MakasarDalam setiap hidup manusia kadang mengalami masalah pelik dalam persahabatan dan pertemanan ,apalagi ketika sebuah persahabatan akhirnya harus dinodai dengan sepiring nasi ataupun segepok uang,

Beberapa saat kemarin saya merasa di percundangi dalam masalah ini ,saya memiliki sebuah konsep pekerjaan yang semula saya bayangkan dan saya rencanakan itu sangat baik dan mulus.tapi apa daya kita merencana Tuhanlah penentunya

Sekilas saya sangat kesal dalam hal ini merasa di Gunting dalam lipatan di salip di tikungan dan di tikam dari belakang,seperti salah satunya saya pernah menuliskan  di 3M , tapi itu hanya sebagian kecil dari bagian yang lain , karena hal tersebut memang sering terjadi dan berbeda beda warnanya .

ketika kita berniat baik dengan membagi sebuah kerjaan atau memanusiakan profesionalitas seseorang dengan memberikannya sebuah kesempatan untuk pekerjaan ,namun jangan pernah menyesali ketika kita akhirnya ditikam atau hal tersebut justru menjadi bumerang pada diri kita

saya mencontohkan, ketika saya bertemu teman saya dalam keadaan susah dan dia merengek meminta sebuah pekerjaan ( Project ) maka karena kebetulan saya pas ada beberapa pekerjaan maka salah satunya saya tawarkan kepada teman saya tersebut, yaitu pengadaan sekaligus pemasangan PJU ( Penerangan Jalan Umum ) lengkap dengan Panel panelnya di sebuah perumahan ternama di Bogor .

Pada Awalnya teman saya tersebut menjadi sub kon saya namun akhirnya saya berikan pekerjaan itu utuh pada project keduanya saya hanya mensupplay material nya ,namun karena saya memiliki keinginan untuk membangkitkan kembali usaha teman saya tersebut akhirnya pengadaan material dan semuanya saya serahkan ke teman saya tersebut,lengkap ke masalah penagihan saya serahkan kepada teman saya tersebut,

nah setelah semua berjalan baik saya hanya membantu mencarikan supplyer untuk tiang dan lampunya karena dia belum di percaya untuk mengambil atau hutang ke Supplier tersebut , pada pekerjaan yang pertama semua berjalan lancar dan baik baik saja karena saya juga terlibat namun pada pekerjaan setelahnya saya hanya sekedar membantu supply materialnya. nah setelah 3 bulan semua pekerjaan usai .semua supplier mengajukan tagihan ke saya, untuk minta di bayar nah disinilah saya mulai kaget ,kenapa tagihan sekarang baru diluncurkan ke saya padahal progres pekerjaan sudah 100 % dan setelah saya konfirmasi ternyata teman saya tidak membayarkan tagihan materialnya .padahal setelah saya cek dan saya klarifikasi ke Owner atau pemilik pekerjaan semua tagihan sudah di cairkan 100 % l.

Nah ini masalahnya ternyata teman saya tidak disiplin dalam management nya padahal saya telah memberikan gambaran keuntungan dari material dia mendapat 30 % karena discount kemudian dari jasa jelas dia sendiri sudah mengolahnya ,ketika saya masih ikut kecimpung dia hanya menerima bagian dari saya ,namun setelahnya semua utuh dan saya tak mengambil sama sekali keuntungan karena saya melihat keadaan dia yang seolah sangat butuh banyak pekerjaan dan uang tentunya .

Saya tak habis berfikir ketika semua Supplier menagih atau mengajukan tagihan kesaya ( memang reffrensinya saya dulu ) dan memang menggunakan perusahaan saya untuk menerbitkan PO ( purchase order ) yah akhirnya saya yang harus menanggung semua pembayaran  sisa yang terhutang totalnya Rp 43.760.000 ( Empat puluh tiga juta tujuh ratus enam puluh ribu rupiah )

Nah dalam hal ini saya sendiri merasa sakit yang dalam sekali karena sampai hari ini perusahaan ataupun usaha saya masih eksis dan saya juga selalu mendapat kepercayaan karena saya tidak pernah menyianyiakan kepercayaan orang lain .dan berusaha sekuat tenaga membayar semua komitmen yang sudah saya sepakati dengan selalu rela untuk melepas baju dan dasi untuk membaur berkeringat bersama para pekerja .

