panelAda kalanya kita sangat mengagungkan gengsi kita secara berlebihan dan kita memang di untungkan oleh prestige,hingga tidak jarang juga beberapa diantara kita harus rela merogoh kocek yang dalam untuk membeli gengsi atau prestige agar nampak selera yang di ukur tinggi oleh orang lain.

Namun jika kita tidak jeli kadang kita juga di rugikan sekali dengan gengsi yang berlebihan ,sadar atau tidak adakalanya kita kehilangan kesempatan untuk mendapatkan banyak hal ketika kita bertahan pada gengsi yang salah waktu dan perlakuannya.

Untuk memperhitungkan gengsi,dan prestasi memanglah harus setara dengan penempatan serta saat yang tepat dalam perlakuanya,

Dalam pencapaian prestasi pekerjaan yang kita lakukan secara perseorangan dan perusahaan kadang harus memposisikan gengsi untuk menjaga kwalitas serta mempertahankan penafsiran nama baik yang di nilai oleh  owner atau pemilik pekerjaan , hingga kadang sesekali kita harus mengambil resiko untuk merugi dalam satu item pekerjaan terkait.

Namun jika gengsi tersebut kita perlakukan pada saat yang salah maka tentu bukan sekedar kerugian namun tertutupnya banyak kesempatan yang akan kita dapati ,boleh di bilang hanya karena gengsi kita berlebihan dan salah arah maka uang yang mestinya dapa kita pegang akhirnya melayang.

Hari hari ini  saya tidak banyak melakukan aktifitas pekerjaan saya di luar ,banyak aktifitas dan kegiatan saya isi di seputar rumah dusun saya , memang di awal tahun ini saya memilih hanya menyelesaikan pekerjaan yang tersisa di tahun kemarin serta tidak mengikuti tender di beberapa kesempatan pekerjaan yang  porsi pekerjaannya memakan konsentrasi tinggi, berhubung tahun 2009 adalah tahun pesta politik , jadi saya enggan untuk mengambil resiko terlalu tinggi untuk pekerjaan saya yang bergantung pada nilai rupiah terhadap dolar,tentu praktis kegiatan saya banyak di rumah dan seputar kandang kambing etawa kesayangan saya.

Suatu hari saat saya berada di seputar kandang kambing etawa yang berada disamping rumah, saya di kejutkan oleh kedatangan beberapa mobil yang berisi banyak orang yang semua berpakaian rapi .

Sesaat kemudian dua diantara tamu tersebut mendekati saya seraya bertanya  ” Mas apa benar ini rumah bapak Totok ” orang tersebut bertanya sembari membaca tulisan di kertas .

Oh iya betul sekali pak …Bapak dari mana dan ada keperluan apa ” saya menjawab sekaligus bertanya

saya dari Operational Manager salah satu BTS  yang berlokasi di Gunungkelir pak , hendak meminjam kunci BTS ” ia menjawab sambil menyerahkan surat tugas dari perusahaan

sebentar pak saya ambilkan ” jawab saya sambil menerima surat tugasnya

Setelah saya ambilkan kunci selter BTS  ( Base Transceiver Station ) kemudian beberapa orang tersebut lantas bergegas menuju lokasi tower  yang berjarak sekitar 500 meter dari rumah saya,kemudian saya melanjutkan aktifitas saya ke kandang untuk memberikan makanan tambahan pada beberapa induk kambing etawa yang sedang dalam masa menyusui.

