Ramainya iklan klinik tong fang beberapa saat ini menjadi bahan lelucon di beberapa social media, bahkan dalam group bbm (black berry messenger) teman-teman saya menjadi berlomba lomba menulis kelucuan iklan klinik tong fang yang sebenarnya bukti sinisme masyarakat untuk Stop Iklan Tong Fang.

Testimoni yang dipakai dalam iklan klinik tong fang memang secara kreatif diangap berhasil menyentuh ke telinga dan mudah diingat oleh siapapun yang mendengarnya.

Dalam beberapa hal iklan memang seharusnya dapat menyentuh dan bersifat provokatif yang ditujukan kepada media hingga banyak cara dilakukan creator iklan.

Klinik Tong Fang sebenarnya termasuk berhasil menggoyang perhatian masyarakat dan menjadi bahan pembicaraan masyarakat.

Mungkin tidak ada yang salah dalam beriklan apabila iklan tersebut bersifat mengenalkan produk atau  jasa dengan cara dan kaidah yang baik serta tidak melakukan kebohongan pada publik namun jika kejadiannya terbalik maka sudah semestinya Lembaga Terkait Penyiaran akan melakukan Stop Iklan Tong Fang atau sejenisnya.

Iklan Klinik Tong fang yang ditayangkan diberbagai televisi jika diamati terlalu berlebihan bahkan seolah membandingkan pengobatan tradisional lebih hebat daripada pengobatan secara medis yang dilakukan oleh rumah sakit dimanapun.

“saya telah berobat kemana mana tidak berhasil setelah datang ke Klinik Tong Fang sekarang sembuh” kalimat ini jika dicermati adalah kalimat pembanding yang bisa di rujuk menjadi pengunggulan klinik dan menjatuhkan citra tempat pengobatan lainnya termasuk Rumah Sakit.

“dengan tiga kali datang berobat ke klinik tong fang penyakit diabetes langsung sembuh” kalimat tersebut juga seperti sebuah jaminan dalam testimony sedangkan dokter di rumah sakit tidak ada yang menyatakan jaminan seperti itu, kalimat-kalimat testimoni yang di pakai iklan tersebutlah yang memiliki pengaruh besar kepada masyarakat awam karena seolah olah memiliki jaminan pasti meskipun jika dalam prakteknya itu merupakan jebakan dan kebohongan publik.

Jika kita ambil contoh sahabat kita memiliki penyakit dan datang ke klinik tong fang saat pertamakali datang berobat langsung diminta menebus obat ramuan dengan harga sepuluh juta kemudian saat datang kedua diminta menebus obat semakin mahal dan jika tak terbayar maka kegagalan pengobatan dianggap adalah kesalahan pasien karena tidak menebus obat berikutnya.

Kesan pengobatan di klinik tong fang ditampilkan sangat sederhana dan mudah dibandingkan dengan ketika kita berobat di rumah sakit yang birokrasinya lumayan susah dan lama.

Meskipun Klinik Tong Fang mungkin terbukti benar dalam pengobatan namun yang tidak layak adalah cara beriklan yang provokatif dan melemahkan pengobatan medis lain serta membuat testimoni yang berlebihan saat beriklan.

Kesan yang muncul dalam iklan tersebut bahwa kepandaian dokter berikut peralatan medis seperti laboratorium dan kelengkapan lain dalam kedokteran mampu dikalahkan oleh sebuah klinik tong fang.

Dalam bahasan mas Anjari Umar staf Kemenkes serta teman teman lain dalam Twitter bahwa Badan Pengawas Iklan, Ikatan DokterIndonesiadan Kementrian Kesehatan sudah melayangkan teguran ke KPI (Komisi PenyiaranIndonesia) namun sampai detik ini iklan tersebut masih terus ditayangkan di beberapa stasiun televisi.

Dalam hal ini semestinya KPI mungkin juga sudah melakukan teguran terhadap semua stasiun televisi namun ternyata media masih tetap membandel dan menayangkan iklan tersebut mungkin dengan alasan financial.

