Pilkada Kab Purworejo pada putaran ke dua ini menyisakan dua calon , kandidat Bupati dan Wakil Bupati untuk Kab Purworejo yaitu Bpk Maksun Zain yang berpasangan dengan Suhar dengan Bapak Daromi Irjas yang berpasangan dengan Subhan

Jikala pada putaran pertama Pilkada Kabupaten Purworejo yang menggelar sembilan calon serta di warnai dengan isu politik uang namun untuk putaran ke dua yang akan di laksanakan pada hari minggu 26 sept 2010 ini nampaknya masih belum kelihatan aroma peperangan antara kedua kandidat yang melibatkan bagi bagi uang atau sejenis nya

Pertarungan kedua kandidat ini di lingkungan kecil atau di wilayah desa desa seperti di daerah saya malah nampak tenang dan seperti tidak bersemangat seperti saat sembilan calon pada pilkada putaran pertama

Entah sepinya hawa politik yang ada saat ini karena lesu yang di derita oleh calon pemilih atau memang tercipta dengan sendirinya secara kondusif

Sebagian orang ketika di Tanya akan di kemanakan suara nya malah menjawab “entahlah besok “

Jauh dengan ketika pilkada putaran pertama yang nampak meriah dan saling beradu argument antara pemilih yang memiliki jago masing masing.

Sepinya keadaan di lingkungan sebenarnya dalam benak saya malah menimbulkan beberapa buah pikiran dimana :

1 Masyarakat sudah mulai mendewasa dalam menghadapi Pilkada hingga tidak perlu gontok gontokan beradu argument untuk mengiklankan pasangan yang menjadi favorit nya

2 Masyarakat mulai merasa enggan dan lelah dengan kegiatan yang dirasa membuang buang energi

3 diantara dua calon yang tersisa mungkin terasa tidak menyentuh

Dalam pandangan pribadi saya sendiri sebagai masyarakat umum saya pun justru menganggap hambar pertarungan kali ini karena memang tidak memahami masing masing calon yang bertarung kadang juga akhirnya timbul keputus asa an terhadap keinginan memiliki calon pemimpin yang benar benar sehat serta membawa Kab Purworejo kepada perubahan yang lebih baik.

Janji janji pemerintah ( yang berangkat dari politisi ) sampai hari ini masih sekedar tersebar di ujung bibir saja.

Bahkan saya dulu juga ikut berjuang untuk memiliki wakil di dewan ( DPR) yang mana saya memiliki tujuan agar semua aspirasi masyarakat di daerah kami tersalur terlebih yang berhubungan dengan pengembangan kesejahteraan masyarakat peternak kambing etawa , namun apa yang terjadi ternyata kwalitas SDM wakil dari daerah kami tidak mampu mengakomodasi aspirasi masyarakat yang seharusnya di perjuangkan.

Partisipasi yang harusnya di kembangkan dalam mengusung calon pemimpin di sebuah bagian harusnya di angkat namun justru sekarang masyarakat lebih memilih tidak peduli dengan  kepentingan para calon pemimpin tersebut.

Masyarakat kini mungkin mulai mengambil pelajaran dari pahitnya janji politisi namun masih juga banyak masyarakat yang salah dalam membalas dendam kepada politisi dengan lebih senang menerima uang ( amplop )

Dalam benak saya mungkin sebagian masyarakat lebih baik menerima uang tunai secara langsung daripada hanya sekedar janji seperti kebanyakan pengalaman yang sudah di alami di pemilu 2 sebelumnya.

Hal inilah yang mungkin memperkeras aroma politik uang atau seperti telah tercipta kesepakatan di masyarakat bahwa lebih baik menerima uang sebelum pemilihan dari pada menunggu janji yang lebih banyak tidak terealisasi .

Dengan serentetan kejadian yang banyak terjadi dalam pemilu maka sebenarnya semakin memupuskan harapan kita untuk memiliki pemerintahan yang sehat dan bersih.

Kenapa bisa demikian….?

Kita dapat menarik kesimpulan jika saat ini kabanyakan pemimpin yang terpilih adalah orang orang yang lebih mampu mengucurkan uang tunai lebih dahulu dan seperti yang pernah saya tulisakan pada tulisan terdahulu tentu saja para pemimpin yang terpilih akan sibuk mencari kembali atau mengembalikan modal yang di gunakan dalam pilkada

Dalam logika kita saja seandainya kita menghabiskan modal yang banyak dalam pilkada dan sementara gaji sebagai Bupati atau DPR tidak mampu menutup modal yang telah kita buang tentu saja akan melakukan hal hal yang negative salah satunya tentu mengalihkan kebijakan untuk mengeruk keuntungan pribadi atau lebih bisa di sebut sebagai korupsi.