Selang beberapa waktu kemudian ada dua orang dari tamu tersebut kembali dari lokasi tower seraya menghampiri saya yang kemudian meminta tolong pada saya untuk menaikan genset mobile .

maaf mas saya minta tolong dibawakan genset mobile ke lokasi tower ” dia meminta saya untuk membawa genset backup

oke mas saya akan naikan namun mungkin butuh beberapa orang untuk membantu menaikan genset ini paling tidak empat orang ” saya menjawab sekaligus mengajukan permintaan

oh iya nggak apa apa mas sekalian nanya kira kira ongkosnya berapa ya mas ” dia kembali bertanya

ehm berapa yah nanti saya tanyakan ke teman 2 dulu ” saya menjawab namun masih mengambang

kalo 600 ribu kira kira pada mau enggak ya mas ” dia memberikan opsi seperti bimbang

wah mestinya mau pak …. yah mudah mudahan saja mau” saya menjawab sekaligus memastikan

kesepakatan pun terjalin dan kemudian saya mengajak empat orang di lingkungan saya untuk membawa genset itu ke lokasi tower .

sesampai di lokasi BTS  kemudian saya baru mengetahui kalau ternyata listrik nya terpadam karena terkena petir sehari yang lalu hingga mengakibatkan panel ATS dan AMF kontrol Genset menjadi tidak berfungsi dengan baik hingga mengakibatkan terputusnya arus listrik dari PLN maupun backup Genset.

Sekitar setengah jam berlalu saya masih di seputar lokasi sambil menikmati udara sore di atas Gunungkelir bersama beberapa orang yang saya ajak menaikan genset tadi , saat saya bergegas mau turun kemudian salah satu orang dari OM BTS tadi menghampiri saya sambil bertanya,

mas kalo di sekitar sini ada orang yang bisa membantu untuk menkoneksikan genset sementara mas ” orang tersebut bertanya pada saya setelah beberapa saat seperti menemui kesulitan dalam mengoprasikan genset backup sementara.

Ehm kalo mas percaya dan boleh …mungkin saya sendiri bisa membantu ” saya menjawab sekaligus menawarkan solusi

oh boleh mas ……memangnya mas sendiri bisa ” dia memperbolehkan walau masih nampak kesangsian dalam wajahnya

Mudah mudahan saya bisa membantu ” jawab saya yang mungkin masih tidak bisa memberi kepastian

silahkan di coba tapi hati hati yah mas soalnya tegangan yang di hasilkan listriknya lumayan gede ,sementara saya membawa teknisi juga masih agak kebingungan mempelajari panel nya serta kesulitan untuk bypass backup power gensetnya ” dia memberikan penegasan terhadap ketidakyakinannya.

Kemudian saya meminjam beberapa alat yang di bawa oleh orang tersebut untuk melepas beberapa jamper yang menjadi proteksi automatic panel kontrol genset kemudian menyambungkan genset yang di bawa untuk di operasikan sebagai backup sementara berhubung genset yang besar dalam keadaan tidak berfungsi karena panel kontrolnya tersambar petir.

Setelah semua berhasil saya sambungkan dan genset mobile sudah berfungsi sebagai power backup dengan sukses akhirnya mereka baru nampak lega dan tak cemas lagi walau nampak masih ada kesulitan yang belum terpecahkan , namun saya masih terdiam dan hendak meminta diri untuk meninggalkan mereka.

Maaf mas saya mau turun dulu kan sudah beres pekerjaan saya ” saya mohon pamit sambil merapikan alat alat mereka

terima kasih mas tapi mau nanya lagi kalo petugas ganguan PLN terdekat dimana mas ” dia bertanya sekaligus menahan kepergian saya

petugas gangguan PLN terdekat yah di kecamatan mas sekitar delapan kilometer dari sini , memangnya kenapa mas ” saya menjawab sekaligus bertanya kembali

lha ini PLN nya kan nggak masuk kan mesti manggil petugasnya untuk menyambungkan PLN nya mas ” dia menjawab pertanyaan saya

sepengetahuan saya arus dari PLN tidak ada masalah pak, karena di panel ATS indikator PLN nya bekerja berarti tidak ada masalah dari PLN ” jawab saya sambil sedikit memberi penjelasan

