Telkomsel projectdalam hal ini saya menggambarkan methode yang membawa saya berhasil dalam mengelola sebuah pekerjaan apapun dan mensiasati ketika kita menjadi leader atau pemimpin diantara kawan kawan kerja kita atau ketika kita menjadi pengusaha yang memiliki banyak pekerja .

seingat saya ketika dulu masih menjadi pekerja di suatu perusahaan yang menjadikan tempat saya dalam belajar juga , saya ingat betul ketika saya masih menjadi supervisor yang setiap hari mendengar keluhan para pekerja yang kadang diperlakukan semena mena oleh pemimpin pekerjaannya , kadang saya sendiripun juga diperlakukan hal yang serupa , nah dari sinilah saya menerapkan gaya kepemimpinan yang saya anggap berhasil hingga menuntun karier saya menjadi Site Manager ke Project Managers sampai ke Direktur Tehnik pada Perusahaan tersebut.

Bukan Gaya sok Kuasa yang saya terapkan namun justru sebaliknya saya menjadikan diri saya sebagai pelayan ataupun Fasilisator para pekerja , karena cara ini justru membuat kita semakin pandai dalam menguasai setiap masalah yang timbul di setiap pekerjaaan , namun memang bukan perkara yang mudah untuk melakukan hal ini karena tak jarang saya juga mendapat teguran dari Big Bos lantaran kadang pakaian saya lusuh penuh peluh dan terlalu membaur dengan pekerja tingkat harian sekalipun, juga kadang kita harus mampu mengalahkan rasa gengsi kita yang teramat berat. karena tak jarang orang yang melintas dan sekilas melihat kita berbaur dan bekerja dengan mereka lantas mengecilkan jabatan kita dan lain sebagainya , atau bahkan kita harus siap di dikriminasi kan

Namun saya meyakini cara cara tersebut hingga hal tersebut saya terapkan ketika memiliki usaha sendiri dalam bidang yang serupa ,

Jangan Sok Kuasa

dalam hal ini memang kita memiliki kewenangan penuh untuk memimpin serta memiliki otoritas yang tinggi dalam menentukan langkah yang harus kita ambil ataupun kita punya kewenangan yang besar dalam memerintah anak buah ataupun bawahan , namun perlu di ingat bahwa sebenarnya kita bukanlah pemerintah mereka yang lantas bisa sewenang wenang memerintah dan menyuruh tanpa dengan etika dan moral yang baik,

dalam konteks yang sama dengan menyuruh dapat kita perhalus dengan memohon dan itupun kita juga harus melihat kondisi dan mempelajari situasi dengan baik dan benar.

kata kata seperti :” Pak boleh minta tolong yang ini kalau sudah sempat tolong di kerjakan ” mungkin akan lebih baik dari pada ” he nanti ini dikerjakan juga ya yang cepat “

dan akan lebih baik selalu berucap  Terima kasih pada setiap permintaan yang sudah dilaksanakan

Mungkin hal tersebut terasa sepele namun ternyata menghindarkan kita dari rasa sok kuasa dan menjadikan beberapa solusi ampuh dalam menyelesaikan pekerjaan

Bangun Karakter Mereka

Memanusiakan manusia bukan berarti tidak menganggap hewan namun lebih pada membangun karakter seseorang serta memberikan kepercayaan dengan baik terhadap orang lain ataupun bawahan kita.tentu tak sebegitu saja kita melepas sebuah kepercayaan namun tetap kita dampingi.

dan Tunjukan juga kehebatan kehebatan anak buah kepada atasan kita ataupun bigbos agar mereka menjadi lebih semangat dan dengan sendirinya karakter kita juga terbangun

Pahami Masalah

Dalam setiap memimpin memang kita harus benar benar menguasai banyak hal tentu tak hanya sekedar kita mengetahui secara teori mengenai pekerjaan tersebut namun lebih bagus lagi ketika kita memahami juga secara praktiknya . ikuti setiap proses dengan cara membumi , berbaur dengan para pekerja membuat kita jadi lebih pandai dalam mensiasati serta mencari jalan keluar dengan bersama sama

Jangan Sok Pintar

Hal inilah yang membuat kita menjadi miskin ilmu , Tidak jarang seorang pemimpin merasa dirinyalah paling jago dalam setiap masalah namun tidak menutup kemungkinan justru dari para pekerja lapis bawah akhirnya kita menemukan pemecahan masalah, atau kadang justru kita menemukan banyak hal yang inovatif dalam mensiasati pekerjaan

Berbagilah

Alangkah baiknya kita merasa berbagi dalam tanggung jawab maka kita tidak perlu repot untuk memikirkannya sendirian karena dengan hal ini kita merasa memiliki banyak teman dalam memikul tanggung jawab untuk menyelesaikan pekerjaan tanggalkan dasi berbaur dengan mereka sama sama membakitkan semangat untuk menyelesaikan pekerjaan tersebut.

