Tulisan ini adalah kisah Anak SMA yang Menuai Sukses menjadi pengusaha seperti yang pernah saya janjikan dalam tulisan “Di Antara Anak SMA” kisah ini akan menjadi tiga episode yang masing masing akan saya postingkan ber urutan dengan judul yang berbeda rfmeskipun semestinya judulnya satu namun mari kita abaikan judulnya namun silahkan di telaah isi yang ada dalam kisah Anak SMA ini di samping setiap judul lanjutan hanya mengisi Konten yang ada di Google judul yang sebenarnya dalam kisah ini adalah :

Narman Menarik Busur Pengusaha

Bagian 1

Sebut saja Narman pemuda desa yang lahir di sebuah rumah dusun di sisi bukit menoreh sekitar 27 tahun lalu.

Narman kecil terlahir dari sebuah keluarga yang sederhana dengan keseharian bapaknya adalah penderes atau petani gula merah itupun hasil menyadap nira milik orang lain dengan system bagi hasil dengan pemilik pohon kelapa.

Narman yang terlahir sebagai anak pertama sejak kecil selalu terdidik bangun pagi menemani bapaknya untuk mengantar bumbung ( bambu penadah nira ) sebelum Narman berangkat sekolah di SD terdekat

Narman kecil kemudian memiliki adik setelah dia duduk di bangku kelas 3 sekolah dasar dan sejak saat itu kemanjaan Narman kecil sudah mulai memudar dan berganti menjadi kemandirian , dimana Narman harus rela membiarkan ibu nya untuk sibuk merawat adik nya .

Rumah narman yang terpencil jauh dari tetangga membuat Narman sedikit pemberani ketika ia haru bermain dengan teman teman nya harus berjalan melingkari bukit dan hutn kecil milik perhutani yang memisahkan narman dengan tetangga yang terdekat.

Narman juga selalu bangun lebih awal karena dia menempuh perjalanan sekitar dua kilo meter untuk mencapai sekolah an di mana dia mendapat pendidikan dasar, kemudian sepulang sekolah dia membantu ayahnya mencari kayu bakar untuk memasak nira kelapa di jadikan gula jawa.

Enam tahun Narman menghabiskan waktu untuk belajar di Sekolah Dasar yang ada di desanya meskipun Narman tak menjadi rangking satu namun cukup berprestasi sebagai penyandang tiga besar di sekolah tersebut dan berhasil di terima di Sekolah Menengah Pertama Negri yang juga berada tak jauh dari desa nya.

Di usia Narman yang sedang mengecam pendidikan Sekolah Menengah Pertama Narman kembali memiliki adik dan menjadi tiga bersaudara lengkap yang kemudian Narman tanpa sengaja menyadari sebagai anak tertua.

Di masa dia asik belajar di bangku sekolah menengah pertama dia kemudian di ajarkan tanggung jawab memelihara ternak kambing etawa oleh bapak nya dengan cara menggaduh dari peternak lain dengan system bagi hasil.

Dari pertengahan dia duduk di bangku kelas satu SMP kemudian dia memiliki aktifitas mencari rumput sesaat setelah Narman pulang dari sekolah yang kemudian di saat  narman kelas dua SMP menerima hasil jerih payahnya, kambing yang di pelihara beranak dua ekor yang kebetulan kedua nya betina dan kemudian  setelah dia menerima bagi hasil satu ekor dia dengan tekun membesarkan anakan itu menjadi induk kambing .

Di masa narman mendudukibangku kelas tiga SMP kambing yang ia pelihara beranak yang di susul dengan kambing milik dia sendiri juga beranak yang pertama kalinya.

Di penghujung Narman menyelesaikan pendidikan di bangku Sekolah Menengah Pertama Narman Telah Memiliki 1 ekor Induk dengan dua anak kambing dan di tambah satu ekor cempe anak kambing hasil dari pembagian dia memelihara secara gaduhan.