Hasil Pilkada Bupati  Purworejo putaran kedua memang hari ini masih belum dapat kita prediksi , diantara kedua kandidat calon bupati tentu saja memiliki rasa keyakinan yang kuat bahwa dirinyalah yang akan menjadi yang terpilih.

Yang masih menghawatirkan saat ini adalah jika hasil pemilihan kali ini nampak lebih banyak yang memilih abstain atau tidak menggunakan hak nya sebagai pemilih sebab pada pemilukada kab Purworejo putaran kemarin ternyata jiwa pemilih yang tidak melakukan hak nya memiliki peringkat nilai prosentasi yang lumayan tinggi.

Jikala dulu sempat memiliki pikiran bahwa siapapun yang terpilih jadi pemimpin masyarakat siap mendukung mungkin kalo kali ini saya tidak berani meproklamirkan bahwa siapa yang terpilih nanti adalah yang terbaik untuk Purworejo karena semua kemungkinan tetap saja terjadi seperti mengaca pada pemimpin pemimpin Purworejo yang sebelum nya di akhiri dengan masuk Penjara karena kasus Korupsi.

Dua Bupati Purworejo yang sebelumnya selalu mengakhiri jabatan dengan berakhir ke dalam Bui itu merupakan bukti kuat terjadinya Korupsi yang dilakukan oleh pejabat Bupati Purworejo.

Agamis dan berbudi atau slogan seperti apapun ternyata tetap saja melakukan korupsi jadi kadang akan timbul bahwa artinya apa jika seorang calon pemimpin mengkampayekan dirinya dengan berkedok agama serta melakukan pendekatan pendekatan melalui para ulama maupun tokoh agama namun pada akhirnya merka tetap saja mengambil jalan ke dunia Perdukunan yang berujung ketika menjadi pemimpin mereka tetap saja akan melepas kain ke agamaan nya kemudian melakukan Korupsi

Tetap saja tak ada bedanya Agamis atau tidak dalam politik dan tentu saja sama juaga ketika pemimpin yang terpilih itu pandai , intelektual atau bahkan sebaliknya tetap saja mereka melakukan Korupsi

Tapi karena bangsa ini dalam perjalanan atau berproses menuju arah yang lebih baik tentu saja walau sekecil apapun saya akan mencoba untuk memiliki harapan agar Purworejo Memiliki pemimpin yang baik entah kapan.

Hasil Pilkada Bupati Purworejo Putaran kedua mungkin akan saya publish September 26, 2010 seusai penghitungan suara

Untuk melihat hasil PEROLEHAN SUARA SEMENTARA PILKADA PURWOREJO silahkan KLIK DISINI

Tags: hasil pemilu bupati purworejo putaran ke dua, hasil pilkada purworejo, pemilihan bupati purworejo, pilihan bupati purworejo, quick count pilkada purworejo

28 Responses to “Hasil Pilkada Purworejo Putaran 2”

  1. sing putaran pertama ra milih kang. tp sing kedua dikon milih jhe, heheh…sesuk bali :D

  2. aku malah bingung mas milih po ra yah mas wakakaka nek bali mampir po tak sediyani kopi plus bandwidth

  3. Sopo ae sing menang semoga amanah….

  4. hwaaa panjang euy, tapi setuplurk laah sama profijo :)

  5. wah mungkin rasa malas masyarakat untuk memilih karena sudah bosan dengan janji-janji kosong yang sering di lontarkan oleh para calon itu Mas….karena biasanya kalau sudah terpilih, lupa akan janji-janji yang telah dijanjikan…..he..he..he…begitulah Mas….

  6. amunisinya dah habis saat putaran pertama

  7. Semoga Purworejo bisa mendapatkan seorang pemimpin yang memang sangat dibutuhkan oleh warganya :lol:
    Salam hangat serta jabat erat selalu dari Tabanan

  8. Semoga bisa membawa kemajuan bagi seluruh masyarakat

  9. sopo wae sing menang, koyone ora kacek blasss

  10. Semoga masyarakat kita semakin dewasa dalam berpolitik… Bisa membedakan mana baik dan mana yang buruk demi nasib bersama, bukan masalah uang semata.

