Postingan ini merupakan Kisah Lanjutan dari postingan Sebelum nya yang dalam rangka merangkai Konten Di Antara Anak SMA yang dalam Cerita Sebelumnya  sebelum nya saya postingkan dengan Judul “Cerita Anak SMA Jadi Pengusaha

Narman Menarik Busur Pengusaha

Bagian 2

Narman memberanikan diri datang ke Jakarta dan kemudian terpesona melihat gemerlapnya ibu kota Jakarta , sebulan dua bulan Narman masih tinggal di Kontrakan saudaranya karena Narman masih mencari cari lowongan pekerjaan untuk nya.

Entah beberapa kantor yang di datangi oleh Narman untuk maksud melamar pekerjaan namun dari beberpa lamaran yang dia kirim belum satu pun Narman mendapat panggilan.

Narman kemudian memberanikan diri untuk bertemu salah satu orang tetangga di desa nya yang juga merantau di Jakarta namun orang tersebut sudah memiliki jabatan yang lumayan di sebuah perusahaan Kontruksi terkenal di Jakarta.

Meskipun agak takut dan segan Narman memberanikan diri untuk datang ke kantor di mana Orang tersebut bekerja , meskipun berjam jam karena orang yang ingin di temui sedang rapat Narman akhirnya berhasil bertemu dengan orang tersebut.

Narman kemudian di temui dan di ajak masuk ke ruangan orang tersebut dan di sela sela obrolan narman memberanikan diri untuk menyampaikan maksudnya untuk meminta bantuan pekerjaan pada orang tersebut.

Berbekal kebaikan orang tersebut kemudian Narman berhasil di terima bekerja di perusahaan tersebut sebagai Logistik karena Narman tidak memiliki keahlian khusus di bidang tehnik maka mau nggak mau dia harus mnerima pekerjaan tersebut sesuai dengan ijazah yang dia miliki.

Beberapa bulan kemudian lebaran datang segala rindu dengan keluarga di rumah sudah menggunung dengn hasil tabungan gaji sisa nuang makan dan bayaran kontrakan dia kemudian berhasil pulang sebagai pemudik seperti yang lain dengan rasa bangga yang tak pasti.

Seminggu nrman melepas kerinduan di kampong halman bersama keluarganya di sudut bukit menoreh yang ia tinggali dengan banyak cerita yang tak habis di setiap malam nya mengenai indahnya ibukota Jakarta .

Tak lupa ia berkunjung juga ke rumah orang yang membantu mendapatkan pekerjaan di perusahaan nya karena bertepatan beiau juga mudik lebaran di kampong nya.

Masa libur lebaran pun usai segala keceriaan bersama bapak ibu nya dan adik adiknya harus ia tinggalkan kemudian kembali berangkat ke Jakarta.

Narman menikmati pekerjaan nya dan berkat kerajinan nya kemudian Narman berhasil menduduki jabatan kepala logistic di perusahaan tersebut, karena di bantu promosi jabatan oleh orang yang satu desa dan telah memiliki Jabatan yang berpengaruh di perusahaan tersebut.

Dua tahun Narman bekerja di perusahaan tersebut kemudian juga selalu mudik saat lebaran seperti saudara saudara yang lain nya meskipun dengan susah payah Narman menabung agar bisa menjadi pemudik seperti yang lain nya.

Nyaris sampai tahun ketiga Narman masih sangat menikmati pekerjaan nya namun pada saat dia mendapat kabar bahwa bapak nya jatuh sakit dia sontak memiliki kesedihan yang berat dimana dia tak bisa dengan se enaknya pulang kampong karena terikat aturan perusahaan yang hanya memiliki cuti lebaran dan libur di hari sabtu minggu.

Tiga hari sejak narman mendapat kabar bertepatan hari jumat kemudian ia meminta ijin untuk menjenguk bapaknya yang di rawat di rumah sakit , jumat sore Narman naik kereta dan sabtu pagi sudah sampai ke Rumah Sakit Purworejo tempat Bapak nya di rawat.

Air mata kesedihan meleleh di pipi setelah melihat keadaan bapaknya yang akhirnya mengalami cacat kaki karena jatuh saat mengambil nira kelapa.

Hari hari Narman kemudian mulai mendung karena ia harus mampu membantu biaya sekolah adik adik nya karena bapaknya telah mengalami cacat kaki sehingga mengakibatkan miringnya penopang ekonomi keluarganya.

