muara labuhBeberapa hari berkutat di Sumatra Selatan dengan segala keindahan dan menyusuri perjalanan terus ke arah barat menuju Sumatra Barat yang memiliki pusat kota di padang

hari ini serasa indah sekali saya sampai di sebuah bagian  dari wilayah Sumatera Barat tepatnya Muaralabuh Solok selatan

pemandangan sepanjang perjalanan cukup membuat saya bersyukur dan sangat menikmatinya ,hamparan perkebunan teh yang menghijau ,hutan yang kaya oksigen,dan bukit bukit indah di batas pandangan membuat saya bisa terlepas dari banyak kepenatan karena kelelahan

di daerah ini kebetulan sekali support signal GPRS dan saya senang sekali karena bisa melepas kerinduan saya pada tulisan kawan kawan melirik walau sekedar membaca di ringkasan ringkasannya ,

nah ketika saya sampai pada tulisan sang Motivator saya teringat bahwa beliau di lahirkan di tanah ini “muaralabuh” yah daerah inilah tempat lahirnya seseorang yang bagi diri saya menjadi salah satu motivator dalam menulis

saya memang belum pernah berjabat tangan ataupun bertemu beliau ,bertatap muka dengan beliau ,namun saya merasa mendapat bimbingan beliau dan mendapati keberanian untuk menulis dari beliau,bahkan serasa memiliki dosen gratis

saya ingat betul ketika saya memiliki keinginan menulis yang di arahkan kawan saya kangdiman di suatu hari dia bilang ” mas sampen ngeblog saja ,tuangkan pikiran sampean ke blog dan di tulis “

waktu itu saya baru saja mendapat fasilitas Online gratis dari UIINET dan awalnya saya butuh jaringan karena untuk mempermudah banyak pekerjaan saya ,hingga suatu hari saya ingin belajar menulis dan saya memanfaatkan mesin google dan saya ketik ” teori menulis ” yang keluar adalah tehnik menulis dari Bapak Ersis Warhamsyah Abbas

Kemudian berhari hari saya membaca tulisan tulisan beliau satu satu dan saat itu saya belum tahu cara mengisi komentar dan dari web tersebut saya juga mengenal Pak Sawali yang tulisannya juga banyak merefleksi pikiran saya

dari belajar berbahasa di blok Pak Sawali kemudian saya juga belajar berfikir di blog Kyai Slamet kemudian saya berani menulis semenjak menganut sang Motivator ,walau dengan segala keterbatasan dan kebodohan saya memberanikan untuk menulis .

mungkin tulisan tulisan saya tidak bermanfaat bagi banyak orang namun setidaknya ketika saya menuliskannya menghidarkan saya dari gila .

saya juga memahami dan merasakan kemanfaatan yang luar biasa dengan menulis walau tidak semua tulisan saya publis di blog, namun setidaknya saya terhidar dari banyak hal yang selama ini kadang menyiksa dan menjenuhkan di sela sela pekerjaan.

kemudian saya jadi memiliki kegiatan yang menyenangkan yaitu membaca tulisan para bloger untuk menambah wacana ,menambah keluasan pandangan,mencari pengalaman,dan mencuri pengetahuan dari teman teman bloger.

menulis bagi saya akhirnya membuat saya terhibur dan terhindar dari beberapa kegiatan yang meracuni pikiran ,menulis menjadi seperti kebutuhan ,menulis mengendalikan kesenangan.

di Tanah Muaralabuh ini saya mencium kesegaran seperti saya mendapatkan keberanian menulis dari sang motivator , andaikan beliau disini pastilah akan kutemui dan kusampaikan rasa terima kasih yang tak terhingga , karena beliaulah saya mendapati keberanian untuk menulis.

di Tanah ini Muaralabuh saya juga berterima kasih , disinilah lahir beliau yang selama ini sangat membantu saya menemukan bagian dunia yang hilang dalam diri saya.

di tepian jalan dan hamparan alam perkebunan teh nan hijau ini saya ingin berseru ” Pak Aku Ada Di Tanah Kelahiran bapak hari ini “