sekilas memang terasa menyakitkan namun saya akhirnya memutuskan untuk tidak lagi mempermasalahkan hal tersebut , seperti masalah lain yang timbul seperti tulisan saya yang ini ( 3M )

kenapa tak lagi mempermasalahkan : bukan berarti putus asa

namun jikala saya cermati bagi saya malah rugi yang tiada terkira , sebab ketika saya tiap hari memikirkan sakit hati dan kerugian yang saya tanggung malah membuat saya tidak produktif dalam berkarrya ,lantas ketika saya harus marah dan memaki maki kepda orang tersebut apakah semua uang , tenaga, dan kredibilitas kita bisa kembali , sementara teman saya tersebut sekarang tergolek di rumah sakit .dan pada masalah yang lain semua sudah berjalan ,

bila semua yang ada dalam carut marutnya pikiran saya terus berkamuk tentu akan berakibat fatal pada diri saya dan keluarga saya , lantas ketika suatu pagi tadi salah satu pekerja mengajukan kasbon karena istrinya mau melahirkan saya baru sadar semuanya bahwa ada yang lebih baik untuk dipikrkan….. wah mending saya tuliskan saja semua ini dengan harapan sebagai penyembuh penatnya pikiran saya

maka saya menulis nya untuk menghidarkan dari gila dan saya menjadi ingat bahwa saya masih memiliki banyak teman yang baik yaitu para bloger yang senantiasa menjadi sahabat untuk mengeluh sekaligus sebagai  penasihat .

setelah menuliskan semua kegundahan akhirnya saya merasa lega dan kembali bergairah untuk mengacu semangat kembali berpikir secara positif memperjuangkan teman yang lain toh selama ini yang bergantung pada setiap pekerjaan saya masih banyak yang baik.

saya juga teringat sekali sebuah petuah manisnya pertemanan bisa rusak karena masalah rupiah .

tapi saya harus kembali menelanya dengan tidak lagi mempermasalahkan karena justru akan merugikan saya sendiri , membelenggu dengan literatur dan membuat saya menjadi penakut dalam bekerjasama .maka akhirnya saya menggarisnya dengan menuliskannya bahwa setiap transaksi saya dengan nama Allah SWT dan semua masalah saya kembalikan kepada NYA

“Allah SWT pemilik semuanya dan dialah penguasa semua kelembutan  yang mengendali semua tali hati manusia , pemilik semua kekuasaan diatas kuasa “

Saya berharap masalah ini tak mengaburkan rasa sukur saya terhadap segala prestasi yang telah Tuhan Berikan dalam penyelesaian project Best Weston Hotel di kedonganan Bali serta Project Telkomsel Sumbagsel Area .

Pada kesempatan ini saya juga mengucapkan banyak terima kasih kepada teman teman yang tiap hari tanpa lelah siang dan malam dalam memperjuangkan suksesnya pekerjaan pekerjaan kita

” ingatlah saya tidak pernah menganggap anda semua sebagai karyawan saya namun sebagai teman dalam bekerja saya jadi kesuksesan ini bukan milik saya namun milik anda semua “

dan ketika kita bekerja keras sebenarnya bukan untuk siapa pun melainkan untuk kita sendiri ……

( benarkan yang saya ucapkan dan semua sudah terima Bonus akhir Project …hahaha )

Tulisan ini bukan sebagai literatur bahwa kita harus hati hati dalam berteman namun justru sebaliknya jangan pernah menyesali ataupun menjadikan semua sebagai masalah yang berarti dalam setiap kendala yang ada tentu ada hikmah yang baik namun jangan pernah lelah dan jangan pernah takut untuk melakukan kerjasama ketika kita memiliki Tuhan dalam segala masalah jadi pastikan kita akan mengembalikan semua masalah seperti ketika kita berdoa sebelum memulai sesuatu ( Dengan Nama Allah yang Rohman dan Rohim ) dan ketika akhirnya bermasalah yah Kembalikan Juga kepada Allah SWT selesai

Saya memang bukan orang yang mengagung agungkan hukum dan undang undang namun berusaha mengedepankan etika moral dalam setiap menghadapi masalah seperti ketika saya menemui keganjilan pencuri yang ini .

serta masalah masalah yang timbul lainya seperti akhir 3 M saya akhirnya mampu menguburkan masalah tersebut dan masih berkomunikasi dengan orang orang yang bermasalah tersebut .

