cah ndesoNama yang sederhana yang di berikan sebagai panggilan untuk dirinya ,ia terlahir dari sebuah keluarga yang tinggal di lereng bukit menoreh,

Masa kanak kanak sopian memang tak sebahagia anak anak sebayanya karena ia tinggal agak terpecil dan terpisah dengan keluarga atau tetangga yang lain , dalam masa perkembangan sopian hanya banyak di temani dan sangat di pengaruhi oleh kegiatan kedua orang tuanya .

Masa sekolah sopian harus di lalui cukup berat karena ia harus mengalahkan faktor geografis yang membedakan dirinya dengan teman teman yang lain,sopian harus terlebih dahulu bermandikan keringat berjalan kaki kiloan meter untuk mencapai sekolahan .

Saat ia beranjak ke sekolah lanjutan hal itu juga nggak jauh berbeda dengan keaadan sebelumnya ,ketika teman temannya ramai masuk ke sebuah sekolah negeri yang berada di kota , ia mesti menelan dalam dalam keinginan itu ,sopian harus menerima kenyataan dan merelakan dirinya masuk ke sebuah sekolah SLTA swasta yang tidak terlalu jauh dari tempat ia tinggal .

Setiap pagi dia harus bangun lebih awal karena mesti berjalan kurang lebih sepuluh kilo meter untuk mencapai sekolahanya , ia pun tumbuh menjadi pejalan sekolah yang kuat.

Sepulang sekolah sopian menghabiskan waktunya untuk membantu orang tuanya mencari pakan ternak dan mencari kayu bakar ,hingga akhirnya kesempatan untuk belajar dan bermain harus di minimalisir oleh keadaan tersebut.

Dalam pergaulan dengan teman teman sebayanya si sopyan agak cenderung rendah diri ,bahkan tidak jarang ia menjadi bahan tertawaan kawan kawan sebayanya , hal itu terjadi karena sopian memang tergolong remaja yang pendiam dan sedikit bicara serta sangat lugu.

Masa sekolah SLTA nya ia selesaikan dan berhasil mengantongi Ijazah yang hanya sekedar lulus dengan nilai standart saja , tidak terlalu istemewa memang prestasi di masa sekolah sopian .

Seperti umum nya anak anak yang lain seusia dia kebanyakan memiliki tradisi merantau dan bekerja di jakarta kecuali beberapa anak yang memiliki kesempatan melanjutkan sekolah biasanya memang tidak meninggalkan desanya karena mesti sekolah di jogjakarta atau di purworejo.

Sopian pun tergiur keinginan teman sebayanya untuk ikut merantau ke Jakarta atau mencari pekerjaan di kota besar ,hingga ia pun mencoba mengadu nasib ke Jakarta .

Sesampai di Jakarta ia pun mencoba peruntunganya dengan berbekal ijazah SLTA Swasta yang ia miliki untuk melamar beberapa tempat kerja ,namun malangnya ia hampir satu tahun belum ada yang di rasa cocok untuk dia ,hingga akhirnya dia menjadi kuli bangunan untuk menyambung hidupnya di Jakarta.

Dua kali lebaran sopian pun selalu pulang sebagai pemudik seperti kebanyakan teman teman sebaya nya yang selalu pamer gaya ketika pulang kampung .

Orang tuanya selalu bertumpu dan menaruh harapan yang tinggi pada sopian anak laki-laki sulungnya ,agar kelak keberhasilanya menjadi panutan adik adiknya yang masih sekolah di desa.

Kejujuran hati Sopian ternyata tidak mau menerima kenyataan hidupnya dalam perantauan ,ia berontak menghadapi keadaan yang jauh berbeda dengan mimpi sebagian orang ,sopian merasa terlarut dalam kemunafikan dirinya yang telah memberikan mimpi pada dua orang tuanya yang menggantungkan selaksa harapan pada pundak sopian dalam perantauan.

Sopian tak sanggup lagi melawan nuraninya yang harus menjual semua kemewahan yang ia bawa pulang saat mudik kemudian menjualnya ketika harus kembali kejakarta.

Dalam ketidakberdayaan sopian kemudian memutuskan untuk kembali pulang ke kampung halamannya yang sejenak membuat kecewa kedua orang tuanya ,serta sesaat menjadi bahan cemoohan orang di likungan dusunnya,hingga suatu saat sopian bertemu dengan seseorang yang akhirnya berteman baik untuk saling berbagi pengalaman.

