gensetBeberapa hari di jakarta serasa nggak nyaman sekali setelah lama di desa begitu nyaman senyap dan tenang tapi sebenarnya yang lebih bikin nggak nyaman ketika di jakarta adalah ketika tidak bisa online dengan leluasa seperti di rumah ,nggak bisa nengok tulisan teman bloger bahkan malam sabtu ketemu Pak Sawali ,Pak Ersis,Mas Iman,Mas Daniel,Mas Ardyansah ,mbah Kyai slamet,Pak Marsudianto,Mas Andy MSE,kisandono ,bangpay dan banyak teman bloger pakeannya keren keren lain cuman sayang harus terpenggal karena saya bangun tidur dan sadar itu mimpi hahahahahaha.

saya hanya bisa menengok beberapa tulisan teman bloger dan sekedar membaca tanpa komentar karena online terbatas sekali ,maklum lah sangat terbiasa di rumah BW melimpah dan dengan sangat leluasa sekali membaca postingan teman teman bloger.

maka sesegera mungkin urusan di jakarta saya percepat memasukkan beberapa Invoice yang sudah tertunda karena lebaran ,memang beda sekali sebagai kontraktor swasta dengan kontraktor dalam negeri ( kontraktor proyek pemerintah ) oh iya jadi ingat ada kawan yang nyeletukin saya ” kontraktor tuh agak gelap” tapi itu wajar saja mungkin karena kaca mata dia melihat beberapa kontraktor yang melaksanakan proyek proyek pemerintah ,memang sudah menjadi rahasia umum ,saya sendiri takut dan tak pernah mendapat kesempatan mendapat proyek pemerintah ,

memang menjalankan proyek pemerintah sangat terjamin dan aman sekali untuk masalah pembayaran nya ,tapi waduh ngeri sekali intrik dan triknya …..( itu lah mungkin yang mejadikan  pandangan kawan saya mengenai kontraktor itu gelap dan negatif )

dalam sebuah usaha apapun tentu sang pengusaha selalu berhitung ( kali bagi tambah kurang ) untuk sebuah keuntungan ,yah pokoknya harus untung walau nggak banyak  sampai kadang harus mepet sekali

ada sesekali bahkan sering kali untuk mendapat keuntungan yang lebih ,tidak jarang melakukan beberapa kegiatan yang sebenarnya merugikan kita secara premanen yaitu mencuri Volume ,mencuri Spek teknis,mencuri spek kontruksi,dan banyak lagi tapi itu biasanya terjadi pada Proyek proyek yang tidak menggunakan Konsultan atau tidak adanya ketegasan dari Owner .pernah satu kali saya ketemu kawan juga sebagai kontraktor ( Kontraktor lokal proyek pemerintah ) dia mengikuti proses saya ketika saya tender kemudian sampai pemenang tender bahkan sampai selesai pelaksanaan dia mengikuti ,dia sangat heran sekali dan menceramahi saya banyak hal , dari proses tender di proyek swasta kita memang benar bertarung secara murni di sini tidak terlalu penting apakah kita adiknya Bupati ,kakaknya Gubernur atau teman teman preman kita banyak ,semua tidak ada pengaruh untuk kemenangan tender ( lain kan dengan proyek pemerintah…..?) yang menpengaruhi adalah harga kita bagus dan track rekord kita baik

pada waktu pelaksanaan semua scedule tersusun dengan rapi kita pun harus mengikutinya dengan disiplin ,apalagi dalam pelaksanaan kita diawasi ketat oleh MK menagement kontruksi  beberapa pengawas dari Konsultan ditambah pengawas Independent dari Owner,pikir kawan saya semua bisa di suap ….ya memang semua bisa di suap tapi harus banyak duitnya , jadi kita malah rugi banyak kan

sampai selesai pekerjaan kita memiliki masa pemeliharaan dan garansi sesuai spek teknis di penawaran tes uji terima yang panjang dan banyak sekali audit dari beberapa pengawas dari konsultan maupun owner pemilik proyek ” waduh repotnya ” kata kawan saya

beda sekali tentu pandangan menurut kacamata kawan saya dia bertanya tanya ” kenapa mereka susah sekali di nego dengan uang …? ”  pertama gaji mereka besar yang kedua mereka mempertaruhkan kredibilitas mereka ” kataku

