Hari kemarin adalah sebuah tanggal dimana di peringati sebagai hari Kartini .
Hampir semua di antara kita tahu dan mengerti siapa tokoh RA Kartini yang dalam sejarahnya yang memiliki keberanian untuk memperjuangkan kesetaraan derajat kaum wanita .
Di masa dulu memang peran kaum wanita dalam sejarah kita sangat terbatasi bahkan hanya sebagai pelengkap dapur dan sangat di jajah keleluasaan nya .
Dalam perjuangan RA Kartini berharap agar kaum wanita di Indonesia mampu memerangi kebodohan dan melawan keterbelakangan , agar kaum wanita memiliki kesetaraan dalam beberapa hal seperti berhak mendapat pendidikan yang setara dengan kaum pria.
Istilah Konco Wingking ( teman belakang ) yang dulu sering terucap dari bapak bapak yang menyebutkan istri sebagai teman di belakang kini sudah mulai di tinggalkan dan di ganti dengan pendamping hidup yang sudah memiliki kesetaraan sebagai pendamping seorang suami.
Peran perempuan dalam kehidupan seorang suami pada saat ini adalah seorang patner bukan lagi budak belian yang mampu di permainkan dengan semena mena ,
Disadari atau tidak bahwa keberhasilan keberhasilan yang kita miliki sebenarnya juga tidak lepas dari peran seorang istri yang mendampingi dalam setiap keadaan yang kita hadapi.
di masa sekarang Peran wanita dalam segala hal hampir tidak ada pembatasnya ,bahkan dalam berkendara saja tak jarang perempuan menaiki kendaraan kendaraan yang jaman dulu hanya di kendarai oleh pria, begitu juga dalam jabatan jabatan perusahaan juga sudah tidak lagi membedakan status kelamin.
Peran Perempuan dalam Pemerintahan di masa sekarang pun sudah banyak yang memiliki kepala daerah atau kepala dinas yang di perankan oleh perempuan.
Namun sebenarnya ada yang memprihatinkan jikala emansipasi itu akhirnya di salah artikan sebagai melawan status kewanitaanya bukan sebagai perlawanan terhadap kebodohan dan keterbelakangan.
RA Kartini baru saja kita peringati sebagai hari dimana kebangkitan perempuan dalam melawan kebodohan dan keterbelakangan.
Mudah mudahan banyak muncul Kartini kartini muda yang berbakat dalam segala kemanfaatan Karena saya di hari sabtu kemarin saya juga menyaksikan Ngatini sebagai Kartini yang berdagang Kambing etawa di Pasar Pandanrejo
Nampak semangat yang tinggi di antara Para Pria dan kambing kambing
dan Selamat untuk para Kartini Kartini sekarang yang telah berhasil berpartisipasi dalam memperbaiki sisi kehidupan dalam berkeluarga,berusaha,dan bernegara
( Foto dan gambar di ambil dari koleksi mas Goenawan dan mbak Ririn )
Popularity: 4% [?]

April 22nd, 2009 at 12:42
Kartini memang membawa dampak besar dalam pola pikir para perempuan indonesia salah satunya Ngatini, ketika haruss menyepadankan dengan peran suaminya dan kebutuhan keluarga dia pun ikhlas melakukan pekerjaan tersebut!
*syukur poto ku ra metu maneh!
Reply
ciwir Reply:
April 22nd, 2009 at 13:16
hahaha….
njaluk ditokne po-o?
wakakakakkkk
aku jik nyimpen…
Reply
April 22nd, 2009 at 13:02
gambarnya mengerikan,
tapi serial tv suami-suami takut istri membuktikan itu
Reply
April 22nd, 2009 at 13:07
Mas Tok
aku ngga ngerti… ngatini itu apa? Nani sore?
BTW keren tuh ilustrasi wife of yesterday, wife of today and wife of tomorrow….
mas tok maunya pilih yang mana? hehehe
EM
Reply
April 22nd, 2009 at 13:17
sejak era emansipasi bergulir, maka perempuan bukan sekedar di dapur, sumur dan kasur semata…
Reply
April 22nd, 2009 at 13:26
Aku pilih ngatini yang dari Solo aja
Reply
April 22nd, 2009 at 13:33
hidup perempuan!!
Reply
Juliet Bravo Reply:
Februari 2nd, 2010 at 22:02
Hi Meylya
Setuju banget dengan anda. Perempuan adalah mahkota dunia. Gak bisa bayangin kalo dunia ni tanpa perempuan. Hidup perempuan.
