Nderes

Nderes

Pernahkah terfikir oleh anda jika pembuatan gula merah (nira ) atau sering di sebut gula jawa (gula kelapa ) tersebut memiliki makna yang sangat filosofis.

Di Desa Donorejo,Kec Kaligesing ,Kab Purworejo ,(tempat dimana saya tinggal saat ini ) memiliki warga yang mayoritas petani ternak kambing etawa, namun juga sebagai petani penghasil gula kelapa (nira ) gula kelapa itu terbuat dari bahan nira kelapa (legen) yang biasanya diambil pada waktu pagi dan sore hari.

Pertama setelah nira di ambil oleh petani gula kemudian nira kelapa atau legen disaring agar bersih agar terlepas dari kotoran , kemudian di masak hingga mendidih menggunakan alat masak seperti wajan besar atau belangga yang besar atau alat lain yang memiliki permukaannya lebar.

Selama proses pendidihan biasanya cairan nira kelapa harus sering diaduk agar tidak hangus,Setelah cairan nira kelapa mulai menjadi pekat kemudian diturunkan sambil terus diaduk.

Sesaat setelah cairan nira yang mulai pekat dan mengental mulai dingin kemudian dituangkan kedalam cetakan yang biasanya  terbuat dari tempurung berupa lingkaran atau kadang membuat cetakan lain dari bambu yang dipotong-potong, paralon, atau kotak-kotak yang terbuat dari kayu.

Mendidihkan nira

Mendidihkan nira

Setelah gula dingin dan mengeras dikeluarkan dari cetakan. Setelah itu biasanya dikemas dengan cara membungkus gula dengan daun pisang kering,. Pengemasan juga bisa menggunakan plastik terutama untuk gula yang berbentuk balok.Gula yang sudah dikemas kemudian disimpan di tempat yang kering dan siap untuk dipasarkan.

Proses pembuatan gula ini jika diamati ternyata memiliki makna proses reproduksi .

Proses Nderes ( Air )

Proses pengambilan Air nira dari bunga kelapa yang masih muda dan di tampung di potongan bambu  atau sering disebut bumbung  untuk penampungnya.

Proses Ndewan ( Pembuahan )

pencetakan

pencetakan

Proses ini dilakukan setelah pengumpulan air nira yang kemudian di tuangkan di suatu tempat yang kemudian di didihkan atau di masak .

Proses Nitis ( Pencetakan )

Proses kelanjutan setelah gula dimasak dan di didihkan kemudian di cetak atau kemudian kita sebut sebagai proses kelahiran ujud yang berbeda dalam istilah jawanya nitis (dewa menitis pada manusia) yang kemudian boleh disimpulkan proses reproduksi dari air menjadi gula dan dari tetesan air juga lahir manusia baru…

proses kelahiran ini tidak dapat dengan cara aborsi atau seperti download film porno

Tags: , , , ,

61 Responses to “Proses Perubahan”

  1. borong pertamax
    trus bener juga yah proses gula kelapa itu adalah proses nitis

  2. wew..ternyata begitu toh..saia baru tau…

  3. Aku baru nrimo sms, keturon hahaha..
    *hiks*

  4. Wow rumit juga ya . . Alhamdulillah kita tinggal menikmati

  5. Penjelasan yang menarik, pada awalnya..
    Tapi kok njuk ono film porno ne barang di paragraf terakhir huahuahua ndaghel tenan 🙂

    Neng kene ra ono gula jowo, Pakdhe.. kirimi!

  6. manteb nih, nderes, nggodok, nitis…, kalo hasil nderes itu enak di jadikan minuman ringan enggak ya… ato malah jadi towak…, belum tahu saya, harus kampanye pengurangan penggunaan plastik juga nih…

  7. wah, aku juga baru tahu

    matur nuwun pakdhe

  8. begitu tho caranya…
    boleh juga analoginya mas, proses produksi gula dg produksi manusia, hehe… 🙂

  9. kalau guka aren ada juga gak disna?