Selebihnya masalah moralitas kita dalam membangun kebersamaan kepada semua pekerja dan semua team serta tidak serakah dalam mengambil porsi dan tinggalkan cara cara seperti menjilat dan lain sebagainya karena cara yang lebih langgeng dan lebih baik selalu ada ,jangan pernah maruk atau mempermainkan kesempatan pada saat memimpin dengan menerima segala macam iming ( untuk memperkaya diri ) dan jangan pernah menukarkan kredibilitas kepemimpinan anda dengan rupiah,ketegasan dalam beberapa hal sangat perlu namun bukan berarti sok kuasa yang ujung ujungnya melemah ketika ada segepok rupiah dalam amplop.dan jangan sekali kali menyianyiakan kepercayaan big boss kita dalam setiap pekerjaan karena jika sempat kita menodainya Tuhanlah yang akan menghukumnya

Bayangkan selalu ketika kita menjadi , Pekerja ,Superfisor,Manager , Hingga Direktur sampai bayangkan ketika kita pemilik perusahaan tersebut , maka hal tersebut akan menghidarkan kita dari beberapa hal yang menjerumuskan ,

saya menggambarkan saya sendiri ketika saya juga banyak memiliki kesempatan untuk memperkaya diri dengan menerima aplop dari Subkon atau mecari keuntungan dari sisa project ( toh saya penentu kebijakan ) namun semua itu saya tidak lakukan karena saya selalu membayangkan kalau yang jadi subkon itu saya dan kalau yang jadi boss itu saya betapa kesalnya kalau saya sempat menyianyiakan kepercayaan saya ,lantas saya akan kena karmanya ketika sempat memiliki perusahaan sendiri,

Hal tersebut saya nikmati sampai saat ini saya telah memiliki usaha sendiri, saya terbiasa membaur dengan pekerja dan tidak pernah merasa saya menjadi pemimpinya maka saya justru sangat enjoy dalam menyelesaikan semua pekerjaan pekerjaan , toh keberhasilan tidak pernah saya kungkungi sendiri

Narsisnya ketika saya sudah tidak bekerja di perusahaan tersebut tapi hubungan emosional mereka masih terjaga dengan baik rasa hormat mereka terhadap saya tetap tidak lekang bahkan saya juga berkomunikasi dengan baik terhadap bigboss saya .terbukti setiap saya berkunjung sekedar mampir ke perusahaan tersebut mereka masih menaruh rasa hormat dan masih se sopan dahulu ,padahal status saya sudah bukan direktur mereka lagi, dan ketika bertemu beberapa bekas subkon dulu malah seperti saudara ……. saya hanya berfikir ” Untung saya dulu tak sewenang wenang dengan mereka “

nah mungkin jika anda hari ini juga pekerja yang memiliki pemimpin pikirkan saja dan bayangkan ketika anda nanti memimpin dan ketika anda menjadi bigboss ingat selalu ketika menjadi pekerja

suasana tersebut membuat kita terbiasa dengan segala macam masalah ….sampai hari ini saya juga tidak pernah risau untuk mengambil bagian bersama para pekerja yang saya gaji untuk berkeringat bersama , makan bersama membaui keringat mereka …. toh merekalah yang membuat kita menjadi begini

“Lepaskan Dasi dan Kemeja panjangmu berbaur tak akan menurunkan Pangkat ,Derajat , Martabat

tulisan ini juga saya tujukan pada teman saya yang mengadukan pemimpinnya kepada saya dan beberapa saat lagi juga akan memimpin teman temannya. serta semua teman di perusahaan saya yang dulu terima kasih anda juga sering membaca tulisan saya ,serta untuk semua yang bersama saya dalam setiap pekerjaan dan telah banyak membantu saya hingga saat ini

Tags: , , ,

44 Responses to “Memimpin Bukan Menguasai”

  1. wah, salut banget dengan pola dan gaya kepemipinan mas totok. model manajemen seperti inilah yang mulai langka di negeri ini, mas. jangankah berbaur dg bawahan, berbicara saja rata2 sudah males. gaya kepemimpinan “nguwongke uwong” inilah yang layak untuk dicontoh dan diteladani. saya perlu mengacungi jempol dua buat mas totok. semoga usahanya makin sukses dg pola manajemen seperti ini.