Reply
April 22nd, 2009 at 13:38
gambar wife of future-nya sadis boss.
moga2 saja kesetaraan yang ada sekarang ini nantinya nggak bablas seperti itu.
salam buat kambing…eh, ngatini. hehehe…
Reply
April 22nd, 2009 at 14:16
seng penting kaum hawa ora lali karo kodratne…..
Iku koyone gambar suami-suami takut istri………
Reply
April 22nd, 2009 at 14:18
harapan kartini agar istri tidak lagi konco wingking agaknya sudah terwujud. Banyak yang dengan istri di ruang tamu, di garasi, di bahkan ada yang di kebun.. (tau tu hidden cam dari mana
)
Reply
April 22nd, 2009 at 14:20
Kartini memang pejuang hak wanita Indonesia.. cuma kayaknya Kartinipun gak setuju jika akhirnya sesuatu yang dirintisnya justru… menjerumuskan wanita …. seperti di pict “Wife Of Future” di atas.
Reply
April 22nd, 2009 at 14:27
kartini tahun depan ko medeni ngunu gambarnya…
hahahaha…
Selamat Hari Kartini dan tetep semangat buwat Ngatini
Reply
April 22nd, 2009 at 14:36
Selamat Hari Kartini bagi seluruh para Wanita Indonesia, semoga terwujud sebuah kesetaraan gender secara proporsional di negeri ini sehingga gambar karikatur di atas *yang mengerikan itu* tidak perlu terjadi.
Bagaimana bisnis Etawa-nya Kang? Semoga lebih maju dan sukses ya Kang.
Reply
April 22nd, 2009 at 15:23
pada awalnya dahulu perempuan yang menguasai sektor produksi, bahkan saat ini juga para pedagang perempuan lebih banyak di pasar-pasar tradisional. Hanya kejahatanlah yang mengusik perubahan pada sektor produksi karena kengacengan kekuasaan dari kaum adam yang merusuhi sektor produksi yang sebenarnya lebih tertata rapi jika perempuan kembali menjadi masinisnya…, coba KPK ada perempuannya niscaya lebih akan mendapatkan mangsa yang lebih banyak…
Reply
April 22nd, 2009 at 17:00
Ngatininya mana?
Reply
April 22nd, 2009 at 20:01
iyo. hubungane karo ngatini … (doh)
Reply
genthokelir Reply:
April 22nd, 2009 at 21:10
di hari sabtu kemarin saya juga menyaksikan Ngatini sebagai Kartini yang berdagang Kambing etawa di Pasar Pandanrejo
Reply
April 22nd, 2009 at 20:08
dalam sejarahnya wanita2 sudahbanyak yg berpengaruh di dunia, sampai ada pepatah yg mengatakan bahwa wanita bisa menciptakan kedamaian ato peperangan.
Reply
April 22nd, 2009 at 20:15
Bagi perempuan Indonesia, met hari KARTINI
Reply
April 22nd, 2009 at 20:38
loh kartini kok jadi ke kambing…?
gak mudeng aku iki…!!!
Reply
April 22nd, 2009 at 20:59
wanito = Wani diToto,saiki kudu dirubah dadi Wani Noto….itu baru wanita era sekarang…
Reply
April 22nd, 2009 at 21:35
Aku seneng Kartindeng…
Reply
April 22nd, 2009 at 22:02
setuju banget setiap pria hebat pasti didampingi oleh wanita hebat
Reply
April 23rd, 2009 at 06:39
Wah, wes mulih Mas?
Sip, tulisanmu kukangeni jhe…
Kartini? Ahuhu, sip
Kebablasan? Nggak OK…
Mereka menuntut hak tapi kadang lupa kewajiban:)
Reply
April 23rd, 2009 at 20:17
Salam kagem ngatini mas…
Reply
April 23rd, 2009 at 21:41
saia suka Kartini…
(Kartini sing endiii….)
Reply
April 23rd, 2009 at 23:12
ngeri lihat karikatur yang ketiga mas
semoga tak terjadi pd sy he..he..
Reply
April 24th, 2009 at 08:08
emansisapi ih… apa ya arti emansisapi ? bukankah dari dulu wanita dan pria itu setara ?
Reply
April 24th, 2009 at 11:07
Jadi, Ngatini itu siapa, Bos? Termasuk konco wingking mboten?