Nah itu beberapa kenyataan di mana kita bisa mempertaruhkan kredibilitas kita dengan Uang ,tentu kalau keuntungan kita jelas sekali bisa di baca maka nggak bisa kita menyuap pengawas dari beberapa tempat tersebut ,kalo toh bisa di suap memang butuh uang yang sangat banyak,dan kita jelas lebih rugi

dalam beberapa perkembangan profesi pekerjaan seorang pengusaha tentu tak lagi berhitung sekedar meraup keuntungan yang melimpah tapi muncul juga kelanggengan usaha serta nama baik perusahaan atau kredibilitas perusahaan

dalam dilema tertentu satu contoh ketika saya terjebak SPK ( surat perintah kerja ) atau PO ( purchase order ) beberapa bulan lalu dan pelaksanaanya adalah di hari ini ,anda bisa membayangkan saat kita membuat harga beberapa bulan yang lalu dolar masih berkisar Rp 9000 sekarang sudah naik ,nah pada scedule pelaksanaan kita jalankan pada saat kondisi dolar di atas kemarin ,padahal untuk proyek pekerjaan ME ( Mekanikal dan Elektrikal ) tentu harga material bepatokan sekali terhadap dolar .

bayangkan saja kita memiliki tanggungan 2,8 M yang sebagian harga material bergantung terhadap dolar jadi dengan kenaikan dolar yang seperti sekarang berapa kerugian rupiah kita yang harus di tanggung ……?

Tapi itulah resiko kata bapak saya Almarhum ,Dilematis sekali bukan ? dalam satu sisi kita jelas sekali di rugikan secara finansial namun akankah kita mengingkari SPK ,dan disinilah kita mempertaruhkan kredibilitas kita ,

itu salah satu contoh perbandingan uang dan kredibilitas

kadang saat tender sampai pelaksanaan lancar tanpa pernak pernik berarti namun saat penagihan kita terpaksa harus bersabar karena Invoice kita tergantung ,nah disini juga sangat sekali riskan terhadap citra diri kita ,tidak mungkin sekali kita frontal dalam menagih karena disitu nampak sekali kita mempertaruhkan Kredibilitas kita yang tentu sangat berimbas pada proyek proyek yang akan datang.

yah memang sangat luas dan bebas kita dalam memandang profesi yang satu ini karena kebanyakan orang juga mengklaim profesi ini dekat dengan hal yang berbau kejahatan ( Suap ) Pencurian dan yang gelap gelap , itu mungkin karena mungkin kaca mata nya sama dengan kacamata kawan saya yang memandang semua kontraktor seperti kontraktor pelaksana proyek pemerintah yang bisa melakukan banyak hal untuk meninggalkan citra baik dan mempertaruhkan Kredibilitas untuk memenuhi target keuntungan yang banyak ( namun Instan )

dalam satu contoh kawan saya bisa saja mengaburkan spek kambing etawa ketika mendapat proyek untuk pengadaan 6000 ekor kambing untuk peternak di suatu daerah ….. anda bisa membayangkan ketika Spek kambing yang di minta beda dengan yang dikirim  ,kambing yang diminta dengan kriteria A seharga Rp 3,5 juta sedang ia mengirim kambing lokal kriteria C yang harganya berkisar Rp 700 ribuan ,fantastis bukan keuntungan yang di raup kita dapat menghitungnya dengan harga rata rata,ditambah oprasional 10 % plus sogok sana sini anggaplah total modal Rp 1,5 juta per ekor,jelas keuntungannya adalah Rp 2 juta kemudian kalikan 6000 ekor kambing ( jumlahkan sendiri hehhe)

tentu muncul pertanyaan kenapa hal itu bisa terjadi dan jawabnya adalah karena bisa mengkesampingkan masalah kredibilitas. kredibilitas seorang kontraktornya kredibilitas konsultan pengawas ,kerena bukan lembaga yang profesional yang membidangi hal tersebut dan kontraktor  berfikir toh petugas dan pengawasnya mau di sogok,dan sederet hal yang memang sangat basah dengan kesempatan uang ,jadi akhirnya profesionalitas di buang ,kredibilitas dikesampingkan dengan berbagai dalih untuk mendapatkan uang secara Instan dan banyak.

