Dalam Perjalanan saya ke jakarta menggunakan Kereta api saya duduk bersebelahan dengan seorang pemuda yang kebetulan memiliki tujuan yang sama ke Jakarta , sesaat setelah berbasa basi kami pun terlibat ngobrol dan saling berbasa basi mengisi perjalanan.
Ketika saling menanyakan untuk apa ke jakarta maka saya hanya menjawab untuk bertemu dengan teman dan menjenguk saudara di Jakarta agar tidak memperpanjang kalimat, Kemudian saya yang berbalik bertanya :
“Mas Ke Jakarta dalam rangka apa..?” saya Balik bertanya kepada nya
” saya ke Jakarta untuk bertemu dengan teman teman untuk membahas Program penanganan Pemanasan Global atau Global Warming “ ia menjawab dengan penuh semangat
Kemudian saya iseng bertanya tentang hal yang mendasar mengenai Global Warming mengenai penyebab dan dampak dari pemanasan global bagi kita semua.
” Mas Apa sebenarnya Global Warming atau pemanasan Global itu apa penyebabnya dan apa dampaknya …..i?” saya bertanya padanya sambil menawari makanan ringan.
” Pemanasan global adalah meningkatnya suhu rata rata yang di sebebkan oleh beberapa efek termasuk efek rumah kaca dan banyak lagi pak termasuk meningkatnya carbon yang di hasilkan oleh kendaraan bermotor yang akhirnya menciptakan penyekat di atmosfir dan meningkatkan efek pemanasan terhadap bumi pak ” dia Menjelaskan dengan panjang lebar.
Sesampai di stasiun Purwokerto kereta berhenti sejenak dan setelah berjalan kembali dan kami pun terlibat pembicaraan kembali dan iapun melanjutkan menerangkan mengenai dampak pemanasan global terhadap banyak hal yang sebenarnya saya pun sudah mengerti, namun memang sudah merupakan kebiasaan saya selalu berlagak tidak mengerti dengan hal tersebut untuk bermaksud menambah atau melengkapi informasi maupun wawasan mengenai hal tersebut.
Pembicaraanpun kami lanjutkan sampai pada penanganan serta program program untuk mereduksi dn mengatasi pemanasan global tersebut dan saya juga setuju dengan cara paling mudah yaitu dengan mereduksi karbon atau mengurangi jumlah karbon dengan cara menanam banyak pohon, menanam pohon memang sangatlah efektif untuk mengikat karbon di udara yang kemudian memecahnya dalam proses fotositetis dan menyerap kedalam kayunya.
Panjang lebar dia berbicara tentang global warming yang kemudian mengerucut setelah saya bertanya pada dia mengenai program program pengendalian global warming yang di konsepkan dia dan kawan kawan.
Sejauh ini ternyata masih berkutat di tingkat konsep dan perencanaan mereka dan kawan kawannya sedangkan saya juga di ajaknya untuk ikut untuk berpartisipasi dalam kegiatan ini, dalam bathin saya berkata wah saya udah di ajak juga sama kang Suryaden DKK untuk masalah seperti ini.
Kemudian saya bertanya secara pribadi apa yang telah ia lakukan secara real dalam masalah ini dan Diapun masih sampai pada melakukan kampanye serta sosialisasi di mana mana .
Waktu berjalan semakin larut malam dan saya mengakhiri pembicaraan dan dalam benak saya berkata “ ah kamu masih berjalan di atas aplikasi saya telah tanam ribuan pohon mahoni dan albasiah dengan tujuan menyelamatkan perut saya dan berefek menahan karbon wakakakakaka “
Saya akhirnya menyadari dan berterima kasih untuk para petani di lingkungan saya yang selalu mengajak saya untuk menanam pohon di sisi untuk penghijauan dan makanan ternak rupanya berfungsi juga menahan carbon dan lebih jauh tanpa sadar mereka mengajari saya untuk ikut menyelamatkan dunia dari isu global warming.
