Dalam dunia pendidikan formal seorang murid atau siswa menjadi lebih pandai atau mengerti biasanya diajari oleh guru atau sebutan lain untuk seseorang yang memiliki profesi sebagai pendidik.

Mengenal abjad, mengenali kata hingga merangkai menjadi sebuah kalimat, kemudian mengenal angka hingga mengetahui tentang penjumlahan, perkalian, penambahan, pembagian serta rangkaian lainnya adalah jasa besar seorang Guru.

Guru dalam artian pendidik atau pengajar adalah seseorang yang mengajarkan ilmu kepada kita sebagai murid, sedangkan Guru dalam arti yang luas adalah sesuatu yang dapat mengispirasi kita pada perubahan yang lebih baik.

Pernah satu kali saat Almarhum ayah memberikan ungkapan “guru kui yo di gugu lan di tiru”kemudian beliau memaparkan bahwa ketika seorang Guru mengajari cara menulis, cara membaca, cara menghitung maka saya haruslah mengikuti apapun cara yang diajarkan seorang guru, itu adalah makna Guru sebagai sesuatu yang dimaknai diikuti dan ditiru.

Guru dalam makna yang lebih luas adalah sesuatu yang bisa memberikan kita sebuah pelajaran bisa berwujud buku, bisa juga teman, bisa juga pengalaman pribadi bisa juga pengalaman orang lain itu adalah guru kehidupan.

Dalam perjalanan kehidupan, saya selalu menganggap siapapun dan apapun yang terlihat atau terdengar oleh saya adalah guru dalam kehidupan atau guru non formal,

Salah satu contoh ketika saya memiliki teman seorang ahli struktur bangunan kemudian saya bertanya-tanya tentang sesuatu yang berhubungan dengan struktur dimana hal tesebut menjadi penambah pengetahuan bagi saya maka orang tersebut saya anggap sebagai seorang Guru.

Dalam makna yang berbeda almarhum ayah saya yang berprofesi sebagai Pendidik juga pernah memberikan petuah pada saya  “ono Guru sing keno digugu ning ojo ditiru yo kui sing jenenge guru lelakon” dalam penejelasannya ayah saya kemudian memaparkan bahwa dalam kehidupan akan banyak ditemui prilaku serta pengalaman hidup yang luar biasa, tentu saja bisa pengalaman atau prilaku yang baik dan bisa jadi sebaliknya,

Guru lelakon bisa juga kita petik dari dunia pewayangan yang sering bisa kita nikmati dalam seni pedhalangan yang jika dijabarkan adalah gambaran contoh dalam kehidupan manusia ada guru yang bisa digugu dan ditiru namun ada guru yang boleh digugu namun jangan ditiru.

Guru dalam makna digugu dan ditiru adalah pendidik atau sesuatu yang mengispirasi agar kita mengikuti caranya namun guru dalam makna digugu namun jangan ditiru sebenarnya adalah bahwa meski kita mendapat ilmunya namun tak meniru apa yang dilakukan nya.

Pada awalnya saya tidak maksud dengan ungkapan kalimat digugu nanging ojo ditiru kemudian Almarhum memberikan contoh bahwa dalam kehidupan ada banyak sekali prilaku orang ada yang baik ditiru sedang prilaku yang tidak baik jangan ditiru.

Dalam dunia pewayangan ada tokoh guru yang hebat dan tergolong berhasil mengajari murid-muridnya dia terkenal dengan julukan pendeta Durna atau Bambang Kombayana, semua keturunan Pandawa maupun Kurawa belajar banyak ilmu kepada Pandhita Durna, semua murid yang diajari ilmu kanuragan oleh Pandhita Durna semua berhasil meskipun prilaku padhita Durna tidak layak ditiru.

Begitu juga dalam kehidupan nyata banyak guru yang bisa digugu dan ditiru caranya namun ada juga guru yang bisa digugu namun jangan ditiru, sebagai contoh ketika kita melihat prilaku atau pengalaman hidup orang lain yang pahit dan jelek kita bisa mengambil hal tersebut sebagai guru dalam kehidupan dan jika jelek intinya jangan ditiru.

Digugu ojo ditiru artinya kita ambil manfaat contoh prilaku sebagai penambah wawasan kita meski hal tesebut tak layak kita tiru.

Dalam hidup kita banyak sekali guru baik sebagai makna pengajar dan sebagai makna inspirasi, ambilah ilmu yang tersebar dari seorang guru kemudian maknakan untuk menambah wacana dan penanda dalam hidup kita

Guru digugu ditiru adalah pengajar cara yang selain ditaati juga harus diikuti guru dalam artian digugu ojo ditiru adalah guru prilaku yang jangan diikuti agar kita tak keliru dan hanya mengambil hikmah dari seorang guru laku.

tulisan ini hanya pelengkap tuturan kang Mataharitimoer dalam tulisan digugu dan ditiru

Tags: , , , ,

11 Responses to “digugu ojo ditiru”

  1. sebenarnya kepingin menulis ttg guru juga.tapi karena isinya cuma kritik, jadi aku pending. kebetulan aku sedang kecewa dg beberapa orang guru di sekolah anakku, spt yg aku twit kemarin.

  2. Loh.. Loh.. Iki ngomongke Durno opo sedulure dhewe? :))

  3. kang MT : lha nanti kita lanjutkan menuliskannya
    mas Anjari : anda kena spam dari twiter 🙂

  4. Guru juga manusia. Dari yang seharusnya bisa dipercaya dan diikuti ada juga yang perilakunya malah memprihatinkan. Dia memang tidak seharusnya ada di posisi itu tetapi ya… itulah, kadang kita temukan orang yang tidak tepat di bidang tertentu. Orang-orang seperti ini biasa dikatakan ‘under achievement’ seperti yang pernah saya sebutkan dalam tulisan lama tentang guru juga berjudul Digugu lan Ditiru. http://wongkamfung.boogoor.com.....itiru.html 😉

    Salam persahablogan,
    @wkf2010

  5. kita adalah guru bagi diri kita snediri

  6. kemaren nge-tweet spt ini, kl dulu guru digugu dan ditiru, zaman sekarang dipolitisasi, uh nasib ..

  7. Kang Toto pancen mantabs. sekedar info, Durna gaya Surakarta dan Durna India. dia adalah sosok Guru yang mulia, yang ahli dibidang “tata gelaring jurit” (strategi perang). Gelar barisan Cakrabyuha yg sangat terkenal dan berhasil menewaskan Abimanyu adalah taktik perang yg dibangun Durna. Durna sangat mahir mengajar teknik memanah,berperang dgn kereta, mengunakan berbagai senjata, dan mengajarkan ilmu ketuhanan. Bima berhasil dibimbing Durna untuk mensucikan dirinya mendapatkan “air suci perwitasari” yang menuntun Bima ketenu Dewa Ruci sang guru sejati.

  8. Salam mas totok…
    kalau dulu memang GURU ITU DIGUGU LAN DITIRU
    Tapi banyak sekarang yang kelakuannya WAGU Tur SARU. He he he

  9. nggih pak guru

  10. Bener juga apa yang anda sampaikan dalam postingan ini, bagaimanapun seorang guru juga tak luput dari salah. Ambillah ilmunya namun hal dan perilaku buruknya jangan sekali diikuti
    nice sharing

  11. Salam kenal mas Totok. kayaknya saya akan sering mengunjungi blog Sampeyan, ini lagi mulai kesengsem dunia perkambingan, dari awal membaca artikel tulisannya Dahlan Iskan mnegenai kambing etawa. he…he..

Leave a Reply

You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>