oh gitu yah mas, soalnya menurut teknisi kita sudah di tes namun tidak ada arus dari PLN ..eh sekalian mas kalo anda bisa servis minta tolong sekalian di panelnya di servise mas ” dia kembali meminta saya dan saya sangat memaklumi untuk memahami panel buatan orang lain tentu membutuhkan waktu yang lumayan panjang jika tehnisinya bukan spesialis panel maker

eh boleh tuh pak kira kira sekalian panel kontrol gensetnya sekalian gimana pak ,dan untuk sementara biar saya koneksikan dengan manual operation dulu ” saya menjawab sambil memberikan penawaran

kalo mas nya bisa boleh saja ,tapi gimana caranya soalnya birokrasi di kantor saya kan mesti pakai penawaran untuk pekerjaan ini kemudian yah harus melalui beberapa prosedur yang lumayan ribet mas ,gimana tuh.?” dia menjawab peratanyaan saya sembari menggerutu

yah sip nanti saya kirim penawaran melalui bapak saja gimana pak sekaligus titip company profile” saya meminta pendapat sambil berharap

lho kok…ternyata bapak ini ..bla bla bla ?”dia sempat banyak bertanya beberapa hal dan saya akhirnya juga menjawab setiap pertanyaan yang di ajukan dan mau nggak mau akhirnya saya membuka jati diri sehingga sempat membuat mereka menjadi canggung dan berkali kali memohon maaf karena sempat under estimate terhadap saya , namun semua akhirnya terurai setelah ngobrol panjang lebar sambil minum teh manis di beranda rumah saya .

Beberapa hari kemudian terbit SPK untuk perbaikan Genset serta Panel ATS dan AMF ( Panel Kontrol Genset ) atas nama saya dan perusahaan saya, saya hanya membayangkan jika saya cenderung acuh dan sok priyayi atau kesombongan menguasai otak saya mungkin SPK senilai itu tak akan terbit atas nama saya .

Saya pun pasti akan kehilangan kesempatan mendapat pekerjaan yang berujung uang yang lumayan jikala saya tidak mampu mengendalikan gengsi serta tidak mampu menukarkan atitude dengan rupiah .

Jangan lupa bayarkan pajak setelah mendapatkan hasil jerih payah kita sesuai dengan peraturan

Tags: , , , ,

90 Responses to “Management Gengsi”

  1. nginceng maneh!

  2. wow…rendah diri memang ciri khas Mas Totok!!!
    dan saya salut akan itu. kanshin shimashita.

    Mas …aku mau tanya dong…sampeyan orang Jepang atau orang Indonesia?
    (Kalo liat luarnya sih orang Indonesia soalnya item hahahaha)

    hihihi
    EM

  3. orang yang baik hati sepertinya…….. OM TOTOk ini………

    aq juga mau minta toloong ah………..

  4. wooo… iklan pajak tho..
    jangan lupa 30 Maret batas akhir SPT tahunan :”)

    mas, jare nang pondok? awas gengsi! 😀

  5. Wangun, Dab! Salut! Rendah diri khas Jawa, semoga saya bisa seperti Anda! Ayo nge lapen!!!

  6. gengsi memang sering menjadi beban. tapi lebih banyak yang memilih memelihara gengsi daripada genset (hahahaha)

  7. andap asor lan tawadhu iku kang..

  8. wah rejeki memang tidak lari kemana. saya selalu teringat kata-kata sampeyan, pengusaha itu lebih percaya pada pembagian yang maha kuasa.
    sukses selalu mas

  9. Itu namanya berkah mas Tok.
    bukan masalah gengsi siy
    tapi lebih ke ‘tidak semua orang punya kemampuan lebih untuk hal-hal kecil seperti mas Tok Lakukan’
    Sukses dan sehat selalu
    Salam buat keluarga di Gunung Kelir

  10. (doh) SPT tahnan … lupa saya..
    sukses selalau mas…

  11. gengsi…?
    pasti akan hancur dengan sendirinya jika ada orang yg mengagung-agungkan hal tersebut

