Jika tulus kenapa takut

Hadapi!!!!!

Itu kata yang muncul dalam setiap saya mendapati masalah maupun kendala baik dalam pekerjaan ataupun lingkup kehidupan yang lain.

Bukan sekedar asal berani ataupun sekedar putus asa namun sebuah kepasrahan dengan penuh keyakinan bahwa dalam setiap kendala pastilah ada kendali, jika kita memegang kendali maka sebenarnya kita bisa mengendalikan kendala.

Sempat terlontar beberapa pertanyaan yang masuk dari orang lain melihat keadaan kita saat mendapatkan kendala, terkadang pertanyaan pertanyaan tersebut ada yang melemahkan, mengkhawatirkan,namun ada juga pertanyaan yang menimbulkan semangat untuk menghadapi setiap kendala.

Apakah tidak takut di tipu??

Apakah tidak takut di perdaya?………apakah tidak takut bangkrut?

Setiap pekerjaan maupun usaha manusia untuk mencapai keberhasilan tentu saja akan mengalami kendala maupun keadaan yang terkadang mempersulit jalan keberhasilan, akan tetapi jika kita memiliki perbekalan enenrgi dan strategi yang cukup, Insya Allah tidak ada masalah yang tak ada solusinya dan tak ada pertanyaan yang tak terjawab.

Suatu hari saya berkesempatan di mintai tolong oleh saudara saya untuk mengantar tetangganya ke sebuah rumah sakit jiwa di kota Magelang, Jawa Tengah.

Sesampai di rumah sakit tersebut disela sela saya menunggu saudara saya dan kerabatnya yang memeriksakan salah satu anggota keluarganya, saya duduk di sebuah pinggiran taman kemudian saya di kagetkan keadaan ketika ada seorang laki laki berjas dan berdasi menghampiri saya sambil membawa beberapa amplop yang saya tidak tahu isinya.

Lelaki berjas tersebut kemudian mengajak saya berkenalan, mengulurkan tangan kemudian menyebutkan nama, dan kemudian setelah saya juga menjabat tangan dia setelsh saya sebutkan nama saya  dia meminta ijin untuk duduk di sebelah saya.

Tanpa saya minta lelaki necis berjas hitam berkemeja putih berdasi biru tersebut kemudian bercerita tentang sebuah pekerjaan pekerjaan nya, tidak lupa dia memberiku sebuah kartu nama sebuah perusahaan yang kemudian saya masukan ke saku saya karena hp saya berdering maka tak sempat untuk membaca kartu nama tersebut.

Sejenak saya meminta ijin untuk menerima telpon dari kawan saya, kemudian setelah selesai saya kembali di ajak berbincang kembali, karena telpon saya berhubungan dengan orang orang saya yang di lapangan kemudian laki-laki ber jas yang mengaku bernama Harris tersebut bertanya setengah menebak tentang profesi saya sebagai pekerja kontraktor.

Pak Harris saya kemudian menyebutnya, usia dia saya taksir sekitar duapuluh tahun lebih tua ketimbang saya, orang tersebut sangat sopan dan rapi dalam berbicara kemudian meneruskan bercerita tentang kegigihanya pada sebuah usaha,  bermula mendirikan sebuah koprasi kecil kemudian sampai berhasil membuat sebuah kelembagaan yang lebih besar sekelas BPR dengan istilah KSP (Koperasi Simpan Pinjam).

Kiat kiat dalam usahanya di beberkan dengan seksama, selangkah demi selangkah usaha yang di geluti kemudian menuai keberhasilan.

Namun sesaat kemudian ia mulai menceritakan berbagai masalah yang dia dapati, berbagai kendala yang ia temui di luar prediksi menurutnya, pak Harris menceritakan dirinya di tipu teman kerjasama saat dia mengembangkan usaha di luar KSP, bertubi pak Harris menceritakan segala permasalahan hingga usaha yang dia rintis kemudian menjadi hancur pailit.

Beberapa detik kemudian pak Harris terdiam menunduk sempat saya lihat beberapa butiran airmata terjatuh kemudian di susul raungan raungan memaki maki Tuhan yang membuat saya kaget bercampur takut.

Beberapa saat kemudian beberapa tenaga medis berlari mendekati pak Haris yang meraung raung kemudian membujuk dan membawa pak Harris masuk ke sebuah ruangan.

Saya yang sangat terkejut, apalagi  kemudian saya di kerumuni orang orang yang bergerombol sebagian ada yang tertawa tawa dengan pandangan kosong, tak lama kemudian saya di tegur oleh seorang satpam agar saya tidak berada di area tersebut karena memungkinkan pasien untuk berbuat semaunya, dan kemudian satpam tersebut menerangkan bahwa baru saja saya bersama pasien yang sedang dalam rangka akan mendapatkan perawatan di RSJ.

Dalam hati saya menyimpulkan bahwa pak Harris adalah pasien RSJ yang sedang di daftarkan oleh kerabatnya untuk mendapatkan perawatan di RSJ, hal tersebut di pertegas ketika beberapa saat ada salah satu keluarganya yang mendatangi saya dan meminta maaf sekaligus menampakan kelelahan karena mencari pak Harris yang menyelinap dan ngobrol dengan saya tadi.