Derita Narman bertambah sesaat setelah orang yang membantunya mendapatkan pekerjaan mengundurkan diri  karena membuka usaha sendiri , hari hari Narman menjadi semakin berat ketika ia harus memimpin anak buahnya yang baru baru apalagi beberapa anak buahnya adalah lulusan diploma yang tentunya secara formal mendapat pendidikan lebih banyak dari nya yang hanya SMA.

Derita Narman akhirnya memuncak saat terjadi restrukturisasi perusahaan kemudian ia harus menelan kepahitan ketika jabatan kepala logistic di ambil alih oleh salah satu anak buahnya hanya karena persoalan Ijazah SMA nya  meskipun secara pengalaman jelas lebih handal Narman.

Gerak Narman sebagai pekerja yang di harapkan keluarganya mentok karena Ijasah SMA yang ia kantongi sementara keluarga di kampong nya hanya bisa melihat bahwa Narman adalah Karyawan Di perusahaan besar yang pasti memiliki penghasilan yang besar menilik salah satu orang yang berada di kampong nya sudah berhasil mendirikan Perusahaan sendiri meskipun tak banyak tahu bahwa landasan Ijazah formalnya berbeda jauh antara Narman dengan Orang tersebut.

Makin hari makin mengkerucut sudutan masalah timbul dan seakan serempak menyerang Norman sebagai perantau dimana Kost tempat ia tinggal juga di pindah tangankan untuk di renovasi akhirnya Narman terpaksa berpindah kost lain yang ternyata biaya tiap bulan nya lebih mahal, tapi Narman tak memiliki pilihan lain karena ada yang lebih murah akan tetapi tempatnya jauh dan membutuhkan biaya transportasi yang jatuhnya sama mahalnya.

Di lebaran ketiga Narman kembali menjadi pemudik dan sangat jauh berbeda keadaan bathin narman dengan lebaran sebelum nya apalagi dia di hadapkan masalah adik nya yang sudah akan memulai pendidikan di bangku SMA sementara bapaknya menjadi semakin rapuh akibat cacat yang di deritanya.

Saat menyempatkan silaturahmi ke orang yang dulu membantunya mendapatkan pekerjaan di perusahaan nya Narman mengeluhkan semua ke adaan yang di alami saat itu namun alangkah kagetnya ketika mendapat solusi agar dirinya pulang kampong saja dan memelihara Kambing di rumah.

Bersambung Ke Postingan Berikutnya

Tags: , , , , , ,

8 Responses to “Kisah Sukses Anak SMA”

  1. Kisah perantau yang terus berulang dan bisa terjadi pada siapa saja. 😉

    Salam persahablogan,
    @wkf2010

  2. Life is an unpredictable journey. Kita tdk dinilai dari mana kita berasal, tapi bagaimana kita berproses.
    Semangat untuk mengalahkan hidup..

  3. *cium tangan*
    Nyuwun pangapunten nembe saged sowan kangmas…
    Kadosipun kandel krentekipun kangge titip “sma” kaliyan google.
    Mugi Gusti ngijabahi 🙂

  4. kok di paragraf terakhir tokohnya berubah jadi norman? 😀 jd inget polisi dangdut ituh *eh.

    alur kisah sepertinya akan aku ceritakan jg ah di blog hehe..

    perkaya konten anak SMA lalu anak Kuliah dan mahasiswi 😀

  5. Padahal bagi orang seperti Narman tak perlu mengaitkan kinerja dan ijazah. Belumntentu yg ijazahnya di atas SMA dijamin lebih baik loyalitas dan dedikasinya pd perusahaan

  6. Selain Narman,
    Semoga nanti juga ada serial orang yang sempat kerja dan punya “jabatan” di perusahaan Kontruksi terkenal di Jakarta itu. 🙂
    Pastinya keduanya kan sempet memiliki juga sebuah “cerita anak SMA”
    Rak iya ta..?

    (wis tak bantu kalimat “anak SMA” ne lho Lik…)
    Maturnuwun…

Trackbacks/Pingbacks

  1. Sudut Pandang | www.gunungkelir.com
  2. Pertolongan Kambing Etawa Keracunan | www.KambingEtawa.org

Leave a Reply

You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>