  12. ada juga yah management gengsi
    selain management kalbu
    dan lain lain
    byme

  13. aku gengsi ah nulis komentar sampe dua kali di sini
    hihihi

    (iseng lagi ngga ada kerjaan nih mas)

    EM

  14. Kalo ini saia dengar sendiri dari yang bersangkutan..
    TOSS
    Hal ini yang membedakan antara pekerja dengan pengusaha, yaitu NALURI dan INSTING

  15. cerita yang bagus, terimakasih mas totok 😀

  16. gud-gud-gud

    [nyicil komen sik, tutukne mengko meneh]

  17. nutukne :
    memang jadi pengusaha itu pancen kudu ulet koyo rotan tur lunyu koyo welut kecemlung oli yo kang…. huhehehehe

  18. Mantap kang postinganny… Dari postingan ini saya dapat pembelajaran baru seputar kehidupan.. Thx kang..

  19. Wah, emang jago si boss ini.
    “Jangan lupa bayarkan pajak (dan zakat) setelah mendapatkan hasil jerih payah kita sesuai dengan peraturan (dan syariat).” He…he…

  20. wah rejeki tenan

  21. wew…jadi nilai projectnya itu bisa untuk makan2 gak…ya minimal yg berkunjung dan membaca postingan Mas Totok disini 😀

    Bersikap ramah dan membatu memang membuahkan hasil yang manis Mas, dan itu suah terbukti dari beberapa orang yg saya kenal, saya sendiri dna bahkan dengan Mas Totok sekarang kan? 😀

  22. tau nggak mas Tok ? saya belajar banyak dari njenengan untuk masalah2 seperti ini. wis lah, pokok’e top markotop tenan Gentho Gunung Kelir iki. 😀

    cempe-nya dikasih nama siapa, mas ?

  23. kok pajaknya belom saya terima ya kang … kekeke

  24. Mantab banget kang…. kadang orang masih saja melihat bagaimana dirinya yang kadang merasa super power tanpa bisa merendah, itu yang kadang buat kita sedih ya kang 🙂

  25. wakakaka, biar tau rasa mereka

  26. Pancen mantep kok akng yang satu ini…, emang bener kang megang gengsi gak ada manfaatnya…, mending culun and katrok tapi ati sumringah…

    🙂

  27. bener kandamu kang tinbang melu-melu rangerti maksudte….

    spt ku lum tak kirim…

  28. wew… petugas PLN kok ya ndak tahu kalau orang yang diminati tolong itu penguasa g kelir, toh, hehehe …. lagian, mas totok orangnya terlalu baik, bisa memanage gengsi hingga akhirnya semua masalah jadi beres. hmmm…. dalam soal begini saya harus banyak belajar dari mas totok nih. btw, sekadar info, akhirnya blog saya isntal ulang, mas. mudah2an bisa kembali stabil.

  29. as usually…sir.

  30. Wah saya suka posting ini. Nggak semua orang bisa bersikap seperti Mas. Kerap ilmu pun bisa membuat orang terus menengadah dan menginjak yang di bawah. Padahal dari yang kaum minoritas (yang di bawah dan tertindas)–yang justru major jumlahnya, sebetulnya peluang untuk bertemu rejeki justru lebih besar.

  31. Kebanyakan orang menilai hanya dari apa yang ia bisa lihat, tanpa melihat isinya. tentu ini masih bisa kita maklumi karena setiap orang mempuyai pengetahuan dan sudut pandang yang berbeda beda. tapi jika seseorang sudah meyakini dari apa yang dia lihat tanpa penelitian dan pengamatan yang lebih dalam lagi baru kesalahan besar (kayak kita melihat buah durian). Tapi kalau sesorang udah punya jiwa rendah diri walau pun tanpa pengamatan dari apa yang ia lihat udah tentu akan memperlakukan sesuatu/seeorang dengan bijaksana, bahwa setiap apa yang di ciptakan Allah di muka bumi ini mempunyai makna/funsi, kelebihan dan kekurang masing masing. dan jiwa suka menolong sesama tentu akan mendapat balasan di kemudian hari walaupun balasan itu bukan dari orang yang kita tolong. (menolong wedus melahirkan aja akan dapat balasan untung berjuta juta di kemudian hari).