  2. Aku meh nglamar jadi karyawan ning Gunung Kelir wae, sopo ngerti ono lowongan ngetik2, ngajari matematika karyawan liyane opo mijeti Mas Totok…

  3. wah nek bose bijaksana koyok sampean aku yo gelem lho bos. mbok ya sekali kali aku diajak ng proyeke sampean. daripada aku dadi pengangguran maya ngene … hiks *berharap*

  4. bijaksana dan plus banget artikelnya

    yang saya rasakan saat ini tidak banyak orang yang seperti mas paparkan diatas

  5. Wah wah ini siip Mas; kembangkan terus, bermanfaat, dan … kalau perlu jadikan teori dan jadikan buku rujukan. Selamat memimpin, memimpin berarti melakukan bersama-sama dengan motivasi keberhasilan, bukan berdasarkan kekuasaan. Salam.

  6. Salut saya sama sampaean mas dengan gaya kepemimpinan yang merakyat seperti itu, kayaknya pas juga diterapkan untuk pejabat2 di Negeri ini, kalau sampaen nyalon Bupati atau Gubernur pasti saya dukung

  7. Gengsi, mugkin ini kata kunci pertama yang harus dibuang jauh-jauh bagi seorang pemimpin. Walau mudah diucapkan tapi memang tidak mudah dilaksanakan. Perlu Belajar, dan postingan ini membuat kita bisa belajar meninggalkan itu.

  8. Metode kepemimpinan yang sangat bagus, Mas…
    Dengan lebih banyak memberikan perhatian kepada bawahan bahkan bisa membaur seeprti yang Mas Totok lakukan, pasti sebagai seorang bawahan akan lebih merasa dihargai.
    Seperti saya lembur pada hari libur seperti ini, sama sekali tidak ada perhatian dari atasan, rasanya juga sedikit agak jengkel… 🙂

  9. saya tertarik dengan model kepemimpinan sampeyan.
    jadi saya juga tertarik masuk Gunung Kelir sampeyan bgmn???
    diterima nggak ya mas???

  10. sungguh sungguh gaya kepemimpinan yang sangat ideal. saya bener-bener pengen mencotohnya

  11. Setuju! Bekerjalah sebaik-baiknya, kalau jujur pasti akan mujur. Hehehe…

  12. salut deh dengan metode seperti ini, terutama dengan orang yang bisa menerapkannya. jadi pemimpin memang tak mudah, seringkali orang justru terjebak dalam arogansinya.

    saya tertarik pada tiga kata sakti dalam pergaulan, dan tentunya dalam hal kepemimpinan ini juga: maaf, tolong, dan terima kasih. tiga kata yang pernah jadi kosakata populer di dunia timur, namun sekarang lebih familiar digunakan oleh orang-orang barat.

    mari kita biasakan lagi.
    salam dan sukses selalu buat mas totok.

  13. klo aja pemimpin n calon pemimpin seperti mas…

  14. Dukung Mas Totok jadi Calon Presiden 2009

  15. Th. 2001-2003, aku sempat membuka usaha di Indonesia.Pekerjaku beberapa orang luar dan 4 orang saudara sendiri. Kebanyakan orang luar yang lebih menghargaiku, walau ada 1 atau 2 orang luar yang bener-bener bencana bagiku. Sedang keluarga sendiri: catastrofi/bencana. Padahal profilku bener-bener sudah di bawah sekali. Contohnya saja: kalau mau kirim tabung gas, harus dibersihkan dulu, lalu diantar dan dipasang sekalian. Mengantar tabung gas harus bawa lap basah untuk ngelap selang gas dan kompornya. Service dikit gitu.

    Udah aku tranning langsung ke lapangan. Tak berhasil. Coba bayangin saja, aku ini cewek, pendidikan lumayan juga, istri orang bule, waktu itu aku dapat uang pengangguran yang cukup besar sekali. Aku masih mau nganter gas. Aku dan anakku (selalu aku bawa) sering mendapat tips. Waktu itu Rp. 1000-2000,-/tabung.

    Adik iparku (cowok) ngak bisa nyotoh. Ada telpon utk kirim gas, dia ngak segera pergi, tabung gas kotor, di taruhnya tabung itu di teras depan rumah. Lalu ngak happy jika ngak dapet tips. Belum lagi istrinya, adik iparku yg lain dan sepupuku.

    Lalu bagaimana mau maju? Tiap kali harus nyuruh. Pusing deh.

    Lain lagi dengan orang luar. Tukang ukir dan tukang kayuku lebih senang dengan gaya bekerjaku. Mereka senang jika aku bangun tidur langsung bekerja, sambil bawa cangkir kopi ke sana ke mari. Karena apa yang aku sentuh/suruh kerjakan terjual mahal hari itu juga.