Tanpa sadar mereka memikirkan lingkungan dan berdapak secara nasional bahkan internasional ……
Hidup Petani Indonesia
Trus apa yang sudah anda lakukan ……..?
Popularity: 14% [?]
Tags: Desa, efek panas, global, Gunung Kelir, hotspot, Kaligesing, Kambing Etawa, pemanasan, pemimpin, pengalaman, penghijauan, pesan, purworejo, selamat, zona ponsel, zona sepeda

Nopember 13th, 2009 at 23:52
(dance) Besok aku diajak sama panitia HUT perusahaan tempat kerjaku untuk menanam 1000 pohon…. piye jal…??
Reply
mantan kyai Reply:
Nopember 24th, 2009 at 04:25
numpang petromaxxxx!!!
Reply
mantan kyai Reply:
Nopember 24th, 2009 at 04:26
kalo saya masih pada tataran menanam… ya, menanam benih saya dimana-mana… kekekeke
Reply
Nopember 13th, 2009 at 23:55
Petani masih hidup… Selamatlah dunia ini….
mereka2 yang hingar bingar di kota-kota itu cuma bisa merusak dan memproduksi carbon di muka bumi…. bisanya cuma mencibir kaum petani.. menipu kaum petani…
Reply
Nopember 14th, 2009 at 09:18
hidup petani….semoga masalah yang berhubungan dengan globar warming, bisa berkurang bahkan gak ada lagi *mungkin gak yah*
Reply
Nopember 14th, 2009 at 09:26
“Trus apa yang sudah anda lakukan ……..?”
saya pertahankan satu pohon di depan rumah, tanem sedikit bunga-bunga di halaman .. baru itu.
Reply
Nopember 14th, 2009 at 09:36
untuk sementara, saia hanya menikmatinya belum dapat berbuat apa-apa
Reply
Nopember 14th, 2009 at 10:27
saya belum berbuat apa-apa, mas
Kalo di kampung alhamdulillah daerah saya cukup rimbun. Kalo disini saya hanya ikut partisipasi aja 1 pohon 1 jiwa.
Reply
Nopember 14th, 2009 at 10:30
terima kasih udah mampir dan sukses selalu,….
Mantabss….
Reply
Nopember 14th, 2009 at 10:44
Aku wis nandur wit sengon ning kampung Mas…
Tapi nek wis wayahe nebang yo tak panen.
Seperti itu kira2 sudah termasuk penerapan apa masih berkutat soal perut ya Mas…
Tapi bar ditebang ditanduri maneh…
Lumayan, bisa nambah ongkos ngeblog karo nguliahke anak
Reply
Nopember 14th, 2009 at 10:48
Menarik sekali… petani yang gak ngerti global warming memang seperti yang disebut GUS MUS, “… sawahku kau tanami rumah-rumah!”
Salam.
Reply
Nopember 14th, 2009 at 11:18
banggalah saya jadi anak petani
Reply
Nopember 14th, 2009 at 11:25
kasihan sekali bumi kita ini
Reply
Nopember 14th, 2009 at 12:44
Semoga dapat terlaksana sesuai rencana..
Reply
Nopember 14th, 2009 at 12:45
Semoga sukses dan terlaksana
Reply
Nopember 14th, 2009 at 13:12
dan layaklah kita memberikan penghargaan untuk para petani yang dengan kesadarannya beliau menjaga lingkungan ini
Reply
Nopember 14th, 2009 at 13:19
yang merasakan dampak dari global warming ya petani.
Reply
Nopember 14th, 2009 at 13:56
ayo kang…selamatkan pertanian pwr, dgn meningkatkan kualitas dan kuantitas supaya bermanfaat dgn kota laen
Reply
Nopember 14th, 2009 at 14:23
wah pastinya petani yang akan kalah lhaa…. iya tooo……..
