virus menulisTerima kasih tiada terkira tentunya saya sampaikan sebesar besarnya juga kepa Bapak Ersis Warhamsyah Abbas , yang dengan kemurahan hatinya telah memberikan Ilmu dan teori menulis melalui Web maupun melalui buku buku karyanya.

hari ini saya sangat lah merasa senang karena mendapat lagi kiriman buku buku dari sang penulis langsung yaitu :

Tentu ketidakmampuan saya tidak memungkinkan saya membalas jasa besar dari sang penulis yang dengan kemurahannya membagi sekaligus mengirimkan buku karyanya , jiwa besar dan keiklasan yang tak tergambar oleh saya hingga saya tak mampu bergeming pada keadaan ini.

Tak bisa lebih karena kemampuan saya ,saya berucap syukur dan berterima kasih kepada bapak Ersis Warhamsyah Abbas ,dan mudah mudahan saya bisa lebih banyak belajar lagi tentang menulis dan bisa mengambil tauladan dari Bapak Ersis Warhamsyah Abbas.

Saya memang Bukan mahasiswa Beliau namun saya mengakui benar bahwa Beliau adalah dosen saya dalam beberapa hal, saya malah kadang membayangkan jikala para guru mengambil tauladan dari beliau akan kegigihanya mengajarkan ilmu hingga merelakan banyak hal yang lebih dari tenaga dan pikiran namun juga mendermakan ilmu dan hartanya dengan ketulusan ,

Saya dengan ketidakmampuan hanya memiliki rasa terima kasih yang tak terhingga atas dikirimkannya buku karya Bapak Ersis Warhamsyah Abbas kepda saya .

saya berharap mudah mudahan buku tersebut membuat saya menjadi memahami banyak hal tentang dunia menulis dan membukakan wawasan saya dalam dunia menulis.

sekali lagi Terima Kasih tiada terkira kepada Bapak Ersis Warhamsyah Abbas.

Tags: , , , , ,

14 Responses to “Virus Menulis Berbunga Bunga”

  1. Nanti saya ditulari Mas Totok saja…

  2. wah, pak ersis memang dosen dan mahaguru yang baik dan bijaksana, mas totok. semoga kiriman bukunya membuat virus menulis mas totok makin tumbuh ngrembaka, hehehe … sekamat membaca sampai tuntas, mas. duh, kali ini posisi vertamax diambil alih, pak mar, haks.

  3. Amin. He he … Mas Tok aza-aza sazza. Yang pasti, saya merasa tersanjung he he. Tapi jangan dipuji deh, ntar kepleset. BTW, setiap kita punya potensi menulis, bisa menuolis, mari kita kembangkan bersama. Salam.

  4. Asyik juga tuh dapat buku, langsung dari penulis…
    Hmmm. Pastinya menjadi kebanggaan tersendiri.

    Yah, emang sih guru itu bisa kita dapatkan dimana saja. Tidak musti dibangku sekolah atau dibangku kuliah…
    Dari kunjungan2 astau koment teman2 pun bisa jadi pelajaran bagi kita.

  5. wah asyiknya dapat buku lagi….
    ditunggu hasilnya pak heheheh

    EM

  6. Wah, selamat… selamat…
    Mesti makin produktif nih nulisnya…
    Yo po ra, Mas? 😀

  7. Sepertinya Abu juga sedang kemasukan Virus juga neh, namanya Virus menulis. ==Hehehe==

  8. ditunggu deh hasil belajar menulisnya, mas totok. tanpa buku aja udah keren, apalagi kalau bukunya sudah kelar dilahap semua. kebayang deh tulisan mas totok bakal makin yahud!
    selamat, mas!

  9. selamat

  10. gimana kiatnya bisa dapet kiriman buku mas? bagi2 dunkk

  11. dengan menulis kita belajar dari awal

  12. Rupanya aku juga mulai terkontaminasi virus ini. Padahal dulu, sewaktu sekolah, aku tak suka pelajaran tulis menulis.

    Tak apalah virus ini tak berbahaya.

  13. dibagi2 ajah ilmunya ya om…biar ikut dapat pahala

  14. YUp, mari terus menulis!

Leave a Reply

You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>