Saya sering dan teramat sering memploting diri saya sebagai rakyat dengan kasta paling rendah , dimana saya menjadi bebas sebebas bebasnya dalam bertingkah laku maupun berbicara tanpa rasa segan dan sungkan.

Dalam banyak kesempatan saya selalu berusaha memposisikan diri sebagai masyarakat yang memiliki derajat paling rendah sekalipun agar saya merasa hidup lebih mudah untuk di jalani.

Duduk setara dengan para petani , minum bersama ngobrol ngalor ngidul tanpa beban dengan tetap saling menghormati satu sama lain.

Kemesraaan terbangun saat kita tidak mengaitkan status social yang kita punyai atau tanpa orang banyak tahu tentang latar belakang kita masing masing maka sendau gurau yang mengalir dalam pembicaraan biasanya menjadi sebuah kenikmatan yang tiada tara.

Dalam banyak kesempatan serta keadaan rasa rendah hati membuat banyak kesempatan untuk bergaul dan berkembang sangat terbuka lebar.

Tidak sedikit pula ilmu serta wawasan terkadang kita dapat dari orang orang yang mungkin pada kalangan tertentu di anggap tidak berarti.

Dalam kancah dunia onliner ( macam socmed sampai blogger ) terkadang saya melihat dengan jelas beberapa orang berlaku atau memiliki rasa rendah hati yang di bangun untuk membuka jaringan untuk mengembangkan diri saling bertukar ilmu dan lain sebagainya.

Tapi hati hati ketika terkadang orang terjebak dalam satu komunitas tertentu hingga kadang merasa dirinya sudah eksklusif dalam banyak hal .

Dapat saya contohkan ketika saat saya belajar bergaul dalam dunia online saya tak sedikit menemui banyak kelompok yang terdiri dari sebagian personal kemudian membuat wadah dan menyatukan dalam sebuah komunitas, mungkin karena kebanggaan yang membutakan terhadap komunitas tertentu hingga merasa bahwa jika sudah menjadi anggota dalam komunitas tersebut sudah merasa dirinya sebagai yang terhebat dalam dunia online.

Terkadang geli bercampur kasihan tatkala melihat anak anak belia yang masih berkutat di bangku pendidikan dimana dalam banyak hal masih menetek kepada ibunya atau orang tuanya kemudian terjebak gaya komunitas yang cenderung tidak jelas.

Katak dalam Tempurung itu mungkin satu pepatah yang sering di gumam ketika suatu saat kita melihat ulah ulah anak anak onliner yang ke pe de an  berselendang kesombongan kebodohan.

Betapa tidak kasihan karena yang mereka tahu bahwa dunia maya atau onliner itu mereka bawa dalam kehidupan yang sesungguhnya bahkan tak sedikit blogger yang merasa bangga seolah komunitas atau kelompoknya lah yang terhebat dalam dunia maya .

Memiliki domain pribadi membuat banyak tulisan kemudian banyak komentar atau pengunjung dalam blog terkadang membuat merasa paling hebat dan menuntun pada kesombongan.

Yang lebih parah lagi ketika mereka hanya berkutat atau  memandang diri dengan cermin yang mereka miliki dalam komunitas itu sendiri hingga ketika di pandang dari luar sisi mereka sama sekali tidak nampak , atau yang lebih tragis lagi ketika mereka merasa sudah seleb atau menjadi raja dan ratu dalam alam komunitasnya sementara di luar sana apa yang mereka lakukan tidak memiliki efek apapun untuk banyak kepentingan.

Keblinger memang ketika beberapa orang sudah merasa ekslusif dalam satu kelompok atau komunitas tertentu lantas merasa dirinya akan selalu di hargai serta di istimewakan dalam banyak kalangan .

Yang teramat mengerikan adalah karena merasa tidak ingin dirinya di remehkan mereka akhirnya cenderung tidak berani keluar daerah dimana eksistensinya di akui hemmm benar benar menjadi katak dalam tempurung.

Adapula Blogger yang lantas kehilangan banyak teman hanya karena menjadi sombong serta bangga semu saat ia memiliki prestasi menjadi pemenang dalam salah satu kontes atau lomba blog , yang pada kalangan tertentu lantas membuat citra terhebat diantara yang lain.