Mudah mudahan proses menulis ini menjadi pengobat dan pelepas semua kegundahan yang selama ini menyita waktu pikiran saya

Akhirnya saya memilih untuk menuliskan dari pada saya mesti mengambil tidakakan yang lebih jahat dari hal ini pada akhir saya menulis saya sudah menemukan beberapa kelegaan

Terima kasih pada semua yang telah mengajari saya menulis

Tags: , ,

25 Responses to “Terjebak Literatur”

  1. Manusia adalah makhluk yang paling rajin ingkar janji dan sulaya. Saya pernah mengalaminya sendiri. Bekas murid yang sudah 20 tahun ndak ketemu, tiba2 datang ke rumah. Pertama sampai kelima kali datang kerumah sekedar silaturahmi & ngobrol karena saat dia masih murid saya, saya masih bujang dan saya juga kenal baik dengan keluarganya. Singkat cerita, pada pertemuan selanjutnya dia ngajak kerjasama. Termakan oleh cerita2nya, saya & istri terpengaruh juga. Karena saya ndak paham bisnis, saya cuman urun modal, kalau ada keuntungan dibagi secara proporsional. Karena saya pikir itu sebuah tawaran menarik, maka seluruh tabungan saya titipkan kepadanya.
    ….
    Setaun, dua taun, tiga taun, …
    Saya ndak berani tanya hasilnya gimana, karena dia beralasan keuntungannya diputar lagi. Bahkan saking percayanya, saya sampai hutang koprasi untuk nambah modal yg saya titipkan.
    Tahun keempat… Tahun kelima…, ketika saya butuh biaya buat nguliahkan anak saya, saya tegel2ke minta hasil keuntungan. Tapi jawabnya mulai mbuled….
    Singkat cerita, tabungan yg saya kumpulkan bertaun2 ditambah uang hasil utangan, susah saya tarik. Yg lebih memutusasakan saya, ternyata bekas murid saya tersebut menipu dimana2, bahkan dengan saudaranya sendiri.
    Akhirnya dengan kerajinan saya riwa-riwi menagih, uang saya kembali setengahnya, itupun dicicil dari seratus duaratus. Kalau ingat ini, saya & istri saya jengkel setengah mati sambil pengin nangis. Saya hanya bisa berdoa, semoga saya tetep sehat agar diberi kekuatan untuk rajin riwa-riwi menagih…
    Kita saling mendoakan Mas Totok, semoga ini bisa dijadikan peringatan bagi yg baca tulisan kita.
    Paling jujur emang binatang.
    Etawa tak pernah ingkar janji…

  2. segala sesuatunya penuh resiko termasuk berbuat baik

    saya juga pernah mengalami hal-hal serupa yang berkaitan dengan masalah keuangan dan kepercayaan
    berdo’a dan berdoa berusaha adalah jalan terbaik

  3. Yang sabar ya, Pak. Manusia dalam berusaha memang banyak ujiannya, apalagi hidup ini ibarat sebuah roda, kadang kita ada di atas dan kadang kita ada di bawah.
    Memang benar, bahwa kepercayaan merupakan bagian penting dalam bisnis. Untuk itu, kita harus hati-hati dalam menaruh kepercayaan kepada orang lain, walaupun itu teman sendiri.
    Semoga saja kejadian ini menjadi pengalaman yang berharga untuk pengembangan usaha di masa mendatang sehingga lebih maju lagi.

  4. Allah Mahatahu. Kebetulan dalam bentuk lain, bersaaan dengan artikel Mas Tok saya menulis: Menulis Itu Memberi. Seorang kawan risau tulisannya ‘dicuri’, kesallah dia, dan … karena kesal menulisnya terganggu. Harap maklum, Allah tidak sia-sia memberi cobaan, begitu juga dalam kebaikan. Mas Tok dah sampai makrifat, kali aja, he he (Tulisannya serius amat, saya terenyuh membacanya). Salam.

  5. hidup itu sudah sulit. jd jgn dipersulit. think smart aja.

