Embrio paguyuban Komunitas Jeep 4 X 4 Purworejo akhirnya lahir dengan di tandai perjalanan ke desa Giyombong Kec Bruno Kab Purworejo dengan sebutan PAKUJIWO ( paguyuban komunitas jeep purworejo ).
Paguyuban yang di sepuhi oleh abah Menot ini memberanikan diri untuk mengambil bagian dalam rasa sosial menyambangi serta mengulurkan tangan berbagi dalam musibah tanah longsor yang menimpa saudara saudara kita di desa Giyombong , Kec Bruno , Kab Purworejo.
Desa Giyombong adalah salah satu desa di Kecamatan Bruno yang terletak di atas pegunungan sebelah utara Kabupaten Purworejo ini adalah desa yang di kelilingi Hutan Pinus milik Perhutani dan terletak terpencil serta akses jalan masuk ke desa yang sangat susah.
Musibah tanah longsor yang menimpa s audara kita di Desa Giyombong ini mengakibatkan 55 Kepala keluarga terpaksa kehilangan rumah tinggal nya dan sementara harus tinggal di posko posko yang didirikan pemerintah ataupun teman teman peduli bencana, Letak Desa Giyombong yang berada di kiri kanan perbukitan serta akses jalan yang susah ini membuat penanganan ataupun penyaluran bantuan memang relatif terlambat .
Hari minggu 6 Desember 2009 teman teman PAKUJIWO 4×4 Purworejo yang bekerjasama dengan PATCO ( Purworejo Advedture Trail Comunity ) tergerak melakukan kegiatan untuk menyambangi serta bersilaturahmi ke Desa Giyombong tersebut serta sebagai bentuk tali kasih kemudian bahu membahu untuk mengumpulkan Sembako guna di bagikan kepada Masyarakat yang terkena Musibah Tanah logsor di desa Giyombong tersebut.
Perjalanan teman teman Pakujiwo 4×4 yang di mulai pukul 09.00 wib dari purworejo ini di kawal oleh teman PATCO 2×1 yang secara sukarela mencarikan jalan jalan yang bisa di tempuh, nampak sekali rasa solidaritas yang tinggi antara petualang Sepeda motor trail yang rela
berhujan hujanan untuk mencarikan serta mengarahkan jalan yang harus kita tempuh ke arah desa Giyombong.
Perjalanan ini sempat terhambat karena awalnya akan melalui Desa Cepedak namun di jalan ini terhenti karena masyarakat Desa Cepedak sedang melakukan pengecoran jalan setapak di Desanya dan mereka tidak memberikan Akses jalan nya walaupun Negoisasi penggantian material akan kita berikan serta di ganti karena di lewati kendaraan yang mengangkut Sembako, Negoisasi yang alot ini akhirnya menghasilkan keputusan yang pahit karena terpaksa kita harus mencari jalan memutar dan melalui jalan yang ternyata sangat Berbahaya.
Tapi karena di dasari rasa persaudaraan yang tinggi terhadap masyarakan yang terkena musibah tanah longsor di Desa Giyombong tersebut maka teman teman Pakujiwo 4×4 serta PATCO akhirnya memilih mencari jalan lain untuk menuju desa tersebut.
Kerjasama yang baik antara teman teman PATCO yang di sesepuhi oleh bapak Heri dan mas Muh ini membukakan jalan untuk kendaraan kendaraan yang mengakut sembako untuk korban tanah lonsor, teman teman petualang motor trail yang berjumlah kurang lebih tigapuluh orang ini bahu membahu mencarikan arah serta melakukan survay jalan yang akan di tempuh, hingga hampir semua kendaraan pengangkut sembako bisa sampai pada tujuan.
Perjalanan yang memakan waktu sehari penuh ini di ikuti oleh beberapa jeep antara lain adalah milik Abah Menot ( Willys ) Om Timbul (landrover) om Eko ( landcruiser ) om Koko ( landrover ) Om Bangun ( Taft ) om Rony ( Landcruiser ) om Arif ( CJ 5 ) om Heri ( landcruiser ) om Marto ( LJ 80 ) om Hari ( landrover ) om Novi ( landrover ) saya sendiri ( SJ 410 sieera )
Medan yang terjal serta jalanan yang menanjak serta licin dilalui dengan berbagai kesulitan pada tanjakan pertama kendaraan Abah Menot mengalami kendala pompa bensin dan kemudian di atasi dengan membuat saluruan bensin sementara hingga pemberhentian pertama dan makan siang yang kemudian di pasang pompa elektrik.
Sampai di Pos pertama ini akhirnya meninggalkan kendaraan om Marto ( suzuki LJ 80 ) yang mengalami masalah pada 4×4 di mobilnya , kemudian setelah makan siang perjalanan di lanjutkan ke arah desa Giyombong dengan di awali oleh teman teman pengendara roda dua.
