Selamat Hari Lebaran

Mohon Maaf Lahir Bathin ( terlambat namun katanya tak ada kata terlambat untuk meminta maaf )

Lumayan padat dan melelahkan namun menyenangkan untuk lebaran kali ini tentu saja adalah acara yang beruntun dari ketika puasa dengan terawih keliling walau saya hanya bisa mengikuti beberapa kali saja kemudian sempat beberapa kali ada acara buka puasa bersama termasuk buka puasa bersama denga internet sehat di solo serta di joglo abang jogja .

Jelang lebaran tentu saja melaksanakan Zakat fitrah serta yang paling menggembirakan adalah gelar pasukan takbir keliling bersama gunungkelir.com memekikan gema takbir berkeliling dengan 2 mobil kecil 1 jip saya kemudian 2 truk serta 269 sepeda motor.

Rangkaian acara Lebaran hingga selepas sholat ied lanjut ke sungkem dengan Ibu serta mengunjungi makam Almarhum ayah kemudian silaturahmi ke beberapa saudara dan tetangga di samping dirumah kedatangan tamu teman , sahabat, saudara, serta , karyawan bersama keluarga.

Dan barang tentu dengan segudang pengalaman serta cerita masing masing tamu serta pemudik yang datang ke rumahbanyak yang menarik serta mengesankan namun ada salah satu yang mencuat dalam benak saya adalah ketika salah satu saudara yang bercerita bahwa dia sekarang keluar dari Pabrik tempat ia bekerja.

Lantas saya sontak agak kaget kenapa dan apa yang membuat dia keluar dari perusahaan tempat ia bekerja setelah mendengar penuturan dengan seksama rupanya ia malah membuka warung mie ayam dan berdagang bubur ayam ketika pagi hari.

Saya mendengarkan dengan seksama cerita nya bahwa ternyata sekarang ia lebih mampu secara finansial ketimbang ketika bekerja di perusahaan walaupun mungkin secara status sosial dia kadang masih agak segan untuk menjawab pertanyaan orang ketika di tanya kerjanya apa mas di jakarta.

Dia menuturkan ketika gaji yang ia dapatkan serta peraturan di perusahaan yang ia tempati mulai terasa tidak nyaman dan tak mencukupi biaya untuk hidup maka ia kemudian berinisiatif untuk belajar membuat mie ayam bersama istrinya sesaat setelah bisa kemudian ia menabung beberapa bulan sebelum keluar dari perusahaannya untuk membeli kelengkapan untuk berjualan mie ayam kemudian ia meminta istrinya untuk berjualan mie ayam di tempat yang ia pilih dan hasilnya lumayan sehingga istrinya mulai kewalahan yang berujung ia memberanikan diri untuk keluar dari perusahaannya memutuskan untuk membantu istrinya setelah 3 bulan membuka warung Mie ayam.

Ada banyak perubahan tentu ketika menjadi pedagang atau pengusaha karena ia mau tidak mau harus berfikir untuk menanggung untung dan rugi lain halnya ketika masih jadi pekerja ia hanya bergantung pada gaji perusahaan.

Namun waktu kewaktu akhirnya berproses dan menjadikan dia dari seorang pekerja kmudian menjadi pengusaha , walau memang dalam sekala kecil namun ternya beberapa bulan berikutnya ia mampu melebarkan sayapnya dengan membuka warung bubur dalam sebuah kedai yang lumayan di bekasi dan sampai saat ini sudah mampu membiayai 2 karyawan dari saudaranya sendiri yang berasal dari kampung juga.

Malihat Tulisan mas Kika Syafii di sini saya kembali terketuk untuk memberikan semangat untuk memerdekakan diri kita untuk tidak bergantung pada pemerintah yang menyiapkan lapangan pekerjaan ataupun kita tak lagi bergantung pada kebutuhan perusahaan akan tenaga kita,

Berangkat dari skala yang sangat kecil untuk menciptakan pekerjaan sendiri berarti ikut membangun martabat kita secara ekonomi dan berarti juga andil dalam partisipasi besar membangun negara.

Sebut saja Edy yang dulu pekerja di sebuah perusahaan kini memberanikan diri untuk membuka peluang di dunia usaha dan menapaki suka duka dalam meniti wira usaha mungkin jikala semakin banyak yang memiliki keberanian serta kemauan untuk mandiri akan semakin meninggikan martabat kita sebagai warga negara bahkan akan mengurangi kemungkinan perantauan ke negeri sebelah yang di sisi lain kita terinjak martabatnya karena disamping gaji yang pas pasan kita juga nyaris di jadikan sapi perahan dalam pengembangan bangsa lain.

Karena saya juga memiliki pembanding dengan para TKI yang berasal dari desa kami berbanding dengan kawan kawan yang berusaha dengan mengembangkan pertanian di kampung serta beternak ternyata lebih spektakuler yang di kampung sebab lebih siap dalam menata keuangan yang di dapat dengan secara perlahan.

