Image031Contong Tok ” yah itu yang layak dan sering aku suarakan di dalam benak aku ketika melihat tingkah polah orang yang kadang saya temui dalam berbagai kesempatan dan berbagai keadaan.

Contong biasanya pengibaratan orang yang hanya banyak bicara atau bersuara keras tanpa menggunakan analisa dan tanpa tindakan yang konkrit sama sekali tidak cocok dengan pembicaraan.

Contong di sini aslinya adalah kertas yang di buat menjadi kerucut dari kecil ke besar yang umumnya di buat untuk sebagai tempat bungkus kacang rebus dll, dari bentuknya saja kelihatan dari sudut lingkaran yang kecil ke besar dan pada jaman dahulu kadang untuk memperbesar suara kita juga membikin contong dari kertas.

Kita kadang risau terhadap orang yang di awal bertemu banyak bicara dan mengunggulkan kemampuanya hampir banyak di pastikan orang tersebut termasuk golongan orang yang NATO ( No Action Talk Only ) hal ini hampir seringkali aku temui hingga kadang kita akhirnya mampu membaca keseriusan seseorang dalam berbicara.

Satu contoh saya pernah menemui orang yang begitu mengenal langsung menawarkan ribuan konsep yang serasa buat aku melangit sekali atau menjadi seperti hal yang terlalu berlebihan dalam menggambarkan sesuatu dalam pembicaraan yang tak jarang orang tersebut juga meyakinkan kita dengan memperlihatkan kemampuan dirinya ataupun kadang juga mengaku ngaku bahwa dirinya dekat dengan si A si B atau bakan mengklaim bahwa sesuatau yang kita kagumi itu adalah hasil kerjanya.

Tapi satu hal yang mudah menjadi tolok ukur bagi kita dalam mengahadapi orang semacam ini saat kita terlihat bodoh dan mencoba seolah olah kita tidak mengerti banyak hal ( merendah ) orang type seperti ini dengan mudah terbaca ketika orang tersebut lantas mengajari beberapa hal yang lambat atau cepat kita akhirnya mengetahui celahnya.

Secara logika kewajaran saja kita kadang sulit menerima kenyataan ketika mendengar pengakuan orang yang seperti ini , yang pengakuanya kadang juga nggak ketemu nalar atau logika, satu contoh mungkinkah anda percaya ketika ia mengaku bahwa ia adalah direktur di perusahaan A atau ia juga bos di Media B namun dalam kesehariannya tak jelas nampak sebuah profesionalisme kerja maupun aktifitasnya.

Dalam keseharian sebagai seorang Kontraktor tak jarang juga menemukan berbagai orang semacam ini dengan kelihaian berbicara menyampakaian presentasi lantas menawarkan project yang menggiurkan namun yang membuat kita hati hati tentu saja ketika mereka meminta uang di depan untuk pelicin segala macam.

Pada saat saat sekarang ini muncul dan bermunculan dengan perkembangan yang luar biasa yaitu makelar project, makelar masalah dan makelar Konsep yang tentu saja mereka selalu memaniskan pembicaraan dengan membumbui meyakinkan kita dengan mengaku kenal pejabat A pejabat B bahkan ada juga yang mengaku memiliki akses sampai RI 1 , hal hal seperti ini tentu saja bagi masyarakat umum akan mudah tergiur ketika mereka menawarkan beberapa fasilitas yang menunjang konsep kita .

Tapi tentu kita mesti sadari ketika mereka sudah melebihi realitas atau kalau saya biasanya memnsiasati dengan menyanjung dan dengan halus mengulirkan pembicaraan yang mengarah agar mereka menjanjikan sesuatu kepada kita dalam sekala kecil. Dalam kurun waktu tertentu akhirnya kita melihat kalau semua konsep yang mereka katakan mudah akhirnya tidak terrealisasi sama sekali .

Tak jarang orang NATO juga berbicara atas dasar konsep sosial kemasyarakatan lantas kita gulirkan masalah masalah yang menimpa dalam tolok ukur paling mudah ketika kita membalikkan pembicaraan mengundang kepekaan mereka kemudian kita meminta bantuan dari celah pembicaraan yang mereka anggap mudah  satu  contoh : ada yang bilang kenal dengan Penerbit lantas saya meminta bantuan buku untuk perpustakaan masyarakat , ada yang bilang mereka kenal dengan ahli geologi, ahli peternakan, ahli ahli lainya namun tak sedikitpun semua pembicaraan yang mereka anggap sepele itu tereali sasi .