Gerimis mulai berjatuhan di siang itu yang kemudian di sertai kabut yang menyelimuti perjalanan melewati bukit bukit yang terjal dan licin akhirnya membuat mobil Willys lansiran tahun sebelum saya lahir milik abah Menot terhenti karena Radiator meledak di tengah tanjakan yang kemudian di susul mobil om Bangun yang bermasalah pada 4×4 yang di seret oleh mobil pak Eko akhirnya juga harus terhenti di tanjakan ke dua ini, penumpang serta bahan
sembako akhirnya di pindahkan di beberapa mobil lain yang berhasil naik.
Kesulitan untuk mencapai desa Giyombong ternyata berlanjut ketika menemui jalan yang terputus di kiri tebing yang akhirnya teman teman Pengendara Motor membuatkan jalan semampunya dan di lanjutkan oleh kendaraan om Timbul sebagai leader selalu mencoba membuka jalan dan terpaksa juga mengurangi muatan sembako , setelah terbebas dari tebing jalan yang terpotong hujan deras melengkapi kesulitan perjalanan menuju Desa tersebut padahal perjalanan masih separoh dan waktu telah menunjukan pukul 16.45 wib kabut juga semakin menebal namun hal tersebut tak menyurutkan teman teman untuk mendatangi korban Longsor di Giyombong.
Dengan sangat telaten om Timbul harus bolak balik untuk menarik beberpa mobil yang sempat bermasalah dan mengalami kesulitan di jalan karena memang Land rover milik om Timbul yang memiliki kelengkapan dalam Adventure ini, berkat support dan solidaritas teman 2 saya berhasil menaikan mobil saya yang relatif kecil dan terbilang lincah tanpa harus di winc atau di tarik oleh kendaraan lain, mungkin karena faktor enggine dan berat mobil saya paling ringan di antara teman teman dan di dukung kebiasaan tinggal di gunung kelir.
Hujan sangat lebat mengguyur jalanan yang terjal hingga malam menjelang namun semangat teman teman terus berkobar kemudian saya melihat perjuangan kawan kawan PATCO seperti Pak Hari dkk termasuk mas Muh yang rela bolak balik dengan basah kuyup memantau perjalanan kita ( bahkan mungkin tanpa bentuan teman 2 PATCO kita bisa tersesat )
Menjelang Sholat Isha semua bisa mencapai di Rumah bapak Sekdes desa Giyombong yang di sambut juga oleh bapak Kepala Desa serta warga yang juga menunggu kedatangan kita.
Ramah tamah pun di mulai yang dengan haru mereka berjabat sebagai saudara dalam musibah sempat terdengar juga bahwa belum sedikitpun akses jalan menuju desa Giyombong tertuang aspal , jadi memang aspal belum ada sama sekali.
Penyerahan Bantuan Sembako dari teman Pakujiwo 4×4 di wakili oleh sesepuh nya yaitu Abah Menot secara simbolis yang kemudian juga uluran bantuan dari teman teman PATCO di wakili oleh Pak Hari yang juga selaku pengurus IOF, terselip rasa haru atas jalinan persahabatan dan solidaritas yang memang di bangun dan terpupuk sewaktu mengadakan petualangan yang tentu saja di landasi rasa persaudaraan serta setia kawan yang tinggi.
Mungkin secara material apa yang di berikan teman teman PAKUJIWO 4 X 4 dan teman teman PATCO yang tergabung bersama di organisasi IOF memang tak berarti menggantikan Kerugian dan kehilangan serta Kesedihan warga yang terkena musibah tanah longsor namun mudah mudahan kedatangan teman teman yang mengorbankan waktunya untuk bercengkerama bersama mereka mampu memperingan beban kesedihan yang mereka alami
Terima kasih untuk semua teman teman yang berpartisipasi dalam kegiatan ini semoga apapun bendera serta Organisasinya tetapi akan selalu bahu membahu dalam membangun sebuah kehidupan serta semoga solidaritas yang selalu terpupuk saat berpetualang akan berkembang menjadi solidaritas dalam kehidupan sehari hari.
Tak lupa juga terima kasih buat semua rekan rekan yang berkenan ikut menyumbang dalam kegiatan ini meskipun tidak ikut mendatangai namun amanat anda tetap kami sampaikan.
Sukses Untuk PAKUJIWO ( Paguyuban Komunitas Jeep Purworejo ) 4×4 Purworejo dan PATCO ( Purworejo Adventure Trail Community ) 2×1 Motor trail Purworejo
Popularity: 13% [?]
Tags: bruno, Desa, jeep, jip, jip 4x4, musibah, offroad, pakujiwo, patco, pengalaman, pesan, purworejo, rakyat, rumah, sepeda motor, Suzuki modif, trail

Desember 7th, 2009 at 17:46
Luar biasa, pikiran saya selama ini tentang dunia Offroader cuma untuk senang2 dan jalan-jalan, ternyata bermanfaat juga ya. Siapa lagi yang bisa menembus medan kayak gini kalau bukan 4×4. Salut Mas semoga lebih memberi manfaat bagi banyak orang club-nya.