dan saya menjadi bersyukur benar setelah berhari hari di perjalanan pekerjaan dari pedalaman sumsel hingga perkotaannya dan sampai juga di sini sebagai tempat kelahiran Pak Ersis ,saya merasakan perbedaan yang teramat saya syukuri dengan saya menulis ,dan ternyata saya banyak melakukan reformasi  cara berfikir dan bertindak dalam hidup dari refleksi tulisan para Bloger, memang pekerjaan saya tidak berhubungan langsung dengan dunia perblogeran dan tulis menulis namun saya meyakini dan belajar banyak dari para bloger dalam mengembangkan pekerjaan ,tak jarang akhirnya saya menemukan siasat dalam menghadapi banyak masalah yang terjadi di lapangan ,juga kadang saya juga semakin berhati hati dalam mengahdapi banyak orang dengan berbagai cara pandang dan pelbagai klaim nya, mendapati pencerahan dari sentilan sentilan nasihat Kang Mantan Kyai,pelbagai gaya berfikir sang dosen muda Kyai slamet,keberanian sikap dari kang epat ,kehalusan bahasa dari kang goenoeng ,rasa peduli dari mas DM dan banyak hal dari para bloger yang tertulis menjadi runtut blogrol

saya sadar betul keberadaan para bloger dalam keseharian saya menjadi pengaruh baik yang luar biasa bagi pengembangan diri dan pengembangan moral saya .

kemudian menulis juga merupakan obat kesakitan pikiran saya , menjadi penghidar kejahatan pikiran saya , melepas kekesalan,menuangkan kegundahan,dan mendapati kelengkapan dalam hidup saya.

Terima kasih Pak Ersis Warhamsyah Abbas  ” dari bapak saya mendapatkan keberanian dan saya lahir untuk menulis walau mungkin saya masih prematur ( asal berani dan asal menulis )

Namun saya tidak bisa Menulis Tanpa Berguru pak ……. karena bapak…….gurunya

“kalau bahasanya masih kurang bagus nanti biar di ajarin pak Sawali ya Pak”

terima kasih juga para teman blogger yang runtut menjadi blogrol saya dari tempat ini saya masih selalu merindukan tulisan anda dan ketika pulang nanti saya akan tetap rajin mengunjungi tulisan anda , karena semua tulisan andalah saya menjadi lebih mengerti banyak hal

masih dalam perjalanan di Sumatra saya titipkan salam kangen untuk semua ” maafkan bila saya masih sekedar menjadi pembaca tulisan anda dan belum berkomentar karena menghemat Pulsa …..hehehe maaf ya

salam hormat dan salam kangen dari Muaralabuh ,Solok selatan,Sumatra Barat dan maaf foto indahnya Muaralabuh nggak bisa di Uplaud karena keterbatasan

Tags: ,

37 Responses to “Di Muaralabuh ini”

  1. wahahaha…keberanian sikap?
    *garuk..garuk… yang mana ya….

    gentho :
    ada deh tersirat di beberapa postingan mas hehehe mas yang menulis saya yang menikmatinya hehe makasih ya

  2. wah, sudah sampai sumbar nih, mas totok?
    sumbar memang indah, luar biasa. senang mas totok bisa menikmatinya, sekaligus merasakan romatika berada di kampung halaman orang yang selama ini jadi panutan.
    tulisan mas totok juga mencerahkan, jadi sebenarnya mas totok tak bertepuk sebelah tangan. bisa jadi tanpa disadari, banyak juga orang yang menganggap anda motivatornya.
    nah!

    gentho :
    yah begitu mbak saya memang menemukan sisi baik di dalam persahabatan blogger ini dan tentu mendapat banyak pengetahuan dari semua temen tentu termasuk di blog mbak yulfi

  3. wah, dari purworejo menuju tanah muaralaboh. duh, seperti mimpi saja, haks. kapan saya bisa melakukan tour panjang seperti mas totok, yak. btw, tentang menulis, walah mas totok kok jadi merendah begitu. tulisan mas totok, seperti yang dikatakan mbak yulfi, cukup bagus dan mencerahkan. isinya reflektif, bahkan juga sangat kuat semangat berbaginya. saya ingin belajar banyak tentang kambing ettawa juga. siapa tahu suatu ketika saya punya waktu utk bergaul dg kambing2 itu, kekeke … so, selamat berproses kreatif lewat blog, mas totok. di sini, sampeyan akan menemukan “keajaiban” yang tak pernah terdug sebelumnya.

    gentho :
    Pemandangan di sana asik dan menyegarkan pak indah sekali bener lho pak

  4. kehalusan bahasa dari kang goenoeng ?
    wheee…lha…mas totok, saya ini malah terkenal dikalangan kawan2 karena pisuhannya je, hahaha….
    selamat bekerja mas tok. semangat ! 🙂

    gentho :
    suwun kang …. lha nak ra di pisuhi kangen je hahahaa

  5. Saya rasakan kenikmatan bersaudara disini. Persahabatan.

    Semoga sukses dan lancar dalam menjalani tugas.

    gentho :
    Makasih mas untuk semua mas

  6. wahhhh Lagi menikmati indahnya indonesia yah mas 😀
    jangan lupa ole2 yah mas

    gentho :
    hahaha betul mas sambil jalan jalan pulang dapet duit hehe enak kan asik tentu cuman waktunya sempit dikejar scedule

