yatimKesekian kalinya saya memanggil beberapa anak yang selama ini menjadi renungan dan motivator spritual saya untuk duduk bersama di rumah saya sekaligus rumah mereka,

Sangat panjang cerita latar belakang dari beberapa anak yang selama ini hidup tanpa bapak mereka, disaat mereka butuh ketegaran figur ayah mereka.

Saat maghrib menjelang satu persatu mereka berdatangan dan seperti saat yang lalu mereka kemudian bersimpuh rapi di ruang tengah rumah saya, hanya sedikit berbeda kali ini mereka tidak langsung saya beri makanan dan minuman karena saat ini mereka masih belajar beribadah puasa dan menunggu saat berbuka bersama, dan kali ini mereka datang dengan waktu yang leluasa untuk bertukar cerita.

Lain dengan beberapa kesempatan yang lalu saya kadang hanya muncul saat mereka hendak pulang dengan bersalaman, namun kali ini saya menuruti saran beberapa ustad untuk bercengkrama menampakan diri mengenalkan diri di antara mereka, yang di beberapa saat lalu mereka semua memang tidak pernah tahu kalo sayalah yang selama ini merindukan mereka.

Memang dalam kesempatan sebelum nya saya tidak pernah mau menyampaikan sendiri apa yang ingin saya berikan atas mereka yang tentu saja alasanya karena saya tidak kepingin di kenali oleh mereka.

Tidak aku kenali lebih jauh satu satu di antara mereka hanya yang aku tahu bahwa mereka semua telah yatim dan tanpa belaian sang ayah pada saat perkembangan mereka, yang tentu saja seperti di besarkan dalam ketidak percaya diri an yang timbul karena kekanak kanakanya.

Satu persatu aku tanyai tentang perkembangan belajar mereka serta tentang kendala kendala yang di hadapinya di sekolahan mereka kendati ada beberapa yang malu dan tidak berani ber terus terang mungkin karena segan dan malu kepada kawan kawan yang lain.

Secara emosional mungkin saya tidak akan dapat menjadi pengganti seperti bapak mereka sebab mereka semua tahu batasan keseharian saya kepada mereka semua.

Entah kenapa Sore ini Maghrib saya berlinang airmata walau aku sembunyikan di balik kelelakianku namun tetap saja aku tak bisa membendung tangis airmata saya ketika mereka semua bersujud bersama dalam Sholat maghrib jamaah.

Tak terasa aku seperti melihat jelas wajah Almarhum Ayah saya yang bertahun silam telah meninggalkan dunia ini, teringat sekali tentang kebiasaan beliau menanyakan setiap perkembangan di bangku sekolahku hingga pertanyaan pertanyaan tentang prestasi yang aku dapat serta cerita beliau untuk memotivasi aku dalam meraih semua keinginan.

Di Awal Romadlon duabelas tahun silam Almarhum ayah meninggalkan aku dengan beberapa pesan tak terucap untuk hari ini saya lakukan dengan membelai rambut beberapa anak yang berada di dekatku yang semua masih bersekolah di SD (sekolah Dasar) Bukan aku yang memotivasi mereka namun justru akulah yang termotivasi oleh mereka dalam semangat untuk menjadi seperti yang aku ingini.

Air mataku bukan lah airmata kesedihan namun justru airmata kebahagiaan dalam haru aku bersyukur atas kesempatan Dan kemampuan yang Allah SWT berikan untuk semua ini.

Berbahagialah kawan semua yang memiliki kelengkapan orang tua dari kanak kanak hingga dewasa kini betapa besar arti Bapak dalam kepercayaan diri .

Jadilah bapak di antara mereka mereka yang menyandang status Yatim dan ternyata Keinginan beberapa ustad tersebut agar saya dapat merasakan keharuan yang tidak terkira dalam benak saya agar saya bisa mensyukuri atas kenikmatan yang Allah SWT berikan. dan berbagilah karena dengan berbagi keseimbangan kita senantiasa terjaga.

Tags: , , , , ,

33 Responses to “Jadilah Bapak”

  1. Saya ikut bersyukur untuk sepuluh anak yang masih bisa merasakan belaian seseorang yang mau memperhatikan mereka. Sekali lagi saya ingin menekankan, bukan jumlah kuantitas pertemuan yang diinginkan mereka, tapi kualitasnya. Dan saya rasa itu untuk semua hubungan yang berdasarkan kasih dan kepercayaan.

    Selamat mas, sudah bisa merasakan motivasi dari mereka. Dan terima kasih juga saya bisa merasakannya dari tulisan mas.

