Sekilas saya teringat ketika saya masih berkutat di jakarta dan di sudutkan pada masalah Kemauan,Kemampuan dan Kesempatan

suatu hari saya tanpa sengaja bertemu dengan seseorang yang arif dalam agama atau sebut saja seorang kyai yang memberikan nasihat nasihat mengenai hal kesempatan namun caranya begitu unik yang kemudian sampai dengan contoh dalam Kehidupan nyata

Berikut kutipan beberapa pembicaraan tersebut :

Mbah Kyai : ” Apakah Pak Totok punya Uang 50 ribu rupiah ….?”

Saya : ” Ada Pak emang nya kenapa pak …?”

Mbah Kyai : ” Tolong boleh ditukarkan dengan uang seribuan “

Saya : ” Ya pak “

Setelah saya kesana kemari dapatlah saya uang seribuan tersebut sejumlah 50 lembar kemudian saya kembali ke mendatangi ke Pak Kyai tersebut kemudian hendak menyerahkannya.

Saya : ” Ini pak Uangnya 50 lembar seribuan “

Mbah Kyai : ” Boleh minta tolong lagi Pak Totok ?”

Saya : ” Ya Mbah Kyai kenapa..?”

Mbah Kyai : ” tolong yang enam ribu di masukan ke kotak infak masjid di ujung kampung ini nanti “

Saya : ” Ya Mbah Kyai ” Kemudian ia melanjutkan permintaan berikutnya

Mbah Kyai : ” Pak Totok sering lewat cempaka putih dan perempatan 2 yang ada di Jakarta …?

Saya : ” Sering sekali hampir tiap hari melewatinya …emang kenapa Mbah kyai …?”

Mbah Kyai : ” kan disana banyak peminta minta dan uang tadi kan masih sisa 44 lembar “

dan Pak Totok bisa membagikan uang tersebut masing masing seribu rupiah satu orang dalam sehari besok dan tentu gampang kan toh banyak sekali perempatan yang memiliki peminta minta bahkan Pak Totok juga boleh memberikan juga pada peminta minta yang biasanya berjajar di pintu masjid kan kebetulan besok hari jumad “

Saya : ya itu perkara mudah pak “

Mbah Kyai : ” Tapi pak Totok Iklas ,mampu dan mau kan………. artinya memiliki kemauan dan kemampuan kan ..?”

Kata kata mbah Kyai tersenut sempat seperti memukul ujung kepala saya yang sontak kaget tak memahami apa maksud dari perkataan itu namun segera saya menjawabnya dengan tegas walau agak bingung .

Saya : ” Ya mbah Insya Allah “

Mbah Kyai : ” Tolong habiskan uang 44 lembar itu ya “

setelah beberapa saat ngobrol sana sini akhirnya saya berpamit dan pulang , sampai saat ke esokan harinya saya meluangkan waktu sebelum jumatan saya mendatangi perempatan cempaka putih dan siap dengan uang yang harus saya bagikan

saya mendatangi perempatan itu sekitar jam 8 pagi karena saya memang memiliki keleluasaan benar hari itu untuk membagikan uang tersebut tapi apa yang terjadi  …. jam berlalu bergulir hingga jam 10 saya baru mendapat tiga orang alias baru tiga lembar yang bisa saya bagi .

saya begitu heran kenapa tumben hari ini gak ada para bopeng , pengemis atau sekelasnya yang biasanya banyak di sini …. kok sepi,,,? benak saya bingung.

setelah beberapa saat saya memutuskan untuk mencari tempat yang lain untuk melanjutkan membagi uang seribuan tersebut tapi lagi lagi sampai menjelang jumatan saya baru nemu 4 orang lagi sampai setelah jumatan saya baru bisa membagikan 17 lembar , berarti masih harus melanjutkannya lagi,

sehari penuh saya berkeliling dan berhenti di setiap perempatan hingga sampai jam 11 malam saya baru bisa menghabiskan 25 lembar saja , saya sangat heran padahal biasanya sangat banyak orang meminta minta dengan modal tepuk tangan dan lain sebagainya .

karena tidak habis maka hari berikutnya saya datang ke tempat pak Kyai , namun alangkah kagetnya karena disekitar kediaman pak Kyai ramai sekali orang berkumpul dan membaca surah yasin dan alangkah kaget lagi ketika saya juga melihat orang melakukan sholat jenasah , dan ternyata yang terbujur itu adalah pak Kyai yang selang sehari kemarin berbicara panjang lebar kepada saya dengan segar bugar walau tubuhnya telah renta dimakan usia.

Lantas saya pun juga berduka yang dalam karena saya juga belum sempat melaporkan ketidak berhasilan saya membagi 44 lebar seribuan tersebut

Sepulang dari rumah Almarhum saya jadi berfikir mengenai hal yang beliau perintahkan kepada saya dan kemudian  saya mencoba menyimpulkan kehendak beliau serta apa maksud yang ia sampaikan dalam kejadian ini.

ternyata dalam hal ini beliau menyampaikan tiga hal yang penting dan berpulang pada kesempatan , yaitu masalah Keinginan,Kemampuan,Kesempatan

  • Jika kita memiliki Kemauan dalam beribadah dan kita juga memiliki Kemampuan dalam beribadah selanjutnya Kesempatanlah yang harus kita cari
  • Dari kisah  diatas saya berusaha membangun Kemauan dan memiliki Kemampuan namun saya harus tertuduk ketika saya tidak memiliki Kesempatan

Jadi pergunakan Kesempatan sebaik baiknya dalam beribadah dan ber amal karena Kesempatan itulah yang jarang kita miliki

Saya yakin anda memiliki Kemauan Untuk beribadah …..