    Salam hormat dan solut deh sama mas TOTOK

  32. sip-sip pak, kita memang harus rendah diri, kalo menuruti gengsi bakalan tidal ada habisnya he..he.. 😉

  33. Hehehe…itulah mas Totok, mereka seharusnya memahami dong….pasti dikiranya kalau tinggal di gunung, dan ngurusi kambing nggak ngerti apa-apa.
    Syukurlah mereka mengerti, dan andap asor itu kan berkah….kita tak perlu meninggi-ninggikan diri kita, toh akhirnya mereka memahami juga (pasti mereka akan cerita pada teman2nya…ada orang istimewa di puncak gunung Kelir).

  34. aku pernah ke kambing etawa kang gento..

  35. sekedar berbagi cerita
    sudah lama aku tak berkunjung ke kaplingan anda
    salm dari sesama blogger 🙂

  36. pancen juragan yang satu ini memang markotop… ceramah yo iso, ndandani listrik iso, ternak yo iso, gawe anak yo mahirr… wesss. top tenan.

  37. Luar biasa, jauh sebelum membca ending tulisan ini, saya sudah menduga kalau petugas BTS-nya entuh pasti akan nyengir kalo tau mas totok itu siapa?? hehehehehe…

  38. mas gentho baik banget sich….so pasti ntar juga banyak yang baik sama mas gentho.

  39. hwah,sinau lagi dari Om Totok buwat saia yg baru mulai ini… *menjura seperti biasa*

  40. jan rendah hati tenan sampeyan mas 🙂

  41. aduh, maaf kang kali ini saya gak baca sampe tuntas…
    kepala lagi puyeng, kayanya harus berobat neh,,,
    jadi, saya tinggalin jejak saja ya….
    nuhun…

  42. Aha! Itu yang kupelajari dari sampeyan, Mas.
    Sampeyan nggak peduli dengan hal-hal yang bersifat bungkus. Tapi lebih pada isi. Dan nyatanya memang berisi.
    Salut tanpa tanding, Mas!

  43. hem hem hem hem jian tenan pak Totok ini ra mekakat hebat-hebat….

  44. Gengsi lebih cenderung enggak menguntungkan kok Mas. Lagi-lagi saya angkat topi untuk kejujuran yang mengikuti Sampean dimanapun Sampean beraktivitas. Kangen, Mas, kapan ketemu lagi?

  45. wah ceritanya ini samberpetir tooo wah tapi ada yang gengsi juga looo

  46. ehm.. mudah2an ga gengsi juga nih.. buat ngakuin masih inget saya… hehehe…
    maaffff… udah lama ga berkunjung…

  47. ehm rendah hati sebuah kata yang sulit di lakukan tapi mudah di ucapkan

  48. saya belum ke gunung kelir bukan berarti saya gengsi ya kang hahahahahhahahaha

  49. Salam kenalnya Mas Gento…
    Makasih dah nyasar ke blogku…
    Sekarang giliran saya yang Nyasar untuk kasih komen..
    Jadi Pengusaha itu emang harus bisa jaga gengsi..

  50. wah kang Totok memang rendah hati dan tidak sombong… 😀
    mohon di share lagi kang pengalamannya, sekalian bagi2 ilmu biar bisa jadi pengusaha sukses seperti kang Totok… hehehe 😀

  51. dapet job nih, lumayan..

  52. Wah.. Sampean merendah pa.
    Tapi memang BOS itu rata2 lebih Low Profile.. 😀

  53. Lho emangnya orang2 itu waktu pinjam kunci BTS apa tidak nanya apa2 soal njenengan. Jangan2 dikira penjaga BTS, hehehehe…..(under estimate sama orang gunung).