Orang Tua Narman kemudian makin mendorong kegiatan Narman dengan membuatkan kandang yang lebih besar akan tetapi orang tua Narman juga tetap mengharapkan anak lelaki pertamanya untuk melanjutkan sekolah meski orang tua nya harus lebih susah payah untuk mencarikan biaya untuk sekolah anaknya dengan menambah jumlah pohon kelapa sebagai penghasil gula.

Setelah selesai dan berhasil mengantongi Ijazah SMP Negeri kemudian Narman mencari Sekolah Menengah Atas untuk melanjutkan pendidikan nya,

Narman kemudian mendaftar ke SMA N yang letaknya sekitar 20 kilometer tepat nya di kota kecil Kabupaten Purworejo , namun sesaat setelah dia berhasil di terima Narman malah memiliki Dilema karena tempat sekolah Narman yang jauh tentu memakan biaya transportasi yang lumayan mahal akhirnya Narman mengurungkan niatnya untuk belajar di SMA Negri yang ia idam idamkan karena berbagai alasan biaya .

Narman kemudian memilih Sekolah Menengah Atas yang berada tak Jauh dari kampungnya meskipun sekolah tersebut terakreditasi Swasta Di Samakan.

Letak SMA dimana Narman melanjutkan berjarak sekitar 5 km dan setiap pagi Narman bangun lebih awal dan berjalan cepat sejauh 5 km untuk mencapai sekolahan nya.

Kemudian seperti biasa sepulang sekolah meskipun lelah berjalan Narman tetap dengan tekun mencari kayu bakar dan mencari rumput untuk kambing nya yang salah satu anak kambing nya ia jual untuk membeli seragam sekolah dan buku baru  serta perlengkapan sekolah lain nya .

Tiga tahun Narman menghabiskan pendidikan di bangku SMA sambil memelihara Kambing Etawa yang makin berkembang meski beberapa anakan kambing dia jual untuk kebutuhan sekolahnya dan terkadang juga di pakai kebutuhan keluarga orang tuanya .

Sesaat setelah mengantongi Ijazah SMA saat lebaran ia bertemu saudara saudaranya yang pulang dari Jakarta bersilaturahmi ke kampong halaman, saat itulah jiwa narman menjadi gundah melihat saudara saudara nya pulang dari Jakarta dengan gebyarnya sebagai pemudik lebaran.

Narman yang beranjak dewasa kemudian menyampaikan niatnya untuk merantau ke Jakarta kepada kedua orang tuanya yang di sambut dengan doa tulus juga oleh bapak ibu Narman .

Lebaran berlalu kemudian Narman yang telah mengantongi alamat saudaranya yang di Jakarta membulatkan tekatnya untuk merantau ke jakarta , kemudian Narman Menjual kambing yang ia miliki untuk bekal merantau ke Jakarta.

Bersambung ke Postingan Berikutnya

Tags: , , , , , , , ,

8 Responses to “Cerita Anak SMA Jadi Pengusaha”

  1. ini otobiografi mas? wah, harus dilanjutkan nih. terutama pergulatan hidup Toto eh Narman di Jakarta.

    Ini akan jd postingan inspiratif dan motivatif! ereeen!!!

  2. Ceritanya asyik dan memotivasi. Jelas ada keterlibatan emosi si penulis saat membuat postingan ini. Dan, jadi tak sabar deh nunggu kelanjutannya. 😉

    Salam persahablogan,
    @wkf2010

  3. Hemmm,
    aku kok jadi keinget seorang temen SMP yang anak Kalikotak situ ya Likk….
    Wis kae saiki mbuh nangendi bocahe…

    Mengenai tulisan selanjutnya, komentare: *Tak sabar menanti* (kek tulisan di bak trek) 😛
    Nuwun

  4. Narman… lanjut gan! Seru kayaknya ini cerita 😀

  5. Narman ini bener-bener tipe sulung pejuang.. ayo narman libas anak SMA manja ituh *eh

  6. makasih sangat menginspirasi

Trackbacks/Pingbacks

  1. Kisah Sukses Anak SMA | www.gunungkelir.com
  2. di antara anak sma | www.gunungkelir.com

Leave a Reply

You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>