Baru baru ini Empat kambing peranakan etawah (PE) Ras Kaligesing dari Kabupaten Purworejo berhasil mengharumkan nama Purworejo dalam Lomba dan Kontes Ternak Nasional yang digelar Departemen Pertanian di Asrama Haji Donohudan Boyolali
Dari keempat Kambing etawa yang menjadi ikon Ternak serta kambing Galur Kabupaten Purworejo sekaligus mampu membuktikan keunggulan Provinsi Jawa Tengah sebagai daerah penghasil ternak berkualitas.
Prestasi itu sekaligus mengantarkan Provinsi Jawa Tengah sebagai juara umum kontes tersebut. Provinsi Jawa Tengah mengirimkan 12 ekor kambing dan enam ekor di antaranya berasal dari Kabupaten Purworejo. Dari enam kelas yang diperlombakan, empat juaranya disabet kambing PE dari Kabupaten Purworejo.
Berita Lengkapnya lihat disini.
Namun jika kita menilik kebelakang di balik semua prestasi yang gemilang tersebut sampai hari ini belum ada peran peran yang berarti yang telah dilakukan pemerintah atau dinas terkait untuk melakukan supporting terhadap para peternak yang berada di pedesaan.
Minimnya perhatian pemerintah saat ini hampir di rasakan seluruh peternak di desa Donorejo dan Sekitarnya hal ini terlihat dengan tanpa adanya penyuluhan serta pembimbingan dalam tatalaksana peternakan di desa
Para Peternak kambing etawa umumnya mengambil pilihan atas inisiatif sendiri dan berkembang secara tradisional padahal sebenarnya banyak cara untuk menanggulangi kemungkinan kemungkinan yang banyak menghambat perkembangan serta pelestarian Kambing PE.
Bibit Waluyo Selaku Gubernur Jawa Tengah telah melakukan larangan keras kepada peternak untuk menjual ternak kelas bagus atau unggulan ke Luar Negeri itu mungkin sebentuk Kebijakan yang jika di sikapi dengan baik akan melindungi Keberadaan serta Kelestarian Kambing Etawa namun masalahnya sekarang adalah ketika para peternak yang memiliki kambing etawa untuk unggulan tersebut tidak secara keseluruhan memiliki latar belakang ekonomi yang kuat yang tentu saja sewaktu waktu bias menjual ternaknya kepada siapapun yang berani dengan harga tinggi termasuk masuknya pedagang dari Malaysia .
Pemerintah Purworejo , Jateng serta DIY secara detail bisa jadi tidak tahu kalau selama ini orang Luar Termasuk Malaysia telah beribu ribu jumlahnya dalam membawa ternak Kambing Etawa Ke luar Negri , bahkan pernah juga menitipkan orang untuk belajar beternak kambing etawa di salah satu Desa di Kec Girimulyo Kulonprogo yang berbatasan dengan Kab Purworejo.
Kepedulian Pemerintah Purworejo menurut kami selaku Peternak masih sebatas mengakui atau membanggakan Kambing Etawa sebagai Galur ras Jawa Tengah namun belum menyentuh untuk memberikan solusi atas masalah masalah yang menimpa para peternak.
Penyuluhan terhadap Kemandirian usaha Kambing serta penyuluhan apapun yang berkaitan untuk pengembangan masalah ternak sampai hari ini belum tersentuh sama sekali oleh Pemerintah.
Bahkan lebih Ironis lagi anggota dewan yang berada di tengah tengah sentra pengembangan Kambing Etawa juga sama sekali tidak membuahkan efek yang segnifikan untuk para peternak kambing etawa.
Kambing Etawa Ras Kaligesing sebenarnya adalah merupakan kekayaan material serta Intelektual yang di miliki Kab Purworejo yang harus di gali setiap sisi manfaat serta di kembangkan untuk mensejahterakan masyarakat itu sendiri. Namun semestinya juga harus mendapatkan bimbingan serta arahan yang jelas dalam menghadapi banyak kendala berat yang di alami masyarakat.
Dalam satu contoh pada bulan bulan tertentu harga jual Kambing Etawa ini sangat melemah karena umumnya masyarakat mengalami kebutuhan ekonomi yang mendesak seperti membayar sekolah di tahun ajaran baru atau saat bulan bulan orang memiliki hajat atau mendekati Lebaran biasanya masyarakat peternak tak mampu lagi menahan himpitan kebutuhan uang hingga akan dengan mudah ternak nya di lepas atau di jual dengan harga yang murah, Kesempatan seperti ini biasanya di gunakan oleh para spekulan pasar baik dari dalam negri maupun dari luar negri termasuk Malaysia .