  6. Saya kok merinding membaca tulisan Mas Totok dan komentar dari Pak Ersis…
    Sangat berat untuk menemukan seorang yang bisa menjaga sebuah kepercayaan yang diberikan, apalagi sudah urusannya adalah uang.
    Saya juga pernah berprinsip dalam sebuah organisasi yang dulu saya bentuk dan ditunjuk sebagai ketua, sekarang sudah saya tinggalkan, bahwa tidak perlu adanya iuran atau pengumpulan dana dalam organisasi tersebut. Tetapi ketika organisasi sudah berjalan dengan baik dengan sering dapat order dari pihak-pihak yang membutuhkan, mulai muncul usulan untuk menyisihkan sedikit dari penghasilan tersebut sebagai kas. Walaupun pada saat itu saya menjabat ketua, karena lebih banyak yang menginginkan adanya kas, maka jadilah acara iuran dan pemotongan honor setiap selesai melakukan pekerjaan.
    Ketika saya mau pindah dan tidak bisa aktif, beberapa orang memeinta untuk jabatan bendahara diganti, dan salah satu dari mereka siap untuk menjadi bendahara.
    Ketika saat ini, dana yang terkumpul sudah sangat besar untuk ukuran sebuah organisasi yang tidak terlalu besar, dengan entengnya sang bendahara pengganti tersebut pindah ke organisasi lain yangs ejenis dan terjadi selisih dana sampai 2juta rupiah, memeang bukan jumlah yang besar tetapi itu adalah uang bersama yang dikumpulkan dari hasil jerih payah para anggota.
    Saya mendengar kabar tersebut dari beberapa teman yang masih aktif, merasa kecewa dan juga marah, rasa memiliki saya terhadap organisasi tersebut berontak melihat sebuah pengkhianatan seperti itu. Tapi saya akhirnya bisa pasrah dan menyadari, bahwa sekarang saya bukan siapa-siapa disana, tidak seperti dulu dimana setiap keputusan atau pun rencana harus mendapat persetujuan dari saya. Saya serahkan saja semua kepada pengurus serta anggota yang masih aktif, semoga semua itu menjadi pembelajaran dan berhati-hati dalam memilih orang yang menjabat sebagai bendahara.
    Saya salut sekali dengan sikap ikhlas yang dimiliki Mas Totok dan juga selalu mengedepankan etika serta moral daripada hukum yang sepertinya memang sudah pincang. Senang bisa membaca tulisan Anda, Mas…. 🙂

  7. Mantap mas Tok, salut jiwa ikhlasnya. Kebanyakan orang kalau menghadapi masalah seperti mas Tok sudah berakhir di ruang pengadilan atau menjadi pekerjaan debt collector. Saya mungkin bisa jadi orang yang gak sabar kalo ditimpa masalah itu, lha wong seumur-umur belum pernah megang duit segitu, hehehe….

  8. Pengalaman yang pahit. Tapi mas Sugi mendapatkan solusi yang menurut saya jitu. Mau diapakan lagi, semuanya tidak bisa kembali. Marah malah merusak hati, menghambat rejeki. Ada saat kita menemukan hal seperti ini dan saya pribadi sangat kenyang dengan masalah uang yang seperti ini. Syukur alhamdulillah cara seperti mas Sugi itulah yang bisa menenteramkan jiwa, kendatipun awalnya sulit dilakukan. Allah SWT akan memberikan rejeki ganda: ketenteraman hati, dan rejeki lain yang bahkan mungkin jauh lebih besar daripada yang diambil orang itu. Salam hangat mas 🙂

  9. wah…salut…
    klo saya mungkin sudah strezz kali mikir gimana mengganti duit sebanyak itu

    oiya mas….silahkan mengambil PR di blog saya 🙂

  10. Sesuatu yang Mas gunung Kelir hadapi pernah saya hadapi. dan lucunya sampai saat ini masih saya hadapi. Terjebak literatur. Terlepas bahwa ini sebuah kebodohan, kenaifan atau sebuah keortodokan. Tapi mas menurut saya adalah lebih baik dikhianati dari pada mengkhianati. Bahkan ketika punggung ini telah penuh luka tikaman, kita masih bisa tersenyum. Hehehe… Keep spirit Mas…

  11. waduh serius sekali tulisan sampeyan ini pak. saya sampai merinding mendengarkan interogasi sampeyan. kejujuran memang menjadi barang yang mahal, sampai-sampai ada pepatah “sing jujur ajur”. semoga masih ada orang-orang yang jujur.
    setiap kali saya ngobrol dengan teman-teman yang punya usaha pasti ada cerita-cerita tidak sedap mengenai bisnis mereka. sampai saya mempunyai pandangan bahwa bisnis selalu diwarnai dengan intrik-intrik, sikut sana sikut sini, mencuri kesempatan dalam kesempitan, “tikam dari belakang, kawan lengah ditendang, lalu sibuk mencari kambing hitam(lagunya iwan fals)” dll. mudah-mudahan pandangan saya salah.

    saya setuju untuk menghindarkan dari gila dengan menulis.

  12. Terus terang di zaman sekarang ini, susah untuk bisa memperoleh kepercayaan dari siapapun. Sepertinya temen Mas itu gak mengerti, atau emang belum pernah ngalamin sendiri dimakan orang, atau lagi khilaf kemakan bujuk rayu syaiton, dsb.

