polisineDalam Perjalanan saya ke beberapa daerah pelosok di bagian Pulau Sumatra kami terdiri dari beberapa rombongan dari tiga perusahaan ,yang salah satunya adalah saya dan team ada dua pekerjaan yang harus saya lakukan dalam rangkaian ini yang pertama adalah survai lokasi , SitAC kemudian dilanjutkan finising pekerjaan lama sekaligus ATP atau uji terima pekerjaan ,makanya saya sendiri terbagi dua team dengan dua kendaraan satu mobil SJ 410 sieera 4 WD dan satu kendaraan minibus Panther nyegur,dalam fungsinya jimmy SJ 410 saya gunakan untuk masuk masuk ke daerah yang susah di jangkau kendaraan umum ketika masuk hutan jalan tanah untuk mobil satu inilah jagonya sebagai pengangkut alat alat ukur dan perangkat yang mendukung untuk survai jaringan telekomunikasi ,tapi sayangnya mobil ini tidak memiliki kapasitas memuat penumpang banyak dan tidak bisa membawa piranti yang lain ,makanya kita membawa kendaraan minibus sebagai sarana pengangkut kelengkapan alat yang lain walaupun di beberapa tempat mobil ini tidak masuk ke lokasi alias menunggu di luar ,karena perjalanan saya sekalian finising pekerjaan yang lalu di daerah Sumbagsel seperti di daerah Batumarta ,Oku Timur ,sampai Kayu Agung ,pada saat pekerjaan kami untuk Survai lokasi sudah selesai maka kami lanjutkan untuk pekerjaan finising ,dalam perjalanan dari Lampung menuju Batumarta ,ditengah jalan kami di hentikan oleh serombongan polisi lengkap dengan senjata ,yang sedang mengadakan operasi ketertiban dan antisipasi keamanan menjelang esekusi mati tokoh Bom Bali si Amrozi ,nah disini kita agak sial dalam mobil panter saya lengkap berisikan barang barang yang mencurigakan ,ada laptop,ada GPS ada beberapa alat ukur seperti tang ampere ,marger,multitester,kabel ,panel,dan yang lebih membuat kami jadi tertahan karena kami membawa bahan peledak ,kebetulan saya membawa empat kotak mesiu Cadwelding .dua kendaraan kami akhirnya di giring ke polres dengan pengawalan ektra ,layakya teroris saya pun di jaga dengan ektra ketat karena kebetulan di leher saya melilit kain surban ,karena selepas sholat isha saya masih melilitkan kain surban tersebut untuk melepas dingin,jadi lengkaplah kami layaknya teroris,setelah di kantor polisi kami di minta untuk mengeluarkan semua barang bawaan kami ,dan diteliti satu demi satu setelah itu kami di interograsi dengan detail ,jian mirip kayak penjahat teroris kami di jaga beberapa polisi lengkap dengan senjata laras panjang setelah agak lama kami di interograsi dan kemi diminta menunjukan surat jalan SPK serta semua dokumen identitas kami di tahan kami di istirahatkan semalam menunggu esok hari ,karena kebetulan siangnya minggu jadi kita bermalam senen di kantor polisi sebagai tahanan.setelah ke esokan harinya beberapa surat dan dokumen kami di klarifikasi dengan beberapa kantor yang terkait akhirnya kami di bebaskan lengkap dengan semua alat 2 dan peralatan saya, pengalaman ini sangat berarti sekali bagi saya agar untuk menjadi pedoman agar selalu melengkapi dokumen dan administrasi , biarpun selembar surat itu ternyata sangat berarti ,saya tak bisa membayangkan andai saya tidak membuat surat jalan dan lain sebagainya mungkin penahanan kami bisa berlanjut ,jadi yah para sahabat bloger sekalian bila mana anda bepergian alangkah baiknya seandainya anda menyiapkan beberapa dokumen yang mendukung perjalanan anda

Maaf tetep belum bisa membalas komentar anda sebab masih di antara daerah yang jarang sinyal GPRS maklum towernya lagi saya kerjakan hehehe salam hormat aja untuk semua sahabat ku yang baik ………….saya sudah merindukan sahabat bloger semua

Tags:

22 Responses to “Menjelang Amrozi di Eksekusi mati”

  1. Allahu Akbar !!! *niru pak ersis*

  2. Cara mati seseorang berbeda-beda memang, hanya Allah yang tahu segala sesuatunya.

  3. Seru sekali mas, di tunggu cerita lanjutannya. Jangan lupa tetep pake sorban ya jangan taplak meja/serbet makan nanti di kira penjual lele goreng dekat kost saya lho (just kidding).