Yang lebih heran lagi ada sebagian masyarakat yang berbangga karena Ternaknya di kirim ke Malaysia
Pusat Pengembangan atau Pelestarian Kambing Etawa yang ada di Kec Kaligesing saat ini tidak mewakili kebutuhan Informasi serta tak mampu menjawab kebutuhan para peternak dalam banyak hal termasuk pengobatan serta sarana yang lain.
Jikala Hal ini akan terus berkepajangan lantas siapa yang paling di salahkan kalao akhirnya para peternak Kambing Etawa Ras Kaligesing akhirnya tak memiliki ternak dengan Kwalitas yang bagus atau bahkan tak menutup kemungkinan suatu saat nanti kita harus mendatangkan Ahli dari Malaysia untuk memberikan penyuluhan beternak Kambing Etawa yang Baik……?
Popularity: 7% [?]
Tags: belajar, blogger, Desa, donorejo, Gunung Kelir, Gunungkelir, hotspot, Kambing Etawa, pemimpin, pengalaman, purworejo
Agustus 26th, 2010 at 20:31
pejabat lan pemerintah setempat lagi ribut rebutan tahta kang, nek ngurusi wedhus podo wegah mungkin
Reply
nurrahman Reply:
Agustus 26th, 2010 at 20:49
*bakalan pilkadal putaran kedua, podo milih “kadal”, wedhus ra ono sing melu,hehehe
Reply
genthokelir Reply:
Agustus 26th, 2010 at 21:19
wakaka nek wedus melu milih wedus wakakaka tapi nggak ikut jadi milih buaya atau tikus wakaka
Reply
Agustus 26th, 2010 at 20:40
betul juga ya! bisa jadi nanti kambing etawa diakui sebagai kambing malaysia… (doh)
Reply
genthokelir Reply:
Agustus 26th, 2010 at 21:20
bener lho kang soale dah ada yang studi di tetangga
Reply
Agustus 26th, 2010 at 20:41
bentar lagi pasti di klaim malaysia
Reply
genthokelir Reply:
Agustus 26th, 2010 at 21:22
iya mas mesakne nasib kambing Ras Kaligesing
Reply
Agustus 26th, 2010 at 20:49
Etawa etawa ayo ketawa..
Reply
genthokelir Reply:
Agustus 26th, 2010 at 21:23
ktawa tawa
Reply
Agustus 26th, 2010 at 21:02
ayo… mari..
selamatkan kambing etawa
Reply
genthokelir Reply:
Agustus 26th, 2010 at 21:24
mari lestarikan
Reply
Agustus 26th, 2010 at 21:47
sebenarnya turut nerasa prihatin, tapi prihatin saja kayaknya tidak cukup untuk menyelamatkan aset bangsa tersebut
Reply
Nina Reply:
Agustus 27th, 2010 at 15:15
piye carane om
Reply
Agustus 26th, 2010 at 23:22
Ndang dipatentkan kang…. rasah nunggu uluran tangan pamarentahe dewe… peluh… males mikir…males kerjo nyoto…hari-hari sibuk ngurus birokrasi thok… mental warisan penjajah senengane “NGANTOR” lan bangga nek disebut “WONG KANTORAN”.
Yen ono rakyate sing prestasi terus ngakuaku prestasine dinas terkait..padal ra tahu ngenehi perhatian. marakke mangkel wae nyawan lagakke oknum2 pamarentahan.
Reply
Xitalho Reply:
Agustus 26th, 2010 at 23:24
Hayo percoyo po ora? Indonesa ki asline ra nduwe “PEMIMPIN” nduwene “PENGUASA”
Reply
Nina Reply:
Agustus 27th, 2010 at 15:15
percaya mas
Reply
Agustus 27th, 2010 at 00:54
bahaya juga kalau kambing itu sampai diganyang..
mari kita lestarikan fauna kambing..
Reply
Nina Reply:
Agustus 27th, 2010 at 15:16
setuju mas mari lestarikan kambing etawa
Reply
Agustus 27th, 2010 at 10:21
astagaaaaa malaysia …malaysia…
besok besok belajar bikin sate tikus atau gule tikus yah
EM
Reply
Nina Reply:
Agustus 27th, 2010 at 15:16
untuk apa gule tikus mbak hehehe
Reply
Agustus 27th, 2010 at 15:13
supoyo ora di claim Malaysia..ayo tho sepet disebar ke seluruh Indonesia.. mulo ojo di dhol larang.. mengko dho ra kuat tuku.. suwe-suwe iso punah koyo ayam Pelung.. Kellarangan malah saiki keno flu burung.. mati kabeh.. mengko bakal ono .. kambing mati kabeh..