  54. Yang banyak ditemui adalah orang lebih menjaga gengsi tanpa isi daripada menerima rejeki dengan rendah hati…

  55. Rejeki memang sering datang dengan tidak terduga sebelumnya mas

  56. Buah ketidakgengsian ternyata sangat manis ya sobat

  57. Apa memang pria itu tidak mau ribet seperti wanita ya?
    (Atau hanya daku saja yang mau ribet?.. hehehe)

  58. hahahahah sopo sing percoyo karo tampange sampean. wis dekil, mambu wedus sisan
    😀
    kapan gawe acara maneh kang?

  59. kalao sudah rejeki, di puncak gunung-pun uang akan menghampiri..

    betul om totok sugento etawa, yang sampeyan ceritakan itu betul semua. ada kalanya kita biarkan orang berpersepsi tentang kita, ada kalanya jati diri harus ditunjukkan..

    ditunggu kedatangannya di ponorogo 😉

  60. Kalau udah rejeki.., gak kemana larinya… Yang penting ikhtiar, jujur dan kompeten… Sukses dan tetap semangat !!!

  61. Mas Totok cen lengkap je ..
    gentho yg kyai asal bukan kyai yg gentho .. mbebayani hehehhe
    peternak , pengusaha yang tahu bener dalam bidangnya. mas jangan jadi programmer yah.. ntar job ku diambil sekalian hehehehhe

  62. baru tau dia siapa mas totok sebenarnya.
    emang sebenarnya siapa sih mas? saya juga belum “ngeh” nih hehehe
    makasih ah dapet pelajaran lumayan, tapi sak jane prakteknya susah nih

  63. wah… kalimat terakhirnya itu loh… kampanye pajak ik.. jan.. aku ae kalah!! hahahahaha..

    aku wis apdet kae mas… sibuk je.. entah jadi EO kampanye opo penyabotasenya… huahahahahaha!!!

  64. kereeeennn!!!
    plok! plok! plok!
    *tepuk tangan nggak brenti-brenti*
    mas totok emang huebat! saya suka banget baca tulisan-tulisan mas totok mengenai perilaku dalam bisnis.

    jadi mikir nih, mas totok. mereka tuh underwear, eh, underestimate sama mas totok kira-kira kenapa yah?
    apa karena mas totok awalnya lagi ngangon kambing, atau emang kurang cakep buat jadi direktur perusahaan? hueeee…

    *diseruduk kambing etawa*

  65. Maksud mba Ikkyu-Sun mungkin rendah hati yaa, kalo rendah diri gak boleh hehehe…Hahaha…. biar gak kejadian lagiii….. eee… maunya ke tempat kambing berdasi aja mas hehe…. peace mas….
    Trik bisnisnya mantabb boss…. emang si mas pebisnis ulung…
    kalimat terakhir mba marshmallow…Iya, kebanyakan orang sepertinya tertipu ma penampilan/ ato luarnya saja. 😀

  66. Tenyata Gengsi Perlu ada Managementnya ya mas, apa disebabkan karena Gengsi itu hargannya mahal.. he 🙂

  67. pengen belajar kerendahan hati sama bapak

  68. smua harus ada manajemennya ya mas, kalbu, duit, ehh,,, sekarang gengsi 😀

    mantabb broo..

  69. bener mas, rendah diri, engga sombong, sangat berguna bgt.. ^_^

  70. rendah hati, suka koment,.. tu yang saya suka,..

  71. siiippp.. siiippp… Juragan Kambing yangsatuw ini memang top markotop!!! salute, mas.. semoga bisa membawa hikmah dan bisa jadi teladan bagi anak muda seperti sayah ini… hehehehee…

    semangaaattt!!!

    setorr teurs Plurk-nyah hahahaha…

  72. Apa gara2 ngeliat pas lagi megang kambing yah Pak?

    Mudah2an kita semua diberi kesadaran untuk tidak merasa tinggi di hadapan siapa pun.