Reply
Desember 7th, 2009 at 18:35
mangtafff
jadi pengen nich
Reply
Desember 7th, 2009 at 20:15
Jan mantap gan! ituh videonya exstrem.. hemm
Reply
Desember 7th, 2009 at 21:15
Assalaamu’alaikum
Sahabat dirai dan dijemput ke Laman Menulis Gaya Sendiri untuk menerima AWARD PERSAHABATAN – YOU’RE A GREAT BLOGGER sempena ULANG TAHUN PERTAMA laman saya. Salam mesra dari Port Dickson, Negeri Sembilan, Malaysia.
SITI FATIMAH AHMAD
# juga sahabat yang pernah berkomentar di laman saya dan melihat iklan ini, bimbang saya tidak sempat ke laman sahabat pula kerana terlalu ramainya..
Reply
Desember 7th, 2009 at 22:33
Manteb nan kethokke…marai ngiler pol….
Reply
Desember 8th, 2009 at 06:14
Hobine sampeyan samsoyo larang, Mas…
*ada niat jadi politikus, Mas?, Bupati Purworejo, barangkali?*
)
Kiprahmu semakin mendebarkan… kutunggu kabarmu untuk lebih berkembang lagi
Reply
Desember 8th, 2009 at 19:00
kapan aku diajak pisan iki….
Reply
Desember 10th, 2009 at 08:35
mantap tenanan itu mas tok…
tetap menyalurkan hobbi, namun tidak melupakan aksi sosial
top deh…
Reply
Desember 10th, 2009 at 15:43
sangarrrr….
Reply
Desember 13th, 2009 at 23:45
Sudah merambah ke offroad,keren. Salut niat mulia berbagi buat sesama.
Salam
Reply
Desember 14th, 2009 at 10:24
mblasuk alas
Reply
Desember 17th, 2009 at 17:45
TOP!!!
ini baru namanya pembalap yg baik hati
mas cocok deh jalan2 kesini. di lokasi field minya jalanannya masih kayak gitu tuh
Reply
Desember 20th, 2009 at 14:24
keren banget mas
Reply
Desember 22nd, 2009 at 22:21
wuih…!
sangar tenan..!
mantap kang..!
Reply
Desember 24th, 2009 at 12:07
kekny a asik bisa bertualang sambil membantu sodara yang sedang ditimpa musibah…
Reply
Desember 25th, 2009 at 20:35
muangstabs dah….. nggga sportnya ngga sosialnya om (applause)
Reply
Desember 27th, 2009 at 20:25
Plus plus plus… ya olah raga badan ya olah raga jiwa.
Reply
Januari 1st, 2010 at 07:56
wiihhh… seru juga nih offroadnya.. kapan2 saya boleh dunk ngikut? INi di purworejo ya??
Oia, ada UNDANGAN BAGI@ BUKU GRATIS NIh…. kalo berminat silahkan berkunjung ya….
Reply
Januari 22nd, 2010 at 17:19
ok, tenan
boleh dong, gabung dengan patco
Reply
Februari 23rd, 2010 at 22:32
Luar biasa, pikiran saya selama ini tentang dunia Offroader cuma untuk senang2 dan jalan-jalan, ternyata bermanfaat juga ya. Siapa lagi yang bisa menembus medan kayak gini kalau bukan 4×4. Salut Mas semoga lebih memberi manfaat bagi banyak orang club-nya.
SALAM TO ALL KHUSUS MAS EKO
Reply
Maret 16th, 2010 at 16:22
off road…wooow I like it !!!!!
Reply
Mei 28th, 2010 at 13:42
Luar biasa, pikiran saya selama ini tentang dunia Offroader cuma untuk senang2 dan jalan-jalan, ternyata bermanfaat juga ya. Siapa lagi yang bisa menembus medan kayak gini kalau bukan 4×4. Salut Mas semoga lebih memberi manfaat bagi banyak orang club-nya.
SALAM TO ALL KHUSUS MAS EKO
Reply
Juni 4th, 2010 at 10:30
offroad goooo..!!!
Mantap gan… mudah2an offroadd bukan hanya utk kegiatan hura-hura… tapi bermanfaat bagi sesama dg mengemban misi sosial…
Reply
Juni 4th, 2010 at 13:41
Luar biasa, pikiran saya selama ini tentang dunia Offroader cuma untuk senang2 dan jalan-jalan, ternyata bermanfaat juga ya. Siapa lagi yang bisa menembus medan kayak gini kalau bukan 4×4. Salut Mas semoga lebih memberi manfaat bagi banyak orang club-nya.
SALAM TO ALL KHUSUS MAS EKO
Reply
Juli 9th, 2010 at 10:37
salut abis…..gak nyangka ada komunitas jip di tempat kelahiran ibuku tercinta yang sudah tiada…. walaupun aku lahir dan besar di Jakarta, namun darah bagelen purworjo tetap mengalir di tubuhku.. pengen pulang kampung deh rasanya…. salam perkenalan ya mas semua…
Reply