  7. aduuuh pantesan saya sudah lam tidak liat di plurk mas totok….
    kapan baliknya? Saya yakin daerah itu indah… dan ingin juga ke sana suatu waktu. Sum bar hanya sampai Padang saja sih.
    EM

    gentho :
    ah inget nasib plurk saya terpuruk karmanya hahaha dan eh pemandanganya asik benar lo mbak kalo nggak kesana rugi udaranya menyehatkan sekali tenin hehehe

  8. Mungkin ketika menulis sesuatu, sang penulis berpikiran bahwa tulisannya hanyalah tulisan biasa dan mungkin tidak akan ada yang membaca dan tidak memiliki kegunaan bagi orang lain. Tetapi saya yakin dan percaya, jika sebuah tulisan dibuat dengan serius dan menyampaikan informasi sekecil apapun, pasti akan berguna bagi orang lain…. 🙂

    gentho :
    oke mas makasih atas supportnya dan salam dari saya

  9. jadi iri mas… .
    bisa jalan2… .

    gentho :
    hahaha ayo kalo mau ikut selasai jalan jalan dapat duit hehehe gimana mau kan

  10. berpindah tempat terus..?
    punya banyak kesempatan untuk mengagumi ciptaan tuhan
    ada sesuatu di blog saya untuk blog gunung kelir, silahkan dilihat..
    thx

    gentho :
    wah makasih banget kang sigit atas pr nya sangat berharga sekali tuh

  11. Salam….

    sebuah rencana yang menarik mas, semangat dan usaha kamu untuk mencuba menulis akhirnya menjadikan kamu seorang penulis yang bagus, teruskan usaha anda, sokongan saya dari Malaysia akan terus mengiringi tulisan-tulisan anda..;-)

    gentho :
    hai sahabat dari negeri malaysia salam hormatku untukmu dan terima kasih tak terhingga untuk berkenan menjadi penyemangat saya tentu ribuan terima kasih dan sebuah kehormatan bagi saya juga

  12. Waduh … saya jadi bingung nih Mas Tok. Sampeyan justru jadi kaca saya tentang ‘kejujuran’ dalam menulis. Tampakkan diri, apa yang ada di pikiran, jangan polesi dengan ‘mau’ dan riya. Saya pikir, itulah yang Mas Tok Lakukan (tulis) selama ini. Selamat.

    Soal Muaralabuh, wui … membuat mata saya berair, terharu. Jadi kangen. Memang daerah indah dan sehat. Bapak saya Ibnu Abbas (88) dan Ibu Nurbainar (78) masih segar buagar; begitu ada kata Muaralabuh rinduku pada Bapak, kangenku pada Muaralabuh menjadi satu. Maksih Mas Tok.

    Kita adalah guru bagi diri kita masing-masing dalam menulis. Teman-teman adalah ladang berbagi dan menimba ilmu. Nampaknya Mas Tok dah menggapai makrifat. Salam. Dan, sekali lagi terima kasih atas Muaralabuh.

    gentho :
    daerahnya memang bagus sekali pak dan pemandanganya indah udaranya segar dan lingkungannya ramah pak sip lah pokoknya

  13. pengalaman yang menyenangkan ya pak. bisa berkunjung ke tempat kelahiran “blogger hero” maksud saya yang berjasa ngajari ngeblog, istilah ngawur saya.
    saya juga punya pengalaman seperti itu pak, waktu googling muncul blog pahlawan saya

    gentho :
    hem itu cuman sekilas apreasi dan sejarah mula berani menulis kok hehehe

  14. Syukurlah kalo segalanya berjalan lancar mas…

    gentho :
    hiya mas berkat doa kawan kawan dan makasih l
    oh

  15. paling indah lagi gini bro… kita menuangkan satu pengalaman kita untuk dikaitkan dengan sebuah review… wah.. enak om… banyak yang komentar dan dibayar ama advertiser pula… he..he…

  16. Ternyata dalam menulis juga ada teorinya ya mas. Kirain cuman perlu memperbanyak menulis dan mencari referensi tulisan yang berbobot buat pembelajaran. Kalo secara teori sih menulis kayaknya jadi sulit banged ya. Tapi kalo dah dipraktekin apalagi kalo mendeskripsikan kisah hidup kita mesti jadi lancar dan pinter nulisnya.

    salam kenal dari blogger cupu.

    gentho :
    betul sekali mas dan yah saya pikir memang hanya butuh keberanian untuk menuliskannya
    salam kenal juga dan terima kasih sekali berkenan menjadi sahabat saya juga

