Menikmati kopi hitam memang memiliki seni tersendiri, bisa dinilai dari aromanya bisa juga dari citarasa.

Namun kenikmatan seteguk kopi ternyata banyak sekali perihal yang mempengaruhi , mulai dari bahan dasar kopi yang berkwalitas, pengolahan kopi, hingga penyajian kopi serta ditunjang suasana dan waktu meminum kopi.

Kopi Khas Bogor yang pernah saya nikmati menjadi istimewa sebenarnya lebih dipengaruhi oleh cara penyajian dan lebih terasa nikmat karena diminum bersama sahabat-sahabat dengan suasana yang nyaman.

Kopi Khas Bogor kemudian biasa saya nikmati bersama beberapa sahabat blogor (bloggerbogor) yang kemudian sering di sebut Lionger, tanpa kesepakatan tertulis kamipun menjadi larut dengan persahabatan yang dialogis meskipun masing-masing memiliki dunia profesi yang berbeda-beda.

Saat Ngliong (sebutan saat menikmati kopi liong bersama yang dibahas secara linguis oleh bu dosen Utami utar dalam bloggnya) obrolan di antara Lionger kemudian mencair dan mengalir seperti es beku yang terkena sinar matahari, kebekuan yang terbawa dari masing-masing personal hilang leleh dan menjadi hangat oleh kopi khasbogor.

“Putihnya beras bukan karena mesin penggilas namun dipengaruhi oleh gesekan antara beras satu dengan beras yang lainnya” istilah tersebut mendasari pikiran saya untuk selalu mengambil manfaat ilmu dari teman-teman di Bloggor pada saat sedang ngopi bareng.

Kopi Khas Bogor yang salah satunya bermerk Liong Bulan telah di bahas lengkap oleh mas Adi Purwanto dalam Bloggnya WongKamFung seorang Dosen yang ramah dan bersahaja, di teras rumah beliau pertama kalinya saya menikmati kopi khas bogor dan beliau tanpa sungkan membagi ilmu yang dimiliki olehnya.

Saat ngliong adalah saat dimana kami melucuti gengsi dan melepas keangkuhan membaurkan kemanusiaan yang hakiki tanpa selempang kesombongan dan kemunafikan.

Kami menikmati Kopi Khas Bogor saat saling berbagi pengalaman berbagi pengetahuan dengan cara yang paling sederhana, tanpa moderator tanpa panelis kita berdialog ringan dan membumi.

Tidak ada yang menggurui di antara kami tidak ada perbedaan kasta mencuat saat duduk senda gurau menikmat kopi, tapi saling mengisi kekosongan yang dimiliki di antara kami bersama.

Tidak ada konsep-konsep besar yang melangit terlahir dalam diskusi ringan bersama hanyalah pembicaraan kepedulian kecil yang terbentuk tanpa kesepakatan untuk dilakukan bersama dalam kehidupan.

Kopi Khas Bogor hanya simbol kebersamaan tanpa perbedaan sudut pandang dan merupakan pengingat dan pengikat yang dimaknakan, tidak ada proklamasi dalam menikmati kopi, tidak ada prasasti dalam kebersamaan saat Ngliong.

Kopi Khas Bogor tak lebih istimewa dari kopi yang lain jika saja tak memiliki sisi spiritual dan emosional yang mengikat kita saat menikmati, seperti yang di tulis oleh kang Edy (mataharitimoer) dalam rahasia Kopi Khas Bogor.

Citarasa dan aroma menjadi istimewa karena kita memiliki rasa.

Hebatnya Kopi Khas Bogor adalah menjadi simbol persahabatan.

Mari nikmati kopi bersama jika anda mengedepankan  persahabatan dan berani melepas gengsi, maka anda akan terlepas dari penjara kesombongan serta terbebas dari tempurung kebodohan.

Tags: , , , , , , , , ,

9 Responses to “Kopi Khas Bogor Simbol Persahabatan”

  1. Kalau di Jepang : Nikmati sake bersama demi persahabatan 😀
    Kampai!

    (Ngga nolak kok kalau diajak ngliong :D)

  2. Ayo mbak Imelda, ke Bogor. Kita ngeliong sambil wawancanda 🙂

  3. Jadi ngences mbaca tulisan ini. 😆

    Salam persahablogan,
    @wkf2010

  4. Kopi, terbukti mempererat persahabatan

    Salam kopi hitam

  5. Beda lidah pasti juga beda rasa kan bang? Keknya saya belum pernah deh nikmatin kopi bogor

  6. Salam persahabatan kembali mas Totok dari penggila White Koffie ma kopi item lainnya 😆

  7. Jadi kapan aku di ajak bergabung ke bogor buat rapat makar wakakakakakaka

  8. saya sudah berkali-kali ke bogor, mas totok. sayangnya belum sempat mencicipi kopi khas bogor.

  9. saya bukan pecinta kopi.. tp sudah beberapa x minum kopi.. diantara kopi2 yg saya mnum, yg buat saya melek sampe pagi gk bisa tidur.. kopi Takengon (Aceh Tengah)yang d buat tangan sendiri bukan pabrik… (Oleh2 dari teman)… 🙂

Leave a Reply

You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>