Jimny SieraSelalu ada karya luar biasa pada orang yang luar biasa, sesaat setelah melihat video yang di unggah Antok Suryaden tentang perjalanan Farid gaban dalam ekpedisi zamrud katulistiwa saya menjadi kagum akan karya luar biasa tersebut.

Meminum kopi di desa sidaurip bersama mas Ahmad Nasir jam 3 dini hari kemudian membuka obrolan tentang petualangan yang menjadi karya luar biasa tersebut.

Ingin menjadi orang luar biasa? Atau terkadang kita melihat ada salah satu teman kita yang begitu hebat serta berhasil meraih prestasi, kemudian beberapa orang akan mengatakan hal tersebut sebagai kabegjan (keberuntungan).

Dalam kacamata yang berbeda kadang kita sempat melihat beberapa teman cenderung hidup stagnan tidak ada perkembangan kemudian menyerah pada kata nasib.

Lantas pada apa kita harus bersandar agar hidup kita berhasil?

Mengawali keberhasilan dari sebuah ilusi mungkin benar bahwa kadang yang dirasakan oleh kita adalah ilusi bukan realita, sedangkan realita sebenarnya adalah ilusi yang gigih untuk dinyatakan.

Keberhasilan adalah sebuah keputusan dimana kita sendiri yang memiliki kewenangan untuk memutuskan sebuah kegagalan maupun keberhasilan, dimana berhasil adalah kegigihan untuk terus berusaha sedang kegagalan karena kita memutuskan untuk menyerah dan gagal.

Lantas apakah keberuntungan dan bagaimana terhubung dengan keberhasilan, bisa jadi keberhasilan kita adalah sebuah keberuntungan namun kita harus menyadari bahwa keberuntungan tidak bisa kita undang setiap saat kita hendak mencapai keberhasilan, dalam mencapai keberhasilan tentu saja kita harus memilih cara pandang dimana kita mengerahkan segenap usaha dan upaya kemudian meletakan doa dalam pencapaian hasilnya.

Berdoa dalam sebuah usaha adalah kepasrahan terhadap hasil namun kita harus tahu bahwa pasrah sangat berbeda dengan menyerah.

Lantas bagaimana menjadi orang yang berhasil dan kenapa banyak orang tidak berhasil dalam target tertentu.

Mari kita urai bahwa ada beberapa kriteria manusia yang sering kita dapati dan memungkinkan menjawab berbagai pertanyaan tentang sebuah keberhasilan pada pencapaian tertentu.

Setelah sempat membaca pengelompokan type manusia berdasar besaran usaha untuk mencapai hasil ternyata terdapat beberapa kelompok.

Kelompok yang pertama disebut sebagai type quitter, kelompok ini adalah type manusia yang mudah berhenti dan memutuskan untuk tdak melanjutkan kegiatan usahanya saat menemui sedikit masalah, kelompok ini sebenarnya memiliki mimpi yang besar juga namun selalu berhenti dan memutuskan untuk tidak mencari solusi pada masalah yang dihadapi, semisal pedagang ayam goreng yang akhirnya menutup warungnya karena ada kendala tempat jualan yang sewanya tak bisa diperpanjang, atau salah satu karyawan andalan keluar.

Type quitter ini lumayan banyak jumlahnya menurut survai dan kelompok ini cenderung pemalas serta tidak memiliki inovasi dalam berbagai hal.

Type selanjutnya adalah kelompok comfort (kenyamanan) atau jika dalam sebuah petualangan kelompok ini bisa kita sebut sebagai camper (kemping, berkemah).

Kelompok ini adalah pemilik prosentase terbesar dalam kehidupan, penggambaran untuk kelompok ini dalam pendakian hasil akan segera berhenti kemudian berkemah (mendirikan tenda), ketika menemukan hamparan luas perbukitan dengan pemandangan yang indah serta ketersediaan air yang dianggap mencukupi untuk kebutuhan hidup.

Dalam sebuah karier pekerjaan kelompok camper ini mudah merasa nyaman dan cenderung malas untuk menguras tenaga, serta enggan bekerja keras untuk menjalani proses berikutnya.

Orang dalam kelompok ini biasanya menyebut rasa puas sebagai bentuk rasa syukur, meskipun sebenarnya aktualisasi rasa syukur sebenarnya bukan berarti terdapat kepasrahan karena menyerah.

Kelompok selanjutnya adalah type climber (pendaki) meskipun dalam sebuah petualangan kelompok ini juga berkemah (kemping) namun kelompok ini akan segera bergegas setelah terlepas rasa lelah kemudian melanjutkan perjalanan pada target berikutnya.

Type pendaki biasanya selalu terus berusaha menuju punjak gunung dan bertahan di camp hanya sebagai pelepas lelah yang kemudian akan membongkar tenda bergegas mendaki menuju puncak.