  17. wa…pengen….

    gentho :
    ayok kapan kapan kesana mau tuh masih ada lanjutanya hehe

  18. Persahabatan akan lebih abadi meski hanya lewat duania maya, menulis dan teruslah menulis

    gentho :
    ah makasih pak eh tapi pak kok blog njenengan kadang susah di buka yah hehe atau ada kunci
    yang lain

  19. Saya juga minta maaf kalau baru sekarang bisa berkomentar. Hehehe…

    gentho :
    ha haha nggak popo Pak yang penting kita bersahabat hehe

  20. membaca posting ini, membuat saya yakin kalau menulis sebenarnya adalh proses mendengarkan dan membaca..
    menulis juga bisa menjadi cartarsist…

    gentho :
    betul juga ya mbak bisa jadi mencurah pikiran dan perasaan ya mbak eh puisi yang kemarin keren lho

  21. Oleh-olehe mas…..
    menulis tentu saja berusaha agar tulisannya bagus….tapi kalau memposting tulisannya nunggu kalau bagus…ntar malah nggak posting2…..kalau saya seadanya saja….wong buat kesenangan…pengisi waktu….matur suwun sudah mampir….

    gentho :
    betul dan sepakat mas saya juga masih sekedar senang senang kok hehehe ngisi waktu dan mencari sahabat

  22. wah jalan2… 🙂 asyik yah bisa mngnjungi daerah2 di Indonesia…

    gentho :
    hooh mas kerja sekalian jalan jalan liat pemandanngan tapi kalo seputar jawa aku dah jarang ke lapangan he

  23. wah asyik nich jalan2, ikutan donk.. hehe

  24. banyak pengalaman-nya nich..
    berbagi foto akan lebih baik dan bagus kayaknya ya???

    gentho :
    sori kang BW nya mepet kemarin hahaha maklum pake GPRS haha

  25. Wah, iya. Foto-foto, Mas Totok. Pasti lebih seru kalo sempat ditampilkan. Lebih tervisual.

    gentho :
    BW nya cekak mas maklum pake modem hp dan GPRS haihiiiii

  26. Wah….aaku jadi kandgen nih dengan kota padang.. hehehe… mmmhhh pa gunng kelir ini suka tour jaga yach! banyak pengelamannya dong! hehehe…

    gentho :
    saya nggak tour tapi kerja survai lokasi cuman kebetulan hehehe jalan jalan ujung2nya dapat duit haha

  27. weh ziarah di petilasan pak ersis ya 😀

    gentho :
    hooh kang kebetulan saja pas lewat dan ada kepentingan kerjaan dikit

  28. ke sumatra mencari sesuap uang ato jalan2 mas?
    ato kedua2nya?hehe
    jadi pengen 🙂


    gentho :
    Kedua duanya mbak ditambah sambil liat yang seger seger hehehe

  29. wah jadi pengen ke muaralabuh juga nich..
    salam kenal dari saya pak..:D

    gentho :
    salam kenal juga mas makasih kunjungannya dan untuk muaralabuh emang cakep pemandangannya mas

  30. Saya juga kang! Tidak bisa menulis tanpa guru, karena guru saya ya guru SD, guru SMP, guru SMA, dosen-dosen, dan kawan-kawan… Tanpa itu, saya pasti tidak bisa menulis, hehe

    gentho :
    Mas andy juga masuk guru saya juga hehehehe salam hormat mas kapan maen ke kiskendho jogja hehe mampir

  31. Wis… Mlaku2 terus.. Hmmm… 🙂

    gentho :
    mlaku mlaku nyambi golek duit hahaha

  32. Duh ramainya … ya. mana foto-fotonya Mas Tok. Ditunggu ya

  33. Tempat hanyalah wadah…
    Untuk merenung dan berpikir…
    Hingga menjadi manusia yang lebih baik…

  34. yang paling ditunggu adalah foto dan pencerahan tentang teknis menulisnya….
    monggo dipun lanjut

  35. pak oyong (jz 03 as)
    February 9th, 2009 at 13:32

    jangan bicara muara labuh terus mas
    bagaimana kalau kita omongin si LARASATI dan ROCKY dan DR.FERDINAN FERY
    ROGERRRRRRRRRRRRR……………. GANTI

    tolong dikirim mas mengenai skema link repeater motorola GR 500 untuk 3 daerah ok

  36. salam nggo wong gunung kelir
    njur pengin mulih e…
    mampir nang blog ku yo

Trackbacks/Pingbacks

  1. Fragmen Perkasihan « Gunung kelir’s Weblog

Leave a Reply

You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>