Sopian akhirnya meminjam keberanian dari seseorang tersebut untuk berdiri sebagai wira usaha ,yah barang tentu sopian harus berani merelakan beberapa hal yang selama ini menjaga gengsinya.

Sopian dalam keterbatasan akhirnya mengiklaskan sepeda motor yang ia beli saat ia merantau ke jakarta untuk di tukar dengan induk kambing etawa , kemudian mulailah hari hari sopian dengan berjalan kaki dan memelihara kambing etawa tersebut.

Dalam kelanjutan proses memaknakan mimpinya menjadi kenyataan sopian pun akhirnya belajar beternak kambing etawa dengan para peternak lainya.

Setiap sabtu selalu ia lalui dengan menyambangi pasar kambing etawa yang terletak tidak jauh dari desa tempat ia tinggal, kemudian sesaat ia mulai tertarik menjadi pedagang yang menurutnya nggak harus memiliki modal uang yang besar, sebab dalam pengamatan dia selama di pasar untuk menjadi pedagang kambing ia hanya perlu memiliki keberanian untuk menawarkan dan memiliki kepandaian untuk menjaring pembeli ,kemudian ia meberanikan dirinya tampil sebagai pedagang atau makelar (blantik ) kambing etawa di pasar tersebut.

Hari hari sopian akhirnya di penuhi dengan dunia kambing etawa, pekerjaan yang ia tekuni akhirnya adalah sebagai peternak kambing etawa dan menjadi pedagang kambing etawa.

Proses perjalanan ia menjadi wirausaha ternak akhirnya di sambut baik oleh orang tuanya , kemudian saat sopian mulai merangsak menjadi pedagang yang kenamaan ia pun kadang menjadi bahan pembicaraan banyak orang entah dari sisi negatif atau sisi positif ,hingga kadang bagi sopian menjadi penggoyang dalam pemikiran dia .

Keberanian Sopian kemudian di barengi dengan keinginan membuktikan obsesi dia sebagai seorang remaja yang berhasil tanpa harus merantau di kota besar ,apalagi tergiur teman temannya yang ke luar negeri untuk merantau sebagai pembantu ,tukang kebun ,atau pekerja pabrik .

Beberapa tahun sopian melewati hari harinya dengan menggeluti ternak kambing etawa akhirnya dapat membuktikan pada keluarga dan lingkunganya bahwa jalan yang ia tempuh selama ini tidak tersesat meskipun sopian memotong jalan panjang yang dilalui banyak teman teman seusianya.

Saat pertama saya bertemu dengan dia di tahun 2003 saat dia memulai ternak dan memelihara kambing saya juga masih tersimpat dalam ingatan saya ,betapa semangatnya ia dalam menyampaikan beberapa keinginan dia sebagai pemotong jalan.

Hari ini sopian datang pada saya untuk meminta pendapat serta meminta saran perihal keinginanya membeli mobil untuk sarana tranportasi dalam perdagangannya. Sopian telah menunjukan pada saya semua proses sebagai kilas balik nya dalam perjalannya sebagai bukti membeli mimpinya .

Dalam lain kesempatan saya sangat bersyukur atas kesuksesan sopian yang mengandalkan keuletan dan keberanian serta kenekatanya untuk menukar gengsi .

Duhai sopian sopian yang lain mulailah memunculkan keberanianmu tanpa menggantungkan orang lain untuk memfasilitasi dirimu.

Betapa sangat memungkinkan sekali sopian akhirnya mampu membayar setiap keinginannya dengan keringatnya sendiri.

Kemudian pada sopian sopian yang memiliki Ijazah serta berada di kota ……sudah sampai manakah perjalanannya….?

Trus kita……?

Tags: , , , , , , , , , , ,

41 Responses to “Sopian Memotong Jalan”

  1. apik tenan iki postingane…
    berharap dapat kenalan ama sopian dan belajar akan ilmu suksesnya

  2. saya bahkan belum -benar-benar- memulainya…

  3. diinceng sikik

  4. uaanggelll tenan arep pertamaxx hoaxhoax

  5. ciri khas ORANG INDONESIA

  6. Aduhai!

    cerita mengalur dengan penempatan tokoh sopian sebagai perwakilan inspirasional penulis, dan dituturkan dengan semangat peruasif positiva untuk pembaca atau penikmatnya.

    sip!

  7. Wah… hebat, pemaparan yg bagus sampai mengingatkan pada salah satu peristiwa yang pernah dialami.

  8. kapan dadi sopian yah diriku?