  10. kok ono porno barang (doh)

    untung kemaren ga perlu download … tinggal copy yg “uh” aja … eh ini kan lagi ngomonging gula yah, kok ga nyambung (lmao)

  11. mantafff
    pesen atu om

  12. Legen dikasih es batu, juossss…segeeerrr…. Gulo jowo sebagai teman minum teh panas juga juoossssss….

  13. Dan dibalik semua proses itu terdapat
    kerja keras, kesabaran, dan keikhlasan….

  14. bingung mau koment apa…
    hem…bener juga…bener juga…

    (masih mikir…)

  15. Assalaamu’alaikum

    Wah…menarik juga proses pembuatan gula ini.Kalau di Malaysia, namanya gula Melaka. Semua yang berlaku di dunia ini pastinya melalui edaran masa dan kitaran. Begitulah sunnatullah. Manusia juga melalui proses perubahan dalam hidupnya dari bayi hingga menjadi tua renta. Maka kita harus menghargai semua perkara yang berlaku dalam hidup kita agar kita memahami fungsi sebagai khalifah Allah swt. Salam hormat.

  16. Wuah, proses yang sangat penuh makna filosofis.

  17. Proses ndewan itu ta’ kira sama dengan ngunduh film atau tuker-tuker link. Tiba’e beda tho?

  18. njenengan ketoke nggih sering ndewan… tapi gak nitis nitis.

  19. bisa juga tuk bikin tuak mas
    awas muaboekkk…hoaaxxx

  20. cara pembuatan masih tradisional ya ?!

  21. Pengamatan jitu. Informasi bagus.

  22. huih…..filsafati banget. Alam memang sekolah kehidupan bro

  23. mirip prosese nggawe toak. berarti hidup ini seperti minum toak ya kang ???

  24. baru tahu ternyata prosesnya njlimet banget ya?

  25. enak tenan tuh om hmmm yummmyyy

    proses kelahiran ini tidak dapat dengan cara aborsi atau seperti download film porno <== lho lho tapi kok ada ini yap?hehehe

  26. mironan mas sekilo?

  27. wah kultur desa yang perlu dpertahankan

  28. sekilone miro mas?

  29. suwung arep impor gula jawa ke manado

  30. segala proses dalam kehidupan ini memang berlaku hukum evolusi.
    akan halnya dari nira jadi gula jawa semua karena proses evolusi,
    termasuk penciptaan manusia juga evolusi..

  31. cerita Abah gunung kelir tentang aborsi lewat filosofi gula nira. sebuah terobosan dakwah “)

    top markotop

  32. Wah! bis privat bikin gula nira yah?!

  33. Mau banting setir gawe gulo tho Mas? Melu!

  34. jan mendidik tenan postingane mas

  35. proses kelahiran ini tidak dapat dengan cara aborsi atau seperti download film porno

    <<< maksudnya? instant gitu?

    untuk “membuat” sesuatu kan memang butuh proses dan butuh waktu ya?
    proses perkenalan saya dan mas tok aja butuh waktu kok heheheh

    salam dari negeri matahari terbit
    yang sebentar lagi menyambut mekarnya bunga sakura
    kapan ke sini mas?

    EM

  36. yang jelas kalau membuat gula butuh proses dan prosesnya tak bisa berbalik arah, salam dari cah Purworejo

  37. weh aku juga pernah lho nderes………

  38. wah, ternyata dari serentetan proses sederhana pembuatan gula nira ini terkandung filosofi yang sangat dalam ya, mas totok? metamorfosis ini bisa dibandingkan dengan kejadian terbentuknya manusia. bahan-bahan yang baik saja belum cukup untuk menjadikan seorang individu, ada juga proses pengolahan yang bisa dimaknai sebagai pendidikan.

    ngetik-ngetik, saya ingin berterima kasih banget atas bantuan mas totok untuk mewujudkan blog yang belum rampung itu, ya? matur nuwun sanget.