  11. masyarakat memang semakin cerdas dan kritis, namun sayang masih bingung mau berbuat apa… jika toh pemimpin terasa kurang menggigit adalah kebersamaan masyarakatlah yang nanti mampu menopang dan memberikan masukan kepada pemerintah… sebab bagaimanapun kita sudah di haruskan untuk mempercayai sistem, meskipun pelaku sistem kadang nyeleneh, namun tidak ada salahnya juga untuk berharap… tentunya dengan berjuang demi masyarakat luas agar bisa memberikan cambuk semangat pada para pemimpinnya, agar betjalan pada rel yang baik dan benar… kalo bisa… hihihi

  12. Njenengan kapan ki dadi Purworejo 1, Mas?
    Ngko nek butuh tenaga bengak bengok aku tak belani mulih demi njenengan lho! :)

  13. insyaAllah kpn2 mampir Om,hehehe :)

  14. Entah mengapa, kok saya sesak nafas urusan Pilkada ini..sering jadi heboh antar para pendukung..padahal yang berkuasa kan bukan pendukung ya…
    Sedang berpikir, kalau panjang umur, apa enaknya nggak usah milih aja ya..capek

  15. sopo wae sing penting pemimpine amanah….

  16. akhirnya siapa yang jadi pemenangnya, mas totok? siapa pun yang terpilih, semoga bisa membuat purworejo menjadi makin maju dan dinamis, sehingga rakyat bisa hidup ayem dan tentrem, amiin.

  17. Njur sopo sing menang..?

  18. semoga pemilihan yang akan datang panjenengen bisa maju pak he..he.. ;)

  19. salam kenal ….ini merupakan kunjungan perdana saya di tempat ini, wow keren sekali nih blognya dan informasinya sangat bagus……kalo ada waktur mampir ya ke tempat aku…..

  20. sebenernya saya juga netral…cuma saya agak aktif denger berita..politik uang masih terjadi diputaran kedua…dan plaku telah tertangkap tangan dibeberapa tempat…contoh di bener..nota bene seorang mantan lurah..disemawung..di kemiri..di munggangsari..di dudu..di rejosari…dan menurut informasi yang bisa dipercaya kebenarannya..bisa di cek di polsek terdekat adalah money dari pasangan yang unggul..dalam pandangan saya uang 10.000.tidak bisa menjamin purworejo baik 5 tahun kedepan.saya yakin tidak semua calon seperti yang tertulis diatas..sifat orang pasti selalu berbeda tinggal kita menyikapi.tak selalu mendung itu berarti hujan..bagi saya tetap sebagai warga negara haruslah turut serta menyukseskan program pemerintah…salam purworejo kedepan pilihlah yang kita yakini masing2

  21. apapun hasilnya pilkada pwr,,gak kan banyak perubahan u/ rakyatnya,,kita musti nyadar kita punya potens apa2,,kalo toh ada,,lbh baik u/ bancak an bareng2

  22. Alam demokrasi sprti inilah yg bikin Indonesia gak maju2.demokrasi yg selalu mencetak pemimpin2 yg korup..
    Uang selalu mjd senjata dan alasan utama utk dipilih dan memilih pemimpin..
    Gmn mau mengabdi utk membangun daerahnya kl para pemimpinnya sibuk mengembalikan dana yg sudah dikeluarkan pd saat pilkada..
    sungguh memprihatinkan…..

  23. Sapa bae sing menang sing penting bisa anggawe rakyate seneng, makmur lan sejahtera…yen partisipasi masyarakat sih mandan “bebeh” koh sing wingi partisipasi ne mung 60% dari DPT yen ski mbuh lo..paling mung 50% nan…wis rapapalah sing penting wis klakon. sing menang rakyat kudu bisa nrima…

  24. mas, sing menang pejabat lawas. mungkin maksude kon nerusno, ben luwih gampang. katimbang wong anyar ndadak truko maneh…he.he..
    Tur akhire ora kalah karo wong sugih, maksude pasangan no.9 sing sugihe pol-polan(maklum mantan anggota DPRRI lan pengusaha). isune nggo pilkada iki sanggup ngetoke 20an milyar..”Nangudubillah”…. untung ra dadi

    Selamat kanggo pasangan Ma Har,…smoga Panjenengan kabeh Amanah, biso nggowo masyarakat PWR kang luwih besik (luwih maju,luwih makmur,luwih sejahtera,luwih aman lan kabeh masyarakate ber Akhlaqul Karimah…

  25. jadikan kota w menjadi kota maju. kembali ke tempo dl menjadi kota pahlawan d knl smua negara

  26. WASPADA ! DENGAN DISAKSIKAN TUHAN ALLAH SWT. SUKIJO GUNUNG PENTUL, KARANGSARI, PENGASIH TENAGA BENGKEL SEPEDA MOTOR UTARA MASJID AGUNG WATES ADALAH PENADAH DAN PEMAKAI BARANG-BARANG CURIAN, KERUGIAN PARA KORBAN MENCAPAI 75 JUTA RUPIAH. PENGIRIM BERITA PAIJO INTEL

Trackbacks/Pingbacks

  1. Hasil Quick Count Pilkada Purworejo Putaran 2 « Tlogoguwo
  2. Hasil Pilkada Purworejo Putaran 2 « Purworejo Online

Leave a Reply

You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>