  9. sik-sik…
    iki cerito sampeyan opo arep pamer kang ??
    hahahaha……

    *saran : link-ku diganti ke kaumbiasa.com yo.*

  10. benar-benar inspiring mas..
    sungguh mengajak saya untuk menelisik kembali apa arti kata BERANI MEMULAI..

  11. tidak usah malu untuk menarik diri untuk kemudian melompat lebih jauh, karena untuk melompat lebih jauh diperlukan ancang-ancang dan pengorbanan yang senantiasa membuahkan hasil lebih bahkan dari perkiraan awal, salut buat Sopian…

  12. mau dong jadi wirausahawan spt sopian

  13. patut ditiru kerja keras dan kegigihannya. Sopian dimanakah skrg?

  14. haiyyah… ngiming2i ben dho ngingu wedhus…

  15. wah… .

    another succes story… .

    apan ya punya semangat kaya sopian… .

  16. ah, mas totok semakin mantap saja dalam merawi kisah. apalagi pilihan foto yang disisipkan juga bagus.

    benar, mas totok. pekerjaan sebaiknya tidak dicari apalagi ditunggu, melainkan diciptakan. dengan menciptakan lapangan kerja berarti kita juga turut mengurangi beban pemerintah menurunkan angka pengangguran yang kian meroket, berbagi kesempatan dan rezeki dengan umat tuhan lainnya di muka bumi.

    salut buat mas totok yang sukses sebagai pengusaha. saya dengar kabar yang super duper baik dari mas DM mengenai gunung kelir, dan sumpah saya iri banget akan keberuntungannya bisa merepotkan mas totok di sana.

    psst… mas DM makannya banyak kan, mas? emang ngerepotin banget deh. tapi dia terus-menerus ngomong kalau dia senang banget dengan sambutan ramah ahli bait. dan banyak hal di sana yang membuat dia tercengang-cengang lho! coba aja korek infonya. jangan-jangan dia jadi males pulang. haha!

  17. ya sopian yang lainnya baru berusaha menggapai mimpi-mimpinya dunk om.seperti kita-kita juga yang berusaha terus.

  18. jadi tetep semangat,
    soalna saia juga sedang melompat keluar arena dan mulai dari nol lagi,

    Smoga jd next sopian…amiin (goodluck)

  19. Faktor kerja keras dan kunci sukses seseorang berada dalam tangannya sendiri. Oh ya…faktor luck juga sangat menentukan loo mas

    Hehehe…Villa gunungkelirnya muat berapa orang mas? wah pasti seru kalo liburan kesana… kata mas DM jauh dari sinyal HP…wah itu baru namanya liburan.

    Titip salam buat mbak dan sikecil yang manis….

  20. Sebenarnya cerita ini amat menguntungkan buat orang lain yang tinggal menjadikannya pelajaran. Karena hal yang sulit diketahui adalah apa penyebab sesungguhnya dari Sopian Memotong Jalan. Banyak orang yang kisah hidupnya mirip Sopian, namun mereka tidak seberhasil Sopian. Banyak orang lebih keasyikan trial and error untuk hidupnya sendiri.

    Pelajaran bisa datang dari siapa pun dan banyak yang tinggal menerapkan, tanpa harus mengikuti kegagalannya.

    Salam hangat kebul-kebul, mas Tok. 😀

  21. Wah sangar…
    Semakin hari semakin seperti DM nih tulisannya hihihi…

  22. yang pertama ingin saya komentari…fotonya mas…asem! bagus bener ta…

  23. mas…mas…mau tanya…saya kehilangan alamat blog mas totok yang puisi2 itu loh… bisa dikirimkan tak ke blog saya? hehe…abis, dsini ga ada SB sih…hehe, maaf merepotkan… trims sebelumnya…

  24. Walah . . . . . Walah . . . . Dengan sekejap aku berkedip, langsung jadi artis ndeso. Kaya mimpi rasanya. . . He . . . .

  25. Petiklah hikmah tanpa melihat mana itu berasal

    Salut

  26. hei, ini kan yg diceritakan Mas Tok waktu di teras itu ya ?

    sebenarnya, gengsi itu adalah memang penghalang paling luar biasa yg harus kita taklukkan ya, mas.

    salam buat, Mas Sopian. kapan2 ketemu lagi.