Saya juga Yakin anda bisa berusaha Untuk memiliki Kemampuan dalam ber Ibadah dan Beramal

namun Selanjutnya Kesempatan adalah ketentuan milik Allah SWT

jadi alangkah baiknya jika anda melihat kesempatan bersegeralah kapanpun waktunya untuk berbagi dan beramal

Tags: , , , , , , , , , , , , , ,

31 Responses to “Butuh Kesempatan Untuk Beramal”

  1. Saiki Kyaine ganti Mas Totok…

  2. Salut Mas…
    Postingane memberi pencerahan…
    Plurker kudune kongkon moco iki

  3. suatu renungan yang pas sekali di bulan Ramadan ya?

    tapi sepertinya aku sudah pernah baca di sini juga ya?

    EM

  4. Renungan yang sangat pas..
    Berbuat baiklah selagi mampu dan ada kesempatan
    Waktu tak akan kembali..jadi berbuat baik, beramal seolah kita akan meninggal besok….
    Dan bekerja keraslah untuk berusaha menjadi lebih baik, seperti kita akan hidup lama, dan agar mampu memberikan sedekah bagi yang lain.

  5. worship kang…. sangat mencerahkan.

  6. beramal itu bukan memberi,tp mengembalikan hak org lain yg sebagian dititipkan kepada kita 🙂

  7. bener sebenarnya bukan hak kita seluruhnya to mas lebaran purworejo ketemuan mas

  8. Wah, betul-betul pencerahan yang membuat saya menjadi cerah nih, luar biasa, sebuah cerita yang tida menggurui tetapi sangat mengena di hati. Mudah-mudahan Pak Kyai diberikan tempat yang istimewa di sisi Allah. Doa ku semoga penulis posting juga diberikan kemudahan dalam segala bidang, terima kasih, sekali lagi terima kasih ceritanya. salam kenal dari Pekalongan, o.ya mohon ijin copy paste.

  9. monggo pak salam dari gunungkelir

  10. sebuah pencerahan yang bagus

  11. kangen sampean mas

  12. pencerah kalah cerah… (haha)

  13. semoga kita bisa beramal dengan ikhlas kapan saja, dimana saja

  14. mudah mudahan worship

  15. hmm.. kalau beramal nunggu sampai kita mampu dan ikhlas,
    mesti lama banget..
    jadi mending selagi bisa beramal, maka beramal lah langsung..
    kalau masalah ikhlas. itu kan bisa nyusul.. cmiiw

  16. nek ra mampu trus gimana apa yang mau di amalkan hehehehe

  17. tulisan yg pas ditulis diBulan ramadhan ini, maju terus pak totok !!

  18. mencerahkan dan menyentuh….

  19. wekekekeke mosok to [ak

  20. Gunakan kesempatan sebaik baiknya supaya kita tidak termasuk orang orang yang rugi.

    Demi masa,[1]. Sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian,[2]. kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasihat menasihati supaya menetapi kesabaran.”[3]

    Begitulah pak Ustad menyampaikan kultumnya.

  21. thanks untuk nasihatnya heheh

  22. kesempatan tidak akan datang yang ke dua kalinya ya…

  23. yup

  24. Teduh sekali tulisanmu, Kang…
    Aku mulih sidane Januari awal.. ketemuan yuk! Aku nginep neng Hyatt ketoke!

  25. beres oke nanti tak temui disana

  26. Ayo tunjukkan rasa Nasionalisme dalam NASIONALISME BLOGGER CINTA INDONESIA…ikut ya..

  27. siap

  28. betul juga… ada kemauan, ada kemampuan kalau tidak diberi kesempatan oleh Sing Nggawe Kesempatan yo ra klakon…
    *kelingan le aku njaluk bantuwan kanggo Internet For Kids, kang!… mugo2 ana kemauan, kemampuan & kesempatan… Insya Allah*

  29. yah berea mugo ono mengko barange wakakakaka

  30. sifat manusia kebanyakan, tidak bisa memanfaatkan kesempatan dengan baik..
    semoga kita temasuk orang yang bisa memanfaatkan kesempatan..

    berbuat baik bukan sekedar niat belaka, nmun juga adanya kesempatan, waspadalah..waspadalahh…”malah jadi bang napi”hehhe

  31. subhanallah ceritanya bagus mas… banyak yang bisa di ambil dari cerita di atas
    “Jika kita memiliki Kemauan dalam beribadah dan kita juga memiliki Kemampuan dalam beribadah selanjutnya Kesempatanlah yang harus kita cari”

    memang kadang kita lupa klo sebenernya kita punya kesempatan…

Leave a Reply

You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>