Masyarakat umum mungkin tidak sadar bahwa biaya penayangan iklan yang terus menerus dan disiarkan pada jam jam produktif konsumsi iklan ini sangat mahal, sudah barang tentu pengobatan di klinik tong fang juga akan menjadi mahal karena setiap pasien akan menanggung biaya tayang iklan tersebut.

Sebenarnya tak hanya Klinik Tong Fang yang beriklan dengan cara pembadingan namun iklan TCM yang lain juga cenderung menyesatkan masyarakat awam.

Sedikit orang yang tahu bahwa kegagalan berobat di Klinik Alternatif seringkali tidak di ekspos karena pasien yang menjadi korban seringkali terjebak oleh biaya pada tebusan obat berikutnya yang mahal, dan dianggap setiap kegagalan adalah kesalahan pasien karena tidak mampu membeli obat berikutnya yang sangat mahal.

Komite Penyiaran Indonesia adalah Lembaga Negara yang memberi ijin dan memiliki kewenangan untuk menolak atau menghentikan ijin tayang terhadap apapun yang nantinya disebar melalui media penyiaran, Lembaga inilah yang bertanggung jawab terhadap ijin penyiaran yang tentu dalam masalah Iklan dibantu oleh Badan Sensor Iklan serta pihak pihak terkait.

 Iklan yang berhubungan dengan kesehatan semestinya tidak menggunakan testimoni apalagi dengan bahasa yang membandingkan serta merendahkan system pengobatan lainya.

Sampai hari ini iklan sejenis tong fang serta pengobatan alternative lainya masih ditayangkan di beberapa stasiun televisi lantas sebenarnya siapa yang salah apakah Lembaga Sensor Iklan atau undang undang pariwara yang tidak jelas atau Komisi Penyiaran Indonesiayang tidak tegas.

Lembaga Sensor Iklan dan Komisi Penyiaran Indonesia yang bisa melakukan Stop Iklan Tong Fang

Mari kita berharap KPI stop iklan tong fang

Tags: , , , , , , , , , , , , ,

23 Responses to “Stop Iklan Tong Fang”

  1. Jadi inget para penggiat jasa medis alternatif relijius… Tampil necis meyakinkan, tarif melangit, dan pake kata kunci: “Kesembuhan itu di tangan Tuhan, bukan kami, yang penting yakin, Tuhan tahu yg terbaik.. Kami hanya mencoba menjadi perantara…” 🙁

  2. itu yang banyak terjadi akang memoles diri dengan busana agamis mengais rupiah menjual ayat Tuhan wis pokoke ampun deh

  3. hahahahaha… iklan yg provokatif dan nggak sehat, sama seperti iklannya operator yg saling menjatuhkan dengan permainan warnanya =))

  4. iyo kang gempur bener juga yo ono abang ono kuning ono ijo ono biru hahaha tapi mending kalo bukan masalah kesehatan lha iki masalah kesehatan jwe lak marakne gumyur kang mas

  5. Nah, semoga saja KPI bertinda.
    Tapi apa yg disampaikan Bangpay benar juga, para penjual obat dan terapi yg mengatasnamakan Tuhan. Buat rupiah pun Tuhan dijual

  6. kang MT bagi orang seperti awak dewe hanya seperti ini yang bisa kita perbuat hahahaha (blogger iferior;p) ahihihihi di tunggu

  7. Kenapa iklan jalan terus? Sudah pasti jawabannya duit. Di negara yang pemerintahannya tidak tegas dan jelas dan korupsi marak di semua lini, kekuatan hukum hanya berlaku bagi rakyat jelata. Yang ada duitnya, mana mungkin akan dibuang begitu saja? ;(

    Salam persahablogan,
    @wkf2010

  8. Jadi nyesek banget melihat iklan-iklan yang beredar seperti itu di televisi, ya mudah-mudahan tindakan kecil seperti ini bisa memberikan dampak atau perubahan yang signifikan nantinya. So Stop Iklan Klinik Tong Fang segera!!!

