Aku kelu dan menjadi bisu

ketika kalimat kalimatmu membisikan tentang jalan jalan yang kau anggap benar

bau wewangian kala gelap di hiasi hujan membuat aku bergidik ketakutan

ada mata memerah memandang aku dengan tajam

seperti hendak membakar isi kepala dan hatiku yang bimbang

tujuh bayangan berjubah putih memandang aku dengan sendu

tanpa wajah hanya rata seputih kertas

haruman mendirikan bulu roma itu semakin menusuk hidung

ketika bayangan hitam berkelebat dan bergumam

jalanan berbelok ini telah disengaja

menjadi turun menjadi naik semakin terjal

penuh lubang berapi panas membakar telapak kaki

mata merah itu berwajah menjulurkan lidah

seperti hendak menelan dan melumat aku

di tikungan itu aku kembali berkomat kamit

memuja Tuhan penguasa atas bumi

mengeja mantera mengusir kegelapan

megar jembar jantraning lumaku ku

dumadi Iman ku dumadi laku ku

Yo mung aku sejati ne umat kang minulyo

Yo mung aku sejatine kang den mulya ake

leng teleng manjing roso

lung tinelung dumadi telung

telenging roso manjing sing kuwoso

Gumolong rasaning bathin kalahir kasunyataning nyoto*

Merakit kembali kekuatan kekuatan

membuat magnet dalam benak

menangkap kilat menghisap api

meminum lautan menangkap angin

mengangkat diri diatas pijakan

memandangi matahari mendahului waktu yang bergerak pelan

di tepi tikungan setan aku berdiskusi

mencari titik dimensi kepastian

menggapai ruh ku yang tak menyatu

menggembalikan ruh kesejatian dalam jasad membara

di lingkaran malaikat aku berdiri dengan api memadam

dengan cercau mantra Ilahiyah aku menitik air mata

mencari sudut di tengah untuk bersujud

meneriak teriak dengan nafas membakar bayangan

Lingkaran malaikat itu perlahan musnah

dengan tanpa memberi tahu apa yang di sisa

tikungan setan perlahan aku tinggalkan

dengan pagi yang mulai menjelang

akan kah Mantera itu aku bawa hingga di tikungan setan berikutnya

Tags: , , , , ,

11 Responses to “Tikungan Setan”

  1. Wah, postingan ini berbau mistis, Mas…. 🙂

  2. hmmm rupanya memang benar ada tikungan dan jalanan setan begitu ya.
    Pernah alami lampu/mesin mati tiba-tiba ngga mas?

    EM

  3. Syukurlah saya belum pernah mengalami ada apa2 di tikungan setan. Tapi saudara saya pernah, tp bukan di tikungan sih.
    Dia lagi di tengah perjalanan antar kota, dan tiba2 dari arah depan ada motor ngebut banget. Dia berusaha menghindar dengan merem, dan akhirnya mobilnya terputar-putar dan terbalik… Ternyata…. tidak pernah ada motor yg lewat. Dan memang di tempat itu, belum lama baru kejadian ada pengendara motor yang meninggal tabrakan….
    Untunglah saudara saya itu tidak luka parah, cuma mobilnya ya hancur berantakan…

  4. Mana ceita tentang Gunung kelir…… tentang tragedi manusia masa lalu diantara nafsu obsesi dan angkara murka kekuasaan…. bisa jadi hikmah kehidupan masa kini…. saya ke gunung Kelir tahun lalu bersepeda malam malam bersama komunitas sepeda SPSS…. alangkah bagus bila ditulis di Blog anda ini….

  5. Ada nggak ya mas,,, mantra yg bisa cepet jodoh….??

  6. WASPADA ! DENGAN DISAKSIKAN TUHAN ALLAH SWT. SUKIJO GUNUNG PENTUL, KARANGSARI, PENGASIH TENAGA BENGKEL SEPEDA MOTOR UTARA MASJID AGUNG WATES ADALAH PENADAH DAN PEMAKAI BARANG-BARANG CURIAN, KERUGIAN PARA KORBAN MENCAPAI 75 JUTA RUPIAH. PENGIRIM BERITA PAIJO INTEL

  7. rasa takut hanya kepada Allah tidak kepada yang lain

  8. kita harus waspada dan berhati-hati dimana pun kita berada

  9. ini bahas wedhus kok dadi tikungn to….

  10. intinya apa sih? kagak ngerti. maknanya sulit ditangkep.

  11. puisi nya bagus mas. pandai yah bikin puisi. biasanya orang bilang, cowok yang suka bikin puisi, orangnya romantis loh 🙂

Leave a Reply

You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>