Aku kelu dan menjadi bisu
ketika kalimat kalimatmu membisikan tentang jalan jalan yang kau anggap benar
bau wewangian kala gelap di hiasi hujan membuat aku bergidik ketakutan
ada mata memerah memandang aku dengan tajam
seperti hendak membakar isi kepala dan hatiku yang bimbang
tujuh bayangan berjubah putih memandang aku dengan sendu
tanpa wajah hanya rata seputih kertas
haruman mendirikan bulu roma itu semakin menusuk hidung
ketika bayangan hitam berkelebat dan bergumam
jalanan berbelok ini telah disengaja
menjadi turun menjadi naik semakin terjal
penuh lubang berapi panas membakar telapak kaki
mata merah itu berwajah menjulurkan lidah
seperti hendak menelan dan melumat aku
di tikungan itu aku kembali berkomat kamit
memuja Tuhan penguasa atas bumi
mengeja mantera mengusir kegelapan
megar jembar jantraning lumaku ku
dumadi Iman ku dumadi laku ku
Yo mung aku sejati ne umat kang minulyo
Yo mung aku sejatine kang den mulya ake
leng teleng manjing roso
lung tinelung dumadi telung
telenging roso manjing sing kuwoso
Gumolong rasaning bathin kalahir kasunyataning nyoto*
Merakit kembali kekuatan kekuatan
membuat magnet dalam benak
menangkap kilat menghisap api
meminum lautan menangkap angin
mengangkat diri diatas pijakan
memandangi matahari mendahului waktu yang bergerak pelan
di tepi tikungan setan aku berdiskusi
mencari titik dimensi kepastian
menggapai ruh ku yang tak menyatu
menggembalikan ruh kesejatian dalam jasad membara
di lingkaran malaikat aku berdiri dengan api memadam
dengan cercau mantra Ilahiyah aku menitik air mata
mencari sudut di tengah untuk bersujud
meneriak teriak dengan nafas membakar bayangan
Lingkaran malaikat itu perlahan musnah
dengan tanpa memberi tahu apa yang di sisa
tikungan setan perlahan aku tinggalkan
dengan pagi yang mulai menjelang
akan kah Mantera itu aku bawa hingga di tikungan setan berikutnya
Tags: belajar, Gunungkelir, pengalaman, pesan, rakyat, Sudut pandang


May 3rd, 2011 at 07:49
Wah, postingan ini berbau mistis, Mas….
May 3rd, 2011 at 11:04
hmmm rupanya memang benar ada tikungan dan jalanan setan begitu ya.
Pernah alami lampu/mesin mati tiba-tiba ngga mas?
EM
May 5th, 2011 at 08:12
Syukurlah saya belum pernah mengalami ada apa2 di tikungan setan. Tapi saudara saya pernah, tp bukan di tikungan sih.
Dia lagi di tengah perjalanan antar kota, dan tiba2 dari arah depan ada motor ngebut banget. Dia berusaha menghindar dengan merem, dan akhirnya mobilnya terputar-putar dan terbalik… Ternyata…. tidak pernah ada motor yg lewat. Dan memang di tempat itu, belum lama baru kejadian ada pengendara motor yang meninggal tabrakan….
Untunglah saudara saya itu tidak luka parah, cuma mobilnya ya hancur berantakan…
May 6th, 2011 at 03:19
Mana ceita tentang Gunung kelir…… tentang tragedi manusia masa lalu diantara nafsu obsesi dan angkara murka kekuasaan…. bisa jadi hikmah kehidupan masa kini…. saya ke gunung Kelir tahun lalu bersepeda malam malam bersama komunitas sepeda SPSS…. alangkah bagus bila ditulis di Blog anda ini….
May 7th, 2011 at 01:02
Ada nggak ya mas,,, mantra yg bisa cepet jodoh….??
July 25th, 2011 at 06:49
WASPADA ! DENGAN DISAKSIKAN TUHAN ALLAH SWT. SUKIJO GUNUNG PENTUL, KARANGSARI, PENGASIH TENAGA BENGKEL SEPEDA MOTOR UTARA MASJID AGUNG WATES ADALAH PENADAH DAN PEMAKAI BARANG-BARANG CURIAN, KERUGIAN PARA KORBAN MENCAPAI 75 JUTA RUPIAH. PENGIRIM BERITA PAIJO INTEL
November 21st, 2011 at 09:14
rasa takut hanya kepada Allah tidak kepada yang lain
December 16th, 2011 at 13:23
kita harus waspada dan berhati-hati dimana pun kita berada
December 21st, 2011 at 13:58
ini bahas wedhus kok dadi tikungn to….
April 25th, 2012 at 02:42
intinya apa sih? kagak ngerti. maknanya sulit ditangkep.
July 7th, 2012 at 18:31
puisi nya bagus mas. pandai yah bikin puisi. biasanya orang bilang, cowok yang suka bikin puisi, orangnya romantis loh