tapi biarlah itu terjadi toh saya bukan pelaku di antara keduanya cuman kadang sekedar risau ketika saudara dari bapak ,teman istri,saudara mertua ,kawan yang lain memandang saya dengan kacamata seperti itu ,tapi itupun juga tidak terlalu berpengaruh terhadap laba rugi perusahaan saya ,ya karena saya anggap wawasan mereka sempit dan kita yang harus maklum ,bahkan saya memiliki kawan blogger yang juga menggelikan memandang profesi saya ,dia bilang ke saya ” wah bisa dong nyuri semen ” hahahaha dalam hati saya apakah kontraktor itu selalu membangun dan sekedar pelaksana bangunan yang bergaul dengan semen ” padahal saya Kontraktor Mekanikal Elektrikal. pernah juga  suatu kesempatan saya pengen di kenalkan dengan seorang teman yang memiliki kolega atau keluarga seorang pejabat yang berpengaruh ” Pak Totok saya pengen mengenalkan anda dengan pejabat yang punya palu dalam setiap proyek pemerintah dan sekarang baru mau bangun Rumah sakit daerah ” saya heran apa lagi dia meneruskan ajakannya ” dan nanti saya juga akan kenalkan beberapa supplier semen yang bisa murah sekali dan bisa di bawah harga pasar” saya cuman ketus saja hehehe” makasih deh lain waktu saja ,saya bukan kontraktor bangunan dan saya nggak ada hubungan nya dengan semen hehehe”

memang siapa sih yang tidak ingin meraup uang banyak dengan mengalikan keuntungan namun kita juga perlu mempertimbangkan efek kredibilitas kita di masa yang akan datang ,mungkin juga munafik sekali jika saya bilang kehidupan saya bersih dari hal hal korupsi ,suap dll namun pada kenyataannya ketika profesional kita pada pekerjaan kontraktor dan memiliki proyek proyek swasta memang hampir tidak memiliki kesempatan seperti pada proyek pemerintah ,kenapa …?yah karena pengawasnya memiliki kredibilitas itu saja sudah luas pemaknaanya ,trus masing masing menghargai dan menentukan porsi hak dan kewajiban masing masing,trus muncul jadi gimana dapat untung , di atas BQ ( Bill Quantity ) sudah di muat berapa jasa kontraktor 10 % dan keuntungan dari material ME terpasang fariatif tergantung diskon yang kita peroleh dari supplier .jadi tetap untung meski tidak koropsi dan mencuri spek kan , tentu tinggal pada masalah kesabaran serta moralitas kita .

saya cuma bisa membayangkan alangkah indahnya jikala proyek pemerintah juga di kelola seperti swasta ,mungkin jalan ke desaku bisa awet sampai lima tahun sesuai spek teknis dan memiliki fasilitas Rumah sakit yang berfungsi bagus seperti Rumah sakit Meilia dan memiliki perumnas sebagus Bogor Nirwana ……tapi kapan itu saya belum tahu karena saat ini masih tidak sedikit yang menukar kredibilitas dengan beberapa lembar uang ( Hakim di suap ,Bupati di suap ,Polantas sidang tempat tanpa tilang,DLLAJR seribuan sepanjang jalan,dan banyak lagi)

dan kemudian apakah kita akan menukarkan kredibilitas kita dengan Uang ……..?

menipu beralasan menggaji anak buah hingga berdalih menciptakan lapangan kerja….?

atau kita terjebak sebagai penghujat dan menciptakan pengangguran…..?

atau membuat teori dan seabrek aplikasi tanpa implementasi…..?

atau tren di bilang NATO ( no action talk only ) padahal gelar kita se abrek namun kita tidak berarti bagi sesama dan para pekerja……?