Orang yang memiliki sifat dan type pada kelompok ini tidak banyak maka dalam pemandangan kehidupan kita kelompok ini mungkin hanya 10% dan dapat ditengarai tidak banyak manusia yang berhasil mencapai puncak keberhasilan.

Pada kelompok pencari keberhasilan biasanya sangat memahami perbedaan rasa syukur dengan pasrah serta tidak mudah menyerah dalam mengahadapi tantangan bahkan mengganti istilah rintangan sebagai sebuah tantangan.

Type pendaki ini lebih berani mengambil resiko untuk bekerja keras dan gigih untuk menjalani proses menuju puncak keberhasilan, selalu mudah belajar dan senang berhitung dengan kemampuan serta mampu mengolah masalah menjadi penghilang ketumpulan kemudian mencari solusi setiap tantangan yang dihadapi.

Masih ada satu kelompok lagi yang jumlahnya sepersepuluh dari kelompok climber yaitu kelompok orang luar biasa atau dalam bahasa keren disebut type extraordinary, orang dalam kelompok ini akan selalu mencari puncak yang lebih tinggi dalam pendakian bahkan terkadang rela turun gunung untuk mencari gunung yang lain yang lebih tinggi.

Kelompok extraordinary memang tidak mudah merasa puas dalam pencapaian sebuah keberhasilan bahkan menancapkan tonggak keberhasilan lebih jauh dari setiap puncak gunungnya, namun bukan berarti kelompok ini tidak bisa bersyukur namun justru menerjemahkan rasa syukurnya dengan cara menggunakan kekuatan serta memanfaatkan peluang demi peluang untuk mendaki puncak puncak yang lain.

Orang dalam type ini sangat rela untuk meninggalkan zona nyaman serta berani meninggalkan puncak kemudian turun gunung dan mencari gunung yang lebih tinggi, kerelaan dibarengi keuletan membuat orang dalam kelompok ini berani meninggalkan kejayaan serta kenyamanan pada puncak sebelumnya.

Contoh dalam kelompok ini adalah jika seorang telah mencapai kedudukan tertinggi dalam sebuah perusahaan semisal memiliki jabatan sebagai manager atau bahkan menjadi direktur kemudian berani meninggalkan serta menanggalkan jabatan tersebut kemudian merangkak dari nol untuk merintis usaha sendiri guna mendaki pencapaian puncak berikutnya sebagai seorang komanditer atau sebagai owner sebuah perusahaan.

Tidak menutup kemungkinan orang yang tergolong dalam kelompok luar biasa ini akan memiliki beberapa gunung ataupun puncak puncak usaha yang kemudian akan menjadi ternak usaha (usaha yang dikembangkan)

Lantas apakah susah untuk menjadi bagian dari kelompok ektraordinary, sepertinya melihat hal ini minimal ada dua hal yang harus menjadi modal terbesar untuk meraihnya yaitu kapabilitas dan target, dalam hal kapabilitas adalah kekuatan, kepercayaan serta kemampuan untuk mencapai sesuatu yang kemudian akan dipadukan pada tujuan atau sesuatu yang hendak dicapai dengan menggunakan kapabilitas.

Pendakian serta usaha tanpa tujuan tentulah akan menjadi sia-sia  dan tentu saja dalam mencapai sebuah tujuan akan muncul indikator pencapaian tiap titik menuju tujuan.

Dalam pengibaratan tertentu kita dapat mengumpamakan saat kita membuat gedung dimulai dari sebuah rencana kemudian membuat perhitungan schedule dan menancapkan target serta mengukur realisasi dengan target yang tertuang dalam schedule realisasi dan target.

Dalam lustrasi sebuah pendakian kita akan mencari titik pos pengukur ketinggian dan kemudian mencapai puncaknya hingga menuruni dan mencari puncak yang lain untuk memulai pendakian berikutnya.

Bagi sebagian orang gunung keberhasilan bisa disebut puncak karier namun bagi sebagian orang lain akan mencari gunung yang lain sebagai bentuk pengakuan keberhasilan dalam usaha yang lain, bahkan ada yang menaklukan beberapa gunung kemudian memperdalam kemampuan untuk menguasai berbagai gunung, kemudian mengasah kepandaian menenun ketekunan untuk selalu mencari puncak-puncak yang lain karena meyakini bahwa setiap gunung memiliki tantangan yang berbeda.

Saat anda ingin menjadi type extraordinary apakah mungkin? Tentu saja memungkinkan jika anda selalu mencari gunung,  sebab selalu ada puncak gunung yang siap anda daki.

Kemudian beranikah? Anda berhenti menyerah kemudian terus akan mendaki dan mencapai puncaknya hingga beranikan diri untuk meninggalkan zona nyaman untuk menuruni puncak satu gunung untuk mendaki gunung berikutnya…….

