Larut dan senyap malam ini
Aku tak mengerti pada siapa aku mengingatnya
Aku pun telah lupa pada apa aku mengikatnya
Gelap Tak berbintang aku hitung sendirian
Entah kekiri atau lagi kekanan aku tak berhaluan
tak ada pencarian
tak ada Pengharapan
Aku menjadi tak mengerti apapun
Tak mengenali siapapun

Menjadi berdiri dengan kedinginan
meruntuhi embun di rerumputan kebasahan
Menghirupi penatnya malam
seperti ribuan tahun aku tegak dan bosan

Tags: , , , , , , , , ,

11 Responses to “Bulan Separuh Di atas Gunungkelir”

  1. Njanur gunung, mas Tok… update blog hehehe

  2. hehehehe kangen wae mas hehehe suwun mas

  3. Iya, kaget juga Mas Tok nulis lagi. Terakhir Mei lalu Mas Tok menulis di blog ini.

  4. mangtep pak

  5. Lama nggak mampir ke sini. Begitu mampir disuguhi puisi. Ternyata Mas Totok jago juga bikin puisi ya? Hehehe….

  6. mbok nggowo sopir pak.!

    benra binung ngono

  7. Baru mampir 🙂

    *lagi menghayati sesuatukah?

  8. ra nggowo senter po, hehe

  9. Diman itu tempat gunungnya..hehehe

  10. Ih puitis

  11. Tinggal bikin aransemennya. 😉

    Salam persahablogan,
    @wkf2010

Leave a Reply

You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>