Dalam senyum geli saya kemudian saya menarik pikiran bahwa sebenarnya perbedaan saya dengan pak Harris nyaris tidak ada saat duduk berdua dan ngobrol, Pak Harris adalah pelaku usaha dan saya pun tidak berbeda, jika obrolan tersebut dilakukan di lobby hotel pastilah berbeda di akhir pembicaraan.

Begitulah dalam menjalani kehidupan maupun sebuah usaha keberanian kita, kemudian kepandaian logika, serta kecerdasan emosional sekiranya harus di seimbangkan dengan sisi spiritual yang kuat, jika tidak maka kita akan menjadi  Pak Harris yang sedang di daftarkan untuk perawatan di RSJ tersebut.

Dalam saya menjalani pekerjaan saya bukan berarti saya tidak pernah di tipu seperti  Pak Harris namun sempat beberapa kali mengalami keadaan dimana yang saya rencanakan tidak sesuai dengan kenyataan, yang saya hitung tak memenuhi kenyataan, dan beberapa keberhasilan yang berbeda bentuk.

Jalan Tuhan mungkin memang bukan jalan yang tercepat, mungkin juga bukan jalan yang termudah namun selalu merupakan jalan yang terbaik bagi saya dalam setiap hal menjalani usaha apapun.

Jadi lakukan saja semua pekerjaan, profesi kita dengan sebaik baiknya, serta hadapilah setiap masalah dengan gentle, sematkan rasa tulus dan buang ketakutan untuk ditipu, diperdaya, jadikan diri kita ibarat cermin yang hanya memantulkan sesuatu di depan cermin dengan terbalik kiri dan kanan.

Tidak menutup kemungkinan di dalam masalah kita menemukan hikmah yang menuntun pada berkah pada waktu yang akan datang.

Kecerdasan spiritual sebenarnya tak mengarahkan kita pada doa doa yang seperti mendikte Tuhan, seperti meratap memohon memperhalus perintah kepada Tuhan, itulah pemahaman pak Harris tentang Tuhan hingga dia berputus asa dan memaki Tuhan di dalam raungan raungan tadi.

Sebenarnya hanya butuh rasa terima kasih dan bersyukur  yang di terjemahkan dengan cara menikmati ketulusan rasa syukur serta kepasrahan dalam sehela nafas kita.

Hadapi saja setiap kendala karena kita memiliki kendali, sematkan rasa tulus iklas saja dalam bekerja dan berusaha, karena sebatas itulah kewajiban kita selebihnya adalah kewenangan Allah SWT untuk segala Maha atas kita.

Berprasangka baik terhadap siapapun membuat kita tidak akan pernah merugi, percaya tak ada yang akan menipu maupun menikam kita maka hal tersebut tak terjadi pada diri kita, andai terjadi sesungguhnya bukanlah penipuan terhadap kita hanya cara keberuntungan yang berbeda.

Ketika kita berprasangka baik maka kita mendapatkan segala kebaikan, begitupun yang kita hadapi adalah orang yang di anggap gila seperti pak Haris, namun penuturan saat dia menceritakan cara membina usaha adalah sebuah kebenaran, dan ada hikmah yang Allah SWT berikan melalui pak Harris.

Dan katakanlah: “Ya Tuhan-ku, masukkanlah aku secara masuk yang benar dan keluarkanlah (pula) aku secara keluar yang benar dan berikanlah kepadaku dari sisi Engkau kekuasaan yang menolong. ( Al isra ayat 80)

Tags: , , , , , , , , , , , , , , ,

10 Responses to “Jika tulus kenapa takut”

  1. Sudah dilihat kartu nama yang dikasih Pak Harris? Apa tulisan yang tertera? 😉

    Salam persahablogan,
    @wkf2010

  2. Kartu namanya sesuai mas hajahaha

  3. Asslamualaium wr …wb. nderek nimbrung mas totok, Memang yang penting bagi kita adalah bersyukur terhadap apa yang telah di berikanNya kepada kita. Selalu berusaha dan berdoa serta tawakkal.

  4. Hemmm…
    Nuwun kontemplasine Kang…
    Yaps, aku arep maju, dan aku butuh balung liya ben kuat n prengkuh lakuku…

  5. semoga pak harris lekas sembuh.

  6. 🙁 Semoga kita diberikan ketulusan minimal seperti Soichiro Honda yang membuat pabrik Honda, hancur tiga kali oleh dua perang dunia dan gempa bumi, dan sampai dia meninggal dia tidak menikmati hasil gemerlapnya sukses Honda..

    Maturnuwun kang renungan-e, semoga menjadikan renungan buat kami agar bekerja, bertindak, dan berlaku, sepenuh hati..

  7. Subhanallah…semoga saya bisa berjumpa dengan sampeyan mas…insyaAllah

  8. aah Mantab pol… kudu ikhlas yo mas….?? Matur Nuwun pencerahanipun…

  9. asiik yah

  10. tulisannya sangat mengen sekali,terimakasih

Leave a Reply

You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>