Sekarang renungkan posisi anda apakan anda ada dalam posisi tertentu atau masuk kriteria kelompok salah satu dari yang saya sebutkan

Kemudian beranikah anda menjadi peternak usaha dimana anda akan mengembangkan usaha-usaha yang telah miliki menjadi berkembang lebih banyak bahkan memungkinkan merambah usaha-usaha yang memiliki sektor berbeda dari usaha yang sebelumnya .

Hanya keteguhan, ketekunan, kegigihan dan kepercayaan disertai kecerdasan spritual yang akan menuntun kita pada kemampuan membaca kesempatan untuk menancapkan bendera pada setiap puncak gunung keberhasilan .

Tags: , , , , ,

20 Responses to “Meninggalkan Zona Nyaman”

  1. T.e.r.p.e.k.u.r. . .

    Dan aku masih berkutat pada kata “menenun…!” 😐 🙁

  2. Woow.. Klepek2 aku om sama tulisanmu ini. Tak retweet tak favorite.

    Cakeppp..

  3. Aku terbangun. 1 hari tdk tengok twitter, eh ada mensen dr kang Kelir. Semoga isi artikel ini kembali mencambuki pembacanya (saya) agar mempercepat perjalanan pendakian ditengah derasnya badai, sedikitnya bekal.

    Hingga hari ini masih kuyakini ada dalam pendakian itu. Aku tak pernah jera mendaki. Hanya kuakui butuh cambuk..dan menghargai pemandu. maturnuwun mas

  4. merenungkan tuturan yang bermakna

  5. Membakar semangat…!

    Harus segera nyari Gunung lain ini 😀

  6. Pas tenan, mengingatkanku untuk tidak berhenti pada zona kenyamanan semata. Cari gunung lain lagi ahhh…eh Gunung Kelir wae oleh ra Kang? :p

  7. liar!! hihiiii meninggalkan zona nyaman kui cen pilihan, mengingat zona yang tidak nyaman membuat kita lebih.. lebih sak lebih lebih’e.. aku saiki neng zona tidak nyaman 😐

  8. …thanks…sangat mengesankan……

  9. Keberuntungan itu dekat dengan kebaikan. Itulah sebabnya orang-orang yang suka berbuat baik sering didatangi keberuntungan. Tentang karakter manusia yang dianalogikan Paul G. Stoltz (Adversity Quotient) dengan dunia pendakian itu, setiap dari kita ada dalam kelompok masing-masing. Untuk berhasil pindah kelompok atau keluar dari zona nyaman, kuncinya hanya satu, lakukan. Urusan berani, keteguhan, ketekunan, kegigihan, kepercayaan, kecerdasan spritual, dan embel-embel lainnya tak ada gunanya jika tidak dijalankan dulu. Nah, masalahnya adalah, tak semua orang mau melakukan itu. Beragam faktor penyebabnya. Mereka memang lebih suka di dalam kelompok itu. Barangkali tulisan ini bisa jadi tambahan http://wongkamafung.boogoor.com/campers.html Sekalian promosi. 😉

    Salam persahablogan,
    @wkf2010

  10. Pada akhirnya….
    Setiap orang harus berani membuat perahunya sendiri…
    meskipun hanya rakit kecil…

    untuk perjalanan pulang…

    Quitter, Comfort, Climber, dan Extra Ordinary pada akhirnya hanya pilihan di tengah kehidupan sehari-hari,BERANI MENJADI YANG MANA??

    Hidup sekali coyy…

  11. mantafff
    sebuah pencerahan yang bagus

  12. Aku boleh bilang ini salah satu tulisan terbaikmu, Kak! Sangar membahana wakakakaka!

  13. Golek nyaman ndonyo lan akherat.

  14. Saat aku selesai baca tulisan ini, aku harus mencari tulisan lain sebagai target pendakian selanjutnya :))

    Maturnuwun Om Totok, tulisane nggawe ora nyaman

  15. jangan coba-coba meninggalkan zona nyaman. benar-benar nggak nyaman.

  16. Sangat-sangat inspiratif dan benar-benar memotivasi. Saya suka sekali dengan artikel Anda. Thank’s gan.

  17. keberhasilan bisa dipandang dari sudut yang berbeda2, asal dari segi materi.

  18. Hakekatnya manusia dan kehidupan tdk selesai pada suatau titik, karena semua titik adalah awal….ketika kita matipun merupakan awal…jd setiap zona selalu akan ditinggalkan…hanya kebaikan yg tertinggal…

  19. super sekali pak boss,posisiku sekarang ini manager sebuah perusahaan nasional,persis seperti contoh extraordinary,saya ingin jadi owner dan berternak usaha,dengan start usaha ternak ,mohon doanya pak,salam sukses dan sejahtera selalu,amien

  20. Saat tulisan ini dibuat aku masih berkutat dengan yang namanya proposal skripsi. Saat om share tulisan ini aku sudah masuk dalam zona tidak nyaman. dan bener-bener tidak nyaman.
    Lumayan bisa buatku lebih teguh. halah…

Leave a Reply

You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>