NurinPagi ini serasa cerah dan kesegaran udara pagi menyeruah ke nafas saya ,meskipun dingin udara puncak kelir menusuki tulang tapi pagi ini terasa indah ,tak ada rasa letih setelah semalam tak tidur mengerjakan final BQ ( Bill of Quantity ) memang melelahkan sebenarnya setelah beberapa hari berkutat dengan gambar trus menghitung volume material ,menghitung lumens lampu dll ,akhirnya pagi itu selesai semua .

Akhirnya semua siap dipertandingkan di arena tender, beberapa penawaran harga dari supplier yang menumpuk di meja berserak bersama lembaran kertas gambar A1 desain Mekanikal & Elektrikal sebuah Hotel di Kedonganan Bali menghiasi ruang kecil saya.

Sesaat iseng ngecek beberapa invoice ( tagihan ) untuk persiapan THR anak anak ,tanpa sengaja saya melihat ada dua amplop di atas meja ruang kecil saya ,satu berlabel ONS warna putih seukuran kertas A4 satu lagi amplop warna coklat khas sampul pos, kemudian saya tanyakan kapan surat ini datang pada Agus ( anak yang selalu berkutat bersama di ruang itu ) “tadi jam tujuh ada dua orang datang pak satu pake seragam POS & GIRO satu lagi pake baju seragam TIKI nah mereka mengantarkan ini pak “ .

who siapapun yang datang memang tak begitu penting yang penting adalah isi yang di bawanya, dari pada penasaran maka saya membukanya satu persatu amplop warna putih berisi : SPK ( Surat Perintah Kerja ) berikut Tanda terima Down Payment sedang kan yang amplop satunya berisi buku Kumcer “ Perempuan Bergaun Putih “ Karya penulis yang selama ini saya kagumi yaitu Pak Sawali Tuhusetya.

Beberapa saat memang agak terlambat dari kiriman yang lain tapi saya tetap berharap sampainya buku tersebut, mungkin orang bilang hanya sebuah buku namun bagi saya sangatlah mahal harganya sebab oleh sang pengarang dan penulisnya .

Mungkin sebagian orang telah mengenal nya ia adalah SAWALI TUHUSETYA , dari kumcer tersebut sampai pada tangan saya adalah merupakan bukti ikatan Emosional yang tinggi ,Predikat beliau sebagai seorang Guru bukan hanya sekedar pengajar namun lebih kepada pendidik dan pemberi contoh ( suri tauladan ) siapa yang nggak kenal pak Sawali sebagai seorang Penulis dan pengarang yang menurut saya pribadi bisa menjadikan kiblat untuk saya belajar sastra ,budaya,bahasa,bahkan budi pekerti ,

Beliau juga Blogger yang sudah lumayan ternama dan banyak melahirkan tulisan yang mendidik ,mungkin juga banyak yang seperti beliau namun yang istemewa dengan kebesaran namanya dan kehebatanya tak membuat beliau menjadi sombong terbukti dengan selalu mendorong dan memberikan komentar yang membangun pada saya walau saya adalah blogger yang masih belajar ,naluri seorang Guru ( Lebih dari Pengajar,Dosen, ) terlihat pada rasa rendah hati beliau dalam menjalin silaturrahmi dikalangan para Blogger.

Memang dapat di jadikan contoh yang baik karena sering saya melihat dan mengamati beberapa Blogger yang merasa sudah hebat dalam menulis ,merasa sudah Top dalam ngeblog lantas melangit ( mengkultuskan sebagai dewa menulis ) dan tidak lagi merasa penting untuk peduli dengan blog orang lain.

Mungkin akan menjadi pedoman juga bagi saya bahwa tanpa pembaca tulisan kita tidaklah ada artinya, bak bintang film tenar pun tanpa penggemar atau penonton tak berarti apa apa begitu pula bos tanpa anak buah, guru tanpa murid , dosen tanpa mahasiswa, pemimpin tanpa anak buah,

Salut Untuk Pak Sawali …Berbagi nggak Rugi memang telah terbukti dari pak Sawali, dan tentu satu kehormatan yang tak terkira atas berkenan Bapak mengajari saya dan menjadi teladan bagi saya.

Tags: , , ,

14 Responses to “Awal Harapan ( salute for Mr Sawali )”

  1. Saya sedang memperhatikan Tags yang njenengan pasang: blogger, guru, penulis, teladan.
    Silahkan kata-kata itu dibolak dan di balik. Dan itu… Pak Sawali bangettt :thumbshup:

    Genthokelir say: heheh mas arif teliti sekali hehe maksud saya mengenai Tag nya ….. terima kasih mas Arif

  2. pak guru Sawali memang moy!…

    genthokelir say : setuju kan pak Sawali Oke

  3. waduh, benr2 mau pingsan baca pujian selangit dari mas totok kayak begitu. biasa sajalah mas totok, saya hanya guru yang kebetulan suka menulis. itu saja. btw, syukurlah kalau kumcer itu akhirnya sampai ke alamat mas totok. saya sempat khawatir, sebab ketika saya lihat resinya, ternyata tertulis purwokerto, bukan purworejo, haks. terima kasih atas apresiasinya, mas.

  4. Saya juga setuju dengan posting ini. 
2 jempol teracung untuk Mas genthokelir dan Pak Sawali.

  5. wah artikelnya sangat inspiratif dan penuh pencerahan..
    thank ya mas..

  6. bilang Pak sawali..kok saya nggak dikasih sih..
    he he..selamat berpuasa ya

  7. akhirnya datang juga 😀

  8. adipati kademangan
    September 22nd, 2008 at 09:27

    Akhirnya “dhemit” perempuan bergaun putih itu mampir juga di kantor sampeyan. Selamat menikmati.

  9. setojo… pak sawali emng TOP abis…

  10. yah.. gini mas,, saya juga pernah punya pmeaalangn di hosting pertama kali saya gunakan.. waktu itu saya make server iix trus pindah ke server us.. gak tau kenapa, blog saya tu kadang2 ke server iix, trus kadang2 ke server us..jadi kalo ada yang komentar, bisa muncul ato tidak,, sama juga dengan waktu posting.. soalnya servernya pindah2.. padahal dns udah terpasang dengan baik..akhirnya saya memutuskan untuk pindah hosting plus domainnya, dan sekarang hosting itu terus saya gunakan untuk blog saya

  11. Glad I’ve finally found something I agree with!

  12. Azért kell elÅ‘tte tájékozódni a Kindlevarázson:-P (A világ minden pontja – ahol van net:-) és szolgáltató, aki együttműködik az Amazonnal.Azért az elÅ‘zÅ‘ téves információt visszavonhattad volna…

  13. Ana Carolina Lima disse:Fá te odeeeiioo, amei o site e a culpa é sua kkkkkk. Obrigada pela dica, essa ideia deles pegarem nosso estilo e fazerem uma vitrine é ótima, facilita nossa vida porque a gente não precisa sair procurando num monte de produtos diversos e que não combinam conosco. Amei! Obrigada!

Trackbacks/Pingbacks

  1. Perempuan Itu Akhirnya…. « Gunung kelir’s Weblog

Leave a Reply

You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>