Bersyukurlah anda

pedalamanMungkin itu lebih baik dari pada ketika kita menjadi pengeluh yang tentu menjauhkan kita dari rasa bersyukur dan nikmat yang luar biasa

Sadarkah kita dengan kelebihan yang kita punyai dan mensyukurinya kemudian kita memanfaatkan dengan sebaik baiknya segala sesuatu yang Tuhan berikan saat ini.

Sadarkah kita selama ini kita menjadi penghujat dan mengajarkan banyak keluhan pada banyak orang , salah satu contoh ketika menemui jalanan rusak lantas kita menuliskan cercaan,menghujat,mencela ,atau ketika anda masih asik di depan computer kemudian tiba tiba listrik padam ,dan tentu sejuta kesal dan serentetan umpatan keluar bahkan tak jarang orang banyak menulisakan seabrek kekesalannya lewat blog,atau Plurk atau yang lainya,

Tak sedikit pula orang menuliskan lewat surat pembaca,di Koran atau sms ke suatu media tertentu dengan harapan kepuasan untuk mengeluh tersalur,

Ketika seseorang tidak pernah mau beranjak untuk memahami orang lain atau tidak pernah keluar dari egoitas dirinya tentu orang tersebut akan merasa paling hebat ,tapi apakah kita sadar bahwa sebenarnya kita ini justru terlarut menjadi kerdil tak ubahnya Katak dalam tempurung

Dari perjalanan saya di beberapa tempat ini saya menjadi tahu bahwa masih banyak daerah yang tak seterang listrik di kampungku , juga banyak saya dapati jalan yang tak semulus jalan kampungku .

Beberapa hari di sini dan berkutat di daerah daerah seperti ini membuat saya mementahkan banyak pikiran saya tentang kehebatan teori seseorang bahkan terpaksa membuat saya harus mentertawakan tulisan beberapa orang yang sudah menabiskan dirinya sebagai penulis ternama ,ataupun beberapa penulis yang sudah merasa dirinya mewakili rakyat yang tertindas “ kawan yang kau tulis bukan apa apa , itu sekedar mewakilkan kekesalan hatimu kawan “

saya jadi ingat ketika saya mengalami sakit gigi , waktu itu saya merasa sayalah paling susah di rumah sementara orang lain di rumah enak makan enak tidur ,saya lah yang menderita namun ketika saya berobat ke rumah sakit , saya baru tahu bahwa ternyata yang sakit lebih parah ketimbang saya lebih banyak .

nah seperti Katak dalam tempurung , itu yang paling cocok ketika selama ini kita hanya memahami diri kita dengan profesi kita , dan peribahasa itulah yang mungkin cocok mewakili dari kesempitan pola berpikir kita saat ini ,

mungkin hari kemarin saya begitu mendewakan orang orang yang runtut membuat teori tentang kemajuan bangsa ,tentang sumpah pemuda,tentang kebangkitan nasional ,dan tentang pendidikan atau seabrek kesombongan orang yang mengaku berbagi untuk kemaslahatan bidang tertentu .

lihatlah luasnya nusantara , andaikan para guru di pedalaman ini bisa ngeblog mungkin anda akan sadar sekali bahwa yang kita lakukan belum sebanding dengan perjuangan mereka .mereka bisa melihat kita dalam keseharian nya mereka tahu betapa majunya dunia sebelah yang lain ,mereka mengikuti terus perjalanan kita mereka mampu membacanya , lantas kita ……? Terlihat kah mereka

itulah sekedar penggambaran saya urai ketika saya masih di sini , tanpa listrik ,tanpa jalan aspal .

Bayangkan saja …………jangan di rasakan hahahahahahaha

Hari ini semakin aku sadari Luasnya dunia dan Masalahnya …….jadi …..Ya besyukur sampean masih bisa ngeblog masih bisa minum es, naikmotor,online,ngeplurk dan ……….

jadi masihkan akan terus kita membusungkan dada dan merasa paling hebat……

atau mengeluh seolah kita paling susah …………dan merasa patut untuk menjadi refrensi karena kita paling repot …

hem jangan terlalu serius lah ini hanya sekedar menulis kan pikiran dan mencerca saya sendiri kok……

salam untuk semua sahabat ku

dan aku masih di pedalaman …………

Tags: , ,

23 Responses to “Katak Dalam Tempurung”

  1. pertamaxx dulu ah 😀

  2. waduh saya punya katak tapi dalam sarung bos 😀

    gentho :
    sarungnya bau lagi hahaha cilaka

  3. saatnya untuk instropeksi diri…

    gentho :
    ayoo bareng mas asik

  4. wah, ternyata selama ini mas totok sedang melakukan tour panjang sampai ke pelosok2 hingga bisa melakukan refleksi dan retrospeksi diri. terima kasih, share-nya, mas totok. jangan2 selama ini saya juga identik dengan peribahasa itu, mas, kekeke …

    gentho :
    halah ya nggak lah pak itu kan menuliskan saya sendiri kok hahaha pak yang kadang sudah merasa gimana gitu hahaha

  5. setelah berdoa dan berusaha, apapun hasilnya juga wajib kita syukuri.
    saya merasa disindir nih.. soalnya sering mengeluh
    tapi kalau terlalu banyak bersyukur nggak maju maju dong.

