Tulisan kepada teman teman yang merasa peduli dan memiliki desa Donorejo
Hidup di perbukitan menoreh dengan suasana sejuk serta potensi alam yang tiada duanya memang membuat serasa Desa Donorejo adalah Tanah Sepenggal Surga bagi saya mekipun saya bukan asli kelahiran desa Donorejo Kec Kaligesing
Dimana bumi kita pijak di situ langit kita junjung itu adalah pepatah yang selalu terngiang setiap saya berada di manapun meskipun bukan tanah kelahiran
Desa Donorejo kini memang sudah lebih menggeliat serta lebih maju ketimbang saat saya pertama datang kesini sekitar sepuluh tahun silam .
Laju perkembangan ekonomi masyarakat di Desa Donorejo boleh di katakan lebih baik ketimbang desa desa lain di kec kaligesing.
Tapi maaf jangan memandang desa Donorejo dari sudut perkotaan tempat para Remaja serta pemuda Donorejo pergi merantau seperti Jakarta dan kota kota besar lain nya tentu saja Donorejo jadi tampak tertinggal tapi pandanglah dengan kacamata yang setara.
Donorejo yang memiliki potensi wisata Goa Seplawan sebenarnya sudah menjadi kebanggan tersendiri bagi semua orang yang merasa memiliki Desa ini.
Potensi lain seperti peternakan Kambing Etawa juga merupakan daya tarik tersendiri dimana secara kultur serta budaya turun temurun telah melahirkan masyarakat Desa Donorejo menjadi trampil serta mahir dalam beternak Kambing Etawa .
Prestasi Desa Donorejo dalam berbagai perlombaan pertanian serta peternakan telah banyak membuat desa ini menjadi semakin terkenal dan tambah makmur terlihat dengan ketersediaan sarana transportasi yang di miliki oleh sebagian besar masyarakat desa Donorejo
Hampir setiap warga di desa ini memiliki kendaraan sepeda motor sendiri itu juga merupakan bukti kesejahteraan masyarakat desa Donorejo di banding desa lain yang berada di Kab Purworejo , kenapa saya bisa membuat pernyataan seperti ini karena sebagian besar desa desa di Kab Purworejo pernah saya kunjungi .
Masih banyak desa desa lain di Kab Purworejo yang akses jalan nya belum ber aspal bahkan beberapa desa di Kab Purworejo masih sulit di jangkau kendaraan roda empat kecuali Mobil dengan spesifikasi 4×4 ( offroad )
Di banding ketika saat saya pertama menjadi warga desa Donorejo saat itu tingkat pendidikan atau jenjang pendidikan di atas akademi ataupun setingkat sarjana masih bisa di hitung dengan jari , berbeda sekali dengan saat ini yang semakin banyak anak anak asli desa donorejo yang telah berhasil menggondol gelar ke sarjanaan nya.
Tapi tiada gading yang tak retak …..
Untuk membuat desa Donorejo menjadi semakin berkembang dan semakin maju tidak hanya di butuhkan jenjang pendidikan yang tinggi atau pengalaman merantau yang banyak namun lebih pada kemauan masyarakat untuk memajukan desanya
Masih banyak anak muda yang kebablasan karena merasa hidup sudah nyaman di perantauan lantas mereka memandang desa Donorejo dengan kacamata saat di perantauan bahkan tidak sedikit pemuda yang akhirnya hanya bisa menghujat pamong ataupun pemerintah desa karena ada beberapa ganjalan yang di rasa oleh sebagian orang.
Membangun serta memajukan daerah seperti desa Donorejo bukan hanya tanggung jawab pemerintah ataupun pamong namun tanggung jawab kita juga sebagai warga desa yang merasa mencintai nya .
Apa jadinya jika generasi muda desa Donorejo yang terlahir dari budaya yang adiluhung kemudian menjadi luntur karena pergaulan di kota kota besar saat merantau, yang terjadi malah berbalik menjadi generasi penghujat generasi pencerca bukan generasi perintis dan pelestari.