Tags: , , ,

41 Responses to “Antara Uang dan Kredibilitas”

  1. saya dulu bisa menghindari untuk urusan suap menyuap dgn cash money, baik dari owner plat merah maupun yang swasta. tapi saya susah banged menghidari jika dalam konteks entertaint kekeke karena saya juga menikmatinya 😀

    genthokelir :
    dulu saya juga begitu mas ikut terlarut dalam entertainer tapi sekarang bukan kerjaan saya lagi untuk entertain hehehe dan banyak yang lebih baik di tempuh dari sekedar entertain kok lagian konteknya sekarang banyak yang berbeda hem ….tapi memang bergantung kreatifitas kita dan moralitas kita kok banyak cara kan menghidar dari kegiatan itu

  2. Wah banyak proyek ya. Makan makan !!!

    genthokelir :
    biasanya memang selalu ada makan makan Mas kita kumpul anak Yatim dan makan bersama hehehehehe biar mereka berdoa untuk kita juga impas

  3. Semoga dolar ambruk dan rupiah menguat, hehe…
    *soal koneksi internet, kalau saya sedang di kota dan ada sinyal UMTS (3G) koneksi malah lancar. Kalau sedang mblusuk2 pedesaan dan cuma dapat GPRS ya koneksinya thimik2… Hehe…
    Hidup Gunungkelir! keren abis!..
    -desa, bisa banjir bandwidth juga lho-

    genthokelir :
    betul mas Andy je saya pake GPRS timik timik juga hehehe jadi cuma mbaca postingan anda dulu deh

  4. gimana kalo pemerintah di-swastakan saja?
    ^menyiapkan proposal agar dijajah oleh negara lain^
    hehe,,

    genthokelir :
    lho untuk jadi profesional kan gak harus menswastakan pemerintah to mas …cuman kenapa di kantor pemerintah jam 10 masih ngopi baca koran dlsbg jadi gimana dong untu profesional kan gak harus oleh negara lain kan hehehehe jadi nggak nyambung yah hehehe bingung malah saya kok di jajah hehehe makasih mas salam kenal

  5. kehiduoan itu dinamis, mas totok. ada kalanya kita serius, ad apulanya kita refreshing dan santai. urusan bisnis dan finansial itu njuga sangat perlu utk digarap dan dikerjakan, sementara ngbelog, apalagi ngeplurk, haks, itu kan bisa dilakukan ketika ada waktu luang. intinya, jangan mengabaikan pekerjaan utama hanya lantaran ngeblog dan ngepluk. btw, wah, mas totok ternyata malah sudah pernah kopdar, meski hanya dalam mimpi, hiks.

    genthokelir :
    heheh nggih pak Saya juga masih mengutamakan kerjaan kok ntar yang protes minta gaji banyak hehehe makasih support nya pak SAwali

  6. nah, kalau semua kontraktor berpikiran seperti mas gentho, gak ada lagi dong yang perlu dikuatirkan dalam pembangunan di negeri kita.
    semua profesi beresiko untuk main sulap, tapi yang penting kan akhlak pelakunya (profesionalnya).
    hebat juga nih udah ketemu teman blogger, kayak di kampung blagu dong ada semua? hehe!

    genthokelir :
    hahaha nggak begitu Buk saya cuman kecil kok
    oh iya itu masih mimpi kok salam hormat saya bu

  7. nambah ngelmu dunia kontraktor kambing ettawa. Bener-bener baru. Wacana baru, ilmu baru.. Matur kasih share ilmunya!

  8. semoga semua orang mempunya pikiran seperti anda…

    genthokelir :
    wah saya cuman sebagian kecil saja kok big boss yang hebat hebat itu juga banyak yang berfikir seperti itu kok saya cuman mencontoh pemikiran mereka salam dan makasih

  9. anu.., itulah dunia perdagangan.. saia rasa bukan hanya dari segi proyek saja tapi juga meliputi aspek yang lainnya, kita ambil contoh kecil aja…
    seorang sopir mengisi bensin 10 ribu rupiah tapi minta bon kosong dengan harapan dapat dia tulis dengan nominal 50 ribu rupiah…
    (hal seperti ini sering saia jumpai juga, tapi demi perut dan kepuasan dunia mereka, saia gak isa komentar lebih jauh, karena saia juga belum tentu baik di mata mereka..)

    genthokelir :
    hehehe kejadian itu sampe sekarang masih turun temurun mas hehe seperti warisan hehehe tapi yakin kok yang begitu nggak bakalan maju karena transaksi kita dengan Tuhan kok ( dalam hati ) makasih mas eh masih pesing hahaha sori mas soriii

  10. lha kalo tiba2 saya mutasi ke kota pean trus mriksa perusahaan pean kan nanti keder saya sama njenengan??? hahahaha…