@ Ciwir,
Masih kurang satu, pupur!
Jadi, di dapur, sumur, pupur, kasur, mudahan tidak kecebur!
Reply
April 24th, 2009 at 15:08
Karikaturnya muanteb banget, Bos.
Sangat-sangat menggambarkan kondisi sekarang dan yang akan datang. Hihihi.
Wanita dijajah pria sejak dulu…
Dibelikan perhiasan dan dimadu…
Tapi kini seorang pria tak berdaya…
Bertekuk lutut di depan kamar wanita…
Reply
April 24th, 2009 at 16:57
terus nie ngatini EMPAT MATA ikut nggak
Reply
April 24th, 2009 at 17:35
kartini2 muda sekarang banyak yang jadi “preman”…
sungguh memprihatinkan, apalagi para kartini2 yang sekarang duduk di bangku sekolah saja sudah banyak yang menjadi preman dgn cara berkelahi dengan sesama maupun lawan jenis…
semoga dengan tulisan kang Totok kali ini bisa membawa angin segar bagi para kartini2 di Indonesia…
amiiinnn
Reply
April 26th, 2009 at 13:07
hahahah.. lucu ilustrasi postingannya mas
Reply
April 26th, 2009 at 17:14
salam kenal mas,
tukeran links yuk…
(lmao)
Reply
April 27th, 2009 at 07:34
Emansipasi harus, keblabasan jangan
Reply
April 27th, 2009 at 17:26
wakakaka. apa ini namanya emansipasi ya? emansipasi yg kebablasan? kayak reformasi aja. wakakaka… .
Reply
April 27th, 2009 at 23:17
wife of yesterday aja ah…:)
Reply
April 28th, 2009 at 17:43
semoga kartini2 muda yang datang belakangan tdk kebablasen dalam menafsirkan maknba kesetaraan gender yang kini tengah menjadi arus utama dalam acana dunia kaum perempuan.
Reply
April 28th, 2009 at 19:19
Cari-cari kok nggak ada cerita tentang Ngatini ya…bingung membandingkannya.
Menurutku, antara laki-laki dan perempuan memang harus saling hormat menghormati, baru hubungan rumah tangga berjalan mulus. Tapi kalau 3 gambar di atas, itu kok ya kebangetan…..saya kita peran ibu tetap merupakan hal yang sangat didambakan bagi sebagian besar perempuan. Dan rasanya ya nggak enak kalau ada perempuan menjajah laki-laki..kayak di sinetron “suami-suami takut isteri”
Reply
April 29th, 2009 at 21:14
Budaya kita sesungguhnya sejak dulu sudah memuliakan perempuan.
Kata ‘garwo’ misalnya, punya makna yang begitu egaliter. Garwo, sigaraning nyowo. Belahan jiwa.
Di Jawa Barat, istri disebut pamajikan. Maksudnya diposisikan sebagai majikan.
Reply
April 30th, 2009 at 22:13
zaman berubah, begitupun orang2nya…
laki2 dan perempuan, semua itu adalah anak kandung zamannya…
Reply
Mei 6th, 2009 at 20:00
Komen lagi ah!
*sedang berhasrat jadi top komentator*
Reply
Mei 10th, 2009 at 00:55
kalo ngatini temene tukul gelem aku bos !! wekek..kek…kek…
Reply
Mei 10th, 2009 at 10:59
Wah… Sebagai kaum wanita sayah protes aah sama gambar wife of Today dan Wife of Future… Masa sih sampe segitunyah…
Lagipula pada kenyataannya masih banyak wanita yang mendapatkan KDRT…
Btw, postingannyah bagoeeeeeeessss….
Reply
Mei 12th, 2009 at 00:06
guud story….apik apik apik…
salam kenal yo mas…
Reply
Mei 16th, 2009 at 18:58
mas Totok…Ilustrasinya apik tenan,,,bunda senyum senyum melihat ilustrasi itu…
Tapi kok ora mudeng ya…soal NGATINI…nggak nyambung yah ?
Reply
Agustus 29th, 2009 at 04:57
Kartini jaman sekarang sudah menjadi wanita karier sesuai bidang msing-masing. Namun hendaknya tetap ingat peran utamanya sebagai ibu rumah tangga.
Salam hangat dari Surabaya.
Reply
April 21st, 2010 at 15:42
wah…wah hebat bgt buat Bu NGATINI, tetap semangat ya!!!
Reply