Padahal kemenangan atau juara dalam satu kontes tertentu sebenarnya juga hanya masalah keberuntungan saja toh pada kehidupan yang sesungguhnya sertifikat atau piagam penghargaan yang di dapat juga tak akan menjamin kenyamanan dalam kehidupan sehari hari lantas kenapa mereka terkadang menjadi besar kepala dan membusung dada?

Terkadang mungkin tak terbersit dalam benak mereka jika dalam keadaan tertentu setiap manusia itu memiliki keterbatasan dan ketidak berdayaan.

Satu contoh saat kita memiliki kendaraan roda empat atau yang lain kadang kita merasa nyaman dalam berpergian mau kemana saja kita bisa sementara uang dan atm juga tersedia dalam dompet kita ….. apalagi yang kurang kita berusaha mempersiapkan untuk kebutuhan selama bepergian agar nyaman tanpa kendala,

Tapi keadaan terkadang membuat kita dalam keadaan terjebak dalam kesulitan nah dalam saat seperti ini kebutuhan kita terhadap orang lain tentu menjadi hal yang utama, dimana terkadang uang serta apapun yang kita miliki tak ada artinya untuk membeli keadaan agar lebih baik.

Mereka yang terbiasa sombong tentu akan terbunuh dalam keadaan seperti ini dan terpenjara dalam ketidakberdayaan dan bakal menjadi bahan tertawaan karena kasihan.

Pernah dalam satu waktu saya di Tanya oleh seorang sahabat dekat “kang apakah dengan keadaan serta penampilan sampean seperti ini tidak menjatuhkan prestige dan membuat orang under estimate pada sampean?” saya justru tertawa dan menjawabnya “ apa artinya prestige tahukah anda bila gengsi di letakan pada waktu serta posisi yang keliru malah akan merugikan kita”

Kemudian saya memaparkan betapa ruginya saat kita memelihara sombong dan gensi dalam keseharian karena hal tersebut menutupi banyak kesempatan bagi kita untuk memperoleh manfaat jaringan serta bahkan akan menutup kemungkinan bagi kita dalam mengembangkan sayap kita dalam banyak hal terutama yang bersinggungan dengan efek manfaat pertemanan.

Bukan kah kita membangun account socmed pada niatan dasarnya karena kita ingin memperoleh banyak sahabat banyak teman hingga kita bisa lebih bermanfaat pada orang lain atau suatu saat kita akan menikmati manfaat dari orang lain.

Keblinger memang pada saat kita membangun socmed namun hanya untuk mnyombongi diri apalagi dengan seabrek kebesaran yang di bangun dalam satu koloni atau komunitas tertentu ibarat memenjarakan diri dalam kubangan Lumpur.

Jadi apakah anda terpenjara dalam kesombongan atau di penjara karena kesombongan

Tags: , , , , , , , , , ,

39 Responses to “Terpenjara dalam Kesombongan”

  1. Juoss Kang..tulisan ini bisa buat berkaca para blogger, apakah mereka seperti yang disebutkan diatas atau tidak..setidaknya buat saya sendiri..tapi jujur sangat sulit menilai diri sendiri, biarlah orang lain yang menilai saya, dan semoga hasil penilaian itu baik..artinya kesan orang terhadap diri saya bagus..semoga..aminn..hehehe..pripun kabare juragan wedhus&tower?

  2. ngomong opo to kowe Jul???

  3. hahahasyuuu…!!!

  4. hanya satu kata: Merdeka!

  5. Wah, semoga saya tidak tertampar dengan tulisan ini.. ini rak bukan untuk saya tho, mas Tok?

    Saya bener2 nggak bisa kmana-mana waktu ke Jogja kemarin.. ngapunten banget… next time saya ke Jogja semoga lebih longgar dan kita bisa bertemu, Mas…

  6. malah penak sing rodo sempit timbang sing longgar…

  7. jepitke lawang wae nek seneng sing sempit2..hahaha

  8. eyang saya dulu hanya ngomong ‘ngono ya ngono, ning ojo ngono’,… wealah artine kepiye, palagi, ‘wong kui ming wang sinawang’,… haduh opo maneh…
    lha nek tuna netra… hahahaha

  9. nek ora entuk ngono yo wis tak ngene wae…
    mung disawang thok ra didemok malah marai ngelu…

  10. wong tuwek2 do cecaturan..sing enom ngeploki wae ben tambah gayeng..hahaha

  11. sing penting do akur yo.., jo jotos jotosan…..

  12. nganu juee…. eh nganu koq…. eh piye yaa…??
    mlipir aah…..