    Nice story

  73. Kalo mo jadi kontraktor harus bisa ngangkat-angkat/ngecet dulu!

  74. Ada temenku yang lebih nekat mas…..tiap ada yang tanya..”bisa membuat ini…?”…dan bla bla bla…..karena pintar ngomong…si penanya biasanya akan terpikat….setelah SPK timbul..baru dech..si temen sibuk ngumpulin orang yang memang menguasai secara teknis pekerjaan tersebut..si temen sendiri sebenanrya tidak terlalu bisa soal pekerjaan tersebut…..

  75. wah… mantap kali…
    sebuah pembelajaran yg luar biasa; manejemen gengsi..
    makasih mas tok… 🙂

  76. nah, lho…
    udah pada punya npwp..?

    om dilihat ya… http://arikaka.com/arikaka-is-fabulous/

  77. wah…
    selalu ada aja ide…
    gengsi…hindari.

    tentang ATS, panel ndak paham,
    gmn..klo postingan selanjutnya menjelaskan seputar itu mas…?

  78. mayan tuh mas
    ngalir terus jobnya…
    Alhamdulillah…

  79. Hari gini gengsi..??
    Buang aja kelaut..

  80. Menatap langit menjejak bumi.
    Wah mas tok jago juga ttg listrik ya? Hahahaha…
    Satu skil lagi neh…

    Priyayi, hahahaha… Sudah lama tidak mendengar kata itu. Sejak Novelnya Pak Kayam 🙂

  81. Duh, aq ga yakin bisa serendah hati ini…
    Kl ada orang sombong dan menyebalkan biasanya ya bales sombong secara otomatis 😀

  82. Muantab mas Totok. Saya malah sudah menghilangkan urat malu untuk berusaha dijalan yang halal. Hari gini gengsi? Bisa gak makan kaleeee…

  83. nah….andap asor itu juga strategi pemasaran yang jitu lho….
    kalau pembeli dan pengguna jasa kita perlakukan ramah,sikap kita andap asor…walau tetap harus meyakinkan…
    Waah…selamat ya dapat proyek…..

  84. Doh, kie ngomong opo sih?
    Aku jadi gengsi komen ndek kene. 🙂

  85. Wah, gimana kalo diadakan training management Kegengsian. Cupang ikut…….

  86. Saya cuman meng-koreksi penggunaan bahasa bbrp teman: mas Tok ini rendah hati, bukan “rendah diri”. Gunakan bahasa yg benar!

  87. Hi, very nice post. I have been wonder’n bout this issue,so thanks for posting

  88. Listio Wuryanto
    August 8th, 2009 at 17:54

    wah kejadian yang diceritakan Bapak mengingatkan saya kepada teman dosen di universitas swasta di bogor. Dia pemilik suatu hotel kecil di daerah Cigombong. Suatu hari dia kedatangan tamu dari instansi pemerintah, berhubung dia sedang santai jadi berbapakaian apa adanya, kemudian dengan gayanya dia meminta ijin jika dia akan menginap di hotel karena ada rapat tahunan. Kemudian dia dipersilahkan masuk oleh petugas setelah mengurus pendaftaran didampingi oleh teman saya, kemudian setelah itu dia meminta untuk ketemu sama pemiliknya dan teman saya bilang jika dia pemiliknya dan dia kemudian jujur jika dia dulu juga seorang manajer keuangan di perusahaan asing. Akhir dari cerita adalah teman saya diberi waktu untuk memberikan masukkan keperusahaan tersebut. Dari cerita ini dapat disimpulkan jika kita kadang2 lebih memperhatikan pada kulit daripada isinya.

  89. terima kasih atas pencerahan hatinya mas totok

Trackbacks/Pingbacks

  1. kartini kampung blagu (2) « surauinyiak

Leave a Reply

You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>