Reply
genthokelir Reply:
Agustus 29th, 2010 at 16:30
kena jual murah kok mas wakaka monggo silahkan main kesini banyak kambing murah kok
Reply
Agustus 27th, 2010 at 15:50
Diakui malingsial malah brabe? (lmao)
Reply
genthokelir Reply:
Agustus 29th, 2010 at 16:30
lha rak repot ta mas
Reply
Agustus 27th, 2010 at 18:18
selamat atas prestasi terbaik yang diraih oleh kambing2 ettawa purworejo, mas totok. sayangnya, potensi lokal yang luar biasa ini belum mendapatkan perhatian serius dari pemda, baik purworejo maupun jateng. semoga pihak2 terkait membaca tulisan mas totok ini agar kambing ettawa purworejo beserta para peternak memiliki prospek yang jauh lebih baik.
Reply
genthokelir Reply:
Agustus 29th, 2010 at 16:31
siap pak makasih support nya
Reply
Agustus 28th, 2010 at 10:40
Hmm… kalau susu kambing di Indonesia sini belum populer ya?? Padahal di Perancis banyak susu kelas satu berasal dari susu kambing.
Reply
genthokelir Reply:
Agustus 29th, 2010 at 16:31
betul pak masih dalam tarap pengembangan ke arah pemerahan susu kambing etawa
Reply
Agustus 28th, 2010 at 20:34
Selamat ya Mas atas prestasi Etawa Purworejo. Prestasi itu sepatutnya dibanggakan dan ditularkan kepada masyarakat luas. Biarin deh pemerintah tak peduli, yang penting kita terus berkarya dan berusaha untuk kehidupan yang lebih baik.
Aih… rasanya ingin ke Gunungkelir. Kayaknya patut dipikirkan jalan-jalan ke sana pas lebaran nanti, hehehe…
Reply
genthokelir Reply:
Agustus 29th, 2010 at 16:32
harus di agendakan untuk maen kesini om jangan kawatir tersesat telpon dulu nanti kita jemput
Reply
Agustus 29th, 2010 at 09:41
kalau dibuat sate mak nyuss…..
Reply
genthokelir Reply:
Agustus 29th, 2010 at 16:33
seger lah
Reply
Agustus 29th, 2010 at 21:13
Nek rono mbok yo-o aku di pethuk tho Mas.. mengko ndak nyasar..
kirim tho lewat email tilpon ne sampeyan lan alamat te .. supoyo iso meninjau hasil peternakan ne sampeyan …
Reply
Agustus 30th, 2010 at 09:29
setidaknya kalo di klaim malaysia, blog ini jadi saksi online nya..heee
Reply
September 24th, 2010 at 22:07
secara amnya kambing ettawa itu sendiri memang dari indonesia… di pihak malaysia tidak terlintas untuk menyatakan bahawa kambing ettawa itu kepunyaan kami (malaysia). kami,penternak di malaysia melihat keunggulan kambing ettawa indonesia amat sesuai dengan iklim malaysia dan amat2 bagus untuk dijadikan kambing ternak kerna susu perahnya dan kualiti dagingnya. begitu juga apabila penternak malaysia mengimport kambing2 boer dari australia…adakah kami berkata bahawa kambing2 tersebut akan di asimilasikan menjadi kambing malaysia. tolong la buka minda kamu…kami cuma mahu menolong. para penternak kamu mempunyai pengalaman jauh lebih baik dari penternak2 di malaysia, jadi apa masalahnya sekiranya kita bertukar2 buah fikiran dalam bidang penternakan.. kami begitu teruja apabila melihat industri penternakan di indonesia yang lebih berdaya saing berbanding di malaysia. walau apapun, kambing ettawa indonesia tetap menjadi salah satu pilihan para penternak kambing di malaysia.
Reply
Oktober 3rd, 2010 at 08:17
kasih modal dong pak gubernur ke warga jawa tengah biar perekonomian masyarakat meningkat dgn cr ternak kambing etawa
Reply
Nopember 22nd, 2010 at 16:01
kalau diternak daerah depok bogor apa bisa bagus ya hanya, ngadepi pensiun pengen juga
Reply
Desember 13th, 2010 at 11:35
Inspiratif untuk dicontoh…
Saya lagi kepikiran beternak PE untuk menghidupi serta membekali anak2 pesantren agar bisa mandiri.
Ada pengusaha PE yang bisa saya kunjungi untuk berbagi ilmu ??
Terima kasih sebelumnya.
Reply
genthokelir Reply:
Desember 15th, 2010 at 21:59
bapak silahkan berkunjung di web http://www.kambingetawa.org
Reply
Juli 25th, 2011 at 06:52
WASPADA ! DENGAN DISAKSIKAN TUHAN ALLAH SWT. SUKIJO GUNUNG PENTUL, KARANGSARI, PENGASIH TENAGA BENGKEL SEPEDA MOTOR UTARA MASJID AGUNG WATES ADALAH PENADAH DAN PEMAKAI BARANG-BARANG CURIAN, KERUGIAN PARA KORBAN MENCAPAI 75 JUTA RUPIAH. PENGIRIM BERITA PAIJO INTEL
Reply