Jadi sekali lagi jangan bergantung pada siapapun untuk menjadi diri kita yang mumpuni tidak pada pemerintah atau pada orang lain namun kita mulai dari diri kita sendiri .

Sekecil apapun anda menjadi pengusaha itu nyata tanpa sengaja membangun martabat bangsa karena anda juga tanpa sengaja memberikan peluang pekerjaan pada orang lain, semoga edy yang hanya berbekal D3 akan di ikuti Sarjana yang lain yang masih mengekor gajah, artinya sekecil ayam namun ia menjadi kepala itu lebih baik daripada gajah tapi kebagian ekornya.

terima kasih juga untuk Kikasyafii dalam tulisannya yang juga memotivasi untuk mandiri dan merdeka

Tags: , , , , , , , , , , , , , ,

24 Responses to “Sisa Lebaran”

  1. Appalus buat Edy, semoga banyak Edy Edy yang lainnya apalagi yang Widodo..

  2. Wakakakaka….amien ya robbal’alamin (worship)

  3. kapan2 aku arep sowan kyai Kika untuk mendapatkan motivasi dan pencerahan juga…
    (worship)

  4. analogi soal ekor gajah mantap juga kang

  5. wah keren iki, tapi aku lagi kehilangan semangat

  6. Pesen bubur rong mangkok, kosongan…
    Lawuhe sate…

  7. aku urung mandiri…..

  8. betul sekali bro… semangat mandiri dan merdeka dari ketergantungan pihak lain.. sangat layak utk diperjuangkan… pengen juga jadi pengusaha yang sukses dunia akherat amiin

  9. saya belum berani untuk mandiri. masih suka berada di zona aman.

  10. menjadi mandiri adalah mutlak adanya. tidak bergantung dengan orang lain adalah sebuah keniscayaan. namun, dalam meraih itu semua dibutuhkan kejujuran dan ketulusan. jangan sampai, karena ambisi besar untuk menjadi mandiri, kita melakukan hal-hal yang akan merusak kemuliaan diri sendiri serta merugikan orang lain… πŸ™‚

    selamat idul fitri mas tho’… mohon maaf lahir dan batin ya…

  11. kapan aku mandiri yah..!
    selama ini aku mandiri saat mandi sendiri aja..! πŸ˜€

  12. Benar-benar tulisan yang memotifasi, terima kasih

  13. Wahh saya senang baca tulisan mas Totok ini.
    Nggak perlu malu dengan status…dan sebaiknya makin banyak yang bisa berwirausaha…..kenyataan lebih bebas, dan kerja kerasnya langsung terlihat.
    Bagi perusahaan akan sulit menaikkan gaji, karena gaji yang sudah naik tak mungkin turun lagi..jadi kalau ada keuntungan, hanya bonus dan hal ini benar2 harus diperhitungkan, karena ada kalanya situasi yang naik turun tak membuat karyawan memahami. Dengan usaha sendiri, belajar kesulitan yang ada, mengatasinya..sering malah lebih berhasil. semoga usaha mie ayam yang diceritakan mas Totok sukses ya.

    Saya pernah ngobrol sama pedagang pakaian jadi, di kaki lima, pasar kaget, belakang gedung BRI II Semanggi…dulu dia karyawati Bank yang terkena PHK saat krisis ekonomi. Memang capek sih usaha, kata dia..tapi dalam setahun dia bisa buka kios dua, dan keuntungannya berlipat kali dibanding saat kerja di Bank.

  14. selamat idul fitri pak, maaf lahir batin

  15. Setujuuu.. tak ada kata terlambat kok, karena telat jg nih haha…
    Minal β€˜Aidin Wal Faidzin, mohon maaf lahir dan batin ya.

    Menjadi owner merupakan titik puncak dalam pekerjaan, mantap!

  16. Semoga suatu waktu nanti aku berani menjadi diriku sendiri, masih perlu dan membutuhkan motivasi dari sampeyan-sampeyan yang sudah lebih dulu mandiri. (worship)

  17. alhamdulillah…kalau ke sini mesti ada cerita inspiratif yg membuat saya selalu semangat untuk meneruskan apa yg baru saya mulai 1 tahun ini (worship)

  18. derek urun rembug
    menurut pendapat saya apapun pekerjaannya semuanya baik dan hanya dengan mensyukuri apa yang telah kita dapatkan , mungkin itu akan menambah kenikmatan hidup, apapun profesinya…dan jikalau sdh berhasil jangan lupa bantulah saudara kita yg memerlukan bantuan.

    salam hormat.. darto

  19. Sugeng riyadi, Mas Tok!
    Sedhoyo lepat nyuwun pangapunten πŸ™‚

  20. Ngaturaken Sugeng riyadi

  21. Wah salut buat Edy πŸ™‚

  22. semangat baru….
    usaha sendiri emang kadang rasanya lebih nikmat dibanding bekerja sama orang… πŸ™‚

  23. setuju banget ayo ayo kita jangan tergantung dengan orang lain

  24. Setuju, Minal Aidin Wal Faidzin, jadi lapar ingat mie ayam πŸ˜€

Leave a Reply

You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>