di sudut 90 derajat dan 45. wis ngono wae. salam kang.
Reply
genthokelir Reply:
Maret 3rd, 2009 at 09:30
mas di web sampean nggak bisa di komentari uoleh pemilik name dan url jadi mbok tolong di lengkapi fasilitas untuk komentatornya
Reply
Maret 3rd, 2009 at 01:50
lam kenal kang
Reply
genthokelir Reply:
Maret 3rd, 2009 at 09:30
salam kenal kembali
Reply
Maret 3rd, 2009 at 06:55
.
Gunung Kelir ndak longsor, didatengin segitu banyak siluman aneh ???
Reply
genthokelir Reply:
Maret 3rd, 2009 at 09:31
kelihatan kalo nggak mbaca isi tulisan komentarnya ngaco hahahaha
Reply
Maret 3rd, 2009 at 11:45
mas gentho ketiban katresnan karo dab tpc to
Reply
genthokelir Reply:
Maret 13th, 2009 at 18:23
hahaha sampean bisa aja mas kakakaka
Reply
Maret 3rd, 2009 at 17:43
“… budaya yang Adi Luhung…”
Waaaahhh… Dah lama banget niy engga denger kalimat ini
Reply
genthokelir Reply:
Maret 13th, 2009 at 18:24
haha iya sudah mulai ditinggalkan atau udah mulai melupakan hal tersebut
Reply
Maret 3rd, 2009 at 19:58
Hahaha… siluman yang baik hati. Betul, jangan sekali pun merendahkan orang lain. Saya setuju mas. Lha kita menyombongkan diri sambil merendahkan orang lain itu kelak akan mencelakakan kita… halah mbelgedez nih saya ya..
Reply
genthokelir Reply:
Maret 13th, 2009 at 18:24
hahaha ya itulah setidaknya yang mampu saya tangkap mas
Reply
Maret 3rd, 2009 at 20:26
Wahh bisa melihat Anang tanpa jas coklatnya…..
Reply
genthokelir Reply:
Maret 13th, 2009 at 18:25
itu aslinya buk mas anang kayak gitu jika nggak mengenakan jaz
Reply
Maret 3rd, 2009 at 20:32
Persahabatan yang abadi tidak memandang status sosial, jabatan, dll.
salut buat sampeyan semua
Reply
genthokelir Reply:
Maret 13th, 2009 at 18:26
hehehe memang harusnya seperti itu kan mas menebar senyum untuk siapa saja mas
Reply
Maret 4th, 2009 at 06:40
Pengen menumpas para siluman. Kira2 ajian apa yang paling pas?
Reply
genthokelir Reply:
Maret 13th, 2009 at 18:27
ajian rawon sakti mas hahah
Reply
Maret 4th, 2009 at 13:03
duren…pas banget disini lagi murah, cuman dua rebon per buah,…nyam..nyam
Reply
genthokelir Reply:
Maret 13th, 2009 at 18:27
hahaha masak sih
Reply
Maret 4th, 2009 at 22:11
Wakakakakak … audiencenya sang pejabat pada kelaparan semua! Wakakakak… tapi memang betul yang panjenengan bilang … mana kita pernah memberi salam pada penjaga toko, padahal kita mengaku orang yang berbudaya tinggi …
Lain dengan di sini, kita bertatap dengan orang yg tidak kita kenal saja dan itu terjadi di WC umum, mereka memberi salam “Bonjour!” alias “Selamat Pagi/siang!” …
Reply
genthokelir Reply:
Maret 13th, 2009 at 18:29
iya mbak sebegitu
Reply
Maret 5th, 2009 at 00:12
baca ceritanya aj tbayang dahsyatnya para siluman. amazing…amazing..
Reply
genthokelir Reply:
Maret 13th, 2009 at 18:44
wkwkwkwkw hahaha yah seperti itulah mas mereka kompak dan bersahabat
Reply
Maret 5th, 2009 at 01:12
betul kata sampeyan saya mendengarnya aja kagum, betapa siluman-siluman cerdas itu masih bisa tampil apa adanya …………..
salam kenal yah….
Reply
genthokelir Reply:
Maret 13th, 2009 at 18:45
makasih kenalnya mas nanti saya sampaikan hahah
Reply
Maret 6th, 2009 at 00:43
Ning Suroboyo nyambi Proyek opo maneh Mas…
Reply
genthokelir Reply:
Maret 13th, 2009 at 18:45
nggak ada pak sekedar maen saja pak ketemu dengan anak anak TPC
Reply
Maret 6th, 2009 at 02:00
apa pun ceritanya, dari mana pun asalnya, dan bagaimanapun latar belakangnya, menjalin silaturrahim adalah ibadah. berbanggalah mas totok yang bisa menjalin persahabatan dengan siapa saja. dan para “siluman” itu memang sungguh tampak rendah hati, mas.
Reply
genthokelir Reply:
Maret 13th, 2009 at 18:46
iya mbak ternyata mereka sangat baik jauh dari perkiraan awalnya yang kelihatan sangar
Reply
Maret 6th, 2009 at 08:19
wah, akhirnya mas totok jadi juga melakukan touring ke surabaya dalam rangka bersilaturahmi ke sarang sahabat2 siluman, hehehe … kesan saya sama seperti mas totok. sebutan dan sapaan lahiriah tak selalu identik dg karakter yang mereka miliki. saya sungguh terharu, di balik sapaan yang sarat dg stigma negatif, mereka justru menampakkan sikap yang lebih bersahabat dan manusiawi.
Reply
genthokelir Reply:
Maret 13th, 2009 at 18:47
yah kenyataan itu yang sangat memberikan pelajaran yang berarti bagi saya pak
Reply
Maret 6th, 2009 at 11:41
hehehe siluman ternyata ada harganya juga tho om.sukses terus yap om
Reply
genthokelir Reply:
Maret 13th, 2009 at 18:48
yup makasih mas ha ha
Reply
Maret 10th, 2009 at 08:41
siluman silumun selamet?
Reply
genthokelir Reply:
Maret 13th, 2009 at 18:48
suwung
Reply
Maret 10th, 2009 at 15:32
hebat² para the heroes ini
Reply
genthokelir Reply:
Maret 13th, 2009 at 18:48
hi hi hi betul mbak
Reply
Maret 10th, 2009 at 16:43
Mohon maaf kang, karena kemarin tidak bisa ikut memberikan sambutan. Terbentur kegiatan kantor. sepurane tenan loh kang.
Reply
genthokelir Reply:
Maret 13th, 2009 at 18:49
hu hu hu ha ha
Reply
Maret 16th, 2009 at 21:35
Hidup yang sesungguhnya memang harus menerima kenyataan dan mampu menghargai orang lain adalah bukan sekedar slogan.
Tepat di situ saripati cerita ini!
Reply
April 3rd, 2009 at 20:56
walah…
segitu akeh orang nde poto, yg sy kenal moso mas gentho lan mas novi.
yg ngupil sopo mas…?
Reply