Reply
Nopember 14th, 2009 at 16:29
Hidup petani! HIDUUUP…
Terus apa yang anda lakukan? Saya lagi bagi2 buku gratis nih. mau?? Ditunggu kedatangannya di tempatku ya…
Reply
Nopember 14th, 2009 at 17:58
Kalau nggak ada petani … terus dapat beras dari mana ?
Hidup petaniiii !!!!!!
Reply
Nopember 14th, 2009 at 19:21
Saya orang desa mas. kemarin malah nanam pohon 40 buah. ya asal jangan menjelaskan bahwa akibat GW qiyamat semakin dekat, he..apalagi di 2012, bulsyeet sekali mas.
salam.
Reply
Nopember 14th, 2009 at 22:24
aku penghijauhan pak…
Reply
Nopember 15th, 2009 at 09:18
kalo saia udah nanem kacang ijo di gelas aqua, pak
*tugas praktikum biologi
hahaha
Reply
Nopember 15th, 2009 at 12:10
mmmm…jadi malu…apa yg sudah saya lakukan ya?
cuman turut mendukng aja mas blom ada tindakan yang berarti.
Reply
Nopember 15th, 2009 at 14:08
Waaah… ternyata anda juragan kayu mahoni dan albasiah ya, hehe…
Karena saya bukan petani, maka yang saya lakukan sementara ini adalah mengurangi penggunaan plastik serta menghemat penggunaan kertas dan listrik, hehe…
Reply
Nopember 15th, 2009 at 18:51
Yang pasti memang dunia tengah kian menjadi panas. Untuk mengurangi hal tersebut di rumah saya banyak nanam bunga berdaun hijau. Begitu saja, dan hasilnya memang terasa, suasana rumah jadi lebih adhem and fresh.
Reply
Nopember 15th, 2009 at 23:04
nganu…nak sampe setasiun Purwokerto, bisa ngabar2i saya
kalo ndak sempat mampir ke rumah di kampung…ya salaman aja di setasiun
Reply
Nopember 16th, 2009 at 04:02
Saya nanem pohon dikampung, tp dijakarta krja dipabrik bikin motor. Piye jal pak? Mereduksi sambil memproduksi CO2. Isin aku.
Reply
Nopember 16th, 2009 at 05:15
Saya ikut berdoa aja, Mas…
Karena di sini ngga bisa sembarang nanam pohon, maka hal yang paling penting adalah ngirit air, ngirit listrik dan nggak buang plastik sembarangan…
Gitu, Mas Tok
Reply
Nopember 16th, 2009 at 06:18
Kalimantan aja sekarang hutannya tinggal dikit
Dibabat abisssssss………….
Kunjungi juga blog saia yang lainnya di http://rizaherbal.wordpress.com/
Reply
Nopember 16th, 2009 at 08:56
bepergian dengan menggunakan kereta api juga salah satu cara untuk berpartisipasi dalam pengendalian global warming
Reply
Nopember 17th, 2009 at 00:20
ASSALAAMU’ALAIKUM..
KEPADA SAHABATKU… SAMBUTLAH UCAPAN DARIKU. SERANGKAI KATA PENGGANTI DIRI. UNTUK MENYAMBUT HARI PERTEMUAN YANG BESAR. JARI SEPULUH KU SUSUN JUGA. AGAR KESALAHAN DIAMPUN SEMUA. TANDA IKHLAS PERSAHABATAN KITA.
SALAM DUNIA, SALAM SEMUA, SALAM HARI RAYA EIDUL ADHA DAN SALAM PERPISAHAN “BERJARAK” DARI SAYA DI BANGI, MALAYSIA.
-SITI FATIMAH AHMAD-
Reply
Nopember 17th, 2009 at 04:58
aku kmarin sudah nandur mangrove di kampus…
Reply
Nopember 17th, 2009 at 18:03
wah, kalau saya belum berbuat apa-apa nih gan, tetapi habis baca artikel ini, jadi pengen berbuat sesuatu seperti yang sudah pada dilakukan teman-teman yang lain. Terimakasih untuk menginspirasi kita semua!