  9. kang WKF jadi lagi lagi bisa jadi disebabkan oleh uang KOMITE tidak tegas yah hahahahahaha (uang bisa merubah yang harusnya galak menjadi jinak)

  10. kang SlameTux : ditunggu postingannya yah mas

  11. Setuju bila iklan provokatif seperti ini di-setop; Tapi sekali lagi, tidak ada asap bila tak ada api; Saya yakin si pemilik klinik telah mempelajari, mengumpulkan data dari masyarakat mengenai layanan kesehatan yang kemudian dianalisa dan diolah menjadi “PELUANG” sebgai salah satu ceruk potensial untuk menangkap market;

    Lha buktinya, model2 a.ka pasien yg bertestimoni dlm iklan tersebut dengan nada semangat dan lugas satu demi satu secara runut dan bergantian menyebutkan keunggulan yg “konon” dimiliki klinik tersebut dan tidak bisa dihandle oleh medis;

    Mari kita dukung gerakan #StopiklanTongfang dan kita doakan semoga gerakan ini juga mendorong pemerintah mensosialisasikan layanan kesehatan lebih baik, prosedur menjadi singkat, obat murah, dan pemerataan jasa medis Indonesia #CMIIW ^_^

  12. jadi pengen ke Tong Fang saia #eh 😀

    saia setuju aja, disamping mengganggu mata pas nonton film, kesannya maksa orang sakit harus berobat kesana 🙂

  13. Sebenarnya banyak iklan serupa yang juga disiarkan di radio-radio. Namun kebanyakan alternatif Indonesia. Namun yang jadi sorotan adalah kesaksian atau testimoni dari pasiennya yang terkadang berlebihan. Selain itu, kebanyakan biaya yang dikeluarkan lebih besar daripada biaya berobat ke dokter. Namun terkadang masyarakat lebih percaya dengan testimoni yang disuguhkan.

  14. ciaaatttt.. akhirnya bisa berkunjung ke klinik tonfang eh gunung kelir pd postingan tongfang..

    makasih dukungannnya mas.. tunggu aksi selanjutnya hehe..

  15. Saya justru tidak pernah percaya dengan iklan yang provokatif seperti itu. Kesannya mengada-ada. Semoga tidak banyak masyarakat yang percaya dan terjebak dengan penipuan.

  16. betul sekali mbak semoga testimoni tersebut hanya menjadi gurauan saja

  17. Nek menurutku. Tong Fang gak salah!
    Dia berhak pasang iklan dan berhak ngisi iklannya dengan sesuatu yang menjual.

    Yang salah itu regulatornya, pemerintah!
    Nek pemerintah-e cengegesan ya bakal seperti ini dan bakal makin banyak tong fang tong fang lainnya.

    Tapi kalau pemerintah-nya serius, dia akan memerintahkan depkes untuk meneliti kebenaran metode penyembuhannya Tong Fang.
    Kalau ternyata tak sama dengan yang diiklankan, baru deh Tong Fang dibawa ke pengadilan lengkap sekalian dengan agency pembuat iklannya 🙂

  18. iya mas lembaga yang terkait sebagai filter nya yang kurang berfungsi

  19. saya ikut berkomentar aja pak. karena dinilai tidak logis, kini iklan tong fang malah dibuat parodinya. entah lah.

    salam.

  20. ikut baca aj lh… gk berani komen ap2… takut kena UU ITE

  21. hehehe, temen sy, dl susah diajak sholat
    stlh berobat ke TF, langsung d shalatkan 🙂

  22. Tongfang itu yang iklan obat obatankan kalo gg salah . .

Trackbacks/Pingbacks

  1. Stop Iklan Tong Fang | Wong Kam Fung

Leave a Reply

You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>