    —nunggu mutasi, krn baru promosi—

    genthokelir :
    Monggo mas tak suguhi sate kambing nanti eh laporan pajak saya rapi kok heheheh sukur tambah rapi lagi sama bangpay

  11. Biar dunia menjadi seperti apa tapi prinsip hidup haruslah tetap terjaga mas, tetap semangat

    genthokelir :
    Betul sekali pak terima kasih

  12. Salam pa..
    Saya bekerja juga di bidang kontraktor dan suplier untuk salah satu perusahaan BUMN di bidang oil nd gas Indonesia.. ya dan untuk pengadaan barang dan jasa nya harus melalui tender (kadang atur dan kebanyakan betul2 figth) pada saat proses tender berlangsung tidak ada unag beredar di sana… tapi setelah proses pelaksanaan berlangsung barulah Uang berbicara, mulai dari satpam, penjaga gudang, inspektorat harus kebagian REJEKI, sudah wajib hukumnya, belum lagi kalo proses tagihan, Ruwet lah… kebiasaan yang mengakar menjadi dan mentalitas Instant yang menjadi penyebabnya.
    Saya yakin gaji mereka sudah lebih dari cukup dan fasilitas yang mereka dapat pasti berlebih… Jadi gmana dong pa kalo gitu…??? 🙂 APA KATA DUNIA….!!!! 😀

    genthokelir :
    hahaha itu kembali pada moralitas kita kan mas kalo saya terdidik dari orang yang kecil jadi ketimuran mengakar mas dulu waktu jadi karyawan dengan jabatan yang lumayan Direktur Tehnik disitu banyak sekali hal yang menggiurkan kalau mau terima amplop dari supplier ,subkon,dll banyak mas mungkin mobil saya nggak cuman sejelek waktu itu mas tapi lagi lagi masalah moral ,dan itu saya yakini hingga saya berharga ketika sudah memiliki perusahaan sendiri tapi yang suka menerima sekarang masih bertengger disana terjebak mas sekali lagi tinggal kita bisa bersyukur apa tidak dan moralitas kita kok mas heheheh makasih komentarnya kita berbagi kesusahan mas salam sukses untuk mas

  13. adipati kademangan
    October 20th, 2008 at 18:24

    Sebuah pertanyaan yang pernah saya dapat : Berapakah harga kredibilitas anda ? apakah jutaan, ratusan juta, wanita cantik, Mobil BMW, sebuah pabrik, atau memang tak ternilai …

    genthokelir :
    kalau mobil saya ada trus istri saya juga cantik pabrik saya punya gimana lagi heheheh

  14. Idem pak dg DAIICHI, kbtulan sering maen di dalem bareng 😀 .. kl udh giliran prosesnya tuh .. butuh “oli” untuk melicinkan segala hal. Kalau gk ada “OLI” duh ..keset nya bukan maen .. bahkan bisa mental segala. Gk habis fikir .. mbok ya mending mereka oknum-oknum di dalam itu pasang tarif aja skalian brp kek gitu. Khan kita jg lolos dari Dosa ..brupa SUAP-MENYUAP. Masuk Pintu Security = Rp ?, Bongkar Metarial = Rp ? …etc. Khan gitu enak ..:D he3x.

  15. Terus pertahankan pak, yang penting berkah meskipun tidak berlimpah.
    Nanti akan bertambah, bukankah arti berkah adalah ziyadatul khoir yang artinya bertambahnya kebaikan…
    Kalau nggak ada orang kayak bapak, kapan lagi negri kita berubah…

    genthokelir :
    makasih mas sampean juga pengendali ahlak saya juga maksih mas silo salam terbaik

  16. ckkk… masalah pemerintah ini memang bikin kita berdecak terus…kagum dengan begitu kotornya. sebaliknya, mereka yang bernaung di bawah pemerintahan atau di’kenyangkan’ pemerintah, justru membela mati2an.
    ah, Bung, mungkin kata pemerintah itu diganti saja yah…menjadi pengelola…agar tak semena-mena main perintah..

    mengenai kredibilitas, inilah indahnya hidup!
    penyadaran akan adanya idealisme, memang harus ditanamkan sedari dini yah..thx untuk tulisan yang menginspirasi ini.

    maaf koment nya kepanjangan..