Reply
Nopember 17th, 2009 at 21:45
baru baca tulisan ini mas yang diriku lakukan
Reply
Nopember 18th, 2009 at 07:06
hmmm bisa2 2012 bener terjadi
Reply
Nopember 18th, 2009 at 07:16
kasian para petani ya mungkin karena dampak dari global warming itu bisa mempengarui hasil yang mereka dapatkan
Reply
Nopember 18th, 2009 at 08:49
menanam pohon di lingkungan kita ternyata tanpa kita sadari berdampak baik untuk mencegah global warming ya mas
Reply
Nopember 18th, 2009 at 08:49
yuk kita tanam pohon sebanyak-banyaknya
Reply
Nopember 19th, 2009 at 10:00
Mari selamatkan semampunya
Reply
Nopember 19th, 2009 at 10:33
Betul om.. do something is better. dalam skala kecil saja semisal gak menggunakan kantong plastik saat belanja yang kecil kecil.
do something to save our earth!
Reply
Nopember 19th, 2009 at 17:47
Belum bisa berbuat banyak selain hal-hal kecil yang gak jauh beda dgn yg lain; mempertahankan satu, dua pohon buah didepan rumah
Reply
Nopember 20th, 2009 at 16:43
hem nganu mas nanam bunga didepan rumah masuk hitungan ngak ya?
Reply
Nopember 21st, 2009 at 03:07
Setidaknya saya ikut memelihara lingkungan ditempat saya tinggal. Nanam pohon dulu pernah, next…perlu diperbanyak.
Reply
Nopember 21st, 2009 at 21:43
wah, bener juga mas….! aku baru ngerti! seumur hidupku ini, perasaan baru pernah nanem pohon klengkeng 2, pohon jeruk 1, pohon salam… berarti lumayan membantu.
Reply
Nopember 22nd, 2009 at 11:40
kang, jarene Bruno longsor yah?
Reply
Nopember 22nd, 2009 at 15:01
hidup petaniiiii…!!!
Reply
Nopember 24th, 2009 at 00:37
saya menanam pohon anggur di rumah, maklum di pekarangan dah ga ada lahan lagi, itu bisa ngurangin gombal worming eh **global warming** juga kan??
Reply
Nopember 24th, 2009 at 22:11
saya baru mau nanam mas
Reply
Nopember 26th, 2009 at 14:18
Hidup penuh perjuangan, kadang susah kadang senang. Tapi kalo susah terus gimana yo maz yo??
Reply
Nopember 26th, 2009 at 20:30
Memang masih banyak yang baru sekedar berbicara teori, padahal yang penting adalah aplikasinya.
Wah kalau ketemu mas Totok mesti hati-hati…tapi sekarang kan memang lagi musimnya orang lebih suka berbicara daripada bertindak..walau saya percaya yang diam tapi langsung melakukan tindakan juga banyak, namun tak terlihat.
Reply
Nopember 30th, 2009 at 00:42
cilakanya, kalo cuman abab dan teori yang ngabisin kertas dan pohon itu kok nggak di perkirakan sebagai percepatan rusaknya bumi yo mas… wkwkwkwk
Reply
Desember 20th, 2009 at 18:46
apiiiiikkk tenaaaaannn….
Reply
Januari 6th, 2010 at 14:13
aku wes urun nandur wit tomat, wit cabe, karo wit-witan.. nang ngarep kosku… :d lumayan ngurangi panas ‘global warming’… ra meng urun abab lan teori…whuahahaha (copy pasti mas suryaden
…peace..kang.)
Reply
Februari 20th, 2010 at 18:57
kakek & ayah saya punya kebun coklat..tp cita cita saya pengen punya kebun albasiah kya mas Genthokelir ini,jadi jurgan albasiah + ikut menyelamatkan dunia dari isu global warming,amiiin..hehe..
Reply