  4. Lebih bagus lagi kalau ceritanya pake spasi dan paragraf Mas..
    Salam kenal 🙂

  5. mantab nich ceritanya…
    pasti dag dig dug waktu itu
    makasih atas saran nya mas

  6. Lho ettawa-nya gak dibawa?

  7. Untung dokumennya lengkap semua, kalau tidak bisa-bisa bukan hanya malam senin aja ditahanan, tapi bisa dalam waktu yang sangat lama…
    Semoga pekerjaan segera selesai, rejeki mengalir deras, dan dapat ngeblog lagi seperti semula…

  8. sedeeep….bener2 cerita seru, mas tok.
    wah, sayang ndak punya kesempatan photo bareng pak petugas ya habis itu, buat kenang2an, haha….sorry, pasti njenengan nggrundel, ‘lha mikir urip wae kebat-kebit’, hehe…. 😀
    dan makasih tips-nya lho, mas
    semoga selamat dan lancar jaya…

    gentho :
    potonya ada mas pas lagi di bawa pake mobil sengaja saya suruh pada potho hahaha

  9. benernya hukuman mati tuh haram gk se??

    kan kematian orang, bukan manusia yang mengatur.. tapi yang di atas…

    gentho :
    lah itu saya malah kurang begitu mengerti mungkin ada nggak ya hukuman yang lebih setimpal ” bingung

  10. perjalanan yg mendebarkan …..
    selamat bertugas

    gentho :
    makasih mas doanya

  11. hahaha… .

    saya jg pernah diinterogasi. tapi sama satpam soalnya saya bawa2 kompie temen saya malem2.

    gentho :
    hahaha dikira nyuri ya hahaha

  12. Memang benar selembar surat tugas atau dokumen dari kantor layak dibawa apabila mengerjakan tugas kerja diluar kantor.
    Seru ceritanya sampai pening kepalaku membacanya, sebab tidak ada spasi dan paragraf nya sih.
    Ditunggu cerita selanjutnya.

    gentho :
    hooh je mas yah begitulah lika likunya untung bikin surat jalan sambil jalan hehehe

  13. Woo… sudah balik to !!
    Kirain masih di pedalaman…

    gentho :
    baru balik sekarang

  14. syukurlah smuanya bisa lancar lagi… masih dinantikan khadiranya 🙂

    gentho :
    hahaha makasih mas doanya

  15. Wah, pengalaman seru!
    Jadi ingat, dulu pernah offroad di kayuagung. Andalan saya dulu toyota fj40, tapi wkt itu ga ada acara jadi tahanan, hehe…
    Makasih, kang gentho masih menyempatkan posting dalam keterbatasan…
    Semoga sukses dalam menjalankan kewajiban…

  16. jangankan yg ke pelosoknya… Jalintim aja rusak farahh… (waktu aku ke palembang dulu, sekarang belum nge-cek lagi heheheh 😀 😀

  17. itu loh yg bikin aparat tambah curiga,Surbannya belum dilepas sich,hehehe…

    **
    aku bacanya ikut dag..dig..dug,hahaha…

  18. sebuah pengalaman yang menyedihkan tentunya, mas totok, tapi bener juga tuh, kelengkapan surat dan dokumen sangat penting sebagai bekal perjalanan. yang ndak aku ngerti, polisi kok bisa demikian bernafsu menganggap mas totok sebagai teroris hanya karena mas totok pakai sorban penutup rasa dingin. walah…..

    gentho :
    ahaaaa dua kali pak kejadian begini waktu dulu di bali pas pelarian nurdin m top hahaha saya juga di cekal hihihi

  19. Waduh, ini seperti beravonturir saja, Mas.
    Padahal kerja ya. Hehe.

    gentho :
    jalan jalan smbil kerja atau kebalik yah eh tapi kerena saya nggak ada dana kusus buat jalan jalan hehehe

  20. Wah menarik, benar2 pengalaman yang menegangkan 😀

    saya sudah curiga kalau ini pasti dipost pake HP, tidak ada paragrafnya soalnya 😆

    gentho :
    ah jadi malu ama mas nih hahahaha

  21. Soal eksekusi, yg saya inget saya hampir dipukul kyai di majelis ta’lim gara2 pas dia bilang jika pemerintah menghukum mati maka mendahului kehendak Tuhan saya bilang : “Ha Tuhan pean kok isok kalah soko kehendak menungso ki piye critane? Wong gerakan atom saja Beliau atur lho..”

    Gusti, nyuwun agenging pangapunten jika sedikit saja ada keraguan hamba terhadap kekuasaan-Mu.. Sungguh kami ini orang-orang yang sombong..a

    gentho :
    lha dalah onok maneh iki hahaha

  22. Jangankan dinas resmi, setiap perjalanan aku selalu mempersiapkan dokumen untuk aku sendiri dan anak-anakku:
    -paspor
    -KTP/resident card
    -buku kesehatan utk anak-anak
    -kartu golongan darah

    dan itu ada copy-annya.

Leave a Reply

You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>