    @Sopian
    ya mending tak sampekke dewe salam’e. 😀
    hoi, mas. kapan2 kita bisa ngobrol lagi. kalo nggak di gunungkelir sambil udud2, ya nanti di Pasar Seton, haha…

  27. sopian sosok seorang yang selalu bersemangat 🙂

  28. Saya memiliki teman SD yg memiliki kisah nyata yg sangat mirip dgn kisah Sopian ini. Nama teman saya itu Ratmin. Tapi ia bukan pedagang kambing, melainkan pedagang pisang, yg adakalanya berkulakan juga pake mobil pick-up-nya sampai ke Purworejo.
    Kisah2 seperti kisah Sopian atau Ratmin ini semestinya kita angkat -sbg orang yg mengenal mereka-, untuk memberikan hikmah bagi kita semua.
    Hidup Sopiaan !
    Hidup Ratmiin !

  29. Mansteb kie critone.
    Ojok2 kie critone seng nduwe blog iki?
    Bener ya kang gentho?
    Salut aku sama sampeyan. JOSS!

  30. Aku bertemu banyak Sopian di perjalanan, di setiap tikungan jalan, di atas bis antar kota, di stasiun, di terminal, di wc umum, di warung pinggir jalan, di angkringan, di …

  31. pengen juga tuh berguru dari mas sopian
    ada nomor hapenya gak mas???
    huhaaaah..haha

  32. terlepas dari kisah sopian yang penuh inspiratif dan menyemangati. saya bertanya-tanya.. itu foto dapat dari mana? bagus sekali angel dan obyeknya

  33. Cuma mau koment. Foto nya bagus banget….

    Salam Kenal. Akhir nya sampai juga perjalanan ke GunungKelir….

  34. sosok seperti si\opian itu yang kini perlu diterapkan oleh generasi muda masa kini, mas totok, hehehe … berani mengambil risiko dan punya planning yang mantab. sekrang kambing ettawa milik sopian dah jadi berapa ekor, mas?

  35. butuh mental yang kuat untuk menjadi seperti sopian

  36. Semoga makin banyak orang seperti Sofian, yang mengembangkan wirausaha dan meningkatkan ekonomi desa. Adanya Sofian-sofian seperti ini akan membuka mata masyarakat di pedesaan, untuk tak terburu-buru mengejar kemewahan yang hanya ilusi di perkotaan.

    Sayangnya banyak dari kaum pendatang di perkotaan, memanfaatkan acara pulang kampung untuk pamer keberhasilan, yang membuat orang tergiur datang ke kota, walaupun sebetulnya belum tentu berhasil.
    Tulisan yang mnyejukkan mas Totok.

  37. wah…aku suka ilustrasi fotonya tuh…

  38. sebuah cerita inspiratif yang tersusun laksana tulisan motivator bagi kami orang-orang desa yang terbuai dalam kisah semu buaian kemewahan kota….. mas akhir ini-ini aku selalu tertarik mengikuti wacana diblok ini atau di kambingetawa.org…perkenalkan saya pemuda desa dari sebuah kabupaten kecil di jawatimur…. saya sangat trenyuh dan sekaligus memotivasi saya membaca kisah seorang sopian dan saya bertekad untuk mengikuti jejaknya.
    Selama sepuluh tahun saya berada dikota harapan tinggi kedua orang tua saya melihat berhasil dikota, tapi kenyataan tdak seperti yang kita harapkan.
    aku memang sudah bekerja sebagai seorang admin disurabaya tetapi pendapatan hanya cukupan untuk kehidupan kota…. tapi sekali lagi bahwa takdir harus sesuai dengan harapan kita,Bapakku yang sangat berharap aku hidup dikota meninggal dunia…. dan ini memaksa aku harus kembali kedesa karena ibuku tinggal sendirian…dan hanya aku yang bisa menemaninya, tapi untuk sementara istriku yang masih menemani ibuku…oleh karena itu melalui blok ini aku ingin memperoleh banyak informasi atau bertukar pendapat mengenai etawa karena aku berniat memanfaatkan kandang bekas peternakan ayam yang di bangun bapaku untuk saya ganti dengan etawa… terimakasih mas diperkanankan mampir di gunung kelir dan maaf kalau commentnya kepanjangan…

  39. Wah, bener2 trenyuh, terharu, dan salut abis denger inspiring storynya kang sopian.
    Jadi semangat banget untuk mulainya..
    Btw, minimal lahan yg dibutuhkan untuk 1 kandang ( 10 betina dan 1 pejantan ) berapa meter pak..?

    Abukayla

  40. sebuah perjuangan hidup patut diCOntoh, kegigihan dan kesabaran khususnya 😀

  41. hebat banget y mas sopian ini..
    saya salut dengan kegigihan Dan Ke uletan mas sopian tanpa memikirkan gengsi seperti kebanyakan remaja lainyan,seperti saya ini…… he.he…

Leave a Reply

You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>