Gunungkelir Di sadari atau tidak segala sesuatu yang menempel dalam diri kita baik yang merupakan material dan non material itu hanya pinjaman yang bersifat tidak akan kekal.

Kadang harus sedikit heran ketika suatu kali mendapati seseorang yang baru naik jabatan lantas dengan seenaknya sendiri mentang mentang dan menganggap remeh orang lain di sekelilingnya,

Ada juga yang baru memiliki sebuah Usaha yang relatif biasa sebenarnya juga lantas mndewakan dirinya serta merta mentang mentang berkoar koar kalo ia memiliki usaha yang legal dan lain sebagainya.

Jikala kita mau meneliti dan mengkaji lebih jauh sebenarnya ada pepatah bahwa di atas langit masih ada langit tentu kita tak akan segera berselendang kesombongan yang artinya jikala kita mendapat sesuatu yang bersifat istimewa mestinya malahan lebih berhati hati dalam bersikap dan berprilaku karena kita tahu tanpa orang lain tentu kita juga tak akan berarti apa apa.

Baru baru ini saya memiliki teman yang awalnya dari sekedar staf di sebuah dinas milik pemerintah kemudian karena sebuah kedekatan dengan pejabat yang memiliki kewenangan pangkat dan jabatan maka teman saya tersebut beberapa bulan lalu di angkat menjadi Kepala Urusan di dalam dinas tersebut , tentu saja hal itu membuat segala polah dan tingkahnya menjadi besar kepala dan membusungkan dadanya .

Rasa kepemilikan jabatannya tersebut bahkan di bawanya dalam kehidupan serta pergaulan sehari hari bahkan lebih parah lagi semua teman temannya di anggap seperti bawahan di kantornya.

Alangkah malangnya ketika sang pejabat yang mengusung dia menjadi kepala urusan tersebut telah pensiun tentu saja jabatan teman saya tersebut juga menjadi terancam pensiun.

Dalam contoh berbeda jikala kita memiliki dan mendapati satu anugrah yang walau dalam pencapaiannya menggunakan prestasi sekalipun tentunya kita tetap tidak boleh menyombongkan diri atau merubah tempra dalam pergaulan . jangan sampai karena kita memiliki atau mendapati sesuatu yang istimewa dan berbeda lantas kita menjadi sombong dan sensi apalagi malah menjadi gensi.

Beberapa hal termasuk sensi dan gensi dalam mata pandang saya sebagai orang yang bekerja di bidang jasa tentu sangat lah rugi karena dengan rasa gensi dan sensi kita malah jadi di jauhi teman , padahal di sadari atau tidak kita ini berarti juga karena teman teman yang di sekeliling kita.

Perubahan strata , atau status sosial atau perubahan jenjang semestinya tak merubah tempra kepada sesama teman Kadang terjadi perselisihan antara teman itu memang hal yang sangat biasa namun tentu kita harus saling memahami bahwa dalam masing masing orang tentu memiliki cara pandang yang berbeda beda jadi mungkin yang terbaik dan menguntungkan adalah membatasi masing masing kemerdekaan dalam berteman tanpa menginjak privasi masing masing.

Hilang satu teman berarti hilang banyak kesempatan untuk mengembangkan diri karena ada pepatah bahwa orang biasa tiap hari mencari pekerjaan untuk menghidupi dirinya tapi orang sukses setiap hari mencari teman untuk mengembangkan jaringan .

” Tapi sebegitupun jikala kita memiliki teman yang malah membikin pikiran kita susah dan merasa terbebani kenapa tidak lebih baik kita putuskan pertemanan saja ” itu mungkin cara yang simpel dan sederhana namun sebenarnya itu juga merugikan dalam jangka panjangnya.

Saya banyak mengaca dari orang orang sukses yang berada di dekat saya kadang justru malah low profile namun high profit yang artinya selalu merendah dalam setiap keberhasilan keberhasilan yang telah di capai , bahkan tak nampak sama sekali di mata umum jikala orang tersebut memiliki banyak kemampuan dan orang yang berada diatas orang lain, Dimata saya orang orang yang seperti itulah yang sebenar benarnya berhasil , sebab justru dengan merendah dan tak pernah merasa memiliki kebanggan apapun orang seperti ini masih dapat menggali kemampuan dari orang lain.

Asal kita tahu saja dengan merendahkan diri bukan berarti rendah harga diri , memang terkadang sebagian orang merasa takut merendahkan diri dan cenderung sombong serta bangga terhadap dirinya karena ketakutan akan rasa percaya diri atau lemahnya rasa percaya diri, padahal tanpa harus berbangga atau berselendang kesombongan orang lain pasti akan mengetahui kemampuan kita sesungguhnya , dalam kesimpulannya tentu lebih baik kita merendah dari pada bersombong namun tak ada bukti dari omongan kita.

Dalam perhitungan angka keamanan jikala kita biasa biasa saja dalam bergaul dan mengambil sikap wajar dalam situasi apapun tentu tak akan mempersulit kita di masa yang akan datang karena tidak menutup kemungkinan kita akan membutuhkan atau memiliki kepentingan kepada orang lain.

Cokro manggilingan owah gingsir gilir gumanti ( roda kehidupan akan selalu berputar dan mengikuti pergerakan ) akan nampak serasi jikala kita jaga keseimbanganya maka akan terjaga putarannya dalam artian yang luas jikala kita ada diatas selalu mengingat perputaran saat di bawah apapun yang kita jalani hari ini apa yang kita dapat hari ini tak ada yang abadi.