Sebenarnya sangat di sayangkan sekali di saat orang orang di luar daerah lain memiliki antusias untuk mengembangkan ternak Kambing Etawa namun generasi di desa Donorejo yang telah lebih maju jenjang pendidikan nya ketimbang generasi sebelum nya malah merasa gensi dan malu jika merumput untuk ternak nya .
Yang lebih lucu lagi ketika saya membandingkan antara anak muda yang merantau di Jakarta dengan anak didik saya yang menggeluti bidang peternakan kambing etawa secara financial lebih baik yang mengelola peternakan kambing etawa .
Saya bukan pamong desa juga bukan tokoh masyarakat bahkan saya hanya orang yang berdomisili di desa Donorejo karena saya memiliki istri yang terlahir di desa ini namun kebanggaan saya terhadap desa ini tak hanya sekedar menyembul di mulut saya telah berkali kali membuat acara untuk membangkitkan kebersamaan warga serta generasi muda di wilayah saya tinggal dari acara lomba saat agustusan serta gelar budaya pada hari hari besar seperti Kartini dll
Dalam bidang peternakan saya juga berusaha membuat desa Donorejo kembali memiliki citra desa Kambing Etawa terbukti saat beberapa kali pengadaan ratusan kambing etawa oleh dinas peternakan Jateng dan Jabar kami mampu memberikan bibit Kambing Etawa yang baik untuk di ternak kan di berbagai daerah
Dalam bidang perkembangan tehnologi informasi saya juga menggandeng UIInet untuk menyediakan hotspot terbesar saat ini yang bisa di akses oleh masyarakat secara gratis sebagai sarana informasi bagi masyarakat yang membutuhkan.
Banyak sekali potensi desa Donorejo yang belum kita gali dan kita manfaatkan untuk memakmurkan serta mensejahterakan masyarakat desa Donorejo namun untuk menguak semua nya tak hanya butuh orang yang pintar namun butuh orang yang mau dan peduli serta ringan tangan untuk melakukan kebaikan apapun demi memajukan desanya
Jika anda merasa memiliki serta mencintai desa ini jangan hanya bisa prihatin atau sekedar mengucapkan kata prihatin saja apalagi menhujat orang lain atau menghakimi orang lain seperti pemerintah dan pamongnya tapi mari bersama berbudaya membangun serta memajukan desa kita sehingga semua potensi bisa kita gali agar menuju desa Donorejo menjadi lebih baik dari semula
Ingat sampai kapanpun jika kita hanya prihatin serta tak mampu memandang dengan seimbang maka kita hanya akan menjadi orang yang sekedar bisa mengumpat serta menghujat
Hijaulah Donorejo lestarilah Kambing etawa
Tags: agamis, bukit, Desa, donorejo, Gunung Kelir, Gunungkelir, jalan, Kaligesing, Kambing Etawa, memandang, pedalaman, purworejo, rakyat, ternak


May 3rd, 2011 at 13:34
mari kita berbangga dengan desa kita masing-masing
May 3rd, 2011 at 13:40
Tempo hari aku melihat tayangan tentang kambing etawa yang dibudidayakan seorang Pastor di daerah Kulon Progo (Nanggulan), Mas..
Ternyata kambingnya besar-besar ya hehehehe
May 3rd, 2011 at 15:20
Salut kang…. tak perlu muluk-muluk membandingkannya dengan kota besar yg ada pencakar langitnya… perubahan2 kecil yang sesuai dng kultur dan budaya masyarakatlah yg dibutuhkan oleh kampung kita.
May 3rd, 2011 at 18:29
saya salut dg mas toto nih..hebat…
May 3rd, 2011 at 22:28
tak bisa berharap lagi dari pemerintah ketika mereka tak lagi punya nurani kerakyatan dan kebangsaan.
hanya kepada para anak bangsa yang memiliki komitmen dan kepedulian, negeri ini masih punya harapan untuk menjadi lebih baik di masa depan.
May 4th, 2011 at 02:45
kang Totok pancen oyeee!!!
May 4th, 2011 at 20:00
Salut…!