  6. jaga ksehatan mas, jaga diri juga… di kalimntran, daerah saya, juga bnyk yg sprti itu… buka mata, buka hati…

    gentho :
    Makasih mas doa dan semangatnya

  7. ini masuk dalam tulisan reflektif, mas totok.
    pengalaman dijadikan bahan renungan dan pelajaran, tak hanya bagi diri sendiri namun juga dibagi buat orang lain.
    semoga mas totok menemukan lebih banyak pengalaman yang akan semakin memperkaya hati.

    (nah, bahkan untuk mampu berkontemplasi seperti ini pun musti kita syukuri ya, mas totok?)

    gentho:
    haaaa makasih mbak apreasinya kenal mbak saya juga sehat terus hhahaha

  8. Jadi introspeksi nih, Mas.
    Tapi bagaimana pun kebenaran kan mesti dikabarkan, Mas Totok. Kita nggak bisa diam begitu saja dengan apa yang kita lihat. Hanya berangkali mesti tetap proporsional ya, Mas.

    Nah, semoga lancar di pedalaman, Mas. Salam!

    gentho :
    ah itu cuman yang ada di pikiran kemudian dituliskan kok hahaha makasih mas

  9. bener mas totok… mari kita bersyukur atas apa yang kita punyai dan dapat lakukan,…

    gentho :
    hoh nih lagi latihan bersyukur hehehe maksih telah membantu untuk tulisan mas juga

  10. Nah, kali ini tulisan agak rapih, sepertinya sempet bersinggungan dengan internet :mrgreen:

    gentho :
    hahaha emang kadang masih asal asalan je haha maklum sambil belajar dan masih di jalan hehehe

  11. Iya.. Ya Bos memang sudah sih buat kita untuk melihat sesuatu itu dari sisi baiknya. Lebih Mudah bagi kita melihat dari sisi buruk. Dalam kitab suci memang sudah digambarkan bahwa manusia itu memiliki tabiat berkeluh kesah. Kalau sedang ditimpa kekurangan berkeluh kesah kalau lagi dapat kebaikan kikir.

    gentho :
    hooh kan lik aku dewe sing sering begitu je hahaha Kufur dan kuwur hehehe

  12. yah, kita terlalu tamak dan kurang bersyukur mas.
    lha listrik padam semenit saja sudah misuh-misuh 😀

    gentho :
    haoyo to kang lak do ngono kan

  13. benar mas..

    kadang kala kita terlampau asyik dengan diri sendiri….terlampau senang mencari kekurangan…

    yang membuat akhirnya kita lupa mensyukuri nikmat-NYA

    gentho :
    iya kan makanya saya senang banyak mengenal orang biar bisa bersyukur heheh

  14. Justru saya nge-blog agar bisa jadi lebih sholeh, kang Gentho, hehe

    gentho :
    saya juga berharap begitu mas hehem

  15. Soal fasilitas, teringat seorang bapak dr pedalaman kalimantan yg bengong penuh kagum melihat Bintaro Plaza dg semua tatapan sinis padanya. Ketika diejek sbg org kampung dia teriak dg suara bergetar: “Indonesia bukan hanya (pulau) jawa…”

    Kejadian ini sudah hampir sepuluh tahun lalu, banyakkah yg berubah kini?

    gentho :
    belum barubah mas masih sama katroknya hahaha

  16. Bingung gue mau komen apaan…. 🙂

    gentho :
    sembarang boleh kok saya sangat senang salam kenal ya

  17. ceritanya tulisan daur ulang ya mas? Tapi emang cocok sekali untuk dibaca kembali di hari kemerdekaan RI yang ke 65 ini

    EM

  18. bagaimanapun dalam kebodohan saya sendiri.. piye carane sukur… hihihi

  19. Sangat menarik untuk mencermati diri sendiri yo kang…?
    Dunia gumelar ini tak lebih akumulasi gambaran dari dunia kecil kita masing-masing. Nice share kang… (worship)

  20. huasyem… repost..

Trackbacks/Pingbacks

  1. Setahun Sawali (dot )Info
  2. Silaturahmi Bloger Timur Tengah « Kambing Etawa
  3. Seberapa Hebatkah | Gunungkelir

Leave a Reply

You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>