    Ada sisa sepotong kayu jati, aku suruh tukang ukirku, “Mas, tulong bikin koyo manukmu! Rampung mengko awan, yo!” Bener juga, siang itu selesai, sore hari ada bule kemang nyasar dan penis itu dibeli dgn harga tinggi. Malah pesen 10 lagi. So, pasti aku ambil normalnya, sisanya aku bagi langsung ke pekerjaku.

    Mereka otomatis gembira, tapi para tetangga tidak suka. Sampai aku pernah dengar “Tentu laris manis, habis si Tante jualannya ngak pakai BH seh!”

  16. aq kangen padamu mas..;)

  17. Pemimpin yang baik berasal dari bawah, gaya kepemimpinan mas tok mengingatkan Abu dengan sosok Hideyoshi dari Jepang diawal Abad ke-17….

  18. Saya sama seperti pak Marsudiyanto, ngelamar di mas Gentho ajah… soalnya saya suka gaya kepemimpinan seperti itu, boleh nggak???

  19. OKE SELAMAT

  20. saya setuju dgn kang qizink,hehe….

  21. maka itu pemilu berikutnya yok qt pilih pemimpin, bukan penguasa … 😀

  22. memang mas….belajar mengerjakan pekerjaan masih kita coba bisa tapi yang belum kita bisa bisa belajar meengerjakan pekerja….trim’s pencerahannya mas….salam kenal dan hormat

  23. wah, bagus sekali mas tulisannya…
    menunjukkan begitu dalam pengalaman mas totok dalam pekerjaan.

    persoalan yang paling susah menjadi pemimpin memang bagaimana “memanusiakan manusia”… dalam hal ini adalah orang yang dipimpin.

  24. mas Tok, baru sibuk to ? kok lama ndak bersua….
    gaya kepemimpinan yang bagus mas. andai semua pemimpin mempunyai ‘dasar’ seperti itu…..bayangkan bagaimana indonesia saat ini….

  25. ajak-ajak saia nuw….ikod…

  26. agak susah emang nyari pemimpin kyk gitu sekarang…:D salut boss.

  27. wah..wah..
    komen2nya temen2 diatas keren2 semua…kalo gitu aku idem deh..setujuuu buangeet sm coment2 diatas 😀

  28. Inilah kekuatan kepemimpinan karena telah dipraktikkan oleh mas Totok dan direfleksikan secara mendalam. Keluarlah butiran-butiran mutiara itu. Saya kira pemimpin yang baik pasti pernah menjadi anak buah yang baik, jika jenjang kepemimpinannya itu profesional. Sehingga ia mampu membaca kapan ia harus mendelegasikan tugas, meluruskan kesalahan, memuji prestasi, menambahkan etos kerja, dan menyelami kondisi personal bawahannya. Selamat dan salam hangat, mas. 😀

  29. semoga kelak lahir pemimpin yang punya jiwa seperti yang telah dijabarkan di atas … amin

  30. manstab pak, setuju!

  31. Model kepemimpinan Mas, harusnya ditiru oleh para pemimpin lain..
    Salut!

  32. hmmmm dalem banget neh….

  33. bos sekalian request ya tukeran link dgn yg ini, blog anda sudah sy add duluan.

  34. sepakat mas
    memimpin bukan menguasai
    cerminan ideal akan konsep egaliter
    dalam sistem pengkaderan dan regenarasi ini sangat relevan

  35. Kayanya saya bisa belajar nih, masalah kepemimpinan dari Mas Totok. Maklum baru satu tahun jada Wakasek. Masih belum begitu bisa dan kurang begitu tahu teori memimpin yang baik…

  36. terima kasih telah berbagi catatan untuk kita semua mas
    dan salam terbaik dari semua kawan kawan di sini
    selamat beraktifitas bos
    jangan pernah melupakan kita

  37. wah salut untuk keberhasilannya dalam memimpin dan kita orang juga kepengen belajar untuk hal ini

  38. salam Kenal mas

  39. jadi keingat pola kerja yang dibangun googleguys

  40. saya pekerja disebuah perusahan yang baru di bentuk dan tunjuk sebagai leider perusahan dengan pedidikan yang terbatas saya perusaha teras pengalaman saya] saya sangat berutung by bos yang sangat baik dan mau didik saya dengan sabar saya sangat bersukar kawan 2 saya selalu membatu saya ?

  41. perusahan kami sedang membangan perumahan di jati rasa seatini sedang dibangun dengan tpy 48/80 berminat hb kami

  42. salam kenal

  43. Wis oke tenan mantep , maju terus ojolalai lhooooo

Trackbacks/Pingbacks

  1. Sudah Ber Artikah Kita | Gunungkelir

Leave a Reply

You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>