    genthokelir :
    yah idealisme mempengaruhi kredibilitas mbak hehehe dan setuju komentarnya makasih

  17. Di pabrik saya juga mengerikan. Panitia tender harus siap nyali berhadapan dengan preman.
    Tapi kata temen enak jadi kontraktor. Pas ada lelang di pabrik plat merah sering dihadang di parkiran. Langsung dikasih duit dan disuruh balik pulang gak usah ikut tender. Malah bisa nego minta agak banyak! Hehehe tinggal nyali dan moral yang bicara.

    genthokelir :
    Mbah blog sampean kok raiso di bukak kenapa beberapa hari ini

  18. Uang memang bisa melapangkan jalan pada setiap transaksi apapun di dunia ini jadi kita perlu sangat hati-hati

    genthokelir :
    betul jadi aklak kitalah yang mengendalikannya hehehe doain aja

  19. dilematis juga ya.. :mrgreen:

    Genthokelir:
    yah begitulah memang harus memilih diantara dua hehehe makasih

  20. bos proyek matahari mall yang di padang nya di lanjut nggak nih …. mo ikut ngesub heheh sukses selalu bagi bagi kerjaan juga bos

    genthokelir :
    matahari belum maju lagi pasca gempa padang kemarin hahah salam ya tuk kawan kawan

  21. Wow … jujur saja saya kagum, dan bangga soal kredibilitas. Yap, dalam dunia usaha, sebenarnya pada kehidupan sendiri, soal kekredibelan termat penting. Sukses Mas.

    genthokelir :
    Wah Wak Ersis buat saya segan saja itu juga banyak belajar dari Wak Ersis makasih saya sangat terinspirasi juga oleh wak Ersis salam hormat saja

  22. Wah sangat riil, sangat nyata. Tidak berteori muluk-muluk, tetapi langsung pada realitas, saya sangat suka membacanya dan sangat setuju. Kredibilitas menjadi taruhan, namun dengan catatan bagi orang-orang yg memang profesional. Jadi kredibilitas dibangun untuk prefesionalisme. Saya sangat setuju. Mari kita badayakan kinerja yang berdasarkan prefesionalisme dan kredibilitas.

    genthokelir:
    Yah itu cuman memaparkan keadaan saya yang saya alami kok mas heheh makasih dan dari anda juga saya belajar mas

  23. membaca tulisan di atas apakah masih banyak orang yang menilai dan memilah antara kredibilitas dan profesionalitas
    tak sedikit orang yang sekarang telah menukar nya dengan uang pak …kita kan lapar dan butuh beli bensin dlsbg
    jarang Pak saat ini yang seperti tertulis untuk di temui
    tapi salut untuk pesan moralnya

    genthokelir :
    wah memang dilematis sekali mas sisi lain kadang perut lapaer hehehe dulu saya juga mbulet gitu je

  24. saya karyawan di sebuah perusahaan yang bergerak di bidang kontraktor juga pak dan saya sering sekali bertemu banyak hal hal yang sebenarnya menentang nurani saya apalagi ketika kita di titipin sebelum mau tender pak …pernah saya diminta memasukkan uang dalam penawaran katanya untuk mbantu PILKADA ,ada juga yang di bilang titipan dari pak Bupati dll pokoknya itulah macamnya
    senang ya pak maen proyek di swasta nasional jadi nggak ada ancaman preman dan kolega penguasa daerah
    salam kenal pak

    genthokelir:
    Emang itu sering sekali di keluhkan kawan kawan saya juga hehehe gimana solusinya ya h saya nggak mudeng menghidar aja hehehe

  25. Kalo udah tidak nyaman dikota mending pulang kampung bantu-2 ortu nyangkul disawah, kayak pakde sumintar, kerjanya disawah terus

    genthokelir :
    saya juga udah di kampung ngopeni tanaman tower dan panen ISP serta BW hehehe sambil monitor dari nggunung mas

  26. ya emang gitu dah jadi budaya orang kita…

    genthokelir ;
    hehehe saya sekedar mengingati pesan almarhum kok

  27. Wah, Mas yang satu ini ternyata banyak sekali memiliki bisnis offline.
    Bagi orang yang gila nama besar, walaupun rugi atau untung dikit, asal dapat mengerjakan sebuah proyek besar dan akan mengangkat namanya dikemudian hari, apapun dilakukan. Dengan asumsi, pada proyek selanjutnya dia sudah memiliki nama besar dan mendapat kepercayaan lebih dari client. Gimana dengan strategi marketing seperti ini, Mas?

