Pendopo adalah salah satu bangunan yang tidak memiliki tembok sebagai dinding tak juga memiliki pintu dan jendela, jadi dari sisi manapun kita bisa jelas melihat siapapun yang berada di dalam pendopo.

Teras juga merupakan tempat terbuka yang tidak memiliki dinding sekat dari luar dan langsung berhubungan dengan keadaan di luar bangunan.

Sebuah teras biasanya juga tak memiliki tempat duduk seperti ruang tamu dan lebih banyak hanya berupa lantai menghampar yang di atapi agar terlindung dari hujan saja.

Duduk di teras atau di pendopo itu tak harus mengetuk pintu pemilik teras atau pendopo, begitu juga saat berbicara di teras dan pendopo tidak memiliki aturan formal seperti ketika kita dalam ruang tertutup seperti dalam seminar.

Berbincang di teras juga tak memiliki batasan dinding yang artinya siapapun boleh mendengarnya karena umumnya tidak bersifat rahasia namun terkadang juga boleh sebagai tempat menggosip.

Inilah sebenarnya yang sedang ingin saya sampaikan tentang Teras Komunikasi Kandang Kambing yang dimiliki oleh mas Adi Purwanto dan mbak Utami Utar.

Bukan tempat yang istimewa, teras kandang kambing juga tidak memiliki strata tertentu maupun syarat wajib agar kita bisa meneras, dalam arti tegasnya siapapun boleh memanfaatkan teras tersebut termasuk kadang kadang ayampun menggunakan teras sebagai tempat berak.

Saya dan siapapun boleh bergabung dalam setiap pertemuan di teras kandang kambing yang sebenarnya hanya sebagai sebutan karena teras milik kang Adi tersebut bersebelahan dengan kandang kambing yang sesekali suara embik nya ikut nimbrung dalam sela sela komunikasi.

Banyak yang bertanya sebenarnya apa saja yang dilakukan saat meneras? Apa saja yang di bahas saat ngliong *sebutan lain saat ngopi bersama di teras, termasuk siapa sajakah? Yang meneras.

Teras komunikasi sebenarnya boleh di maknakan sebagai sebuah awal sebelum memasuki sebuah rumah dan sebagai tempat penampungan banyak ide dan gagasan yang di sampaikan dari banyak kalangan saat berada di teras yang masing masing orang memiliki latar belakang berbeda-beda.

Berbicara di teras kandang kambing tak pernah memiliki dominasi dari siapapun bahkan sebagai pemilik teras terkadang rela sebagai pendengar, saat beberapa orang yang berada di teras sedang berbicara.

Mengenai siapa yang datang ke teras tentu saja tak memiliki criteria tertentu boleh juga pejabat, pekerja seni, sales, penulis, pedagang, pengusaha, dosen, tenaga ahli, pemusik, aparat keamanan, ataupun petani.

Semua kalangan boleh duduk bersila dan setara dengan yang lain dengan mengesampingkan seragam dan status masing masing peneras.

Lantas apa saja yang di bicarakan di teras komunikasi, karena teras itu selalu di bagian depan bangunan dan selalu berhubungan dengan luar bangunan maka apapun yang di bicarakan selalu pada bagian luar dan bisa jadi hanya merupakan pembuka dan bersifat umum bukan rahasia.

Begitu juga dengan apa yang dilakukan di teras komunikasi juga bukan sebuah kegiatan yang mengganggu lingkungan bisa jadi melakukan transfer ilmu atau belajar mengajar yang dialogis.

Begitulah sekilas tentang teras komunikasi yang terbuka bagi siapapun untuk berkomunikasi sebagai bentuk kegiatan qodrati.

Mari kita belajar berkomunikasi dengan baik karena komunikasi sebagai kunci dalam perjalanan kehidupan kita, sebagaimana Nabi Muhammad menerima wahyu pertama tertera dalam surah al alaq ayat pertama yang bunyinya “iqro bi ismi rabbika aladzii kholaqa”(bacalah dengan menyebut nama Tuhanmu yang menciptakan), dalam pemaknaan luas membaca adalah sebuah bentuk komunikasi.

Mari melepaskan gensi dan menggali wawasan dengan berkomunikasi setara tanpa sekat batasan yang membelenggu, hanya di butuhkan keberanian untuk tidak sombong duduk bersila di teras komunikasi.

(tulisan ini hanya sebagai refleksi pada cara pandang yang kurang tepat terhadap kegiatan peneras serta mempertegas bahwa yang datang ke teras hanya orang orang yang berani melepaskan gensi membaur dalam kebersamaan dan kesetaraan)

Jika pernah ada janji untuk duduk bersila di teras kemudian gagal mungkin orang tersebut belum siap untuk duduk setara dengan teman yang lain atau memiliki alasan lain.

Tags: , , , , ,

8 Responses to “Tentang Teras Komunikasi”

  1. Semoga Kandang Kambing selalu bisa menjadi tempat yang menginspirasi dan mengencangkan ikatan persaudaraan semua yang hadir. 😉

    Salam persahablogan,
    @wkf2010

  2. Teras euy… ada Pejabat Teras mas…. 😀

  3. #kandangkambing pancen oye..

  4. Di teras #KandangKambing menyediakan komunikasi “bahasa tubuh” ama kambing enggak ya Lik…?
    😛

  5. SAYA KALAU DI MASJID JUGA SUKA NGASO DI TERAS MAS. aNGINE ENAK SILIR SLIR.

  6. #KandangKambing – nya jauh jadi ya susah untuk ikut meneras.

    btw kalau di sana bersilanya di teras, kalau di rumahku di dalam rumah juga duduk bersila karena tidak ada kursi.

  7. Mas Totok, masih berkomunikasi sama kambing etawa ya…? belum ganti tho…? wkwkwkw….

  8. Big ups for doing such a well constructed piece on the subject. Hope to see more in the future.

Leave a Reply

You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>