Banyak orang tidak memahami bahwa pandawa ataupun kurawa sebenarnya bukan keturunan Brata, meskipun perang antara pandawa dan kurawa disebut sebagai bratayuda (perang brata)

Jika akhirnya terjadi peperangan antara Pandawa dan Kurawa sebenarnya semua adalah sebab dari sumpah sang Bisma yang saat muda bernama Dewabrata.

Hastinapura sebenarnya adalah milik Prabu Santanu yang kemudian menikah dengan dewi Gangga yang sebenarnya adalah seorang dewi dari khayangan.

Prabu Santanu memiliki sumpah untuk bisa memperistri Dewi Gangga bahwa setiap apapun yang dilakukan oleh Dewi Gangga Prabu Santanu tak boleh melarang, prabu Sentanu kemudian tak pernah melarang maupun memarahi kelakuan buruk Dewi Gangga termasuk saat membuang setiap bayi yang terlahir dari Dewi Gangga.

Perkawinan Prabu Sentanu dengan Dewi Gangga tak dirasa bahagia karena prilaku Dewi Gangga yang menurut Prabu Sentanu tak memiliki prikemanusiaan.

Prabu Santanu kemudian merasa sedih dan tak berarti dalam hidupnya karena tak memiliki keturunan, maka sang Prabu dengan sangat terpaksa melanggar sumpahnya dan melarang Dewi Gangga membuang bayi yang kedelapan terlahir dari Dewi Gangga.

Prabu Santanu Raja Hastinapura harus rela ditinggalkan oleh dewi gangga kembali kekhayangan karena telah merasa dilanggar sumpahnya, dan prabu Santanu kemudian membesarkan anak tersebut dan memberi nama Dewa Brata.

Dewa Brata kemudian tumbuh menjadi ksatria sakti tanpa tanding dan berprilaku arif serta bijaksana.

Prabu Santanu yang kemudian menduda karena menyayangi Dewi Gangga kemudian menyerahkan tahta dan Urusan Kerajaan kepada Dewa Brata, dan untuk mengusir kesepiannya Prabu Santanu sering berburu di hutan hingga akhirnya bertemu Dewi Setyawati yang sangat harum.

Dewi Setyawati adalah nama lain dari Dewi Lara amis yang memiliki penyakit berbau badan amis kemudian setelah diobati oleh Begawan Parasurama dan bercinta hingga melahirkan seorang putera bernama Abiyasa yang memiliki wajah menyeramkan dan kemudian dibawa mengasingkan diri dan belajar banyak ilmu kesaktian bersama ayahnya.

Prabu Santanu kemudian menyampaikan maksudnya untuk memperistri Dewi Setyawati, namun Dewi Setyawati mengajukan syarat bahwa Setyawati hanya akan menikah pada Pria yang bisa memberikan Tahta kerajaan pada anaknya kelak.

Dalam dilema kemudian sang Prabu Santanu pulang dan mengurungkan niatnya untuk mempersunting Dewi Setyawati karena Tahta kerajaan jelas telah diberikan kepada putra mahkota yaitu Dewa Brata.

Karena Dewa Brata sangat berbakti kepada orang tuanya maka Dewa Brata rela menyerahkan tahta kerajaan kelak diberikan kepada putra Prabu Santanu dengan Dewi Setyawati.

Setelah Dewa Brata bersumpah memberikan Tahta maka Dewi Setyawati mau dijadikan istri dan masih mengajukan syarat kepada DewaBrata agar tidak menikah karena Dewi Setyawati memiliki kekhawatiran kelak anak turun Dewa Brata bisa menuntut tahta dan sejak itu Dewa Brata bergelar Bisma.

Prabu Santanu dan Dewi Setyawati kemudian dikaruniai dua anak laki-laki bernama Citragada dan Wicitrawirya.

Citragada berhasil menguasai semua ilmu kanuragan dan sakti mandraguna namun sayang dia sangat sombong dan akhirnya terbunuh oleh utusan dewa yang menjelma menjadi kembaran Citragada.

Dengan meninggalnya Citragada maka Wicitrawirya menggantikan naik tahta namun Wicitrawirya tak sehebat kakaknya hingga sulit untuk meminang Putri, kegundahan Setyawati kemudian disampaikan pada Dewa Brata atau Bisma agar meminangkan tiga putri yang sedang mengadakan sayembara mencari suami.

Dewi Amba, Ambika dan Ambalika kemudian dibawa pulang oleh Bisma setelah berhasil memenangkan sayembara dengan mengalahkan lawan-lawannya termasuk Prabu Salya kekasih Amba.