NATO ( No Action Talk Only ) itu adalah sebutan yang cocok untuk melengkapi gelar mereka

Latihlah kepekaan kita dan berbicaralah jangan banyak menyimpang dengan nurani maka kita akan melihat dengan mata hati kita dengan siapapun kita berbicara………

Tags: , , , , , , , , , ,

30 Responses to “NATO ( No Action Talk Only )”

  1. aku ngerti arahne iki

  2. saya kira bikin tato je mas… 😀

  3. nama lainnya adalah Nyode atawa ngode

  4. Nganu, Mas Tok… justru action mereka itu ya nyonthong itu aahahahah lha bisanya cuma itu…

    Pripun kabare? sae kemawon?
    Salam kagem sadoyo!

  5. aku suka sekali dengan kalimat ini Mas:

    Latihlah kepekaan kita dan berbicaralah jangan banyak menyimpang dengan nurani maka kita akan melihat dengan mata hati kita dengan siapapun kita berbicara………

    maturnuwun, semoga kita tidak termasuk dalam kelompok NATO itu ya 🙂

  6. mas.. aku tahu ngaku nek aku ahli web ya??? tibake html ae aku ra ngeti!!! :D. ndilalah… lha kok malah jebule malah aku utang duwit… hahahahahaha… *mugo2 sampean gak kapok koncoan karo aku mas* hahahahaha

  7. Contong? Tadinya bingung….ehh tapi kalau contongnya berisi, misalkan kacang rebus, enak juga lho….

    Dunia sekarang makin banyak kaum penipu, dan saya jadi ingat,ada saran… “percayailah hati nuranimu”
    Kadang kita ketemu seseorang langsung “klik”, namun ada juga walau bergaul lama, kita hanya merasa biasa saja. Dan rasanya, semakin banyak orang ngomong, kita semakin tahu bagaimana isi kepala yang sebenarnya. Sulitnya, jika yang omong banyak itu, memang pintar, namun kurang etika…ini yang berbahaya, karena kita bisa tertipu

  8. Contong jek kalusen Mas…
    Nek ning nggonaku Cocot Thok…
    Menang Telak!
    Bukan menang mutlak tapi Telak Thok… 😀

  9. di lain daerah…jenenge nggambus
    empuk ning bosok

  10. yen neng nggonku jenenge ndobos mas

  11. banyak pakar dan ahli tapi hanya berbicara tanpa ada tindaklanjut dan aksi. saya juga senang orang yang mengesampingkan pekerjaan sebagai atribut seseorang. seorang manajer tapi kesehariannya tidak nampak.

  12. mmmm… serem juga ya…

  13. *elus elus dagu*

    Yg bisanya ngomong doang, sumpel aja mulutnya. 😀

  14. biasa tuh, negeri kita sekarang dipenuhi dengan oragn2 yang hanya bisa di mulut saja, manis di bibir tapi nyesek g pernah terlaksana..
    aduh capee edehhh mikirnya

  15. waduh, kayknya aku tipe seprti diatas ga ya….! OMdo ato NATO?

  16. ngeri kuburan ono pelangine

  17. memang susah berurusan sama orang yang hanya bisa bicara tapi tak bisa bekerja. NATO memang sebutan yang cocok, mas.

    ngemeng-ngemeng, mas totok sehat aja, kan?

  18. wah, kalau dalam pragmatik, istilah NATO memang tidak dikenal, mas totok, karena berbicara itu pada dasarnya juga beraksi. tapi di ranah yang lain, agaknya memang aksi konkret dibedakan dengan aksi oral. semoga kita bisa menyatukan antara omongan dan tindakan. jumbuh antara lisan lan gaweyan, hehe … mas totok masih di luar jawakah?

  19. sing penting ki dilakoni, yen mung kulakan abab ra ana gunane, ya mung dadi wadah kacang yen kacange entek diremet dadeke sampah. he3x

  20. jarkoni
    iso ngajar ra iso nglakoni

  21. MOKONDO

  22. contong ndronjong mas

  23. Kok gak masuk ya komentarnya 😀

  24. Sekalian ngenalin diri jg meski belum terisi 😀

  25. Menolong itu bisa dari, 1. Tindakan, 2. Berbicara 3. Mendoakan, so semuanya sah2 saja, dan laku aja tuh… didunia ini emang gt… manusia makan manusia..ketika semuanya sudah cerdas, maka kearifan dan kebijakan yang harus menuntun manusia menjadi lebih mulia. heheh

  26. nek coro mediunan jenenge nyombrosss tok….

  27. nice post … thanks for share

  28. Hai halow salam kenal dari saya

  29. Anggota DPR tuh hahaha
    NATO BANGET

  30. Terimakasih, artikelnya bagus. Saya ada artikel senada di http://www.anakadam.com/2016/0.....talk-much/ Sekali lagi, terimakasih.

Leave a Reply

You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>