Eling Mulo buko lan pintane nang pogo ( ingat akan asal muasal kita dan semua akan mengalami hanya masalah waktu sudah atau belum ) pepatah ini juga merupakan petuah agar kita tak sekedar jadi penghujat namun lebih pada pencermin yang senantiasa berbuat selalu membayangkan jika menimpa diri kita.

Tulisan ini hanya bersifat curahan hati dan sebagai gambaran diri dalam mensikapi keadaan serta kondisi apapun yang kita nikmati terlepas merdeka atau belum rakyat kita sesungguhnya tapi kemerdekaan itu terletak dalam diri kita saat menerapkan nya agar kita selalu bersukur.

Tancep kayon

Tags: agamis, berburu, blogger, Desa, donorejo, gentho, Gunungkelir, hotspot, Kaligesing, kyai, menulis, Pejantan, pemimpin, pengalaman, pesan, politik, purworejo, rakyat, Sudut pandang, terima kasih, zona ponsel, zona sepeda

38 Responses to “Cokro Manggilingan”

  1. pertamaks

  2. aku.. tansah eling.. amargo aku ra duwe jabatan babr blas je mas…
    opo maneh sawah, macul ae semaput,… jian tulungono to kancamu iki (lmao)

  3. dowine….nice posting ae ah…(lmao)

  4. lha aku malah arep mbanggakno opo yo ra ngerti. sugih ora, jabatan ra duwe. wekekekkekeke

  5. Kecap wae opo saos

  6. ah langganan nice kui opo mas wakakakaka

  7. butuh ambulan po

  8. lamun siro pinter ojo ngguroni
    lamun siro bannter ojo nglancangi
    lamun siro landep ojo natuni

  9. Pokoke tancep pekayon…. :D

  10. enjoy ajah!
    urip kuwi saderma mampir ngombe… terserah, arep ngombe saos, ngombe kecap ya mangga! wakakakakaka

  11. Sarujuk…. Sangat mencerahkan… adem rasane nek moco ngene iki…

  12. ambulane jimny pokoke… ban e sing apik kae.. hahaha

  13. nek sepatu kan NIKE.. bwahahha

  14. huahahhah… sampeyan pancen kudu dikecapi mas.. ben rodo coklat… kekekeke… rausah akeh-akeh saos e.. puwedes…

  15. mulutmu harimaumu… :D

  16. crot

  17. tapi ra nyokot toh mas wis jinak kok iki aku mbakar menyan wakakaka

  18. nyanding es mas men seger

  19. sajake yo kang …..

  20. isih eling to mas

  21. ATV wae nek glundung enak

  22. jadi pengen menjabat Kepala Ra Urusan Dalam dan Luar negeri :D

  23. nek wis jinak malah iso nggo dolanan…
    asal ojo kaliren… hihihihihi… :D

  24. penak kuwi kabeh2 ra urusan tapi panggah digaji… (lmao)

  25. penak endi karo CV biasane kae ( wakakakaka )

  26. nek kaliren nyokot yah hahahahahahahaha

  27. setuju banget, mas totok. hidup memang ibarat cakra manggilingan, lebih2 yang terkait dengan masalah jabatan yang hanya sebatas titipan. tak elok kalau lantas membusungkan dada karena jabatannya. toh, suatu ketika jabatan itu akan diambil oleh orang yang menitipkan jabatan itu, hehe …. selamat menunggu sahur, mas totok. salam buat keluarga.

  28. Tujune sing comment ning kene ra ono pejabate… :D

  29. Manusia memang seperti itu mas, suka lupa asal usulnya bila sudah bergelimang harta dan mempunyai kuasa, semoga kita semua tidak termasuk yang demikian

  30. Sebetulnya cobaan yang berat adalah saat kita lagi mendapatkan posisi di atas, banyak orang yang tak tahan memangku jabatan tersebut, seolah-olah jabatan tsb akan berlangsung selamanya.

    Padahal sebuah jabatan membutuhkan tanggung jawab besar, mengemban amanah, dan harus dapat memberi contoh dalam perilaku sehari-hari pada anak buahnya dan orang2 disekelilingnya……dan menyiapkan regenerasi baru agar bisa berkelanjutan dalam mengemban amanah itu.
    Namun ini banyak dilupakan…makanya sering terjadi post power syndrome…

  31. kapan aku biso dadi pejabat yo:)

  32. meminta jabatan itu kharam, tapi nek mempersiapkan diri untuk jadi pejabat (yang baik dan benar) wajib
    jarene pak ustad sech

  33. sak gede gedene menungso, sakduwur duwure pangkat, sak apik apik e klambi, yen mati trimo turu neng lemah, ngango kain kafan sing olo, diobong utowo dilebokne peti.tapi ujung-ujunge yo tetep dilalekne karo sing urip.

    lha terus lek koyo ngunu kui opo sing arep di gung gungne?

    cap cay de……

  34. Cokro Manggilingan itu nama apa ya bro???
    keren namanya… :)

  35. Pripun kabaripun, Mas? Sae? Sehat?
    Wah samsoyo bagus ki sajake hehehe
    aku mudik tur mung mampir mas soalnya mau ke Hongkong dan China
    Smoga bisa ketemu!

  36. Pokokmen sekali merdeka tetap merdeka wis…. :)

  37. cokro manggilingan itu artinya roda kehidupan ya mas?
    ah saya sedang menjalani frasa cokro manggilingan itu mas.
    Dan low profile high profit itu bener-bener lebih bagus mas ..

  38. kahanan sing nggawe kayak ngunu
    opo kahanan sing disalahne ben isoh kelakuane kayak ngunu?

Leave a Reply

You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>