    Mudah2an beres Mas, saya cuma bisa bantu2 doa.

  13. kepercayaan… sedangkan sama saudara (atau karena saudara) tidak lagi bisa saling percaya terutama berkaitan dengan uang. Tapi apakah kita harus menjadi manusia yang penuh curiga selalu. Saya selalu ingat pesan ibu saya. Selama kita terus berbuat baik, yang hilang akan kembali dalam wujud lain, karena Tuhan Maha Baik. Yang tabah aja pak Totok. Mari kita kampai yuuk (ada liriknya di blog saya tuh)
    EM

  14. saya beberapa kali mengalami hal seperti itu, mas tok.
    mungkin banyak yg mengatai saya bodo, kok ketepu terus…tapi sama seperti njenengan. ngapain saya trauma, toh semua sudah ada skenarionya, dan jeleknya saya, gampang sekali percaya dengan orang lain. jadi, begitulah….sekali, dua kali, …..yg terakhir, sempat membuat keluarga saya terkapar…dan masih mencoba belajar berjalan lagi saat ini 😀 .
    ini yg saya yakini:
    ‘boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu, Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui (Al-Baqarah : 216)’
    yah, mungkin kejadian2 itu adalah ‘jamu’ atau ‘imun’ buat kita. yg membuat kita semakin kuat dan dekat pada-Nya.
    oke, mas tok…maaf kalo terlihat menggurui ya, hahaha….maksud saya nggak gitu kok 🙂

  15. Sabar,mas.
    mungkin ini cobaan.

  16. Hal yang menarik di balik persoalan yang kusimak ini adalah: Mas Tok bisa melepaskan apa yang dirasa melalui tulisan ini. Dengan cara menuliskannya. Memaang, hal tersebut sangat membantu secara psikologis.

    Dan yang tak kalah penting, dengan menuliskannya, Mas Tok sudah berbagi. Berbagi pengalaman, berbagi ilmu, yang membuat orang lain menjadi lebih berhati-hati. Itu tak ternilai, Mas Tok. Lebih mahal ketimbang apa yang mesti Mas Tok lunasi.

    Ganjarannya di mana? Mas Tok tahu betul akan hal itu… 😉

  17. menjaga kepercayaan adalah hal prinsip yang harus kita miliki..emang prihatin juga yah klo masih bnyk diantara kita yg bersikap seperti itu..btw..photonya kren lho,..jalan2 naek pesawat terbang,…yg moto spaa tuh?

  18. Pengalamnnya bikin inspirasi untuk newbie bisnis sejenis saya Suhu….

  19. Urip kuwi sadermo ngelakoni. Tapi saya yakin kalau temennya itu bukan blogger 😀
    Yakinlah kang, kalau semua itu ada hikmahnya!

  20. Itu namanya “nolongi asu kejepit” yang artinya “ngak ditolong kok ya kasihan, ditolong kok malah nyathek/ngigit”.

    Itu sering aku alami. Yang terakhir nolong eks-suami, aku malah habis-habisan + utang (ke saudaraku) yang jauh lebih banyak dari anda. Th. 2004 kembali ke Perancis bermodal 0€ + “Aku tidak sendiri karena Tuhan besertaku dan sangat mencintaiku”, ternyata aku masih bisa hidup dan melunasi utang-utangku.

    Dan yang paling aku syukuri: aku masih bisa ngakak terus.

  21. duh, dunia mungkin sudah terbalik, mas totok. kok ya tega2nya berbuat seperti itu, menggunting dalam lipatan, dah gitu dikruwel-kruwel lagi. tapi yakinlah, mas totok, Tuhan Maha Tahu. Gusti Allah ora pernah sare, kata eyang. semoga ada hikmah dan berkah besar di balik peristiwa seperti itu. mungkin ini juga pengalaman berharga buat mas totok, agar lebih berhati-hati *duh kok jadi sok nasihatin saya* dalam memberikan kepercayaan kepada orang lain, termasuk kepada teman. sudah banyak kejadia seperti itu. dasar orang yang ndak tahu diuntung! duh jadi ikutan geram saya.

  22. Sabar mas, pastilah kebaikan tetap akan berbalas kebaikan pula pada suatu saat nanti

  23. itulah kebesarNYA
    dapat menyadarkan dengan bentuk apapun

  24. memang kepercayaan harus dijaga mas…
    sekali tidak dipercaya, hancur semua hidup kita

Trackbacks/Pingbacks

  1. Tuliskan Saja

Leave a Reply

You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>