    EM

  2. *terharu*

  3. semoga upaya-upaya seperti ini, bisa ditiru oleh yang bisa menirunya 😀

  4. Anak-anak tersebut patut bersyukur dan bergembira. Meski tidak memiliki orangtua yang lengkap, tapi kasih sayang dan perhatian dari orang-orang yang baik, selalu mereka peroleh…

    Semoga, anak-anak kita yang masih lengkap orangtuanya, benar-benar mendapatkan perhatian dan kasih sayang utuh serta berkualitas…

    Mantap Mas… 😀

  5. Ini dia… sisi lain dari seorang gentho gunung kelir!
    Sukses selalu, Mas.. Perbuatan amal yang seperti ini yang mau tak mau membuat Tuhan semakin sayang ke kamu!

  6. Kalau bukan kita, siapa lagi yg akan memperhatikan mereka

  7. `Allah SWT dapat dilihat wajah-Nya pada anak-anak yatim`..

    Makasih untuk sharingnya Kang 🙂

  8. saya jadi ikut terharu, mas totok, demikian penuh perhatian dan kasih sayang mas totok kepada anak2 yang telah kehilangan kasih sayang orang tua kandungnya. membelai dan mengusap kepala mereka, sungguh, sebuah ibadah yang tak akan pernah terputus pahalanya, apalagi di bulan suci dan dimuliakan ini.

  9. Sungguh kegiatan yang mulia dan Insya Allah akan mendapat imbalan yang lebih dari Allah Swt. Saya memang tidak mempunyai ayah lagi, namun msih beruntung daripada mereka karena ayah saya meninggal setelah saya mempunyai cucu ( jadi sudah tua lho saya). Ibu juga masih ada mas.

    Salam hangat dari Surabaya

  10. SubhanaAlloh *terharu* tak terasa sampe menitikkan air mata.
    BarrokAllohu Fik… Mas Totok. Semoga Alloh memberi keberkahan hidup buat Mas Totok + Keluarga + Tetangga + Sahabat + semua yang kenal Mas Totok 🙂

    i dont know how to tell u saking terharunya 😀
    Salam haru dari Malhikdua.

  11. Ya Allah, muliakanlah orang-orang yang menyayangi anak yatim. Aku jadi kangen sama anak-anak pesantrenku..

  12. alhamdulillah masih ada orang-orang seperti mas totok yang peduli pada anak-anak yang kurang beruntung hidupnya. mereka pasti merasa bersyukur karena rasa kehilangan dapat dipenuhi oleh orang lain yang mengasihi. semoga allah mengasihi mas totok dan keluarga sebagaimana mas totok memperlakukan hamba-Nya.

  13. terus semangat mas….
    jaman sekarang ini susah nyari orang kaya mas totok.

  14. wah, amal kebaikan yg takkan tergantikan dan terlupakan sepanjang masa!
    terharu saya. .

  15. worship dah…..

  16. Bunda terharu….bunda jadi ingat…
    Beberapa tahun lalu,ketika anak anak masih di jogja,sering kali mereka mengajak anak anak yatim jalan,jalan,makan direstoran,belanja di supermarket…
    Ketika mereka tiba dirumah….” Terimakasih Ibu…ini yang pertama dalam hidup saya,diajak jalan jalan,makan dan lain lainnya.”

  17. subhanallah
    semoga menjadi amal yg baik kelak

  18. blogger berbagi….moga bisa jadi anak2 yang soleh dan solehah

  19. wow.. hebat euy.. bisa jadi bapaknya mereka…
    semoga mereka selalu dalam lindungannya

  20. Jadi sadar kalau ternyata banyak yg membutuhkan perhatian kita

  21. jadi kangen Kang…
    pengin dolan nang gunung kelir meneh…

  22. ceritanya menyentuh dan mengharukan MAs…?

  23. mengharukan…
    tak kebayang perasaan seperti apa bila aku mengalaminya sendiri.
    semoga Allah memberi kekuatan, kesehatan kepada ibu, bapak, istriku, semua saudara-saudaraku, juga kawan/sahabatku.

    semoga kita diberi umur panjang. Amin

  24. Ikut menangis disini eh terharu. Meski sudah baca.

  25. jadi pengen main ke sana lagi mas totok. tapi sekarang saya pindah di pinggiran jakarta (doh)

  26. Pengen ke gunung kelir juga hehehe

  27. Sungguh indah bisa menjadi bapak angkat dari banyak anak yatim. Semoga aku bisa mengikuti jejak Mas.

  28. Mas…hebat!!!
    sangat sedikit orang yang masih mau berbagi kasih sayang dan harta buat mereka…
    semoga rejeki mas tamah banyak biar bisa tetap membantu mereka 🙂

  29. Hemm sungguh luar biasa bapak. Salam untuk anak anakmu ya pak!!

  30. Salut kang…. (worship)

  31. Worship dah….

Trackbacks/Pingbacks

  1. Sewa
  2. SEWA « Twilight Express

Leave a Reply

You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>