  39. Aku tahunya hanya nderes. Dari kata deres, seperti hujan deres …

  40. wah susah banget sih buat gula merah

  41. langsung dibentuk bentuk jadi silinder ya…

  42. manis gak gulanya mas…?

    wkwkwkwkw

  43. wah, saya idem dg mbak yulfi, mas totok. dari proses pembuatan nira seperti itu, ternyata memilikikandungan filosofis, bagaimana seharusnya manusia melakukan sebuah proses perubahan. tak bisa dilakukan secara instan. mulai awal hingga akhir harus melalui tahapan yang runtut dan sistematis.

  44. oh membuatnya kayak gitu ya.
    downloadnya pilemnya mana?

  45. Saya beberapa kali nulis pesan kok ga masuk ya…mudah2an kali ini bisa masuk
    ———————————————–
    Mas Totok, proses pembuatan gula dari nira, menunjukkan pada kita bahwa segala sesuatu dimulai dari proses…dan nanti hasil akhirnya akan dibedakan berdasar kualitas. Gula yang kualitas rendah, bisa dianalisis dari kemungkinan bahan baku niranya kurang baik (saya tak tahu persisnya, tapi kalau kelapa sawit setelah sekian jam petik harus segera diproses karena tingkat keasaman tinggi)…..bisa pula prosesnya yang kurang pas. Jadi kita tak bisa hanya melihat hasil akhir, namun kita tetap harus mengawali dari sebuah tujuan, merencanakan, dan kemudian memantau agar tujuan itu berhasil sesuai yang kita harapkan.

  46. Ini postingan barunya manaaaaaaaaa………….

  47. wah kemarin dirumah mbah saya juga produksi gula jawa / kelapa, tapi karena seiring banyak pohon kelapa yang diserang hama dan punah, pembuatan gula kelapa juga ikut lenyap 🙂

  48. wah panci leres sanget sami kalih daerah panggenan kulo
    ngaturi sugeng mas salam kenal

  49. nek sak durunge dadi gulamerah ada geleli dulu benar apa salah pak

  50. kata org donorejo,kalo air legen yg di dalam bumbung ada yg minum pas lagi diturunkan dari pohon, sewaktu diolah/direbus gulanya tdk akan jadi. Makanya jgn sembarangan minum air legen…hehehe *tau bener tau tdk apa cuma mitos*

  51. Jadi inget legen, minuman seger saat kecil yang susah banget saya dapatkan di sby.
    Jadi darisanalah gula merah itu berasal ya….
    *sambil mantuk-mantuk*

  52. semoga bertambah baik lagi
    byme

  53. Jadi belajar kosa kata baru: Ndewan. Dan satu lagi, saya memetik hikmah dari wacana ini;- bahwa segala sesuatu itu mesti dilakukan pada waktunya, untuk menghasilkan gula Jawa yang terbaik.

    Matursuwun Mas.

  54. Kalaw di tempat qu itu di panggilnya gula jawa. Beda gak ya? tapi setahuqu prosesnya sama seperti itu.

  55. nyambungnya ke mana pak, mulai awal runtut ke kelapa tapi ke arah kelahiran hahahaha

  56. kalo nde omahku, ono meneh gula aren.
    gula dari nira pohon aren (aren indonesianya gak tau, sory mas)

  57. bapak saya juga petani gula jawa n aren

  58. kasian dulu pas biayai saya SMA di kota

    aku pas pulang “hari sabtu” kaki bapak kena arite ampe 3 hari g bisa jalan

  59. Prosese jelas, filosofine kurang jelas
    *sedang berhasrat jadi top komentator*

  60. mr atok yth,bagaimana kwalitas kambing PE di daerah kita,mampukah kita melestarikannya?????????????/

Trackbacks/Pingbacks

  1. PERUBAHAN DAN PERKEMBANGAN ORGANISASI « alfientanaka

Leave a Reply

You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>