May 10th, 2011 at 18:52
Sekarang hampir sebagian besar warga desa sudah pada punya motor…. dikampung saya juga
May 19th, 2011 at 04:09
Anda ini kalo tidak jadi bupati, mestinya minimal camat kok. Serius. Usahakan kalau aku ke Kaligesing lagi, Anda sudah berkantor di kecamatan ya. Tapi aku jangan dijamu dengan fasilitas kantor (Jamuan pribadi Anda lebih yahud ketimbang fasilitas kecamatan soalnya. Hehehe!)
May 19th, 2011 at 18:31
Apa kabar Kang?
Wah suatu saat saya mesti mampir nih.
iya juga kang, prihatin saja tidak akan menghasilkan apa-apa.
Salam
May 28th, 2011 at 13:01
Salam, artikel yang sangat bagus kawan, jangan lupa berkunjung ke blog saya, berikan kritik dan komentar yang membangun.
Terima kasih
May 29th, 2011 at 18:36
jadi pengen pulang ke desa
June 3rd, 2011 at 08:10
Piye kabare mase? Dah sebulan belum posting ya? Tapi sudah lebih sebulan juga baru mampir lagi nih (LOL)
Setuju bgt, “dimana bumi kita pijak di situ langit kita junjung” karena disitulah tempat kita berada yang berkaitan dengan kepentingan diri kita tentunya.
June 5th, 2011 at 10:33
wah pasti seru nih acaranya
June 17th, 2011 at 12:34
hayo podo sregep makryo ojo podo padudon masalah colong colongan bondo duwek e rakyate dewe.lan ojo etok etok do ngroso yen dewan pambujuk rakyat podo punyengan amergo kpk durung njaluk duwite gayus.iku sebagian wong porworejo lumantaran pajeg sing nduweni.Eeeee gayus malah tenguk tenguk. ooooooOO yo edan melu jaman mergo wedi ra keduman
July 2nd, 2011 at 17:35
keren..!
pentase ono iklane gunungkelir.com
July 18th, 2011 at 16:43
keren ….
July 25th, 2011 at 06:48
WASPADA ! DENGAN DISAKSIKAN TUHAN ALLAH SWT. SUKIJO GUNUNG PENTUL, KARANGSARI, PENGASIH TENAGA BENGKEL SEPEDA MOTOR UTARA MASJID AGUNG WATES ADALAH PENADAH DAN PEMAKAI BARANG-BARANG CURIAN, KERUGIAN PARA KORBAN MENCAPAI 75 JUTA RUPIAH. PENGIRIM BERITA PAIJO INTEL
July 26th, 2011 at 13:22
wah msti lbih smangat lgi buat mmbangun desa donorejo ya mas y. pstinya
usaha kerja keras itu belum cukup jika hanya sbagian kcil saja.
October 25th, 2011 at 09:41
waaah serunyaa…
October 29th, 2011 at 20:54
Inspiriatip
November 24th, 2011 at 20:45
Salam kenal mas…. sama2 asli orang purworejo….
Nice info untuk kota tercita…
pesona desa dan ragam budaya yang ada bisa membangun dan mencerminkan karakter kota/desa yang ada, dengan menjaga kelestarianya kita bisa berbangga akan adanya budaya yang sudah turun temurun kita jaga kelestarianya…
dan saya lihat sekarang…. kota purworejo yang terkenal dengan tari dolalk sudah tergusur dengan kemajuan ragan budaya yang baru… sebagai orang asli purworejo kadang hal ini menjadi sebuah cambukan pedas… kita tetap bisa menjaga kelesatrianya dengan berbagai media yang ada dan ragam cara yang ada….
sukses….. mantep untuk blognya…..
November 25th, 2011 at 06:04
Amazing!
December 1st, 2011 at 16:38
i just want to say wonderful
December 9th, 2011 at 15:49
selamat kenal masaku juga dari kaligesing kang tetangga desa nanti lama kelamaan rajami juga yg penting kita bangun desa kita mas.
December 18th, 2011 at 16:12
Kang Totok,
Kapan munggah n mudhun Gua Seplawann…?
hemm…
berapa lama ya gak naik nengokin…