  13. ati-ati le mlipir… sisih pinggir rodo jemek…

  14. mbok sing cetho…
    sing dikamsud komunitas kuwi komunitas opo…
    hlaaa terus sing dikamsud mereka ki sopo wae wonge…

    kesuwen nek nganggo sanepan…
    wis ra keroso ra rumongso…
    dibabar wae sing cetho welo-welo…

    pokoknya judulnya MDRCCT (lmao) (rofl)

  15. semik…
    ra metu emot-e… (doh)

  16. ujian bagi yg di bawah adalah kekurangan, ujian bagi yg di tengah adalah nafsu dan ambisi, sedangkan ujian bagi orang yg di atas adalah takabur…

  17. lha sing paling penak ujiane sing endi iki Kang? opo nganggo joki wae ya..

  18. Tulisan yg jitu dan mengena.Gejala itu sudah terlihat.

  19. tulisannya two thumbs up banget 😉

  20. saya hanya blogger jelata saja

  21. klo nuwon mas he he ……….
    tulisan mengajarkan agar setiap orang mau mawas diri. Mawas diri merupakan dapat menyebabkan orang mengetahui bahwa manusia dirinya juga pernah mempunyai kekurangan, dan kelemahan. Kalau orang sudah menyadari kekurangannya, maka pada dirinya pasti tidak terdapat perasaan lebih tinggi dari orang lain. Hal itu pada gilirannya pasti dapat menyebabkan sikap rendah hati.

  22. komunitas? wah aku tidak termasuk komunitas mana-mana. Ngga ada yang mau terima saya.
    Mau dibilang blogger Indonesia, loh tinggalnya ngga di Indonesia.
    Ngga ada juga komunitas blogger Tokyo sih.

    aku adalah….. imelda. titik.

    EM

  23. Dalam grup SEO Discussion saya, saya sering bangat bilang. “Saya paling gak suka dengan orang yang cuma bisa show off tanpa bagi ilmunya.”

    Jangan sombong jangan angkuh, diatas langit masih ada langit. 🙂

    Salam, Danu Akbar.

  24. easy go AZA DECH

    Easy come
    Easy go

    Enjoy Aja….

    Regards

    Risman Eff.

  25. Yap… tulisannya bagus banget jdi terharu, makasih yah kang.

  26. kapan bos saya di kasih buku yang bagus tak tunggu yaa.

  27. mencoba menutupi kemiskinan hati dan menghibur diri….juga mengatai diri sendiri,sampai lupa belum sarapan dan mimik obat.

  28. wah lali neh…

  29. Seperti iblis yang terusir karena kesombongannya…

  30. ok lah kalo begitu…

  31. wuah.. semoga kesombongan saya tidak tumbuh subur, lha apa yang bisa saya sombongkan #mdrcct

  32. Orang boleh tau banyak
    Kita hanya tau sedikit
    Tapi kita bisa buat orang banyak tau

  33. Iqra ( baca )

  34. WASPADA ! DENGAN DISAKSIKAN TUHAN ALLAH SWT. SUKIJO GUNUNG PENTUL, KARANGSARI, PENGASIH TENAGA BENGKEL SEPEDA MOTOR UTARA MASJID AGUNG WATES ADALAH PENADAH DAN PEMAKAI BARANG-BARANG CURIAN, KERUGIAN PARA KORBAN MENCAPAI 75 JUTA RUPIAH. PENGIRIM BERITA PAIJO INTEL

  35. MEmang bebas, karena strata bawah juga tidak menarik perhatian bagi lainnya. bebas. Tapi gak cocok bagi orang yang tipenya pengen cari perhatian

  36. iya., gak ada yang bisa kita sombongkan, di atas langit masih ada langit… 😀

  37. hahaha …
    sekali2 coba mas, nyekel bangkong njur ditutupi bathok …
    lucu, bisa lompat2, anak-anak pasti suka ….

    (kui salah satu hiburan rakyat jelata yg selalu bisa bikin tersenyum)

    == matur nuwun, panjenengan berkenan untuk “berbaur” dg kami2 yg berpredikat rakyat jelata ==

  38. Hmmh itu pas buat orang yang bagaikan avatar yg berucapan bagaikan sang pengendali search engine top one serp.

Trackbacks/Pingbacks

  1. Tweets that mention terpenjara dalam kesombongan | Gunungkelir -- Topsy.com

Leave a Reply

You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>