Dewi Amba yang tidak terima dengan terbunuhnya Salya kemudian meminta agar Bhisma mengawininya namun karena bisma telah bersumpah untuk tidak menikah maka bhisma bersikukuh untuk tetap menyendiri dan tidak mau menikahi dewi Amba dan dewi Amba akhirnya terbunuh tanpa sengaja oleh bisma dan bersumpah agar dirinya bisa menitis dan kelak bersama Bisma makayhangan.

Dewi Ambika dan Abalika tak mendapati keturunan dari Wicitrawirya karena Wicitrawirya meninggal dalam perang sebelum memberi keturunan pada kedua dewi tersebut.

Setyawati kemudian meminta Abiyasa anak pertama dengan sang Begawan untuk mengawini Ambika dan Ambalika yang kemudian melahirkan putra bernama Destarata  dan Pandudewanata

Destarata adalah yang kemudian menjadi Bapak dari para kurawa dan Pandudewanata kemudian memiliki keturunan Pandhawalima.

Jelas sudah bahwa garis keturunan Pandawa dan Kurawa bukan dari Dewa Brata anak Prabu Santanu Raja Hastina pura namun darah dari Begawan Abiyasa.

Namun meskipun begitu antara Pandawa Dan Kurawa akhirnya bermusuhan memperebutkan Tahta kerajaan Hastinapura yang menjadi perang saudara yang besar dengan istilah Bratayuda meskipun jika ditilik maknanya sangat berbeda dimana Bratayuda berarti peperangan trah Barata padahal Dewabrata atau bergelar bhisma yang sebenarnya keturunan raja tak memiliki keturunan.

Cerita ini hanya menjadi gambaran bahwa peran wanita sangat berpengaruh terhadap tahta

Ditulis kidalang toto sugiharto.

Tags: , , , , , , ,

15 Responses to “Peran Wanita dalam Tahta”

  1. Sahabat yang satu ini memang dahsyat betul. Dari kambing sampai urusan dewa sudah di luar kepala. 😉

    Salam persahablogan,
    @wkf2010

  2. brata sama bharata itu beda mas, bharata dari sakuntala, brata itu produk gagal…

  3. wah cerita yg menarik … suka melihat asal mula suatu kisah …

  4. menunggu penjelasan panjang dalam posting terkait dengan BRATA dan BHARATA… menarik banget ini..

  5. Hidup dalang van Gunung Kelir

  6. bukan berarti suami2 takut isteri hhehe

  7. Aku gak tertarik wayang meski almarhum kakek dan almarhum papa suka wayang.
    Aku suka ada kata ‘wanita’ nya maka aku mampir kemari hihihihi 🙂

  8. aku tertarik wayang
    tapi amat tidak suka dengan cerita mahabarata dan ramayana….
    perang mulu!
    (dan yes… perangnya juga gara-gara wanita hahaha)

  9. semoga mereka perang bukan karena #serbet ya mas…. ra enak dirungokke hahahaha…..cukup rakyat negri KPR wae…!

  10. Asslamualaiukm wr…wb

    Nyambi dadi dalang po kang totok ?? salam kenal wong thorjo

  11. Kalau sekarang jamannya emansipasi wanita, wanita2 bagaikan dituntut untuk bisa bekerja sekaligus mengurusi masalah dapur dan anak. Walau ada persamaan kesetaraan dalam banyak hal namun kehidupan wanita modern lebih sulit dari sebelumnya
    Ceritanya bagus Pak, salam kenal 🙂

  12. that he was a patient of amabronl growth due to mal function of glands. he was referred to Endochrinologist but no results. Although his weight is now 46 kg at the age of 13 yet he is not showing signs of healthy boy. he is full of fears and unabale to do things of his age. he cannot walk for 30 meters and complains tiredness. his hands and feet are too small like a child of 6-7 years. Fucus ( cm) was once given 6 months ago which gave some good results but not 100% . Can we have some further treatment or Fucus is the only remedy? Pl advise. thank-you. Tahir Hamid. Islamabad.

  13. Hey very nice website!! Man .. Excellent .. Amazing .. I will bookmark your web site and take the feeds also…I am happy to find a lot of useful info here in the post, we need work out more strategies in this regard, thanks for sharing. . . . . .

  14. define foodie I certainly don’t want to be the “first to eat there”. I’ll wait a few months…Let things get worked out. Go and chill with some food/drink. Hoping not to hear anything negative until they’re up-n-running. But you know how people like to find anything to bitch about. Some go hoping to find what is “wrong”. Especially if it’s in the first hours or days of opening the doors.

  15. 'Is there a problem with the earth's gravitational pull?'I've just realised that as pretty as this is, Will, Hoverboards can only hover over a surface, not fly.So congratulations, you've just killed Marty McFly.

Leave a Reply

You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>