    Walah, Bang Pay malah sudah mempersiapkan pemeriksaan…

    genthokelir :
    wah mas saya kan nggak jadi pegae negri jadi ya harus kemlitik biar kemlamet heheheh strategi yang mas sampaikan itu paling mujarab dan ampuh mas makasih yaaa

  28. ajiibbbb… postingannya berbobot abisss.. gw bingung niy… yg jelas sih… semua usaha tuh ada aturan ngambil labanya.. mungkin itu yg musti kita pegang.. karena setiap langkah itu ada hitungnya dihari akhir…. he..he..

    Genthokelir :
    betul sekali mas karena saya takut hitungan di akhir hehehe doain aja ya mas tahan godaan tahun ketahun mas

  29. Bisa serba salah kalau hidup dilingkungan yang carut marut begitu.

    Genthokelir :
    Untung saya kenal teman teman bloger seperti mas Rafki jadi pengendali juga dari beberapa tulisan nya heheh makasih mas

  30. uang dan kredibiltas = sama-sama penting mas…

    Genthokelir :
    Betul sekali mas sama sama harus berimbang antara keduanya hehehe

  31. bukannya dunia konstruksi dekat dengan dosa? bahkan ada joke klo di neraka itu lebih banyak orang2 di bidang konstruksi. tapi ntar mereka bahu membahu bangun jembatan ke surga. hahahaha… .

    salam kenal pak

    Genthokelir :
    wah bener juga nih entar rame rame bikin jembatan ke Surga ( Nirwana ) saling respon hahahaha

  32. Ada yang bilang: idealisme tanpa bisnis, sama halnya omong kosong. Tapi bisnis tanpa idealisme sama halnya penjahat. Yang paling aman adalah jalan tengah. Begitu katanya…

    gentho :
    setuju mas tanpa idealisme saya bisa kebablasan hehehe

  33. yah memang..
    godaan yang besar seringkali ada..
    tapi berpikir ‘hukuman terberat’ menunggu di akherat….bisa jadi ‘warning’ yang baik buat diri sendiri 😀

    gentho :
    itulah mbak yang saya pikirkan hehehe

  34. saya pengen dapat proyek, tapi dari mana yah?> hehehehehe.. saya bersyukur tidak dekat dengan model begitu. Lebih kecil resiko lebih kecil hasil tapi saya bersyukur masih dalam posisi aman. hehehe..

    gentho:
    hem saya selalu berusaha untuk sangat hati hati dalam hal ini kok mas mending kerja sesuai nurani saja sambil infestasi di bidang lain yang tak beresiko suap hahaha
    selamat untuk kerja keras anda heheh kemarin saya dah baca

  35. Kita punya pandangan dan pola sikap yang sama Boss, hanya rejeki yang berbeda Boss.
    Saya masih harus mengais ngais dengan susah payah kadang dapet seringnya tidak dapet, untuk sekedar menyambung hidup wajar.
    Selamat atas kesuksesan sementara anda, karena kesuksesan berikutnya telah menanti.

  36. / memang vernsiya macem2 ya, karena dalam SEO misalnya faktornya kan banyak sekali, jadi jika semisal satu faktor tidak digunakan mungkin pakai metode lain yang dititikberatkan dan seterusnya seterusnya

  37. “Plus, loving yourself allows you to show others how to love you like you like it.”very cute post and it made me smile – great way to start the day.

  38. 1. email address is sparkle40175(at) hotmail(dot)com2. i follow the blog3. liked & following CLC on facebook4. song; Sara Smile by Hall & Oats; it is the reason i named my daughter Sarah

  39. “grim:I’ve gotten hate mail from agents telling me that owners of their listings have come across negative comments here basically on accident.”Oh. My. God.Someone call the waaaaahmbulance!!!!

Trackbacks/Pingbacks

  1. Kredibilitas,dan Komitmen « Gunung kelir’s Weblog
  2. Tuliskan Saja | Gunungkelir

Leave a Reply

You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>